TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK S2 72


Maura menatap datar wanita cantik dihadapannya yang juga menatapnya sinis


"saya tak menyangka bisa bertemu dengan maduku disini" ucap Elana memecah keheningan dengan nada kentara sinis


Maura mendengus geli membuat Elana tak suka, namun wanita dengan tongkat penyanggah di sisi tubuhnya itu berusaha tak terpancing emosi


"boleh saya duduk?" tawar Elana tak tahu malu


"ya" jawab Maura sekenanya. Ia menyedot jus mangganya untuk menormalkan moodnya yang tiba-tiba jelek karna kedatangan Elana yang tak terduga


"apa kabar? Lama tak berjumpa" kembali Elana bersuara yang lagi-lagi diabaikan oleh Maura


Ayolah, mereka tak pernah dekat dan tak pernah sebasa-basi ini. Moodnya benar-benar runtuh pagi ini, bahkan perutnya bergejolak di dalam sana, tiba-tiba ia merasa mual namun berusaha ia tahan dengan deheman-deheman kecil


"kenapa kamu?" tanya Elana dengan nada kesal tak lagi ia sembunyikan. Ia merasa jengkel akan sikap tenang Maura yang cenderung mengabaikannya


"nggak" singkat padat dan jelas jawaban yang keluar dari mulut Maura


"jangan bangga karna belakangan Alex menghabiskan banyak waktunya untukmu. Ingat posisimu. Kamu itu hanya pembantu saya yang beruntung bisa menjadi madu saya, jadi jangan besar kepala. Kamu tak lebih dari ****** tak tahu malu" tajam Elana mengeluarkan ucapannya namun tak mempan untuk melukai kepercayaan diri Maura


"kalau saya hanya ****** seperti yang anda bilang, terus kenapa anda mau duduk disini? dihadapan saya? Tak malukah nyonya yang terhormat berdekatan dengan ****** seperti saya" telak Maura mengeluarkan kalimat sarkas membuat Elana mengepalkan tangan kuat


"tinggalkan mas Alex" desis Elana yang berupa titah. Niat awal ingin berbicara baik-baik agar Elana bisa membuat Maura mundur secara halus


"sudah saya tinggalkan" balas Maura sekenanya. Toh memang ia sudah meninggalkan Alex yang saat ini tengah mengadakan rapat mendadak di sebuah ruang VIP lantai 4. Awalnya ia ikut bergabung, namun karna Maura merasa bosan, ia meminta izin keluar dan menunggu Alex di restoran hotel.


Sebenarnya Maura bete karna acara bulan madu mereka harus direcoki dengan pekerjaan yang urgen, dan Alex harus menanganinya jika tak ingin perusahaan dapat masalah besar, dan Maura tak bisa berbuat apa-apa, toh perusahaan suaminya juga milkinya bukan? Toh ia sudah diakui secara agama dan negara. Jadi harta Alex adalah hartanya juga. Ahh dia jadi kaya raya lagi.


"kenapa senyum-senyum sendiri kamu? Udah bosan waras?" ucapan Elana menarik lamunan Maura yang tengah senyum-senyum sendiri memikirkan jika ia sudah memiliki banyak uang lagi


"bukannya yang gila itu anda? Kok bisa berkeliaran disini?" balik Maura melempar sindiran


"saya sudah sembuh" sergah Elana cepat membuat Maura memicingkan matanya menilai kemudian mengangguk-anggukan kecil kepalanya


Sembuh tapi cap di punggung tangan Elana yang menandakan jika wanita itu masih dalam pantauan salah satu rumah sakit jiwa Semarang. Sepertinya wanita ini tengah kabur ke Bali atau mungkin...


Mantan istri tua suaminya ini tengah menguntitnya?


*waduh, sepertinya wanita cantik si penghianat di hadapanku ini bukan tandinganku. Dia berada di dua dunia. Antara sehat dan sakit. Sehat raga sakit jiwa* batin Maura menilai


"jadi kapan kamu mau meninggalkan mas Alex?" kembali Elana pada tujuan utamanya


"sudah saya tinggal beberapa menit lalu" jawab Maura tenang


"saya serius! Kamu jangan bercanda sama saya. Sekarang juga kamu pergi dari hidup suamiku" bentak Elana yang membuat beberapa pengunjung menoleh ke arah mereka


