TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 117


Duduk di kursi roda yang dikendalikan Daniel, Alicia hanya bisa pasrah menerima perintah tuan suaminya yang membuat dirinya berasa orang pesakitan, apa si tuan suami tak bisa melihat jika dirinya sudah pulih sepenuhnya? Kenapa malah memunculkan drama kursi roda segala, ck!


Perhatian berlebihan.


batin dan fisiknya sudah tak berbeban lagi setelah ia berhasil membuat Dinata bungkam seribu bahasa diruang rawat pria yang harusnya ia panggil ayah bukan 'tuan' yang selama ini ia sematkan untuk pria tua itu.


Alicia memilih menulikan telinga kala Dinata memanggil namanya dengan lirih dan nada memohon saat Daniel mendorong kursi rodanya keluar dari ruang rawat pria tua itu.


Baginya hubungannya dengan Dinata berakhir saat ia meneteskan darahnya di depan mata Dinata kemarin sore.


Jangan salahkan ia jika memiliki hati yang keras sebab ia tak pernah di ajari arti cinta dan kasih sayang yang sebenarnya.


Ia hanya seorang anak yang selalu mengharap perhatian dan pengakuan namun tak pernah ia dapat sampai dimana hati dan pikirannya benar-benar lelah. Dan kenapa baru sekarang ? Huh bahkan harapan itu adalah hal yang paling dibencinya saat ini. Ia menyesal pernah berharap pada seorang ayah seperti Dinata.


Tin


dengan hati hati si tuan suami mendorong kursi rodanya keluar lift di lobi rumah sakit yang dimana sudah ada beberapa pengawal yang menunggu mereka. Yang langsung mengawal tuan dan nyonya muda menuju mobil


Namun fokus wanita hamil itu tertuju pada pasutri yang tak sengaja netranya tangkap berada tak jauh dari jaraknya, pasutri itu terlihat bahagia dengan selembar foto di tangan si wanita. Hingga mendekat ambang pintu, kepala Alicia masih menoleh ke samping, Daniel yang menyadari mengikuti arah pandang sang istri


Mengerutkan kening, Daniel kembali menunduk melihat istrinya yang tangannya mengelus perutnya


lapar kah?


Kembali Daniel melihat ke arah


sepasang pasutri muda yang ternyata sedang tersenyum bahagia melihat foto USG di tangan mereka


Ah, dasar suami laknak. rutuk Daniel pada dirinya sendiri. Istrinya pasti mau memeriksa keadaan bayinya namun Daniel malah membentaknya tadi. Arg sial. Umpatnya kembali ditujukan untuk dirinya yang tak peka akan kemauan istri


ya, istrinya pasti mau mengatakan ini tadi, hanya saja Daniel keburu emosi karna tak suka dengan nada gugup Alicia


"loh, loh tuan kok berputar" panik Alicia karna kursi roda tiba tiba perbalik arah


"ruangan dokter kandungan" titah Daniel yang langsung di indahkan oleh salah satu pengawal untuk bertanya pada resepsionis.


"sebelah sini tuan" ucap si pengawal menunjukan jalan


"hm" Daniel langsung melangkah lebar. ia tak perlu repot repot mengambil antrian dan menunggu, semua terima beres karna kemahiran para pengawalnya, bahkan sedikit kejam karna pasien yang baru saja masuk harus keluar demi mendahulukan si tuan muda yang berkuasa itu


'''''''


"nah ini bayi kalian" ucap dokter wanita menunjuk pada layar monitor sementara tangannya menggerak-gerakan alat usg di perut Alicia yang sudah di olesi gel


Terharu bisa melihat makhluk kecil itu untuk pertama kalinya membuat sudut mata Alicia berair namun tak jua melunturkan senyumannya, rasa haru itu menular pada sosok pria yang sedari tadi menggenggam tangan sang istri, meski bagi Daniel ini sudah yang kedua kalinya ia melihat calon bayinya di balik layar tetap membuatnya menatap haru pada gambar separuh dirinya di layar monitor.


Terbayar sudah rasa rindunya pada sang jabang bayi setelah pertama kali melihatnya di amerika sekitar 2 bulan lebih yang lalu. Dulu janin itu masih sekecil biji wijen namun kini sudah mulai tumbuh meski belum menyerupai bentuk bayi.


"semua sehat, mau di catak?" tawar sang dokter


Anggukan antusias dari Alicia membuat dokter tersenyum


"mm,, sudah berapa usianya dok? " tanya Alicia menatap penuh binar foto usg. Sekarang mereka sudah duduk di depan meja dokter untuk memberi resep vitamin pada Alicia


Glek


Daniel terhenyak. Menelan ludah kelu mendengar pertanyaan istrinya. Tapi istrinya menerima kehamilannya bukan? Jadi mengatakan yang sebenarnya dan tak ada lagi yang ditutupi adalah moment yang tepat saat ini


"akhir trimester pertama, itu artinya usianya sudah menjelang 3 bulan" jelas dokter seramah mungkin


Deg


Kenapa jantung Alicia berdetak cepat


"ti.. tiga bulan?"


