TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK S2 18


Mata tajam itu menatap datar 3 orang yang baru saja turun dari sebuah taksi di depan gerbang rumahnya. Ia masih bersedekap dada sambil memerhatikan gerak-gerik objek matanya dari jendela kamarnya saat ketiga orang itu dengan lihainya membuka pagar rumah


Hingga ia memilih beranjak dan turun ke lantai satu setelah menyambar sesuatu di atas nakas, karna ia yakin orang itu tak lama lagi memasuki rumahnya, dan...


Ceklek


tatapan datar Alex tujukan tepat pada seorang wanita yang kini terbelalak kaget saat pandangan keduanya bersirobok, dan sepersekian detik selanjutnya netra sayu milik wanita itu bergerak gelisah dengan menundukan kepala tak berani menatap Alex


"tu-tuan? Bukannya tuan sudah.."


"kenapa kalian melihat saya seolah melihat hantu? " potong Alex tanpa mengalihkan tatapannya dari istrinya. Sedang Asep yang disela oleh tuannya ikut menunduk.


bik Imah sendiri yang juga terkejut hanya bisa menelan ludah kasar sebelum berucap


"nona sudah baikan, jadi dokter sudah mengizinkan pulang hari ini" jelas Imah


"masuk!" titah Alex dengan nada dinginnya. Ia bergeser agar Asep dan Imah bisa membantu Maura masuk ke dalam rumah


"dudukan di sofa, setelahnya kalian kerjakan pekerjaan kalian" ujar Alex yang ternyata mengikuti mereka dari belakang


"saya sudah nggak pa-pa, kerjakan saja pekerjaan kalian, saya bisa sendiri" ujar Maura dengan nada pelan, ia tak mau jika Asep dan Imah yang sudah menjaganya di rumah sakit malah dapat masalah dari si tuan rumah karna dirinya


Dan dengan terpaksa Asep dan Imah meninggalkan nona dan tuannya di ruang keluarga itu


"kamu gimana sih Sep, katanya tuan udah berangkat ke kantor" cerocos Imah menyalahkan Asep yang ternyata mengikutinya ke ruang dapur


"saya juga bingung bik, tapi tadi pagi tuan udah berangkat, saya sendiri yang bukain pagar kok" Asep nggak mungkin hilang ingatan bukan? Jelas tadi pagi ia melihat tuannya keluar rumah dengan setelan rapi dan memasuki mobil kemudian di kendarai menuju kantor


"kamu yakin itu tuan?" tanya Imah karna memang Imah semalam menemani Maura di rumah sakit, wanita tua itu tak tega meninggalkan Maura sendirian, ia hanya pulang sebentar untuk membuatkan tuannya makan malam setelahnya balik lagi ke rumah sakit.


"yakinlah, mata saya ini tajam loh, apalagi tuan tadi sampai buka kaca mobil pas membalas sapaan saya" Asep berucap sambil mengingat kejadian 2 jam lalu


"jantungku tuh hampir copot waktu baru mau buka pintu eh malah kebuka duluan dari dalam" ujar Imah mengatakan apa yang sebenarnya tengah dirasakan beberapa menit yang lalu


"saya dan nona Maura-pun sepertinya, bik. Kami tentu kaget dengan kemunculan tuan yang tiba-tiba, apalagi tadi mobil tuan tidak ada di halaman rumah" mereka memang tak melihat mobil milik Alex terparkir depan rumah sewaktu mereka tiba tadi.


Sekitar jam 07,40 Alex keluar rumah dengan setelan jas kerjanya, ia mengemudikan pajero hitamnya menjauh dari rumah, dan pasti tujuannya adalah perusahaan. Pikir Asep


Setelah memastikan tuannya beneran pergi, Asep mengamankan semua keadaan sebelum ia menyusul ke rumah sakit karna ia mendapat kabar jika istri siri tuannya sudah bisa pulang hari ini. Tapi karna Asep takut tak di beri izin oleh tuannya untuk menjemput Maura, jadilah ia pergi diam diam untuk membantu kepulangan Maura setelah memastikan tuannya sudah tidak di rumah. Bukannya ia berpikiran yang tidak-tidak pada tuannya itu, tapi melihat bagaimana hubungan yang terjalin di antara tuan dan istri sirinya membuat Asep berfikir jika tuannya itu tak peduli dengan keadaan Maura, apalagi kemarin sore Alex bahkan pergi begitu saja tanpa berniat menemani Maura di rumah sakit yang belum sadarkan diri


Namun diluar dugaan mereka, waktu baru menunjukan pukul 10 pagi, lelaki beristri dua itu malah sudah ada di rumah dan menyambut kedatangan mereka dengan... Entahlah apa yang akan terjadi lagi pada wanita berstatus istri muda itu


"Duduk!" titah Alex sedikit meninggi karna wanita pucat di depannya tak kunjung duduk di sofa


"tidak tuan" jawab Maura lirih


"keluar rumah sakit kamu sudah berani membantah saya" ujar Alex penuh intimidasi


Bukannya membangkang,Maura hanya tahu batasan jika tak sopan kalau dirinya duduk padahal tuannya berdiri di hadapannya. Tapi karna memang ia dipaksa jadi Mau tak mau Maura perlahan mendudukan bokongnya di sofa dari pada harus menerima amukan lagi.


*bagaimana keadaanmu? apa tidak ada yang sakit lagi? apa kamu tidak bersedih? * mulut Alex sudah gatal hendak bertanya dengan segala hal yang ingin diketahuinya dari istri mudanya ini tapi gengsinya lebih berkuasa diatas segalanya, alhasil pertanyaan itu hanya teredam dalam hati


"lahirkan satu orang anak untukku dan kamu bisa dapatkan itu semua" ujar Alex tak terbantahkan dengan melempar sebuah map di meja yang sedari awal dibawanya dari kamarnya


sebuah trik agar wanita yang diam-diam jadi candunya tetap bertahan disisinya


Bersambungg...


#######