"dan asal anda tahu, nyonya Elana yang terhormat. Saya tak sudi berbagi suami dengan anda, bekasan anda. Jadi tidak usah khawatir, saya tak berminat menganggu hidup suami anda" balas Maura dengan menekan setiap katanya, emosinya sudah mulai terpancing, walau bagaimana ia berusaha meladeni ocehan unfaedah Elana dengan tenang tapi moodnya kembali jelek dengan perkataan Elana yang membuatnya ingin mumuntahkan segala isi perutnya yang belakangan selalu ia isi makanan mahal nan enak


Apa katanya? Pergi dari suami Elana? Memang siapa suami Elana? Ia tak tahu tuh. Setahunya beberapa hari yang lalu suami Elana hanya Alex, dan saat ini sudah mantan. walau mantan tapi setidaknya Alex menyentuhnya dengan keadaan sama-sama ori. jadi tak salahkan jika ia bilang tak sudi dengan bekas Elana. lalu siapa suami yang dimaksud Elana? perkataan Elana mengenai suami benar-benar membuat Maura ingin muntah saat ini juga.


Katanya mood ibu hamil memang plinplan. Apa lagi jika ada yang memang memancing emosinya, bisa ikutan gila dia. Batin Maura


"tinggalkan mas Alex, saya mohon. Anak saya butuh papanya. Saya tengah mengandung anak mas Alex" perkataan Elana berhasil membuat bola mata Maura membola sempurna


"saya hamil jadi saya mohon, tinggalkan mas Alex. Ia menikahimu hanya untuk memperoleh keturunan, tapi saya sudah hamil anak kandung kami, jadi kamu tidak lagi berguna" mohon Elana sekali lagi sekaligus ingin menjatuhkan mental Maura dengan menyinggung perjanjian yang pernah ada di masalalu


Bolehkah Maura tertawa sekarang. Sungguh moodnya yang tadinya sempat down kembali baik setelah mendengar ocehan kehaluan mantan istri suaminya itu


Elana sungguh pandai ngelawak


"berapa bulan?" tanya Maura dengan wajah dibuat-buat terkejut


"2 bulan"


"yakin itu anak tuan Alex?" tanya Maura


"jaga mulut kamu. Kamu pikir saya wanita sembarangan. Saya ini wanita bermartabat. Hanya suamiku yang pernah menyentuhku sampai anak ini hadir, dan itu mas Alex. Jadi kamu harus pergi dari kehidupan kami" seru Elana yang diangguki Maura seolah ia percaya.


Rencana Elana, ia hanya perlu mengusir Maura lebih dulu sebelum ia meluluhkan hati Alex


*eh si mantan bini lakik gue. Ngaku-ngakuin bokap anak gue. Menyiram jus ke wahah kurus itu dosa nggak sih* batin Maura menahan kesal


*kasihan baget nih wanita. Yang di ajak main siapa yang di akui siapa. Miris amat dah. Kalau dibuat kan buku bisa inpirasi judul nih, suami ibuku adalah bapak sambungku yang menjadi bapak dari anakku* batin Maura geli


"oh yah? Usia kandungannya baru 2 bulan yah? berarti masih trimester pertama. Kalau kandungan saya sudah berada di trimester kedua akhir. 6 bulan" ucap Maura tersenyum, ia berucap sambil mengelus perut besarnya yang tersembunyi di balik baju over zisenya.


Maura menahan tawa melihat mata Elana melotot sempurna, Maura bahkan bergidik melihatnya karna bola mata itu seolah hendak keluar dari kelopaknya.


"bagaimana mungkin?" tanya Elana dengan lirih


Bagaimana bisa ia tak melihat itu selama ia memantau Maura. Tapi memang pakaian Maura belakangan ini adalah style baju kedodoran hingga tak menampilkan jika wanita itu tengah hamil


"jadi nyonya harus gimana dong?" tanya Maura dramatis seolah mengejek ke arah lawan bicaranya


"itu anak.."


"ini hasil kerja keras saya dan tuan Alex yang setiap hari menyemburkan benihnya di rahim saya dan membuahkan janin ini" potong Maura berbisik, ia sadar jika kalimatnya terlalu frontal, namun ia tetap mengucapkannya karna ingin meladeni kehaluan Elana. enak saja Elana mempertanyakan keaslian benih siapa yang tengah tumbuh di perutnya. ya jelas milik Alex-lah. memangnya dia Elana yang suka ngaku-ngaku


"kalau kamu hamil anak Alex, saya..saya rela berbagi. Tapi hanya sampai anak itu lahir, setelahnya kamu boleh pergi dan bawa anak kamu pergi jauh bersamamu" ucap Elana yang lagi-lagi membuat Maura ingin mencungkir balikan meja dihadapannya


Elana dengan segala otak gilanya. Umpat Maura


Bersambunggg...


######


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu