
"Whoaaa,, si ibu asisten cakep bener deh" Seru Rahmat berdiri dari duduknya melihat takjub pada Alicia dengan tampilan barunya
"hust, yang sopan" peringat Filda pada Darius dan ikut berdiri menyambut kedatangan asisten CEO itu
seketika Darius tersadar
"selamat siang ibu asisten Alicia" ucap Filda dan Darius bersamaan juga kompak menundukan kepala hormat
Alicia mencebikan bibir atas reaksi berlebihan mereka, lebih tepatnya menggoda Alicia
"ada yang bisa kami bantu ibu?" lanjut Filda bertanya sopan pada Alicia yang tiba tiba mengunjungi ruang kerjanya selama magang di perusahaan Prasetio.
"bodo ah" Alicia mendaratkan bokongnya di meja kerja Darius yang bersebalan dengan meja kerja Filda
"silahkan duduk disini bu" ucap Darius menarik kursi tamu di depan meja kerjanya yang biasa dipakai karyawan saat melakukan konselor pada Darius
Alicia memutar bola mata jengah, kemudian beranjak, namun alih alih duduk, Alicia malah menjitak kepala Darius kemudian melangkah ke meja kerja Filda dengan santai
"Awww sakit woi" pekik Darius
"kan makan yuk" ajak Alicia menarik lengan Filda tanpa mendengar persetujuan dari si empunya lengan
"gue kagak di ajak nih?" tawar Darius menunjuk dirinya memelas
"yus tolongin,, diculik gue" Filda sok histeris dengan tangan yang terulur ke arah Darius seolah meminta pertolongan
tenang, Mereka bertiga ini peserta magang istimewa, jadi mereka punya ruangan khusus yang terpisah dari karyawan lain, jadi mereka bebas menganggap kantor milik mereka jika dalam ruangan konselor lantai 3 itu
"gue mah kalau penculiknya bentukan gini, gue iklas mah diculik" seru Darius
Alicia terus menyeret badan Filda, mengabaikan kekonyolan kedua sahabatnya
saat sudah berada di ambang pintu, Alicia berbalik sebab merasakan Darius tak menyusul, di belakang sana Darius kembali duduk anteng, sok memeriksa data karyawan yang hari ini mengajukan konsultasi
"ehh si ayam malah sok sibuk" ucap Alicia
"culik abang, neng" sahut Darius mengulurkan tangannya masih dengan posisi duduk
"lo, gue culik, sini nak bukain pintu" ucap Alicia memasuki peran
"baik mak" Darius segera bangkit dan berlari kecil membukakan pintu
Alicia, Filda dan Darius memasuki restoran dengan celotehan remeh ala mereka, di bibir mereka tak lepas dari tawa renyah
mereka duduk di meja tengah-tengah restoran, tak menyadari bahwa ada mata yang sedari tadi mengawasi di pojok, sejak mereka keluar dari lobi perusahaan, menyeberang, hingga memasuki restoran.
drt drt drt..
Alicia merogoh ponselnya
Suami ganteng.. Calling
Mata Alicia membulat sempurna,, sungguh narsis si tuan arogan itu. ya, pasti Daniel sendirilah yang memberi nama kontak itu, mengingat Alicia belum memasukan kontak siapa siapa di ponsel baru apel kroak nya
begitu juga Filda dan Darius, mata mereka seoalah melompat keluar dengan apa yang dilihatnya
"lo habis ngerampok di mane El.." tanya Filda, matanya masih fokus pada benda segi 4 panjang berwarna silver di tangan Alicia
Alicia tersadar dari lamunannya
"kalau lo jujur sekarang, gue akan minta bantuan bokap gue ngebantu ringanin hukuman lo" lanjut Filda, ya bapaknya Filda adalah seorang abdi negara, polisi.
Alicia mencebik, mengabaikan panggilan dari tuan suami
"kagak. gue nggak ada bakat mencuri, mencuri kasih sayang ayah kandung aja gue gagal" balas Alicia dengan memutar bola mata malas
"terus kenapa lo bisa pakai barang barang mahal, baju lo, rok lo, ponsel juga?"
"emang kalian enggak tau pekerjaan gue selama ini?" tanya Alicia
"apa emang?" sahut Darius meneteskan kecap di jari kelingkingnya dan menjil4tnya
"pelihara tuyul. ya babunya tuan muda Daniel Prasetio lah!" ucap Alicia sedikit kesal, Dia yang sedari tadi badmood pengen ketemu dua sahabatnya agar bisa melupakan kesialannya, tapi malah dibuat sebel sama 2 makhluk berbeda jenis kelamin di depannya
"ehh tapi memang nyonya sih" tambah Darius
"mata tuan Daniel sakit kalau lihat babunya memakai pakaian murah" jelas Alicia malas
"dasar sultan ma itu calon mantan" Filda kembali m3njilat telunjuknya yang baru saja di tetesi kecap oleh Darius kemudian Darius meneteskan juga pada kelingnya dan menjil4tnya lagi
Alicia mendesah pelan,,
"lah itu, bentar lagi juga gue didepak, si pemilik hati sudah kembali" ucap Alicia menatap sahabatnya yang masih sibuk dengan kecap.
apa Filda dan Darius sangat lapar sampai kecap pun di lahap dengan tangan,, ahh pelayannya lama banget sih nganter pesanan mereka, bisa habis sebotol kecap itu di tangan Filda dan Darius
"yaudah lo ikut gue aja, gue akan nanggung biaya hidup lo selama lo belum dapat kerjaan" tawar Darius dengan tangan masih dijil4t, menatap Alicia
"he'eng.. makan..makan nak yang banyak supaya cepat sehat" Alicia mengangguk angguk malas dengan tawaran Darius, tangannya menepuk nepuk pundak Darius menyuruhnya melahap makanan yang baru akan di sajikan dimeja oleh pelayan
Alicia bisa saja bergantung pada Darius, mengingat Darius ini anak dari anggota DPRI, pasti mereka tak kekurangan ekonomi, hanya saja Alicia tak mau memberatkan sahabat lelakinya itu, selagi Alicia masih bisa bertahan Alicia akan berjuang, nanti jika Alicia tidak lagi tahu harus apa dan mau kemana, mau tak mau Alicia akan membebani kedua sahabat baiknya ini
Mereka menikmati makan siang itu dengan lahap dengan dibumbui candaan, kadang juga obrolan serius
setelah selesai, Alicia tiba tiba merasa gerah, padahal ruangan restoran sangat sejuk mengingat semua Ac menyala
Alicia gelisah terlihat dari gerak geriknya yang tak nyaman duduk, sesekali Alicia mengibas-ngibasjan tangannya ke lehernya, sungguh saat ini ia ingin mandi air dingin
keringat bercucuran di keningnya,,
"El, lo nggak apa apa?" tanya Darius yang di angguki Filda membenarkan
Tangan Darius terulur menyentuh kening Alicia
Deg..
tiba tiba darah dalam diri Alicia mendidih dapat sentuhan dari Darius
Alicia mengepalkan tangan kuat mengusir rasa kurang ajar itu yang tiba tiba menjalar dalam dirinya
Alicia bahkan pernah bersentuhan lebih dari ini dengan Darius, misalnya merangkul atau Alicia yang dirangkul, bersandar pada pundak Darius, mengandeng lengan Darius, tapi Alicia tak mengalami rasa seperti sekrang ini, yang hanya di sentuh pada dahi yang sangat wajar di lakukan Darius maupun Filda jika mereka khawatir pada kesehatan Alicia, namun kenapa kali ini ada rasa aneh yang ingin meminta sentuhan lebih dari seorang Darius,, atau pada lelaki?
Alicia menepis tangan Darius dengan kasar, kemudian beranjak pamit ke toilet...
Darius dan Filda saling bertatapan, merasa aneh dengan sikap Alicia
"kebelet kali, tadi sotonya aja merah gitu" Filda mengangkat bahu berusaha berpikir positif, mengingat Alicia memang menaruh banyak saus pada soto yang di makannya tadi
sementara seseorang di pojok sana tersenyum menang,,
"Yes, berhasil" serunya kemudian beranjak mengikuti Alicia
Alicia berjalan dengan sempoyongan,, susah payah melawan tubuhnya yang gerah dengan bulir keringat sebesar biji jangung di dahinya
baru saja Alicia menyalakan kran wastafel tiba tiba ada seseorang yang membekap mulutnya dengan sapu tangan yang berhasil melenyapkan kesadaran Alicia, Alicia sempat berontak namun kalah dengan tenaga wanita paru baya di bekakangnya ..
"Tan..te.. Ma.. ri.. a" terbata akibat napasnya yang pendek pendek, Alicia melihat pantulan orang itu di cermin, meski memakai topi dan masker, Alicia sangat hapal dengan sorot mata ibu tirinya itu.. kemudian...
Bugh..
tubuh pingsan Alicia terjatuh ke lantai toilet yang dingin, Maria tak mau repot repot menopangnya
"bantu saya mengangkat tubuhnya" ucap Maria setelah seseorang disana mengangkat telponnya
bersambunggg....
######
mon maapkan aku yang kadang up kadang tidak...
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia halu