Anggukan disertai senyuman dari dokter berhasil membuat air mata Alicia luruh


"Huwaaaa" pecah sudah tangisan bumil itu


"Dara, hei" Daniel langsung memeluk istrinya


"tuan, ini bukan anak tuan" ucap Alicia di sela sela tangisnya. Jelas ini bukan anak Daniel karna ia ingat betul kapan waktu ia pertama kali menyerahkan dirinya pada suami yang mengaku sudah mencintainya itu.


"Hah?" tatapan Daniel dan dokter bertemu, kebingungan dengan maksud sang wanita hamik


"Kita melakukannya belum 2 bln ini tapi kenapa dia sudah berumur 3 bln" jelas Alicia setelah mengurai pelukan Daniel, matanya yang masih di aliri air menatap tuan suaminya


Pengusiran dengan kode mata Daniel di indahkan segera oleh sang dokter, meski merasa tak sopan karna di usir oleh ruangannya sendiri, tapi siapa lah ia jika berhadapan dengan penanam saham terbesar di tempatnya bekerja.


Dokter wanita paru baya yang masih memiliki puluhan pasien mengantri untuk konsul itu mau tak mau keluar dari ruangannya


Sementara Daniel sibuk merangkai kalimat penjelasan untuk istrinya yang sudah sesegukan karna salah paham


"tuan apa aku ini punya suami lain?" pertanyaan itu tentu Alicia kaitkan dengan beberapa kali ia telah dijual namun selalu saja gagal, tapi tak menutup kemungkinan ada yang berhasil sebab ia beberapa kali menemukan dirinya terbangun sudah berada di dalam kamar pembantu di mansion Dinata dan tak mengingat kejadian apa yang terjadi sebelumnya.


jika 'penjualan' itu melibatkan Maria pasti dirinya selalu saja mendapati dirinya sudah berada di ranjang kapuk di kamar pembantu setelah mengalami tak sadarkan diri.


"jadi siapa ayah dari bayiku?" lanjut Alicia mulai melantur


"akulah!" seru Daniel


Menghela napas panjang, Daniel perlu mencuci otak istrinya


"usia pernikahan kita sudah berapa bulan?"


"7 bulan"


"hem. Usia kandunganmu berapa bulan?"


"3 bulan kan kata dokter tadi"


"jadi menurutmu? "


"tapi kan tuan dan saya baru.."


"siapa yang berani menyentuhmu disaat kamu adalah milikku? " tanya Daniel mulai geram


Alicia memutar bola mata berpikir "astaga tuan!" pekik Alicia


Daniel menaikan kedua alisnya


"Maria, dia pernah menjualku 3 bulan yang lalu saat tuan tugas keluar kota" cicitnya, Alicia bahkan tak segan memanggil langsung nama Maria yang dulunya selalu di panggilnya dengan sebutan nyonya.


"ya aku tau" Daniel tentu tahu sebab berkat campur tangan Maria hingga Daniel bisa jadi budak s3x Alicia hari itu.


"tapi kan, kata tuan hari itu saya di selamatkan Ali, terus terjatuh di jurang, sampai hampir seluruh tubuhku merah-merah, dan tak sadarkan diri selama 2 hari kan? " ingat Alicia pada pagi dimana ia kali pertama mendapati dirinya terbangun di atas ranjang tuan suaminya.


Daniel membiarkan istrinya sibuk melayang di hari itu hingga isakan kembali terdengar dari bibir Alicia.


"lalu aku hamil anak siapa?"


"waktu itu, di ruangan tuan, saya tidak melihat adanya bercak darah, itu berarti saya sudah tidak perawan saat tuan menyentuhku"


"kamu pikir saya sudi sama bekas orang" balas Daniel jengah


"tapi kenapa tuan tetap menyentuhku padahal.."


Cup


Lum4tan singkat membuat Alicia terdiam


Menggenggam kedua tangan istrinya, Daniel mulai mengulirkan cerita yang sesungguhnya


"kamu memang pernah di culik wanita iblis 3 bulan yang lalu saat aku ke Makassar hari itu, dan dia memberimu obat perangsang karna menginginkan kamu melayani pria yang telah membelimu, tapi beruntungnya Ali melihat itu dan menyelamatkan mu, lalu ia menghubungiku dan aku datang sebelum semuanya terlambat dan yah,, kamu merenggut keperjakaanku, kamu dengan ganasnya memperkosaku hingga benihku tertanam kuat di rahimmu" ucap Daniel menatap bola mata istrinya hangat, genggaman tangannya mengerat guna menyalurkan rasa bersalah dalam diri Daniel


"kamu sudah tak perawan saat kita melakukannya di kamar ruangan kerja 2 bulan yang lalu karna memang kamu sudah memberikannya padaku" lanjut Daniel santai


"jadi bekas merah-merah itu bekas bibir tuan?" tebak Alicia mengingat keadaan dirinya hari itu


"huwaaa dasar tuan mesum ganas!" pekik Alicia


"dia lupa sama bekas bibirnya di tubuhku, bahkan bibirnya lebih ganas dari milikku" gumam Daniel kemudian membungkang bibir Alicia dengan bibirnya agar wanitanya berhenti berulah


Tamat!


######


Salam Mickey Mouse 24


dari Dunia Halu