
'nyonya muda sudah melihat wanita itu. Apa saya harus bertindak, tuan?' sebuah notifikasi mengalihkan atensi pria yang tengah mengadakan meeting di cabang perusahaan Prasetio Corp
'itu hanya akan buang-buang waktu. Pastikan saja jika nyonya muda aman' ketik Ali membalas pesan dari ajudan nyonya mudanya
Sebenarnya Ali sudah sangat gatal ingin memberi pelajaran pada mantan tunangan tuan mudanya sekaligus kakak tiri nyonya mudanya itu, apalagi tuan mudanya sudah menyerahkan semua padanya, tergantung bagaimana ia akan membuat perhitungan pada sosok yang beberapa kali menganggu ketenangan keluarga kecil majikannya, jika itu orang biasa sudah pasti kini Maureen sudah tinggal nama, hanya saja Ali masih menggunakan otak dan hatinya kali ini, Maureen adalah saudara sedarah dari Alicia, dan ia tak akan mau membuat nyonya mudanya kehilangan lagi setelah kepergian tuan Dinata.
Bukankah ada pepatah bilang keluarga adalah segala-galanya? Tak mengenal seberapa jahatnya seorang keluarga, itu tak akan bisa menghapus garis darah yang melekat pada tubuh seseorang. Dan Ali yakin itu juga yang ditanamkan oleh Alicia meski diluar terlihat masa bodoh dan tak peduli, tapi percayalah ada setitik dalam hati terdalamnya masih menyimpan cinta atas hubungan darah yang mengikat mereka.
Juga alasan lainnya adalah ia tak mau bertindak sekarang, sebab mau bagaimana pun ia tahu jika wanita itu tengah hamil salah satu benih dari kelima preman anak buah Maureen sendiri. dan ia tak mau melibatkan janin yang tak berdosa itu, biarlah bagaimana Maureen akan berulah akan hidupnya, hitung-hitung memberinya sedikit pelajaran hidup selama 8 bulan kedepan. Dan jika memang wanita itu tak berubah barulah ia akan bertindak sebagaimana menghancurkan musuh musuh
Menurut mata mata, wanita itu tengah dilarikan ke rumah sakit karna di temukan terkapar di bawah pohon tak jauh dari restoran tempat pertemuan Daniel dan Alicia mengadakan pertemuan bisnis sekaligus makan siang. info terakhir yang Ali terima mengenai kabar Maureen
\=\=\=\=\=\=
Maya menipiskan bibir, susah payah ia redam kekesalannya demi kenyamanan sang menantu yang tengah menunduk di hadapannya
"ulangi lagi!" tegas meskipun dikatakan dengan nada rendah
Wanita hamil itu menghela napas, ia kembali mengulangi pelajaran yang diberikan mertuanya. Sudah yang kesekian kalinya namun mertuanya belum puas dengan apa yang ia praktekan dari pembelajaran yang sudah hampir sejam dilakukannya. Tak tahuka ibu mertunya bahwa ia tak masalah dengan tanggapan orang-orang diluaran sana mengenai dirinya. Toh memang ia terdidik jadi seorang pembantu selama 20 tahun hidupnya.
"disini reputasi suamiku dan juga putraku yang dipertaruhkan__" kembali Maya berucap seolah mengerti pemikiran sang menantu
"dan juga,, ibu tidak mau kalau ada yang memandang rendah dirimu" lanjutnya, tentu pemikiran itu mengganggu pemikiran ibu Daniel itu, karna sekarang ini pergerakan Alicia akan menjadi buah bibir para pencari info berita keluarga pebisnis kaya.
Nyatanya menjadi menantu dan istri dari keluarga terpandang tidak semudah apa yang dikhayalkan para rakyat miskin, rasanya seperti anak paud belajar perhitungan pecahan bilangan. Pikir Alicia. Meski sebenarnya ia memiliki darah keturunan orang berada tetapi rasa jadi rakyat jelata lah yang melekat pada dirinya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Membuka pintu kamarnya perlahan, Daniel pikir akan mendapati sang istri tengah terlelap mengingat waktu sudah menunjukan pukul 10.13 malam, nyatanya wanitanya itu tak ia dapati di atas pembaringan miliknya, ia melangkah masuk, mengedarkan pandangannya, ia menemukan sosok yang menjadi pusat dunianya beberapa bulan ini tengah berdiri memandang keluar jendela kaca dengan gorden jendela tersingkap hingga menampilkan pemandangan malam yang penuh dengan bintang berkilauan di langit juga taman mansion yang di terangi lampu-lampu menambah kesan cantik di bawah sana.
