TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 51


"Maafkan aku, Dara" bahkan sebutan saya tak lagi Daniel gunakan untuk Alicia


Ali semakin dibuat menciut dan merasa bersalah pada Daniel


"ngh" Alicia meleguh


Alicia bergerak ingin melepaskan diri, merasa sesak dan kesusahan bernapas akibat pelukan Daniel yang begitu erat


Daniel meleraikan pelukannya dan menatap wajah gelisah Alicia


"aku mohon, maafk.."


CUP


ucapan Daniel terpotong akibat Alicia yang mencium bibir Daniel sejenak


Daniel mematung, sekujur tubuhnya tiba tiba kaku


Cup


Cup


Cup... kali ini Alicia m3***** bibir tebal milik Daniel


sedangkan Daniel masih terdiam mematung dengan mata terbelalak bersiap melompat keluar


"khem" Ali berdehem


Daniel tersadar dan segera memegang pundak Alicia, mendorongnya pelan agar bisa terlepas dari perlakuan tak senonoh Alicia pada dirinya


Daniel melirik ke arah Ali


"maaf tuan muda, saya harus melakukan ini karna kalau tidak, nona muda tidak bisa mengontrol dirinya dan bisa saja memperkosa saya" jelas Ali


kemudian Daniel tersadar dengan kondisi Alicia


kaki Alicia di ikat jas milik Alicia sedang tangannya di ikat pakai dasi Ali


Daniel yang dilanda rasa bersalahnya, bukannya langsung membuka ikatan Alicia, Daniel malah langsung memeluk tubuh Alicia untuk di dekapnya erat tadi.


yang membuat Daniel sangat murka tadi adalah karna tubuh istrinya terikat menggenaskan terbaring di atas ranjang bagaikan sapi yang siap dikurbankan


amarahnya makin membuncah saat mengetahui ternyata Ali ada di dalam kamar, namun Ali malah duduk santai tak melepas ikatan Alicia dan malah membiarkan tubuh Alicia tersiksa terikat yang sangat menyayat hati Daniel itu


makanya Daniel memukuli Ali dengan bringas dan mengumpatinya 'gak berguna' tadi


"Nona muda dalam pengaruh obat perangsang" cicit Ali menjelaskan keadaan


Deg


Daniel mengepalkan tangan kuat hingga buku buku tangannya memutih


"hubungi Rahmat sekarang!" perintah Daniel


"untuk apa tuan?" tanya Ali


Cup


Alicia mencium leher Daniel


Daniel memejamkan mata dan mengeram


"Sekarang Ali!" geram Daniel


Daniel berusaha mendorong tubuh Alicia agar hisapan Alicia di lehernya terlepas


sungguh Alicia seperti vampire haus lelaki saat ini


leher kokoh mulus Daniel kini ternoda dengan bercak bercak merah akibat bibir nakal milik Alicia


"tuan, obat untuk orang yang telah diberi obat perangsang hanya satu" cicit Ali takut takut


"apapun itu, segera bawa kesini!" bentak Daniel, sungguh Daniel sudah tak tahan, sekuat tenaga menahan bahu Alicia agar tidak menerjanganya, namun bibir Alicia tetap saja berkelana, kini bibir tipis itu menjalar ke rahang Daniel


"obatnya hanya... membantu menuntaskan hasrat dari korban obat perangsang, tuan" jelas Ali yang memutar bola mata kesana kemari menghindari pemandangan erotis yang diperankan dengan apik oleh Alicia


"ap.. apa?!" tanya Daniel tak percaya


"kasihan nona muda, tuan" ucap Ali mengabaikan ketidakpercayaan Daniel atas informasinya


ya, meski Ali buta akan perempuan namun untuk kasus obat perangsang Ali cukup tahu. entah dari mana Ali dapat informasi yang diluar dari dunianya itu.


"kamu pikir saya sekejam itu hah!" bentak Daniel. Daniel tidak akan merebut paksa kehormatan Alicia, meski Alicia kali ini yang aktif namun itukan Alicia berada dalam pengaruh obat, Alicia dalam keadaan tak sadar dan jika Daniel melakukan itu, sama saja Daniel merebut paksa mahkota Alicia yang mungkin menjadi satu satunya kebanggaan yang Alicia miliki saat ini.


Daniel tak mau menambah penderitaan Alicia.


Daniel tahu, Alicia belum siap akan hal itu jika Alicia dalam keadaan sadar.


memang Daniel akan melakukan itu dengan Alicia namun hanya jika Alicia dengan suka rela dan sadar menyerahkan sendiri pada Daniel, untuk menjalankan haknya sebagai istri Daniel, namun sebelum itu tiba, Daniel akan menunggu sampai saat itu tiba


"Tolonghh.." Lirih Alicia, tatapannya sayu, netra coklatnya menatap dalam netra hitam milik Daniel seolah meminta bantuan


"enggak Dara" Daniel menggeleng lemah, dadanya sakit melihat Alicia tersiksa begini, wajah Alicia memerah, suhu tubuhnya panas dan berkeringat dingin


"tuan,, 80% kasus korban gil4 gara gara obat perangsang yang hasratnya tak bisa tersalurkan" jelas Ali, sungguh Ali juga tak tega melihat Alicia tersiksa demikian


jika Ali bisa berandai.. andai Ali yang ada di posisi Daniel, Ali akan membantu Alicia, abaikan kenikmatan yang akan diperolehnya yang penting birahi Alicia dapat tersalurkan, biarlah Alicia akan marah dan kecewa dari pada nantinya Alicia jadi gila.


Deg


Daniel membeku mendengar penjelasan Ali


"be.. benarkah?" Daniel terbata


Daniel melirik Alicia setelah mendengar ucapan Ali, Daniel melihat ada noda darah di kamejanya...


"ben..


"DARA!" pekik Daniel yang berhasil memotong jawaban Ali


Alicia menggigit bibirnya hingga berdarah


"tolong.." lirih Alicia


"keluarlah Ali!" perintah Daniel


"Baik tuan" Ali tersenyum samar, kemudian menunduk hormat dan beranjak keluar


*selamat bermalam pertama yang tertunda tuan muda dan nona muda,,eh bersiang pertama deng kan masih siang terik gini* batin Ali, di bibirnya tercetak senyuman yang merekah


Ali melangkah keluar kamar dengan perasaan lega, namun rasa gematar ketakutan masih mendominasi dadanya


Ali baru saja lolos dari neraka dunia


Ali memegang pipi dan dadanya bergantian..


kejadian sejam yang lalu terlintas mengahantui pikirannya..


Ali mengikat tubuh Alicia setelah sadar apa yang terjadi, saat Alicia hendak mencium bibir Ali namun Ali dengan sigap menghindar dan ciuman Alicia berakhir pada pipi Ali


ciuman pertama dari perempuan di pipi Ali itu sempat membuatnya kembali membeku namun saat Alicia hendak bereaksi lagi, Ali dengan sigap mendorong tubuh Alicia ke samping, terhempas di ranjang


Ali buru buru meraih kembali jas Alicia dan mengikatkan di kakinya dengan erat kemudian Ali melepas kasar dasinya kemudian diikatkan erat juga pada pergelangan tangan Alicia


dan kenyataan itulah yang ditakutkan Ali sampai gemetar dan keringatan, karna dengan mengikat Alicia, Ali akan menyakiti nona mudanya dan tentu itu akan membuat Daniel murka, ya Ali sadar belakangan ini Daniel telah membuka hati pada istri penggantinya itu dan akan sangat marah jika sampai Alicia menderita


Ali melakukannya karna tak punya pilihan lain, ia akan menunggu orang yang memiliki hak untuk membantu nona mudanya lepas dari obat perangsang sialan itu.


sedangakan di dalam kamar


"Dara,, maafkan aku" Daniel menatap lekat mata bulat milik istrinya


sedangkan Dara hanya mentapnya penuh gairah


"baiklah,, mari kita mulai kisah kita yang sesungguhnya, karna setelah ini kamu tidak akan bisa pergi dariku" ucap Daniel berbicara serius dengan Alicia


"jadi mari kita lakukan dengan penuh perasaan istriku" tawar Daniel


Cup


entah paham atau tidak ucapan Daniel, Alicia mengecup bibir Daniel seolah setuju


"kamu tidak akan membenciku kan?" Tanya Daniel


Cup


"heheheh" Daniel terkekeh melihat aksi Alicia


"kamu harus janji kita akan selalu bersama sampai maut memisahkan" ucap Daniel dengan ekspresi serius


Alicia kini menatap lekat netra hitam yang ada didepannya


"kenapa? kamu tidak mau hidup denganku hingga tua?" tanya Daniel ketakutan dengan reaksi Alicia


diluar dugaan, Alicia malah menyumpal bibir tebal Daniel yang terus mengoceh dengan bibir tipis miliknya


Daniel membalas ciuman itu, sementara itu ikatan di tubuh Alicia satu persatu di lepasnya


saat tubuh Alicia terbebas dari ikatan itu, dengan penuh nafsu Alicia menguasai tubuh Daniel, bahkan Alicialah yang melepas semua pakaian yang ada ditubuhnya maupun tubuh Daniel..


hingga kejadian itu terjadi,, malam pertama terjadi di siang hari yang tertuda, yang harusnya terjadi beberapa bulan yang lalu..


bersambung...


#####


hay hay aku balik.. tapi untuk gak up seminggu kedepan, heheheh ✌


maapin yak,, mau fokus mid tes dulu soalnya


Salam Mickey Mouse 24


dari Dunia halu