
Maya dan Maureen tersenyum licik setelah keluar dari ruangan bernuansa putih yang berbau obat obatan itu.
Ya, mereka sedang berada di rumah sakit sekarang, karna luka Maureen harus ditangani secepatnya.
dokter pribadi yang dihubungi untuk menolong Maureen tadi pagi mengalami kecelakaan, Ia buru buru ke Mansion karna desakan dari Maya padahal ia sedang merasa kurang enak badan. Alhasil ia yang mengendarai seorang diri dengan keadaan pusing, bertabrakan dengan mobil, tak parah hanya sedikit luka luka dan trauma.
(Dr. Reni adalah dokter pribadi keluarga Prasetio. Dr. Rahmat itu dokter pribadi khusus Daniel dan Ali, sekarang pasiennya bertambah Alicia, istri dari tuan mudanya)
Namun bukan itu yang membuat Maya dan maureen tersenyum jahat sekarang, tetapi karna mereka baru saja keluar dari ruangan yang bertuliskan dokter kandungan.
Setelah menemui dokter kulit, dan memberi serangkaian pengobatan pada luka di tubuh Maureen, mereka langsung menuju dokter kandungan di rumah sakit, bukan berdua melainkan bertiga.
Ini usulan dari Maureen dan Maya menyetujuinya tanpa pikir panjang.
"dasar pelakor polos" gumam Maureen
*tak apa mereka sering melakukan itu, tapi tidak boleh sampai mengandung benih dari anakku, Toh dia hanya sebagai pemuas nafsu untuk Daniel* batin Maya
Ya, di dalam ruangan dokter kandungan itu, ada Alicia yang tengah dipaksa melakukan suntik pencegah kehamilan oleh Maya yang diketahui Alicia adalah suntikan anti virus. Maya mengatakan pada Alicia bahwa Alicia harus selalu bersih agar Daniel tak tertular penyakit. Seolah peduli namun ingin menyingkirkan.
"kapan sih Daniel menceraikan Alicia, tan" rajuk Maureen
"sabar sayang, tante pastikan sebentar lagi" Maya mengelus lembut lengan Maureen, memberinya pengertian dan semangat
*aku tidak boleh tinggal diam menunggu, aku akan secepatnya membuat ia menyingkir dari anakku* batin Maya mengetatkan giginya, Maya tidak akan sudi menganggap Alicia menantu yang notabenenya adalah anak hasil perselingkuhan Dinata, Alicia adalah anak har4m, Alicia bisa saja mengikuti jejak perbuatan orang tuanya, itu yang Maya tahu tentang Alicia
*tante Maya di pihakku, akan mudah menyingkirkan Alicia dan mengambil kembali posisiki yang di rebutnya, nyonya muda Prasetio* bibir Maureen melengkung keatas membayangkan kejayaannya akan segera ia raih
Klik
Pintu terbuka, Maya dan Maureen menoleh bersamaan
Di ambang pintu ruangan dokter kandungan, Alicia berdiri dengan tatapan datarnya, di sampingnya ada wanita berjas putih menganggukan kepala sopan,kemudian tersenyum ramah pada ketiganya
"sudah selesai nyonya" lapornya pada istri pemilik bangunan rumah sakit ini, Maya
"bagus" ucap maya kemudian mengajak Maureen pergi dari sana. Alicia? Ditinggal. Tentulah dianggap merepotkan, makanya mereka menyuruh Alicia pulang dengan menggunakan taxy, Maya dan Maureen jijik berbagi udara yang sama dengan Alicia dalam mobil, saat berangkat mereka terpaksa satu mobil karna rencana jahat mereka harus terlaksana.
Padahal mereka tahu betul Alicia tak membawa ponsel apalagi dompet, sebab tadi mereka langsung menyeret Alicia ikut bersama, guna menyuruh Alicia tanggung jawab dengan apa yang Maureen alami, padahal itu mah kerjaan para maid tanpa keterlibatan apapun dari Alicia, tapi Maya bersikukuh kalau Alicia lah yang harusnya mengalami insiden Maureen tadi pagi.
Sepertinya kebencian Maya pada Alicia sudah mendarah daging. Padahal Alicia tak pernah berbuat salah padanya. Menikah dengan Danielpun Alicia terpaksa, sekarang bertahan juga dengan terpaksa. Alicia akan pergi kok. Nanti, Meski tanpa Maya minta, toh perjanjiannya dengan Daniel sampai Alicia lulus kuliah, mungkin juga sampai Daniel bosan akan dirinya.
Alicia menghembuskan napas panjang, sepertinya ia harus kembali memberi pelatihan otot pada kakinya yang beberapa bulan ini tidak di lakukannya, ia harus jalan kaki pulang ke Mansion.
Alicia melengkungan bibirnya ke atas, memberikan senyuman tulus pada dokter yang menanganinya tadi dengan sangat hati hati, Alicia kemudian pamit.
"terimakasih dok"
"sama sama, hati hati di jalan nyonya muda" Dokter wanita itu menunduk hormat
Alicia mengeryitkan dahinya, apa dokter ini tahu siapa dia sebenarnya, tapi ini kali pertama Alicia bertemu dokter yang bername tag dr. Serly, Ini juga kali pertamanya ia ke ruangan dokter kandungan di Indonesia, toh selain di Amerika beberapa minggu lalu, dr. Putri yang menanganinya kala itu sekarang setiap minggu ke Mansion untuk memberinya suntikan pencegah kehamilan (kenyataannya, memeriksa keadaan janin Alicia dan memberinya suntikan vitamin dan penguat kandungan)
Benar kata Maureen, Alicia memang terlalu polos, polos akan apa yang terjadi padanya belakangan ini, tak tahu jika dirinya telah mengandung. Tak curiga jika sebelum dr. Putri menyuntikan obat, Alicia harus berbaring dengan mata tertutup, juga dengan perut yang di usg terlebih dahulu. Alicia tahu jika itu untuk mengantisipasi rahim Alicia agar tetap sehat karna sering melakukan suntikan pencegah, padahal itu untuk memeriksa keadaan janin yang sedang bertumbuh sehat di rahimnya.
*manis sekali istri tuan Daniel ini, sayang,,, sepertinya nyonya besar tidak menyukainya* batin dr. Serly memberikan senyuman pada Alicia
Belum sempat Alicia bertanya, seorang wanita yang Alicia kenal datang padanya
"kau?" Alicia melogo takjub, kenapa ketiga ajudannya seperti makhluk halus saja. bisa berubah ubah kapanpun dan selalu tahu Alicia ada dimana meski Alicia tak membawa ponselnya.
Diana hanya tersenyum, menjulurkan tangannya memberi Alicia jalan
sedang di kota yang berbeda, Daniel tengah tersenyum membaca laporan dari ajudan wanita Alicia, ia sedikit lega sekarang. Fokusnya sekarang menyelesaikan rapat masalah pembangunan dan kembali ke jakarta
Flashback on
"jangan biarkan seseorang menyentuh istriku" titah Daniel pada ke tiga ajudan yang kini sudah berganti pakaian seragam maid
"baik tuan"
"turuti apapun maunya selain yang berhubungan dengan ibu dan Maureen"
"baik tuan"
"oh ya, tugas kalian balaskan dendam istriku"
"baik tuan!" jawab mereka serentak
Daniel dengan berat meninggalkan Mansion pagi ini, tapi ia juga tidak bisa mengabaikan proyek di Bandung yang sedang bermasalah.
Flashback off
tring
pesan masuk di ponsel Daniel
"tuan, nyonya besar memaksa nyonya muda ikut ke rumah sakit" isi pesan
Daniel menghembuskan napasnya pelan
"urus semuanya" balas Daniel
beberapa saat kemudian ponselnya kembali berbunyi, Daniel melirik semua peserta rapat yang masih fokus pada presentasi seorang karyawan, Daniel merogoh ponselnya dan membaca pesan lagi dari Diana
"dugaan benar tuan, nyonya besar membawa nyonya muda untuk suntik pencegah kehamilan"
"tapi semuanya terkendali, suntikannya sudah di manipulasi jadi vitamin imun"
"beritahu dokternya siapa Dara sebenarnya, hingga dia tidak berani menyakiti istriku saat jarum suntiknya menyentuh kulit istriku" balas Daniel
*ini bukan soal nafsu bu, karna aku sendiri jijik menyentuh seorang wanita jika hatiku tidak menginginkan wanita itu* Batin Daniel, kini fikirannya tertuju pada istrinya yang berada jauh darinya, ingin sekali Daniel menyelesaikan segera rapat ini dan langsung terbang ke jakarta menemui Dara-nya.
bersambunggg...
######
maap lama
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia halu