
Dinata maupun Maria masih terdiam kala Daniel dan Alicia sudah berada di hadapannya. Mereka seolah bisu dan lupa berekspresi.
"selamat ulang tahun pernikahan" ucap Daniel tersenyum pada keduanya
Sedang Alicia yang tadinya gugup kini berwajah datar bak tak kenal siapa gerangan orang di hadapannya.
Keterdiaman keduanya membut Alicia sadar bahwa kehadirannya lah yang membuat ayah dan ibu tirinya tak menyambut baik Daniel. Padahal Daniel lah icon kebanggaan para pemilik pesta dari dunia bisnis, jika Daniel datang atau tuan besar Prasetio datang berarti si pemilik pesta adalah orang yang berteman baik dari pemilik perusahaan mendunia itu, dan semua orang berangan bisa berada di posisi itu.
"oh, eh, em, terimakasih n.. tuan" ucap Dinata gugup
"mmm, maaf sebelumnya, hadiahnya baru akan tiba beberapa saat lagi" ucap Daniel penuh sesal karna tak membawa kado
"oh santai saja tuan, terimaksih sudah menyempatkan waktu datang, silahkan menikmati pestanya" ucap Dinata
"tentu saja" balas Daniel kemudian ia melirik istrinya yang... Daniel mengikuti arah pandang Alicia
Meja panjang 5 meteran yang di atasnya berbagai macam hidangan kue
Daniel mendengus kecil, dasar ibu hamil! Makan terus yang di perhatikan itu mata
Tapi ayolah, Alicia seperti tak dikasih makan enak saja oleh Daniel, bahkan kue sebanyak itu bisa Daniel suruh koki Mansion untuk membuatnya tiap hari
"khem, beri selamat untuk mereka, Dara" ucap Daniel membuyarkan pikiran Alicia dari lezatnya kue-kue di sana
*Dara?* Batin Dinata bertanya
"mmm,, selamat" ucap Alicia datar
*ucapan selamatku tak akan berarti apa-apa di mata mereka* lanjut Alicia dalam hati
Daniel menaikan alisnya mendengar ucapan istrinya, kemudian ia melihat sepesang suami istri paru baya yang tak lepas memandangi Alicia dengan tatapan tak suka
"khem" Deheman Daniel mengalihakan atensi Dinata dan Maria dari Alicia
"kalau begitu saya dan ISTRI menyapa tamu yang lain" pamit Daniel menekan kata istri, tangannya yang sedari tadi bertengger manis di pinggang Alicia mengerat kala menuntun Alicia beranjak dari hadapan sang empunya pesta
Drt drt drt
Daniel menekan headset bloethoot di telinganya
'target tak berada di acara' lapor seseorang di seberang sana
Daniel menaikan alisnya mendengar laporan orang kepercayaannya yang dengan muda bisa berkeliaran di gedung acara pesta meriah ini, padahal hanya orang-orang pemilik perusahaan ternama yang ada dalam daftar undangan. Tapi karna uang, semua bisa disadap.
*sepertinya Maureen sudah melihat rekaman itu sampai tak berani menampakan diri* batin Daniel
Tak masalah, bagi Daniel yang penting ia sudah datang dengan menggandeng Alicia, membuktikan pada semua orang bahwa hatinya telah bertahta, raga dan jiwanya sudah memiliki rumah, rumahnya adalah Alicia, ratu hatinya, istrinya, ibu dari anaknya. Masalah Maureen ia sudah menyiapkan hadiah untuk Dinata.
"baiklah, tetap kirimkan hadiahku untuk tuan Dinata" putus Daniel
'beres tuan' jawab di seberang
"ayok pulang" ajak Daniel pada Alicia s
Alicia menoleh bingung, pulang? Secepat ini? Mereka bahkan baru 2 menitan di dalam ruangan. Bukannya tadi Daniel ingin menyapa rekan bisnisnya, dan juga rencananya untuk...
Alicia memutar kepalanya kesegala penjuru, netranya tak menemukan sosok yang dicarinya, kemana dia? Apa yang dilakukannya sehingga tak hadir di acara besar kedua orang tua tercintanya? Apa ini alasan Daniel buru buru pulang karna rencananya yang akan melamar Maureen tak bisa berjalan malam ini? Pikiran-pikiran itu membuat Alicia berpikir keras
"apa yang kau cari?" tanya Daniel sedikit sewot
"calon suami, tuan" jawab Alicia santai
"berani-beraninya! Mau ku colok itu matamu, hah" Daniel tentu kesal mendengar ucapan istrinya, suaranya yang tak terkontrol sedikit meninggi.
mau Alicia kemanakan dirinya, apa ada pria tampan nan kaya yang bisa menyainginya? Huh, tidak! Jikapun ada Daniel pastikan akan memusnakan duluan sebelum bertemu Alicia hingga Alicia hanya melihat Daniel seorang.
"ck, tuan memang jago menarik perhatian orang" decak Alicia bergumam melirik beberapa orang yang dekat dengan mereka sempat memerhatikan keduanya namun tak berlangsung lama.
Lirikan mata Alicia tak sengaja membidik seorang wanita cantik nan anggun dengan gaun panjang warna putih tak berlengan, perhiasan mewah melekat cantik di leher jenjangnya. Wanita itu muncul di pintu masuk, kepalanya tegak menandakan wanita itu memiliki kepercayaan diri tinggi, senyum manis yang mampu menghipnotis para pria tercetak di bibirnya.
