TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 85


Flashback Beberapa jam sebelum kejadian tak bermoral terjadi


"lagi?" tanya Daniel menahan kesal


Ali menelan ludah kelut melihat reaksi tuan mudanya


"tapi memang meeting harus di.."


"bailah baiklah, tutup mulutmu dan persiapkan secepatnya" potong Daniel mengibaskan tangannya menyuruh Ali segera menyingkir dari hadapannya.


Seharian ini ia harus menahan rindu pada istrinya, mana waktu berangkat istrinya itu masih tertidur. Meraih ponselnya Daniel menghubungi Alicia


"halo" suara tak berselera dari seberang. Apa Alicia tak merasa bahagia Ia menguhubunginya


Kurang ajar. Batin Daniel. Untung sayang


"lagi apa?" basa basi Daniel, jujur ia merindukan suara gadisnya, wanitanya, istrinya.


Ck, dasar pria arogan ini. Lebay! baru sehari juga gak ketemu.


"menunggu tuan pulang"


"kamu menungguku?" tanya antusias Daniel, bibirnya sudah tertarik keatas membentuk senyuman


Sedang Alicia mengerutkan kening dengan pertanyaan Daniel


"baiklah aku akan pulang sek.."


"bukankah memang sudah perjanjiannya saya menunggu dan menyambut tuan pulang" balas Alicia mengingatkan tugasnya sesuai perjanjian pernikahan mereka yang berhasil membuat Daniel menelan kembali kata katanya


*dasar wanita ini* batin Daniel dengan wajah di tekuk


"tuan?" panggil Alicia karna suara Daniel tak lagi terdengar, ia melihat layar ponselnya namun panggilan Daniel masih tersambung


"halo tuan?" pqnggil Alicia lagi


"tuan?!"


"aku merindukanmu!" balas Daniel menyamai intonasi Alicia yang sedikit nyaring


Alicia mengerjab mendengarnya, tuan suaminya merindukannya? Huh mana mungkin, tadi pagi saja pergi tanpa kabar. Batin Alicia yang mengingat kejadian dimana ia bangun kesiangan dan tuan suaminya sudah berangkat ke kantor.


"Dara?"


"hm"


"kamu.. Apa kamu merindukanku?" tanya Daniel sedikit terbata, ia memejamkan matanya setelah pertanyaan itu keluar dari bibirnya, entah mengapa jika berurusan dengan Alicia, Daniel merasa kepercayaan dirinya terkikis


"tidak."


"apa?!"


"AKU, TIDAK, MERINDUKAN, TUAN" jawab Alicia menekan setiap katanya, sungguh Alicia sangat berani melawan tuan suaminya sekarang.


Membuat Daniel mengendurkan ikatan dasinya, mengatur napasnya yang tiba tiba memburu karna jawaban tak terduga dari istrinya. Rindunya berbalas kecewa.


"ah sudahlah. Aku pulang telat, ada meeting dadakan, jangan menungguku, tidurlah duluan, maaf tidak bisa menemanimu makan malam" ucap Daniel panjang lebar dan tanpa jeda.


"baik"


"baik? Hanya itu?"


"lalu saya harus jawab apa? Tidak gitu?"


"DARA"


"ya tuan muda"


*awas kau, aku ingin sekali mencium dan memelukmu* Batin Daniel


"tidak ada kalimat penyemangat untukku?"


Hening...


"kamu yakin tidak merindukan suamimu ini?" tanya Daniel karna Alicia masih setia diam, entah apa yang ia lakukan di seberang sana.


"semoga meetingnya lancar tuan muda"


Tut tut tut


Panggilan terputus, membuat dada Daniel kembali kembang kempis akibat kelakuan istri tercintanya yang memutus panggilan secara sepihak. Sekarang kacing kameja teratasnya kini dilepas paksa akibat menghambat oksigen yang ingin Daniel hirup sebanyak banyaknya.


"dasar wanita hamil ini!" geram Daniel


Sedangkan di kamar utama


"tuan muda arogan yang aneh" gumam Alicia, matanya menatap ponsel yang baru saja jadi saksi kejadian langkah, tuan suaminya menghubunginya hanya untuk mengabarinya jika ia ada meeting dadakan.


Saat memasuki kamar utama, Daniel harus menalan kecewa sebab istrinya sudah terlelap di atas ranjang, apa Alicia benar-benar tidak merindukannya? sepertinya tidak. terlihat bagaimana Alicia yang tidak mau repot repot menunggu dan menyambut Daniel pulang, mendesah panjang, kakinya ia langkahkan mendekat ke arah istrinya yang sedang tertidur pulas dengan gaya absurdnya, tangan kanannya di atas kepala, tangan kiri di rentangkan ke samping, sedang kaki kananya dibiarkan menekuk menimpa paha kirinya, dan...


Mata Daniel membulat, apa apaan istrinya itu, kaki kirinya berada di atas bantal Daniel, wah kurang ajar ini mah. Bantal untuk kepalanya yang berharga sekarang berada di bawah kaki istrinya.


Sepertinya Alicia memiliki nyawa lebih dari satu.


Memejamkan mata, mengelus dada guna menekan emosinya, Daniel bernapas pendek pendek.


Tak apa. Batinnya


Bukankah ia sering menciumi kaki itu saat mereka bercinta? Daniel kini maklum. itu haya sebuah bantal.


Lagian salah Daniel yang membuat peraturan tidak ada bantal guling di ranjang mereka, jadi bukan salah Alicia.


Pelan, Daniel memperbaiki tidur Alicia, ia tidak mau istrinya nanti bangun jadi salah urat. Ia menarik selimut di bawah tubuh Alicia sementara tangan lainnya mengangkat sedikit bokong Alicia agar mudah menarik selimut dan menyelimuti istrinya yang sudah mode tidur syantik.


Memandangi wajah imut yang sering membuat Daniel uring uringan menjalani pekerjaannya, terus matanya beralih ke perut Alicia


"jangan nakal baby, jangan siksa mommy oke" elusan lembut kemudian berganti kecupan cinta sang daddy untuk sang buah hati.


Menatap kembali wajah istrinya, Daniel juga mendaratkan kecupan cinta untuk Alicia di kening.


"selamat tidur istriku"


"jangan bangun dulu yah, malam ini ada ulat bulu yang harus di beri hama"


"maaf, maaf karna milikmu ini harus terlibat" ucap Daniel penuh sesal


Melepas jas serta dasi dan menyampirkannya di sofa, Daniel kemudian beranjak keluar kamar.


"saya sudah siap" ucapnya pada seseorang di seberang telpon setelah memasuki ruang kerjanya di lantai 1


Tersenyum menyerigai, Daniel menanti kehancuran mantan tunangannya.


"mau bermain main dengan ku, mari saya tunjukan permainan yang sesungguhnya" monolognya dengan wajah iblisnya


Saat melaksanakan agendanya tadi pagi, Daniel mendapat laporan dari orang suruhannya yang bertugas memata-matai Maureen. ya, dengan kekuasaannya dan otak cerdiknya Daniel rela mengerahkan beberapa ajudannya untuk memata matai keluarga Dinata, terutama Maureen, itu semua atas dasar keselamatan dan ketenangan istri tercintanya, Alicia.


"tuan, nona Maureen baru saja membeli obat perangsang" lapor seseorang di balik telpon, waktu menunjukan pukul 10 pagi.


Maureen mempersiapkan semua sejak pagi.


Jangan heran kenapa ajudan bisa tahu, jika ada kekuasaan dan uang semua rahasia negara pun bisa bocor


"hm" balas Daniel sebab ia baru saja keluar dari perusahaan Dinata, eh bekas perusahaan Dinata


"tuan, nona Maureen sedang belanja pakaian,, seksi,, kata kasir sih itu namanya linggerie" lapor ajudan lelaki dengan terbata, waktu menunjukan jam 1 siang


Daniel kemudian mengecek lokasi Alicia dan menyuruh orang-orangnya memperketat penjagaan Alicia, sebab Daniel takut Maureen malah berencana jahat pada Alicia


"sepertinya pakaian itu untuk nona Maureen sendiri tuan, karna itu sesuai dengan ukuran tubuhnya" Balas seseorang yang membuat Daniel sedikit lega namun tetap menyuruh ajudannya tetap awas.


Kini malam telah menyambut, Daniel masih berada di kantor menjalani meeting dadakan, meski sedikit gusar karna dilanda rindu, Daniel tetap berusaha fokus, namun fokusnya teralihkan saat notifikasi pesan masuk di ponselnya


'nona Maureen memasuki Mansion'


'nona Muareen mengatakan agar keberadaannya tidak diketahui oleh anda dan nyonya muda' isi pesan yang berhasil membuat Daniel tersenyum miring di depan koleganya. Sampai membuat koleganya menelan ludah kasar melihat wajah itu.


Menyadari rekannya tak nyaman Daniel berdehem dan mempersilahkan melanjutkan presentasi. Waktu menunjukan pukul 7 malam


*sepertinya targetnya adalah suami orang, suami yang sangat mencintai istrinya* batin Daniel tepat sasaran.


kembali ke ruang kerja mansion, pukul 10 malam


Daniel tersadar dari lamunanya saat notif masuk di ponselnya


'sepertinya nona Maureen berencana merekam adengan di dalam kamar, tuan muda' isi pesan itu


"hahahhah" Daniel tertawa geli membaca notif itu


"oke, jadi kita tidak perlu melakukan apa-apa" balas Daniel


padahal Daniel telah menyuruh orang-orangnya membeli kamera mini untuk merekam detik detik kehancuran seorang Maureen, tapi sia sia karna Maureen ternyata lebih gercap, gercap masuk dalam lubang neraka yang dibuatnya sendiri.


Bersambunggg...


######


Masih belum jelas tuan muda kita ngapain aja? Oke kita bahas di chap selanjutnya


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu