TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 94


Alicia memakan sarapannya dengan lahap, ia bahkan sampai meminta nambah, katanya masakan koki keluarga pagi ini sangat lesat padahal para koki tak menggunakan bumbu tambahan untuk menu sarapan tuan dan nyonya mudanya pagi ini.


Koki sampai kelimpungan atas permintaan nyonya mudanya yang tiba tiba itu, sebab mereka memasak seperti biasanya hanya 2 porsi, dan tentunya porsi untuk tuan mudanya telah di habiskan Daniel sebelum berangkat kantor.


Beruntung nyonya mudanya tak marah marah seperti tuan muda jika sesuatu berjalan tak sesuai kemauannya pasti selalu berakhir pemecatan, tapi Alicia mau bersabar menunggu meski sangat berisik hingga mereka bisa menyelesaikan masakannya. Alicia menunggu dengan ekpresi kelaparan padahal menu sarapan di piringnya sudah ia tandaskan. Pipinya ia letakan di meja makan dengan mata sayu sambil sendoknya ia pukul-pukulkan ke bekas piringnya, bunyinya bak penjual bakso keliling saja ehh juga terlihat seperti anak kecil yang meminta makan ke ibunya tapi ibunya malah asik main facebook


Rrr


Suara sendawa keluar dari mulutnya menandakan jika nyonya muda itu telah selesai memakan sarapannya yang ronde ke 2.


"Alhamdulillah" ucapnya penuh syukur sambil mengelus perutnya yang kini sudah membuncit akibat kekenyangan.


"sabar yah, kamu pasti akan kempis setelah kita terusir dari sini, untuk saat ini mari kita menikmati semuanya" gumam Alicia melihat perutnya yang jauh dari kata langsing itu.


ia tak masalah dengan bentuk tubuhnya yang makin hari makin berisi, sebab Alicia maklum belakangan ini perutnya selalu menampung makanan mahal nan banyak karna memanfaatkan kesempatan emas yang di sediakan oleh Daniel untuknya selama dirinya menuruti perintah tuan suaminya itu.


"mmm,, pak Wis, apa ada perintah untukku hari ini dari tuan muda?" tanya Alicia sebelum beranjak dari meja makan


"selain tidak bepergian keluar dari mansion tidak ada yang lainnya, nyonya muda" ucap pak Wis sopan


"baiklah. Saya hanya ingin ke taman" Alicia melangkah keluar mengabaikan tawaran dari pak Wis untuk menemaninya


"APA-APAAN INI !!?" suara teriakan dari arah pintu utama membuat Alicia terlonjak


*m4mpus* Alicia menggigit bibir bagian dalamnya, rasa terkejutnya kini berubah takut


Ia ketahuan sedang mencuri pakai kameja tuan suaminya


"tak tahu malu kamu!" desis orang itu melangkah lebar menuju Alicia yang sudah berada di dekat sofa ruang tamu


"berani beraninya kamu memakai kameja Daniel di tubuh penuh kuman mu itu!" marah orang itu yang tak lain adalah Maureen


Maureen panas dingin melihat tingkah konyol Alicia, matanya sirat akan permusuhan. Lancang sekali Alicia memakai kameja Daniel yang bernilai puluhan juta itu, sangat tak pantas di tubuh Aicia yang biasanya hanya memakai pakaian harga seratus ribuan. Pikir Maureen


Sedang pak Wis yang memang menyusul nyonya mudanya hanya menunduk diam di belakang Alicia, diam diam ia mengulum senyum


*saya di pihak nyonya muda* supportnya dalam hati


Alicia yang mendengar Maureen mengatainya berkuman itu memutar bola mata malas, rasa takutnya karna ketahuan oleh kekasih suaminya itu berganti rasa masa bodo


"aku udah mandi loh kak, pakai sabun mahal lagi" balas Alicia santai menanggapi tudingan Maureen


"KAU!?"


"kenapa?" Alicia menaikan alisnya menatap telunjuk Maureen yang mengarah padanya, jangan tanyakan raut wajah Maureen, wajah putih mulusnya berubah merah bak habis terkena air panas


"kamu sadar diri nggak sih, kamu itu hanya parasit" desis Maureen


"sepertinya aku masih tidur nih kak" balas Alicia dengan nada malas menanggapi ucapan pedas Maureen yang terdengar lelucon di telinga Alicia, bagaimana tidak, kalimat itu sepuluh tahun terakhir ini jadi makanan sehari harinya selama hidup berdampingan dengan ayah kandungnya.