*Kak Maureen* batin Alicia
Daniel yang masih menatap tajam Alicia mengikuti arah pandang Alicia
*wanita itu datang* batin Daniel, sepersekian detik selanjutnya ia tersenyum menyerigai
Alicia melirik Daniel untuk memastikan apakah tuan suaminya menyadari kehadiran Maureen
*tersenyum? Huh tadi aja mau pulang. Giliran ada wanita itu sudah senyum senyum* Kesal Alicia dalam hati
"jadi?" tanya Alicia membuyarkan atensi Daniel
"jadi?" ulang Daniel bertanya, tak mengerti apa maksud pertanyaan istrinya ini.
"pulang atau.."
"tinggal. Akan ada pertunjukan menarik yang tak boleh terlewatkan" potong Daniel cepat
*kan. Aku sudah menebak suasana hatimu tuan* batin Alicia menahan kesal, ia terpaksa mengangguk mengerti
"selamat ulang tahun pernikahan ayah, ibu" ucap Maureen tulus, ia memeluk kedua paru baya itu yang telah melahirkannya ke dunia 27 tahun silam
Dinata dan Maria membalas pelukan hangat putri sulungnya itu, tak lupa kecupan kasih sayang mendarat di kening Maureen dari Dinata maupun Maria
"Maaf telat datang, ada sedikit masalah saat menyiapkan hadiah untuk kalian" ucap Maureen penuh sesal
"tak apa sayang, yang penting kamu sudah disini" ucap Maria mengelus sayang lengan Maureen
Kemudian Maria mengode Maureen dengan melirik ke arah sepasang suami istri yang tak jauh dari jarak mereka
"tenang saja bu, hari ini akan ku pastikan akulah pemenangnya, itu janjiku di hari bahagia ibu" bisik Maureen menenangkan Maria
Maria tersenyum senang mendengar ucapan Maureen
Sedang Alicia tiba-tiba diserang panggilan alam
"tuan, saya ke toilet sebentar" pamit Alicia
"ayok"
"hah?"
"mau ke toiletkan?"
Alicia mengangguk
"yaudah ayok"
"emang tuan pengen juga?"
"tidak" jawab Daniel cepat
Alicia menggeleng samar
"yaudah, tuan disini aja"
"kalau saya mau ikut, kamu bisa apa?" ucap Daniel mulai tak suka
*dasar tuan arogan! Akukan cuman mau memberikan waktu untuk mereka agar tak terganggu dengan kehadiranku juga sekalian menghindar dari kejutan tuan untuk kak Maureen* batin Alicia
"Memang tuan mau menunggu? Kalau nantinya saya lama gimana? Masa iya sih tuan muda terhormat seperti tuan menunggu di depan toilet wanita" ucap Alicia yang berhasil membungkam Daniel.
Tuan arogan itu memiliki harga diri tinggi. Apalagi ini di keramaian, kalau ada yang melihatnya menunggu di depan toilet wanita bisa hancur reputasinya, entar ia bisa di cap sebagai pria bucin dan takut istri. Secinta-cintanya Daniel pada Alicia tapi harga dirinya tak boleh ternodai.
"baiklah. Jangan macam-macam. Diana dan kawannya mengawasimu" ucap Daniel mengalah, ia melirik ke tiga ajudan Alicia yang ternyata sudah stay mengawasi nyonya muda mereka tak jauh dari jarak Daniel dan Alicia berada, ketiganya seolah tamu undangan yang sedang menikmati jamuan dengan gaun mewah yang mereka kenakan. Namun fokusnya tetap pada nyonya muda mereka
Alicia mengikuti arah lirikan Daniel, alih alih terkejut Alicia malah bersikap tak melihat siapa-siapa, sudah tak heran, memang ketiga ajudan wanita itu layaknya makhluk gaib, di mana mana selalu ada merocoki keseharian Alicia. hanya di kamar utama atau ruangan presdir yang tak bisa di jangkau mereka. entahlah, mungkin tuan Daniel menaburkan garam di sana hingga ketiganya tak bisa muncul sesuka hati di dua tempat itu.
"saya tidak janji tuan, tapi jika ada yang menawan mata, saya bisa apa" bisik Alicia mengendikan bahunya kemudian
"dara!" geram Daniel dengan suara tertahan
Alicia beranjak dengan menahan tawanya, meninggalkan tuan suaminya yang menatap tajam kepergiannya dengan rahang mengetat. Istrinya itu sungguh membuat moodnya jadi jelek.
Tatapan Daniel terputus kala ketiga ajudan itu mengekor di belakang Alicia dengan jarak tak teralalu dekat agar tak mencurigakan.
"Hai Niel" sapa suara lembut nan mendayu menyapa indra pendengaran Daniel yang masih memandangi arah kepergian istrinya
Daniel menoleh dengan wajah datarnya, mendapati Maureen yang tersenyum manis padanya
Alicia yang akan berbelok menuju pintu samping penghubung ke arah toilet menengok ke belakang, ia tersenyum kecut melihat tuan suaminya bersama Maureen di sana.
*karna aku sadar dari awal aku bukan siapa siapa disini* batin Alicia. Ia menghela napas panjang kemudian melajutkan langkahnya
Bersambunggg....
#####
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia Halu