Mata Daniel langsung berbinar menatap istrinya yang tengah membelakanginya dengan jarak beberapa meter, ia perlahan mendekat, menyampirkan jas dan dasinya yang baru saja dibukanya di sofa dengan gerakan pelan, kemudian membuka kancing teratas kamejanya, lalu kancing lengan dan menggulungnya sampai siku sebelum ia sampai di dekat sang pemilik hati
"belum tidur, hm?" ia berucap setelah memeluk sang istri dari belakang yang tentunya membuat Alicia terpekik kaget
Daniel hanya terkekeh menanggapi keterkejutan sang istri, menelusupkan wajah di celuruk leher sang istri, menghirup dalam dalam aroma yang menjadi candunya, mengecup beberapa kali hingga meninggalkan jejak basah di leher putih itu, lalu mengungkapkan isi hatinya
"aku merindukanmu"
Alicia memutar bola mata malas mendengar ucapan tuan suaminya yang dianggapnya omong kosong, bahkan ia tak bereaksi apa-apa saat serangan di lehernya makin menjadi jadi akibat bibir Daniel.
"saya ngantuk, tuan" ucapan Alicia berhasil menghentikan kegiatan tangan kekar milik Daniel saat mulai bereaksi menjelajah dua buah benda favoritnya dari luar pakaian sang istri
"sebentar saja, aku kangen kamu" gumamnya di sela sela kegiatan menyenangkannya
"huh! berhenti membual! Sana kangenan sama pekerjaan!" balasan tak terduga dari bibir sang istri, nada tinggi nan dingin berhasil membuatnya terpaku.
Mengerjab, Saking kagetnya ia tak menyadari jika sang istri memanfaatkan kesempatan dan melepas diri dari dekapannya
Hendak menyusul sang istri yang kini sudah menenggelamkan tubuhnya di ranjang mereka, namun rasa lengket pada tubuhnya akibat seharian beraktifitas membuatnya urung dan memilih memasuki kamar mandi
Saat keluar ia hanya bisa menelan kecewa, menghela napas melihat istrinya kini sudah terlelap padahal ia sudah memangkas waktu mandinya agar bisa bermanja dengan sang istri. Tak tahukah Alicia bahwa Daniel hampir gila menahan rindu padanya, ia merindukan gadisnya, merindukan kehangatan yang sudah jarang ia dapatkan dari sang istri.
Melangkah mendekat kearah tepi ranjang, menelisik wajah damai istrinya dan tatapannya terhenti pada bibir kecil sang istri yang selalu membuatnya tak kuat menahan nafsu dan tak menyerangnya. Namun ia tak ingin egois menganggu tidur sang istri, alhasil ia hanya mengecupnya. Ada yang bilang kalau wanita hamil itu seksinya berkali-kali lipat, dan Daniel akui itu, meski hanya melihat wajah sang istri terlelap itu berhasil membuat adik kecilnya tegang namun sayang tak bisa mendapat surga. Sekarang ia hanya bisa kuat menahan nafsunya.
Menggelengkan kepala menghalau berbagai pikiran kotor yang mulai berdatangan, ia beranjak dan menaiki ranjang sepelan mungkin agar tak menganggu tidur istrinya. Lagi senyuman tercetak di bibirnya melihat istrinya yang kini mendengkur kecil, menyelipkan tangan di ceruk leher Alicia kemudian dengan pelan mengikis jarak hingga tubuh keduanya saling menempel dengan kepala sang istri berbantalkan lengannya. Sungguh hanya dengan begini Daniel bisa melupakan rasa lelahnya akibat berkutat dengan pekerjaan perusahaan yang tiada habisnya
"merajuk heh? apakah merindukanku, hm? " membelai pelan rambut sang istri yang tak terganggu sama sekali dengan pergerakannya
"jadi bisakah aku beranggapan bahwa aku sudah masuk dalam hatimu?" monolognya bertanya, sebab lawan bicaranya sudah asik dengan dunia mimpinya
"hallo baby, sehat-sehat ya nak, bantu daddy meluluhkan hati mommy" Daniel berucap sambil mengelus sayang perut buncit sang istri
Cup
"selamat tidur sayang, semoga mimpi indah dan aku ada didalamnya" ucapnya setelah mendaratkan kecupan di kening sang istri, kemudian ia menyusul sang pujaan hati untuk terlelap
Bersambunggg...
muka bumil saat belajar jadi wanita anggun oleh ibu mertua nih. tetap cantik ya meski ia sudah letih
oh iya karna banyak yg nggak suka cast Daniel sebagai pon nawasch gimana kalau ganti jadi Alessandro Dellisola
atau Flamur Ukshini
atau ini mungkin, aku tak tahu siapa namanya. heheeh
pilih di pilih yuks
######
Nih aku up untuk menemani kalian yang pantang tidur sebelum shalat subuh sehabis sahur...
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia Halu