
berita suka cita hari ini
'selamat untuk keluarga besar tuan Prasetio atas kehamilan menantu mereka.
nyonya muda Prasetio hari ini mengunjungi kampus Gunadarma dengan perut buncit, ya, tidak salah lagi jika wanita muda beruntung itu tengah mengandung calon penerus perusahaan multinasional, Prasetio Corp'
Namun sayang nyonya muda tidak menganggapi pertanyaan teman-teman media karna terburu buru, sekali lagi selamat untuk kehamilannya, sehat sehat bumil, seribu juta doa tercurah untuk anda'
Klik
Pria dewasa yang tengah terduduk menikmati waktu paginya sebelum kembali beraktifitas di luar rumah mematikan benda persegi berukuran 45 inc di depannya, ia melirik ke arah wanita muda yang berdiri beberapa meter darinya itu setelah menyajikannya secangkir kopi untuknya, Kekesalannya memuncak hanya karna melihat berita kehamilan istri pengusa muda sukses disiarakan stasiun tv bisnis pagi ini. Moodnya jadi kacau. Bukan tak suka akan kabar bahagia dari pemilik perusahaan yang ia ajukan permohonan kerjasama, hanya saja ia merasa tertinggal, usianya sudah sangat layak untuk memiliki seorang anak tapi ia belum mendapatkannya.
"istri tuan Daniel yang lebih mudah darimu itu sudah hamil, kamu kapan? Atau jangan-jangan kamu mandul!!" ucap Alex menyindir Maura yang berdiri mematung menatap tv yang sudah berganti menjadi layar hitam
Alex yang dunianya hanya berputar di sekitaran Alena tak tahu jika istri dari tuan muda Daniel adalah adik tiri dari istri sirinya. Memang Alicia tak pernah di akui di depan khalayak jika dia adalah keturunan Dinata bukan? Jadi wajar, orang luar termasuk Alex tak tahu akan fakta itu. Alex sama seperti yang lainnya, percaya akan berita yang disiarkan untuk khalayak umum. dimana setelah terkenalnya Alicia sebagai nyonya muda Prasetio banyak media yang mencari latar belakanganya, dan mereka menemukan bahwa Alicia adalah gadis yatim piatu yang bekerja sebagai pembantu di mansion keluarga Dinata dan gadis beruntung yang bisa memikat dan menundukan pria arogan semacam Daniel
*dia beneran hamil?* tanya Maura dalam hati. Ingatannya kembali saat acara pesta kedua orang tuanya dimana ia tak percaya saat Alicia mengatakan sedang mengandung anak Daniel, Maura kira Alicia hanya bergurau dan menyombongkan diri kala itu.
Tersenyum miris, nyatanya pepatah habis gelap terbitlah terang benar adanya, dan kini pepatah itu sangat cocok untuk adik tirinya itu, tak seperti dirinya yang habis manis sepah dibuang. Ya, suatu saat ia akan ditendang keluar dari rumah mewah ini tanpa membawa apa-apa. Cepat atau lambat Ia akan menjadi gelandangan miskin diluaran sana
Mendapati istri sirinya hanya terdiam dan tak menjawab perkataannya membuat Alex murka, ia bangkit dan berjalan cepat ke arah Maura dan
Srak
Tarikan keras di rambutnya membuat Maura mendongak hingga lehernya serasa lepas dari persendiannya
"kamu pikir kamu siapa hingga mengabaikan ucapan ku? Hah!!?" teriak Alex tepat di wajah Maura
Maura hanya menutup matanya, menahan rasa sakit fisik dan batinnya. Ia serba salah selama hidup di rumah mewah ini, bukankah ia tak memiliki hak untuk berucap dan menjawab, ya ia tak mungkin melupakan perkataan Alex dan Alena yang setiap harinya mengingatkan dimana posisi seharusnya Maura berada, ia hanya bisa menerima semua perlakuan tuan rumah tanpa membantah dan memprotes. Tapi mengapa sekarang suami bajingannya malah marah saat ia menuruti perkataan mereka? Tak bersuara dengan nada sindiran Alex karna mengingat peringatan Alex dan Alena, tapi malah ia tetap saja salah dan mendapat penyiksaan.
*Elis* batinnya tiba tiba teringat akan adik tirinya yang pernah mendapat perlakuan sama oleh Maria yang di saksikan langsung oleh Maura kala itu
Sudut matanya mulai basah, sepersekian detik selanjutnya air meluncur deras dari sana dengan matanya yang masih tertutup rapat
"oh jal4ng kecilku menangis, heh?" Alex tersenyum miring, ia kemudian menarik Maura ke arah sofa dan menghempaskannya disana
"aa... Ampun tuan" mohon Maura
"ngimpi kamu! Ibu dan kakakmu saja rela di jadikan pemuas para lelaki diluaran sana, kenapa saya tidak memperlakukan kamu sama seperti mereka? Hah?! " senyuman meremehkan Alex berikan pada wanita di bawahnya
Dan rela tak rela, Maura kembali menerima dilecehkan oleh suami sirinya, padahal sebelum sarapan, Alex sudah mengambil jatahnya di kamar belakang milik Maura.
\=\=\=\=\=\=
Seorang wanita cantik menuruni mobil kala pintu mobil di bukakan oleh pengawalnya
Meski sedikit lelah tapi ia berusaha menampilkan senyum manisnya, apalagi banyak karyawan yang melihat kehadirannya tiba tiba meninggalkan pekerjaan mereka dan keluar lobi menyambut kedatangannya
"selamat siang nyonya muda" sapaan hangat itu masih terdengar berlebihan bagi wanita hamil itu padahal ini bukan kali pertama baginya
Ya, sudah sebulan lebih ia mendapati perlakuan istimewa itu sejak tersebarnya akan status yang ia miliki.
"siang. Udah pada makan siang?" tanyanya basa basi, memang sejak magang, ia terkenal akan keramahannya, bisa berbaur pada karyawan-karyawan karna sikapnya yang ceria dan aktif meski banyak beban dan tekanan yang ia alami
"15 menit lagi kami istirahat makan siang, nyonya muda" sahut salah satu dari mereka setelah melihat jam di pergelangan tangannya
"ah" Alicia mengangguk mengerti, ya, waktu istirahat siang di kantor milik Parasetio memang harus sesuai jadwal dan jika ada yang mencuri waktu makan siang lebih awal, maka akan berakhir pemecatan.
"dari awal kedatangannya beberapa bulan lalu aku sudah menyukainya" ucap Dea menatap punggung pemilik hati tuan presdirnya
"ho'oh, beruntung aku tak pernah menyuruhnya selama magang" balas Fina mengangguk kemudian beranjak setelah tubuh wanita yang jadi topik perbincangan telah hilang di balik lift khusus presdir
"ye, gimana mau nyuruh, dia sudah berada disisi tuan presdir bahkan beberapa menit dia datang sebagai peserta magang" karyawan pria yang bernama Zainal ikut menimpali sambil berjalan mengikuti langkah rekan divisinya
"tuan presdir romantis banget, sumpah! pantas aja bisa dengan muda mengangkat asisten dari peserta magang, nyatanya adalah istri sendiri" Fina kembali bersuara
"aku sih memang dari awal sudah curiga ada hubungan spesial di antara mereka" ucap Zainal enteng
"Yeeyy so tau lo!" semprot yang lainnya membuat Zainal menampilkan cengiran kudanya, nyatanya ia adalah orang yang paling heboh dan syok awal tersebarnya berita status hubungan sah tuan presdirnya dengan asisten magangnya, bahkan seminggu setelahnya ia masih tak habis pikir akan hubungan keduanya, dan setelah berjalan hampir sebulan otaknya baru mulai mencerna.
Beralih ke lantai 30. Alicia menghela napas setelah keluar dari kotak besi itu. Ya, ia harus menyiapkan diri jika berkunjung ke ruangan ini. Karna tuan suaminya selalu saja memiliki kejutan untuknya.
Sama seperti saat ini, saat ia memasuki ruangan presdir, pemandangan pertama yang ia lihat adalah ruangan kosong, padahal tadi Daniel mengatakan tak memiliki agenda hingga jam 2 siang nanti, Daniel memaksanya untuk berkunjung ke perusahaan setelah kegiatan di kampus selesai, dan Alicia yang didesak mau tak mau menuruti kemauan pria dominant itu, lagian ada dorongan dalam dirinya merindukan makan siang bareng sang suami. Tapi kemana pria itu? Sudah tak menyambutnya di lobi, sekarang tuan suami kejamnya itu juga tak menunggu di ruangannya. Huh sebel!
Tlink
Sebuah bunyi notifikasi mengalihkan atensi Alicia saat ia berjalan menuju sofa, kemudian langkahnya terhenti menengok ke arah meja kerja Daniel, ia berbalik dan melangkah mendekati benda pipih warna hitam tergeletak di atas meja
"tumben pergi tak membawa ponselnya" gumam Alicia. Kemudian matanya berbinar, bukankah kejahatan terjadi saat ada kesempatan? Dan ya, ia memiliki kesempatan memeriksa isi dari benda kesayangan tuan suaminya itu.
Ia selama inu memang penasaran akan satu hal akan ponsel kembaran miliknya itu
Menghidupkan layar, sebuah notifikasi yang baru saja masuk Alicia baca, bukannya kurang ajar tapi melihat ada namanya pada notif membuatnya penasaran ingin membaca pesan lebih detail, dan beruntung sepertinya ponsel milik tuan presdir itu tak memiliki pasword, jempolnya segera mengusap layar ke atas hingga memunculkan menu utama agar bisa membuka pesan itu. Namun matanya malah membola melihat layar menu utama yang sudah terpampang di layar gawai
Seorang gadis berbaju merah muda tengah tersenyum manis, namun sepertinya foto itu di ambil secara diam-diam, ia ingat tempat dan kejadian itu, saat pertama kalinya tuan suaminya mengijinkannya keluar makan malam dengan kedua sahabatnya. Tapi kenapa malah tuan suaminya memiliki foto dirinya? Apa Daniel mengikutinya waktu itu? ia memang mencurigai gerak gerik 2 pria berjaket kulit hitam dengan topi dan berkacamata duduk di meja tepi restoran malam itu, mungkiniah pria dingin macam Daniel melakukan itu? Menggeleng mengahalau pemikirannya yang di anggapnya tak masuk akal, ya, tak mungkin tuan suaminya yang super sibuk membuang-buang waktu mengikutinya malam-malam, pasti ini ulah pengawal. Ya, tak salah lagi, pikirnya.
Memiringkan kepalanya kala menyadari sesuatu, ya! Fotonya adalah walpaper ponsel Daniel. Astaga! Tak mungkin kan tuan suaminya pasang fotonya dilayar utama ponselnya hanya untuk dijadikan anti virus.
Jika demikian suaminya berdosa banget.
Atau, benar tuan suami kejamnya beneran mencintainya?
Berbagai asumsi yang muncul di otaknya setelah melihat foto candednya dijadikan walpaper membuat Alicia lupa tujuan utamanya memeriksa ponsel Daniel, padahal ia sangat penasaran akan nama kontak Maureen di ponsel Daniel.
(jangankan nama kontak, memang Daniel sudah memblokir no Maureen sejak lama kok)
Kret
Suara pintu terbuka menarik Alicia dari lamunanya
"tuan?!" pekik Alicia melihat penampilan tuan suaminya yang berantakan muncul dari ruangan minimalis dalam ruangan Presdir
"jangan jauh dariku, please. rasanya ingin mati saja" lirih Daniel dengan tatapan memohonnya
bersambungggg
#######
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia Halu