
Alicia menekuk wajahnya, ia tak berselera memakan sarapannya. Matanya sesekali melirik telinga suaminya yang memerah, juga ia teringat dengan bekas merah yang ada di pundak, dada dan leher Daniel. Apa suaminya itu tak berperasaan? memamerkan bekas percintaannya dengan kekasihnya, Maureen semalam di hadapan istri sahnya, Alicia.
Oh jangan lupakan, tuan suaminya memang kejam kan. Jadi wajar jika berbuat semaunya tanpa peduli bagaimana orang lain.
Tadi waktu selesai mandi, Daniel dengan santainya keluar kamar mandi hanya mengenakan handuk sepinggang dengan dada dibiarkan terbuka, alhasil bekas gosokan tadi malam masih terlihat pagi ini, meski sudah samar dan Alicia taunya itu bekas cup4ngan Maureen semalam.
Ya, Alicia tahu karna setiap pagi ia selalu mendapati dirinya dengan luka-luka lebam bekas ciuman disertai hisapan dari tuan suaminya saat mereka bercinta. Awal-awal memang Alicia tabu akan hal itu, tapi karna kebiasaan, otaknya jadi paham dan tidak bodoh lagi soal cup4ngan. Beruntung, ia sudah lupa kejadian di hotel kala itu.
"kenapa dengan wajahmu?" tanya Daniel mengendikan dagunya ke wajah Alicia
"jelek" jawab Alicia santai
"huh, sadar juga kamu" goda Daniel
"tuan yang jelek" gumam Alicia pelan sedikit mengeram namun masih bisa didengar jelas oleh Daniel
"kamu bilang apa?!" Daniel tentu tak terima atas penilaian Alicia terhadap dirinya
"sarapannya enak tuan" balas Alicia mengalihkan
"huh, makanya makan yang lahap, aku tidak mau mengeluarkan uangku untuk membelikanmu sarapan di kantor" ucap Daniel berperan sebagai suami pelit dan kembali fokus ke sarapannya
Alicia memutar bola mata malas, emang pernah ia minta makan sama Daniel di kantor selama Alicia magang? Tidak. Yang ada Daniel lah yang sering memaksanya makan makanan yang sangat asing di mulut Alicia. Makanan mewah nan mahal.
"tuan, boleh kah saya tidak ikut?" tanya Alicia takut-takut
"tidak!" jawab Daniel tegas tanpa mengalihkan pandangan dari sarapannya
Menghela napas panjang, Alicia kembali menyendok sarapannya, memakannya meski tak berselera.
Alicia tahu betul kenapa tuan suaminya bersikeras mengajak dirinya ke perusahaan, itu tak jauh-jauh dari tugasnya sebagai pemuas ranjang.
Tapi Alicia tidak akan diam saja, enak saja tuan suaminya ini, toh sudah ada Maureen yang bisa memuaskan nafsunya, kenapa harus memakai dirinya juga.
Ia mengulum senyum saat mengingat kejadian beberapa waktu lalu di kamar utama, tadi setelah Alicia mandi, Daniel yang memang sedari kemarin merindukan istrinya juga karna semalam ia tak mendapat jatahnya, Daniel yang melihat Alicia sudah siap dengan gaun rumahannya meminta jatah namun Aicia malah beralasan sakit perut, padahal ia baik-baik saja, memang sempat sedikit mual sebelum menyelesaikan mandinya tapi itu tidak berlangsung lama.
Sedang Daniel yang dirundung rasa rindu ingin menjenguk calon babynya seketika hilang digantikan dengan rasa khawatir akan terjadi sesuatu pada janin Alicia, Daniel panik bukan main, jantungnya sampai berhenti berdetak, ia sampai lupa bernapas sepersekisn detik saking khawatirnya pada kesakitan yang di alami Alicia. Ia menggendong dan melangkah sangat pelan ke arah ranjang agar perut alicia tidak merasakan sakit lagi, Daniel bahkan sempat mengelus lembut disana membuat Alicia kasihan telah mengerjai tuan suami arogannya juga Alicia tak menyangka akan sikap berlebihan Daniel padanya.
"ganti gaunmu, kamu ikut ke kantor" titah Daniel setelah Alicia mengaku sudah baikan.
hap
Daniel menempelkan telapak tangannya di dahi Alicia,kepalanya dimiringkan untuk merasakan suhu tubuh Alicia, normal.
"senyum senyum gitu? Kenapa? Udah bosan waras?" tanya Daniel dengan dahi mengeryit
Alicia tersadar dari lamunannya dan segera menepis pelan tangan Daniel
"ya, lebih tepatnya saya bosan menangis tuan" ucap Alicia enteng tapi sarat akan makna
*dan tetaplah bersamaku hingga kamu akan lupa gimana rasanya menagis* batin Daniel merasa tersentil akan kalimat Alicia
Daniel menghela napas
"ayok" ajaknya saat makanan di piring Alicia tandas
Alicia menurut, sedikit lagi. Batinnya menyemangati.
Ia mengikuti langkah tuan suaminya berangkat ke perusahaan terbesar yang ada di ibu kota dengan perasaan datar.
*liat saja nanti apa yang akan aku lakukan, pemuas ranjang? huh mimpi saja!* gemuruh batin Alicia
*makhluk iblis betina itu masih di sini, aku tidak mau sampai kamu bertemu dengannya, karna dirimu terlalu berharga untuk se atap dengan betina itu untuk waktu yang lama* batin Daniel melirik istrinya yang sedari pagi menampilkan wajah kusutnya namun selalu cantik di mata Daniel.
\=\=\=\=
Drt drt drt
Ia melihat ke arah jam dinding. Jam 11 siang. pantas saja, pasti lelaki itu sudah berada di dunianya, Dunia bisnis.
"shit!" umpatnya karna bangun terlalu siang hingga ia tidak bisa melihat wajah lelap lelaki itu tertidur di sampingnya.
"AWW!" suara pekikan nyaring keluar dari bibirnya saat menggerakan kakinya, selangkangannya begitu perih, kakinya terasa ngilu, juga badan yang serasa remuk bak habis terjun bebas dari jurang.
Kemudian ia melihat tubuhnya yang tengah telanjang bulat di bawah selimut, ahh sweet sekali calon suaminya itu yang menyelimuti dirinya dengan selimut tebal ini. Karna seingatnya ia hilang kesadaran saat tubuh kekar nan bringas masih mengg3njot selangkangannya tanpa ampun.
Menghela napas panjang, Maureen memejamkan mata dan menggigit bibirnya menyalurkan rasa sakit pada tubuhnya yang habis dijamah itu saat dirinya beranjak dari posisi berbaringnya dan menuruni ranjang dengan pelan, ia melihat linggerie seksi dan cd nya kini tak berbentuk tergeletak menggenaskan di atas lantai.
Maureen menyunggingkan senyum, mengingat ia baru saja menyelesaikan misinya untuk mereguk kenikamtan bersama kekasih hati, meski ia harus menerima dampaknya, kesakitan dan kelelahan, bahkan sampai hilang kesadaran.
(kekasih hati apanya?!) huh mimpi terossss
Tlingk
Atensinya terpecahkan saat ponselnya kembali berbunyi, kali ini bukan panggilan masuk melainkan notifikasi, sebuah pesan masuk
Ck
Berdecak kesal, ia meraih ponselnya dan membuka pesan
'kakak, ayah ingin bertemu, cepat pulang' gumam Maureen membaca isi pesan sambil menguyar rambutnya yang tergerai dan berantakan.
Meletakan ponselnya kembali, Maureen berjalan dengan kaki tertatih ke meja rias, turut menarik selimut untuk menutupi tubuh telanjangnya.
"Daniel benar-benar keterlaluan dan ganas, bisa-bisanya ia meninggalkan banyak bekas cumbuan dileherku" gumam Maureen setelah melihat pantulan dirinya di depan cermin meja rias sambil merabahi lejernya yang penuh bercak merah keunguan.
Karna rasa nyeri dan ngilu terus saja menerjang tubuh lemasnya Maureen melepas selimut yang sedari tadi dipegangnya dan melihat pantulan tubuh polosnya di depan cermin
Matanya membola sempurna dengan apa yang ia tangkap.
"Daniel benar benar bernafsu pada tubuhku" monolognya dengan ekpresi terkejut
Ternyata bukan hanya dileher, tapi bekas cumbuan yang di tinggalkan Daniel hampir di sekujur tubuh Maureen, dari leher, lengan, dada, perut hingga paha. Dari semua area tersebut, yang terparah dihiasi stempel bibir Daniel adalah di bagian kedua payud4ra dan paha Maureen
Tersenyum senang di atas kesakitannya, Maureen merasa bangga pada dirinya
"nyatanya tubuhku lebih memuaskan Daniel di banding tubuh jelek milikmu Alicia" monolog Maureen menatap dirinya di depan cermin.
Lengkungan dibibirnya makin tertarik ke atas saat melihat kamera yang tersembunyi di balik tasnya masih menyala disana.
"nyonya muda selangkah lagi!" teriak Maureen kegirangan meraih kamera dan mematikannya, kemudian ia cium berkali kali benda kecil yang beberapa jam yang lalu merekam semua adegan di dalam kamar, benda itu adalah harta berharganya sekarang untuk memperlancar jalannya menuju singgasana, nyonya muda Prasetio.
Dengan cerobohnya ia tidak mau repot repot mengecek isinya, ia sangat yakin bahwa semua perbuatannya dengan Daniel semalam aman di benda itu
Nanti, ia akan tunjukan isinya jika sudah waktunya, ia akan gunakan itu jika ia merasa terancam suatu hari nanti. Untuk sekarang ia akan mengejar Daniel dan meminta pertanggung jawaban atas kelakuan bringas Daniel pada dirinya. Daniel pasti akan bertanggung jawab! Pikir Maureen dengan percaya diri yang sedikit... Ehh terlalu berlebihan
Bersambunggg...
######
Maap menunggu
Maap membosankan
Maap enggak jelas
Maap untuk semua maap
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia halu