TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK S2 51


Demi mempertahankan menantu yang tengah mengandung cucunya, wanita paru baya itu sampai rela mendatangi putranya langsung di Semarang


Menghiraukan harga dirinya sebagai ibu yang dibuang oleh anak pertamanya, Anjani mendatangi kediaman Alex.


Selain tekadnya yang ingin menjadikan Maura menantunya yang di akui negara sekaligus membuktikan pada adik dari menantunya jika keluarganya menerima Maura di tengah-tengah mereka sebagai anak menantu, Anjani juga ingin mencoba peruntungan membuat anaknya buka mata agar di masa tua Alex tak dihantui penyesalan karna kesalahan memilih jalan hidup dimasa mudanya


masih ada waktu untuk memperbaiki sebelum semuanya makin runyam, apalagi Maura tengah berlindung dalam kuasa nyonya muda Prasetio yang kuasanya hampir sama dengan tuan Muda Daniel yang akan sangat sulit untuk dijangkau. Pikir Anjani


Menghela napas panjang sebelum kembali melanjutkan langkahnya menuju unit kediaman Alex, Anjani dengan perasaan berdebar mengetuk pintu. Ini kali pertama ia akan bertemu dengan si sulung setelah 12 tahun berlalu, saat Alex lebih memilih Elana dari pada keluarganya.


Pintu terbuka, Anjani langsung menampilkan wajah syok melihat keadaan lelaki yang 36 tahun silam meringkuk dalam rahimnya.


"ma--mama?" Begitu juga dengan Alex, lelaki itu membulatkan matanya syok melihat siapa tamu yang tengah menunjunginya sepagi ini


*bagaimana sebenarnya hidupmu Alex?* batin Anjani bertanya, miris melihat keadaan putranya yang terlihat jauh dari kata baik-baik saja. semakin kurus dengan mata panda, wajahnya jelas terlihat seperti kurang tidur dan kelelahan


"boleh saya masuk?" ucap Anjani


"boleh, eh tidak. Kita bicara di bawa saja" jawab Alex terbata. Ia masih linglung akan kenyataan yang tengah ia alami


"kenapa harus di bawah? Saya tidak boleh masuk? Apa istrimu tercinta akan sakit jika melihat kedatangan saya?" tanya Anjani yang sarat akan cemoohan


"silahkan masuk" Ucap Alex akhirnya, sungguh hidupnya sedang kacau seminggu ini, ia tak ingin meladeni mamanya yang seperti memiliki maksud lain atas kedatangannya, mungkin siap mengajaknya berperang dunia ke 3. Alex hanya tak ingin mamanya mengetahui fakta akan hidupnya yang menyedihkan. tinggal di apartemen seorang diri


"jatuh miskin kamu sekarang? Apa istrimu tak kecewa kamu mengajaknya tinggal di apartemen bukan di rumah mewah?" Sindir Anjani setelah memasuki apartemen Alex. Meski terbilang cukup mewah tapi tetap saja memiliki rumah sendiri adalah bukti kemapanan seseorang.


Ya, sejak kejadian dimana Elana mengajaknya bercinta yang ia tanggapi dengan mengatai wanita itu jal4ng menjijikan. Alex tak pernah lagi pulang ke rumah, ia membeli Apartement demi tak lagi seatap dengan Elana. Tapi meski begitu, ia belum menceraikan Elana secara hukum walau secara lisan ia sudah mengeluarkan kata talak di depan Elana malam itu. Bagaimanapun ia seorang lelaki, ia meminta Elana baik-baik pada ibu kandung Elana 12 tahun silam, maka dari itu Alex akan mengembalikan secara baik-baik juga Elana pada pangkuan orang tuanya, terlepas bagaiamana Elana menghianatinya tapi Alex tetap berpegang teguh pada janjinya di hadapan Rini kala meminta Elana untuk jadi istrinya dulu


'saya tidak bisa berjanji untuk selalu membahagiakan Elana, tapi saya akan usahakan semampu saja dengan segenap jiwa dan raga saya agar Elana selalu bahagia berada di sisi saya'


'saya percayakan Elana sama kamu, saya pegang ucapanmu, sayangi dan cintai dia sebesar cinta dan sayangku padanya, dia anak perempuanku satu-satunya, dia harta berharga ku yang ku amanahkan padamu untuk mengantikanku menjaganya. Jikapun kelak ada masalah diantara kalian, tolong kembalikan dia padaku dengan baik-baik sebagaimana kamu memintanya baik-baik hari ini'


petuah Rini kala memberikan restunya pada niat baik Alex untuk memperistri Elana 12 tahun silam menjadi alasan Alex masih belum mengurus surat cerainya. Ia harus memulangkan Elana dengan keadaan baik-baik pada sang ibu. Masalahnya saat ini Elana tengah mengalami gangguan jiwa, sementara Rini, ibu mertua Alex itu hilang kontak beberapa hari ini membuat Alex kebingungan mencarinya agar bisa memulangkan Elana pada sang ibunda.


"silahkan duduk, Alex ambilkan minum dulu" baru saja membalikan tubuhnya, Alex menghentikan langkahnya kala mendengar penolakan mamanya


"tidak usah, saya hanya sebentar. Takutnya tenggorokan saya akan tambah kering nantinya" entah apa maksud dari ucapan Anjani tapi Alex menagkapnya jika ibunya itu tak sudih mencicipi air yang sama yang diminumnya. Hatinya sakit, namun semua terjadi karna kesalahnnya dimasalalu yang mengorbankan keluarganya demi wanita rubah macam Elana. Alex hanya bisa menikmati penyesalan sekarang. Semua sudah terbayar sekarang. Ia tak memiliki siapa-siapa saat ini. Padahal ia memiliki begitu banyak lara membuatnya hampir menyusul Elana yang kehilangan kewarasan. Ia butuh teman cerita untuk membagikan keluh kesahnya, tapi ia tak punya semacam orang yang sudi memdengar ceritanya


Anjani menggigit bibir dalamnya, sedikit menyesal akan ucapannya, namun mengingat jika Alex tak memiliki hati, mengingat bagaimana Alex membuang keluarganya juga istri mudanya demi Elana membuat Anjani mengesampingkan rasa pedulinya pada sulungnya itu.


Alex membalikan badannya dan beranjak duduk di hadapan Anjani yang terlihat tengah menelisik seisi apartemennya


"istri tercintamu sepertinya belum bangun, apa semalaman dia habis melayanimu sampai subuh?" sindir Anjani


"dia..."


"sudahlah. Saya tidak mau tahu. To the poin aja. Maura,--" potong Anjani. Ia sengaja mengantungkan ucapannya untuk menilai reaksi kakak kandung Alexa itu, Anjani tersenyum miring melihat reaksi Alex yang tampak terkejut. "--begini kehidupanmu setelah membuang keluargamu? Membeli wanita muda untuk memuaskan nafsumu karna istri sahmu sibuk melayani pria lain, dan setelah puas kamu membuang wanita muda itu yang telah kau hancurkan masa depannya dan malah mempertahankan istri tuamu yang berkhianat" lanjut Anjani membuat harga diri Alex langsung runtuh di hadapan wanita yang telah mengandungnya selama 9 bulan


"ma- mama tahu Maura?" tanya Alex gugup


"apa hebatnya si Elana itu? Buka mata kamu Alex, wanita itu hanya memanfaatkanmu" seru Anjani tanpa peduli pertanyaan Alex. Ia sungguh gemas akan kebodohan putranya ini. Bagaimana pun Alex menyakitinya tapi Alex tetaplah anaknya dan hubungan darah itu tak akan terhapus oleh apapun begitu juga dengan rasa cinta dan sayangnya pada buah cinta pertamanya dengan sang suami itu


Alex mematung, ia merindukan namanya dipanggil oleh mama kandungnya. Kini rasa rindunya terobati. Matanya sudah berkaca-kaca karna terharu. Walau nada bahasa Anjani masih menggunakan kata saya tampa sudi menyebut diri sebagai mama di hadapannya tapi mendengar mamanya menyebut namanya setelah belasan tahun membuat dada Alex menghangat. Selama belasan tahun ia sering menguntit keluarganya, tapi tak pernah ia dengar sekalipun namanya disebut-sebut dalam perbincangan keluarganya itu.


"mama.."


Hanya bisa tersenyum miris, Alex mengangkat kepalanya memberanikan diri menatap wanita yang sudah tak muda lagi di hadapannya, kerutan di dahi dan bawah mata pada wajah Anjani tampak terlihat bagaimanapun mamanya itu merawat diri dan memakai make up


"kenapa mama berucap seolah sangat mengenali wanita (Maura) itu?" tanya Alex


"nyatanya saya mengenal baik Maura dari pada si rubah itu" balas Anjani bahkan tak sudi menyebut nama menantu pertamanya


"ya, Elana memang rubah menjijikan" sahut Alex dingin membuat Anjani mengangkat kedua alisnya "Elana sudah tak tinggal lagi dengan Alex karna perbuatan biadabnya dengan ayah tirinya" lanjut Alex makin membuat Anjani terperangah


"Jadi hubungan mereka masih berlanjut setelah di hotel 13 tahun lalu" gumam Anjani syok. Jadi anaknya ini benar-benar korban kebiadaban sepasang ayah dan anak tiri itu


"miris! Belasan tahun dipermainkan dan kamu baru tahu kenyataan sekarang? Itu akibat dibutakan cinta sampai mengabaikan peringatan orang tua" sindir Anjani telak membungkam Alex


"jadi sekarang kamu tengah kehilangan 2 istrimu sekaligus?" lanjut Anjani masih dengan nada menyindir


"tak masalah! Kedua wanita itu memang pantas dibuang. Sama-sama penghianat!" desis Alex mengingat bagaimana Maura memegang tangan sekertaris Ali


"penghianat?" beo Anjani


"ya, wanita muda yang mama maksud itu juga memiliki pemikiran menghianati Alex. Jadi sebelum Maura melangkah lebih jauh untuk menghancurkan harga diri Alex, Akex lebih baik membungnya lebih du.."


Plak


Tamparan keras mendarat di pipi kanan Alex hingga ucapannya terputus


"bodoh! Alex bodoh!" jerit Anjani histeris


"cari kebenaran sebelum bertindak! Umur saja sudah dewasa pemikiran masih kekanakan. Nggak 12 tahun lalu nggak sekarang, kamu bertindak selalu buru buru karna sifat egoismu selalu kau junjung tinggi" maki Anjani


"Alex melihat dengan mata kepala Alex mah, wanita murahan itu bersikap genit jika di depan sekertaris Ali" Alex tetap ngotot dengan pemikirannya. Jujur ia merindukan Maura, sangat malah. Tapi mengingat percakapan Maura dan Ali membuat Alex menekan rasa rindunya


Plak


Lagi, balasan tamparan di pipi kiri Alex dari tangan Anjani


"wanita yang kamu bilang murahan itu tengah mengandung anak kamu, brengsek!"


Deg


Tubuh Alex menengang mendengar ucapan mamanya


"dan asal kamu tahu, Maura bukan wanita sembarangan yang bisa kamu raih dengan mudah saat ini"


"kamu menagis darahpun, nyonya muda Prasetio tidak akan mengampunimu karna memperkakukan kakaknya dengan keji" setelah mengatakan itu, Anjani beranjak keluar. Niat awal kedatangannya untuk memaksa Alex melegalkan pernikahannya dengan Maura malah tak jadi karna Anjani emosi duluan.


Bersambunggg...


######


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu