
Daniel yang sudah siap dengan permainan yang akan dipersembahkan Maureen, menunggu di ruangannya sambil menyelesaikan berkas berkas yang tadi dibawakan sekertaris Ali.
"jangan sampai tergoda tuan" goda Ali sebelum keluar rumah utama, ia kali ini dibebas tugaskan dari permainan tak bermoral ini. tidak, ia tidak berleha leha, ada beberapa masalah perusahaan yang harus Ali singkirkan malam ini
"tidak akan!" balas Daniel sengit
Setelah kepergian Ali, beberapa saat kemudian datang maid yang ditemani pak Wis, mengantar jus untuk Daniel.
Sementara Maureen yang terduduk manis di sofa melirik ke arah ruang kerja Daniel, merasa kegirangan sebab maid tadi mau saja ia kecohkan untuk membuatkannya juga jus yang sama dengan milik Daniel, dan saat maid membuat ulang jus untuknya, Maureen menaburkan obat perangsang pada jus milik Daniel, beruntung aksinya tidak tertangkap basah oleh pak Wis yang baru datang dari ruangan penyimpanan makanan yang ada di mansion.
Setelah mengambil jus yang dibuatkan maid, Maureen beranjak dari sana dengan langkah angkuhnya
Pak wis sampai geleng-geleng kepala melihatnya, kakak dari nyonya muda-nya itu seperti tak tahu malu, lihat saja pakaiannya yang hanya memakai kimono satin, sepaha. Apa Maureen menganggap rumah utama adalah kamarnya, bebas memakai pakaian kekurangan bahan gitu, berkeliaran di rumah orang. pikir pak Wis
Bersyukur saja karna mata pak Wis tak dikotori dengan isi dalam kimono itu, di dalamnya ada linggerie hitam seksi yang melekat di tubuh langsing Maureen.
Mengabaikan itu, pak Wis menemani maid mengantar jus untuk Daniel, ya peraturannya, jika berhubungan dengan Daniel atau Alicia, pak Wis selalu ada di depan maid yang melayani tuan dan nyonya mudanya itu.
"silahkan tuan muda" pamit pak Wis
Daniel hanya mengangguk dan masih fokus pada berkas di tangannya, setelah semua berkas selesai ia kroscek dan tanda tangani, Daniel baru sadar jika jus itu sudah berada di depannya.
Oh astagaaa.. Lihatlah dia, jika berurusan dengan bisnis Daniel akan melupakan semuanya, terkecuali tentang Alicia
Karna Alicia kini di atas segala-galanya bagi seorang tuan muda Daniel Prasetio.
Tersenyum miring, kemudian bangkit mengacak rambutnya dan berekting menampilkan muka sayu, mematikan ac agar sebelum keluar ruangan ia berkeringat.
Dan saatnya pertunjukan dimulai, melafalkan berbagai permohonan maaf untuk Alicia, Daniel dengan gugup meraih handel pintu.
Ya dia gugup, bukan gugup karna akan berhadapan dengan Maureen, tapi gugup karna tubuh berharganya akan ia korbankan untuk disentuh oleh tangan kotor milik Maureen
*demi Alicia* batin Daniel, ya semua karna Alicia, karna Daniel bisa saja menghindar dari rencana licik Maureen, tapi karna ingin kehancuran menimpa Maureen dan keluarga Dinata, Daniel akan ikut bermain, bermain versi dirinya.
Ceklek
Daniel keluar dengan sempoyongan, keringat membasahi kamejanya yang kusut tak berbentuk bahkan sebagian kacingnya sudah terlepas
Maureen langsung berlari ke arah Daniel, dapat Maureen lihat betapa tersiksanya Daniel akan efek obat itu, Daniel menatap tubuhnya dengan lapar, padahal nyatanya Daniell menatap jijik tubuh seksi Maureen yang hanya memakai linggerie hitam, dengan tak tahu malunya ia menampakan lekukan tubuhnya di hadapan pria beristri, pakaian Maureen hampir telanjang. lebih parahnya adalah Maureen tengah menggoda adik iparnya sendiri.
*jal4ng* umpat Daniel dalam hati
"Hai sayang" sapa Maureen dengan nada manja, tangan kanannya menggandeng tangan Daniel sedang tangan kirinya dengan nakal meraba raba dada Daniel, berniat makin mengobarkan hasrat dalam diri Daniel.
*ah si4lan* batinnya, ia akan mematahkan tangan kurang ajar Maureen.
Maureen menampilkan serigai liciknya melihat Daniel tak bisa menolak dirinya
"aku akan membuatmu puas sayangh" bisik Maureen dengan nada mendesah menggoda
"Akh!" pekik Maureen saat merasa bokongnya di remas kuat oleh tangan kekar Daniel
*maaf dara*
"pelan pelan Niel" goda Maureen memegang tangan Daniel yang masih bertengger di bokongnya yang hanya di lapisi kain renda tipis,
"kamu menginginkan ini?" goda Maureen merem4s sendiri payudaranya.
*Dasar perempuan murahan. Ck*
Daniel yang melihatnya menelan ludah, pura pura. matanya sayunya menatap payudara dan mata Maureen bergantian,
*sama sama jelek* olok Daniel dalam hati, karna di matanya hanya Alicia dan segala yang tubuh Alicia punya satu satunya yang menarik bagi Daniel.
Sesampai di kamar, Maureen menutup pintu dengan kakinya, tak sadar jika pintu tak tertutup rapat begitu juga dengan Daniel.
Saat di dalam kamar, Maureen Segera mendorong tubuh Daniel ke ranjangnya, ia tak sabar menuju santapan utama dari jebakan yang dibuatnya.
Namun Daniel menahan tubuhnya dan berusaha berdiri tegak meski masih sempoyongan, mengibas-ngibaskan kepalanya guna menghilangkan pusing. sungguh ekting yang luar biasa tuan muda ini. tolong beri ia tepuk tangan.
Daniel menatap Maureen kemudian tersenyum
"Maureen"
"ya sayang, ini aku Maureenmu" jawab Maureen antusias sebeb Daniel mengenalinya meski dalam pengaruh obat
*sayang pala lu*
"aku menginginkamu" *dara* lanjut Dabiel dalam hati
Maureen girang bukan kepalang, ia segera mendekap tubuh Daniel, mengelus punggungnya menggoda
"aku juga menginginkanmu Niel" Maureen mengecup berulang pundak Daniel
"shs Maureen" Desis Daniel tapi matanya sirat akan amarah
Kemudian Maureen melerai pelukanya
Menggigit bibirnya sensual, dan matanya menatap Daniel dengan puppy eyes nya yang sama sekali tak membuat Daniel gemas, malah membuatnya ingin menonjok wajah murahan di depannya ini
Tangan Maureen menuntun tangan Daniel ke arah payudaranya tapi Daniel malah sempoyongan ke samping dengan pura-pura memegang kepalanya
Maureen tak tinggal diam, ia segera membantu Daniel, saat tubuh Daniel sudah kembali tegak Maureen hendak mencium bibir tebal Daniel yang sedari tadi ingin Maureen lahap
"sst" tau maksud Maureen, Daniel segera menyimpan telunjuknya di bibir yang pernah mencium pipinya beberapa kali saat mereka masih berstatus tunangan,
Ya, selama tunangan, Daniel bahkan tak pernah memberikan kecupan apa lagi ciuman untuk Maureen, Maureenlah yang selalu memberikan ciuman di pipi Daniel, pernah sekali Maureen meminta ciuman di bibir Daniel tapi Daniel malah mengusirnya, makanya Maureen hanya mencium di pipi.
Ya, ciuman pertama Daniel ialah Alicia, Daranya, istrinya, ibu dari anak anaknya kelak.
Maureen mengerutkan keningnya, Daniel menolaknya lagi? Meski dakam keadaan mabuk.
"aku... Akuu" Daniel terbata, matanya kesana kemari menghindari tatapan Maureen seolah ada yang Daniel mau katakan tapi tak enak pada Maureen
"katakan Niel" Maureen memeluk Daniel meberinya kekuatan, Maureen tau Daniel sedang tak enak padanya
"aku.. Aku suka gaya bdsm" cicit Daniel
bersambunggg..
#######
masih belum kelar yah acara kamar lantai bawah
Yang gak suka nunggu, tabe dengan hormat di persilahkan mencari lapak cerita yang lebih menarik dan sudah tamat.
Karna jauh sejauh jauhnya saya sadar diri kalau tulisan ini hanyalah sebuah ide khyalan dari otak halu yang saya punya, tapi kadang kehaluan tidak lancar jika di dunia nyata ada benerapa hal yang memang menarik saya untuk fokus dan lari sementara dari dunia halu
Ini murni dari otak halu saya, jadi kalau gaje yah memang gaje, orang saya aja hanya penulis abal abal.
Dan terimakasih banyak sebanyak banyaknya yang masih setia sama cerita ini, yang setia like dan komen apalagi yang vote, luv untuk kalian dariku 💕💕💖
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia Halu