"hahahahah" Alih alih menampar atau menjambak rambut Alicia, Maureen malah terbahak


Alicia menaikan sebelah alisnya melihat reaksi Maureen, merasa lucu Alicia juga ikut tertawa, jadilah di ruang tamu mansion pagi menjelang siang ini pecah tawa 2 orang wanita sedarah tapi tak bersaudara


Maureen tertawa karna rasa marahnya tak lagi bisa ia ekpresikan menghadapi adik tirinya ini yang sudah tak takut padanya, sedang Alicia tertawa karna merasa lucu melihat raut wajah Maureen yang tertawa keras namun warna merah terbakar tergambar jelas di wajahnya, ia bak orang gila di mata Alicia,


"kamu itu hanya wanita pemuas nafsu di mata Daniel" desis Maureen setelah tawa paksanya mereda, kini raut wajah marahnya lah yang mendominasi


"yah, dan kau tau kak, tuan SUAMIKU itu setiap malam selalu memuaskan ku juga, jadi kami saling menguntungkan bukan?" balas Alicia mengendikan bahunya acuh, kini tawanya juga sudah mereda


*sayangnya tuan muda tak melihat langsung tontonan menarik ini* batin Pak Wis merasa sayang


Ya, pertunjukan yang dimaksud pak Wis saat pertama kali melihat nyonya mudanya memakai kameja tuan mudanya adalah ini, pertunjukan antara mantan calon nyonya muda dan nyonya muda


Karna sudah sedari pagi Maureen datang ke mansion untuk melanjutkan dramanya, bahkan Maureen rela bangun pagi2 untuk ini, namun sayang, saat sudah sampai mansion, Daniel sudah berangkat ke kantor


Alasan utama Danie tak menunggu sampai Alicia terbangun karna pagi ini ia memiliki agenda penting yang tak bisa ditunda maupun diwakilkan.


Maureen yang sudah berdandan cantik harus menelan kekecewaan sebab niatnya yang ingin sarapan bareng Daniel pupus pagi ini, tapi Maureen yang memiliki hati luas itu tak menyerah, jika hari ini rencananya gagal Maureen masih punya hari esok. pikir maureen


Dengan perasaan kesal Maureen pergi dari Mansion Prasetio dengan menahan lapar, bagaimana tidak, ia yang hendak sarapan di meja makan meski tanpa Danel malah mendapat pengusiran dari Pak Wis, Maureen tidak bisa berbuat apa-apa di mansion itu jika tak ada Maya di belakangnya, karna ia hanya orang asing disana, pertama kali menginjakan kakinya di mansion Prasetio pun beberapa minggu yang lalu saat Maya memberinya peluang merebut Daniel kembali dari Alicia.


Maureen meninggalkan Mansion dengan menahan marah, bahkan tasnya ia lupakan.


Dan inilah yang membuat pak Wis berpikiran akan ada pertunjukan menarik. Ia yakin Maureen akan kembali lagi mengambil tasnya yang sudah maid pindahkan di ruang tamu atas perintah pak Wis, dan benar saja, nona tertua dari keluarga Dinata itu balik lagi ke Mansion setelah beberapa jam berlalu dan akhirnya menangkap basah kelakuan aneh nyonya mudanya.


Bersambunggg...


######


Serah mau komen saya pelit, saya nggak konsisten, seraaaahhhh...


Karna kuliah adalah prioritas ku, menulis ini hanya iseng iseng, tapi aku usahain kalau ada waktu aku ngetik di draft meski hanya sedikit sedikit,


Ngertilah meski berhalu itu gampang pake banget tapi cara menuangkan ke dalam tulisan itu susah loh.. Mana harus merangkai katanya agar tak terlalu amburadul meski sebenarnya tulisanku ini kalimatnya masih jauh kata enak di baca mata tapi aku juga udah usaha agar sedikit bisa di baca mata mata indah kalian


bacama hanya semenit selesai, kah kita yang nulis sampai berjam jam, jari jari pada pegal gais.


Sekali lagi mohon maaf, jika tak mau menunggu cari novel yang sudah tamat dan silahkan balik kesini jika novelnya sudah tamat, itupun kalau suka.


Ehhh udah panjang celotehan tak jelasku ini


oke, see you'r next chapt


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu