TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK S2 54


Alex menghela napas panjang saat tiba di depan sebuah restoran mewah di kawasan ibu kota jakarta


keluar dari mobil, lelaki dengan pakaian formal yang serba baru itu membenarkan kancing jasnya dan kemudian melangkah lebar memasuki restoran


"****!" umpatnya ketika ada salah satu pegawai menyenggolnya dan berhasil menumpahkan minuman pesanan pelanggan di jas mahalnya


Memejamkan mata menekan rasa kesalnya, Alex membuka mata dan ia mengambil kasar tisyu yang disodorkan oleh pelayan tersebut, dan langsung membersihkan jasnya


"maaf tuan, saya tidak sengaja" ucap si pelayan


"tidak sengaja?" beo Alex melirik tajam wanita muda yang berpakain hitam putih itu


Tentu saja Alex semakin kesal dibuatnya. Selain karna si pelayan yang teledor dan tak hati-hati membuat perutnya terasa panas di tumpahi kopi hitam panas, Alex juga kesal karna pakaian serba barunya yang baru saja dibelinya hanya untuk memenuhi undangan dari rekan bisnisnya yang telah banyak membantunya memajukan perusahaan harus berakhir kotor karna kelalaian si pelayan, padahal restoran semewah ini para pelayannya sudah dilatih keras untuk tak berbuat kesalahan apapun pada pelanggan.


Jika saja orang yang akan ia temui bukan orang perfeksionis, ia tak perlu harus terlihat rapi dan tampil bersih. ia bertandang ke jakarta hanya untuk mencari dan membawa pulang istrinya tak membawa pakaian kerja, namun karna ada undangan dari tuan Muda Parsetio, Alex terpaksa harus belanja dadakan untuk memiliki pakaian formal. Tapi malah harus kotor dengan tumpahan coffe.


"sekali lagi saya mohon maaf tuan" ucap si pelayan membungkukan badannya


Jujur emosi Alex sudah berada di ujung tanduk hanya saja ia berusaha menekannya kembali kala mengingat sosok wanita yang tengah ia cari, ia telah berjanji pada dirinya sendiri untuk membuang sifatnya yang pemarah dan angkuh itu agar Maura segera kembali padanya


Meski sebagian dirinya ingin menindas si pelayan tapi Alex memilih beranjak kala menyadari waktunya hanya akan terbuang sia-sia. Alex beranjak menuju ruangan Vip yang sudah disewa oleh Daniel yang diinformaskan oleh sekertaris Ali tadi, ia tak perlu membuang-buang waktu untuk menindas si pelayan


Memasuki ruangan, Alex mendesah lega kala tuan muda itu belum datang. Jadi pakaiannya yang kotor tak harus dilihat oleh Daniel. Ia hanya perlu duduk menunggu. Jujur ia adalah orang yang sangat membenci dibuat menunggu, hanya saja jika berurusan dengan Daniel, Alex tak punya pilihan lain, sebab tuan muda Prasetio itu memang orang yang super duper sibuk bahkan kesibukan Alex mengurus perusahaan dengan 2 istri ~yang satunya gila dan yang lainnya hilang entah dimana rimbanya~ tak ada apa-apanya dibanding kesibukan presdir yang memiliki usaha diberbagai bidang itu


Sedang disebuah kamar mewah dalam mansion, tampak seorang wanita cantik tengah melakukan video call dengan suami tampannya


"nyenyak banget dia" sahut Daniel menatap gemas putranya yang tengah terlelap di boks bayinya melalui layar ponsel


"hu'um, kenyang dia, jadi tidurnya anteng banget" suara Alicia terdengar kecil karna takut menganggu tidur sang jagoan kecil


"tapi daddynya lapar nih" ujar Daniel


"yah makan lah daddy sayang" balas Alicia menirukan suara anak kecil


"gimana mau makan kalau kamunya jauh" sahut Daniel membuat Alicia mendengus karna otaknya menangkap arti ucapan sang tuan muda


Alicia mengecup pipi sang anak kemudian beranjak menuju ranjangnya. Ia duduk di tepi ranjang dan mengarahkan kamera depan agar suaminya bisa melihat wajahnya


"dasar bapak-bapak mesum!" gerutu Alicia melihat wajah tengil suaminya


"mesum apaan sih sayang. Normal dong pengen makan istri sendiri. Aduh, apa aku pulang aja yah sekarang?, mumpung si penganggu lagi nyenyak" tanya Daniel meminta persetujuan Alicia


"heh anak kamu loh itu mas, heran deh, suka banget ngatain anaknya segala macam"


"yah emang anak aku. tapi yah sayang, aku heran sama baby kita, kalau aku kerja, dia anteng banget bisa bobo beberapa jam, lah kalau aku di rumah dia seolah alergi sama mimpi" seru Daniel, ia berucap sambil mengingat bagaimana putra kecil mereka sangat ahli membuatnya kehilangan waktu berduaan dengan sang pemilik hati


"baru aja dua bulan udah ngeluh, gimana kedepannya" cibir Alicia


"kok ngeluh? nggak ngeluh sayang. Aku bersyukur akan hadirnya ditengah tengah kita, tapi..." ucap Daniel meralat perkataan sang istri, namun belum selesai Alicia sudah menyahut


"tapi apa?"


"tapi.. Tapi--" 'jatahku berkurang 2 bulan ini, fokus kamu terbagi dan aku seolah dinomor duakan, akukan juga butuh belaian capek main solo mulu dikamar mandi' lanjut Daniel dalam hati


"apapun itu aku sayang dan cinta sama kalian, kalian berdua tujuan hidup aku kedepannya" ujar Daniel cepat melihat wajah istrinya seperti mencurigainya, ia berucap cepat namun perkataannya tulus dari dalam hatinya walau sebenarnya ia ingin protes akan jatahnya


Alicia hanya mendengus geli mendengarnya, sejurus kemudian, mimik wajah ibu muda itu tampak serius kala mengingat sesuatu


"mas?" panggilnya, Daniel masih fokus menatap sang istri melalui layar gawainya


"hum?"


"suami Maura, dia.."


"pak Alex"


"kamu kan yang minta aku buat ngerjain dia, gimanasih" ujar Daniel malas


"dia memang pantas dipermainkan setelah apa yang ia perbuat sama kak Maura, tapi aku pengen ketemu langsung orangnya, pasti lebih seru"


"nggak usah aneh aneh deh sayang. kalau ada yang ingin kamu lakukan serahkan saja sama aku, kamu cukup duduk renang dan memerintah, oke!"


"mas pulang dong" ujar Alicia manja membuat Daniel bingung, namun sepersekian detik selanjutnya Daniel tersenyum nakal


"dih ada yang rindu juga nih" goda Daniel


\=\=\=\=


walau malas tapi lelaki yang tengah menggendong bayinya sedang lengannya menjadi gandengan wanita cantik disampingnya, Daniel tetap melangkahkan kaki panjanganya memasuki restoran mewah yang telah di reservasi Ali untuk mengerjai Alex atas perintah nyonya muda, namun duluar rencana, nyatanya si nyonya muda malah ingin bertemu langsung dengan sang target


demi memenuhi keinginan ibu dari anaknya, Daniel rela meluangkan waktu sibuknya untuk terbuang sia-sia. bahkan demi menyenangkan wanita itu Daniel rela menalan kecewa kala tujuan Alicia memanggilnya pulang bukan karna merindukannya dan memberikannya apa yang ia pengen, tapi malah mommy baby El itu memelas padanya agar ditemani menemui suami siri Maura, si Alex.


dan disinilah mereka sekarang, berdiri dihadapan sebuah pintu ruangan, setelah pelayan membuka pintu, keluarga kecil itu memasuki ruangan vip yang disambut senyuman ramah oleh lelaki matang yang sejak 2 jam lalu tiba di sini


Alicia membalas senyuman itu tak kala ramah, hanya saja dalam hatinya ia tersenyum puas, puas melihat bagaimana Alex terlihat suntuk. terlihat dari tatanan rambutnya yang sudah tak lagi rapi, sepertinya ayah calon keponakannya itu sedari tadi menahan kesal demi menunggu kehadiran Daniel. siapa yang nggak bete nunggu selama 2 jam.


Ya, setelah kepergian Maura, Alicia meminta Ali untuk mencari tau hidup kakaknya itu selama di semarang. Dan yah, hanya jentikan jari, Ali memberikan semua info mengenai Alex membuat Alicia geram dan ingin bermain sedikit dengan suami kakaknya itu untuk membalas sedikit penderitaan Maura. hanya sedikit sisanya biar bagaimana nanti Maura bermain dengan caranya sendiri.


"selamat siang tuan muda, nyonya muda" sapa Alex berdiri dari duduknya, tangannya menutupi noda kopi yang membekas pada jas mahalnya. Alicia berdecak dalam hati melihat noda baju Alex yang tak tertutupi sepenuhnya.


*ck! kenapa nggak pas di atas resletingnya celananya sih agar si brengseknya kepanasan* batin Alicia kesal. nyatanya si pelayan tak berhasil dengan sempurna meski tetap menumpahkan kopi panas di bagian perut Alex


"siang" jawab Daniel sambil menarik kursi untuk istrinya. Alex yang melihatnya tersenyum miring, merasa iri. Daniel bahkan tak kesusahan menarik kursi sementara baby El dalam gendongannya.


Alex bermimpi suatu saat ia akan memperlakukan istrinya dan anaknya tak kalah istimewa. namun masih adakah harapan baginya untuk berada di moment itu, mengingat istrinya entah berada dimana saat ini.


acara pertemuan makan siang itu berjalan sebagaimana rencana sang nyonya muda, membuat Alex terbakar dan iri, bahkan Alex merasa dikacangin. Alicia dan Daniel sibuk dengan baby mereka, hanya sesekali Daniel mengajaknya bicara.


"memangnya tuan Alex tinggal dimana?" tanya Alicia kini menimpali perbincangan saat Alex menjawab pertanyaan Daniel soal kapan kedatangannya di jakarta


"saya di Semarang, nyonya" jawab Alex


"semarang? wah saya punya kakak pernah tinggal disemarang, tapi sekarang sudah pindah domisili"


"bagian mana, nyonya?" tanya Alex


"perumahan Griy* L*stari" jawab Alicia santai


"wah, saya juga tinggal di Griy* L*stari. sepertinya kakak anda adalah tetangga saya" Alex berucap antusias


*tetangga kepalamu! orang kalian satu rumah bahkan sering satu kamar* cibir Alicia dalam hati


sedang Daniel mengulum senyum, untung ada baby El sebagai pelampiasannya hingga ia tak dicurigai tengah menertawakan kebodohan Alex yang dikerjai oleh Alicia


sebenarnya Daniel tidak suka Alicia berbicara dengan pria lain selain dirinya, papa Satria Orlando dan ayah Prasetio, tapi kali ini Daniel memberi kesempatan toh nanti malam akan ia peroleh hadiahnya yang telah dijanjikan sang istri sebelum kemari.


drt drt drt


"nah ini dia orangnya menelpon, panjang umur banget kakak saya itu" ucap Alicia saat ponselnya berbunyi dan menapilkan gambar Maura


bersambungggg...


######


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu