
"Apa?!" pekik keduanya setelah mendengar cerita dari sang sahabat
"kan, benarkan apa kata gue" ucap Filda antusias dengan kabar kehamilan Alicia
"lo berucap seolah lo tau aja" Darius berucap sambil memicingkan matanya ke arah Filda yang sok tau, pasalnya Filda tak pernah memberitahunya apapun soal keadaan sahabatnya yang ternyata sudah berbadan dua itu
"naluri seorang wanita, yus. gerak gerik dia tuh mencurigakan banget belakangan ini, mangkanya gue saranin dia makai tespek 2 minggu yang lalu" jelas Filda mengingat kejadian 2 minggu yang lalu dimana ia meminta tolong pada sepupunya untuk membelikan tespek yang kemudian diberikannya secara rahasia pada Alicia sebab ia curiga akan berat badan Alicia yang naik dan juga nafsu makan nyonya muda Prasetio itu meningkat. Namun karna beberapa kejadian menimpa Alicia hingga mereka baru bisa bertemu sekarang dan menanyakan secara langsung, sebab tak afdal rasanya bagi persahabatan mereka membahas sesuatu yang penting jika hanya lewat udara, apalagi Alicia pernah mengatakan pada kedua sahabtanya jika ponselnya kadang kadang di ambil alih oleh si tuan suami dominannya.
Padahal kenyataannya bukan hanya sering di ambil alih, malah sudah disadap sepenuhnya.
"huh! Kok gue tersinggung yah dengan ucapan lo, naluri wanita!" tekan Alicia, pasalnya ia tak curiga apapun soal keadaan dirinya yang tengah bunting janin, bukan bunting karna banyak makan
"uh bumil mah baperan" celutuk Filda
"tuh mulut minta di sentil yah" geram Alicia
"santai nyah, lo liat ajudan lo bahkan tak membiarkan satu orang pun mendekat di meja kita" Filda berucap sambil melirik sekitar, posisi nyonya muda keluarga Parasetio memang tiada tandingannya, beberapa pengawal dan ajudan berjaga, bahkan selain dirinya dan Darius tak ada pengunjung lain yang di biarkan masuk di kantin kampus.
"jadi dari sekarang, kapan gue resmi jadi paman nih?" Darius ikut menimpali
"dia masih berusia 13 minggu, kurang lebih 23 minggu lagi sih" bisik Alicia mengelus lembut perutnya, di matanya tampak binar bahagia, dan itu semua tak lepas dari pengamatan kedua sahabatnya
"selamat yah beb, uh akhirnya gue akan dapat ponakan" Filda menghambur kepelukan Alicia dengan mata berkaca-kaca, ia ikut bahagia melihat binar bahagia di mata Alicia
"tuan presdir.. Apakah dia sudah tahu?" tanya Darius memastikan
Alicia menghela napas panjang, ia melerai pelukan dari Filda kemudian menegakan tubuhnya, ia melanjutkan ceritanya. menceritakan semua kejadian yang terlewatkan oleh kedua sahabatnya, termasuk kejadian dimana Daniel mengungkapkan perasaannya di taman rumah sakit saat ia minta pisah, karna takut Daniel tak akan menerima janinnya namun malah Tuan suaminya itu lebih dulu tahu keberadaan sang calon bayi dari pada dirinya. Bahkan tuan suaminya sudah menjaga dirinya juga bayinya dengan memanipulasi pil kb jadi pil vitamin ibu hamil dan penguat kandungan. Cukup cerdik memang cara bermain seorang tuan muda Daniel Prasetio
"menurut gue sih, tuan suami lo itu beneran cinta sama lo, bukan seminggu lalu saat ia mengatakan perasaannya, tapi jauh sebelum itu. gue bisa lihat sejak kita dipindah tugas magang di perusahaannya, dan lo langsung di angkat sebagai asisten, padahal semua pegawai yang bekerja di bawahnya tahu jika dia tak sembarangan mempercayai orang. mana langsung satu ruangan. Karna dari yang gue tahu suami lo itu tipe pemimpin yang tak suka ada orang lain yang bekerja dalam satu ruangan yang sama bahkan dengan papanya sekalipun, tapi dia langsung mau satu ruangan sama lo" Darius menerawan pada saat mereka magang di kantor utama Prasetio Corp. Penjelasan panjang lebar Darius di angguki setuju oleh Filda
Alicia tampak merotasikan bola matanya mencoba mengingat, yang terlintas dalam benaknya tidak sama dengan pemikiran kedua sahabatnya
"itu karna dia suka melihat gue kesusahan, lo tau sendirikan gimana dia berbuat semena mena sama gue waktu itu" kesal Alicia
"mungkin aja itu cara dia buat..." ucapan Darius terhenti saat seorang pelayan mendekat dengan nampan yang berisikan pesanan mereka yang di sambut berlebihan oleh ajudan.
Ajudan Diana maju, ia mengambil peralatan makanan kosong, kemudian diambilnya sebagian dari pesanan nyonya mudanya terus di icipnya sedikit, merasa tak ada apa-apa barulah di serahkannya di hadapan nyonya mudanya.
Seperti seorang raja saja yang banyak musuh pada masanya. Ck. Tapi tidak menutup kemungkinan, sebab banyak oknum yang menginginkan posisi Alicia, mengingat status Alicia sebagai nyonya muda Prasetio sudah tersebar luas.
"gue berasa makan siang dengan raja eh ratu korea-korea terdahulu" bisik Filda
Alicia memutar bola mata, memang semua ini berlebihan. berlebihan bagi dirinya yang selama ini hanya seorang yang dipandang sebelah mata.
Ia tak pernah membayangkan kehidupannya akan sampai tahap ini, orang-orang biasa menyebutnya dari upik abu berubah menjadi sinderella. Namun ia salah satu orang yang tak tertarik cerita sinderella ini, tapi malah ia mengalami keadaan itu.
\=\=\=\=\=\=
Dihari yang sama namun berbeda tempat, tepatnya di sebuah pulau dewata Bali Seorang pria dewasa memicingkan matanya di dalam mobil yang di kendarainya kala melewati sebuah bangunan lusuh yang banyak orang keluar masuk di dalam sana. Namun fokus pria itu pada sosok wanita paru baya yang tengah di amuk oleh beberapa orang, sebagian memilih merekam dan sebagiannya lagi melempari botol mineral kemudian berlalu pergi
Ali mengendikan bahu acuh, ia kembali fokus ke jalan, namun karna kejadian itu jalanan sedikit terhambat. Saat akan mengijak pedal gas, teriakan massa disana semakin menjadi jadi, mengolok si wanita paru baya yang kondisinya kini sudah sekarat, membuat semua perhatian teralihkan termasuk sekertaris Ali yang kini menoleh ke arah pertunjukan
"pencuri!!"
"bunvh saja dia!!"
"dasar pembawa si4l!!"
"bukankah dia istri dari alm. Dinata, pemilik perusahaan Adr Dinata?!"
"ya itu dia!!"
"wah nyonya besar yang sombong kini menjadi gelandangan pencuri"
"pencuri di sebuah warung makan kecil? Sungguh rendah sekali seleramu tapi lebih rendah harga dirimu"
"ayahnya saja pencuri uang negara hingga di tembak mati"
"hahahahah"
Bugh bugh bugh
"rasakan!!"
Ya, memang jejak sejarah tak akan terlupakan, apalagi jika orang yang bersangkutan selama masa jayanya hanya bisa menebar kesombongan seperti Maria. Ya wanita paru baya yang kini terkapar menggenaskan itu adalah Maria, ibu tiri dari Alicia.
Ali menatap nanar, kasihan. Sedetik, dua detik, 3 detik
"hari ini aku bersumpah, aku percaya karma nyata adanya" seulas seringai miris tampak di bibirnya
Rasa kasihannya dalam hitungan detik tergantikan dengan rasa puas akan apa yang kini diperoleh Maria atas perbuatannya pada nyonya mudanya dahulu.
"ah kalau kata mak-mak tukang gosip kantin perusahaan istilahnya adalah ~asab ibu tiri jahat meregang nyawa oleh seribu tangan warga dan terkapar menggenaskan di bawah sepatu-sepatu obral~" Ali berucap sambil membayangkan bagaimana jam makan siangnya di kantin perusahaan selalu direcoki dengan bisik-bisik mak-mak pencinta film di salah satu siaran ikan terbang pada jamannya.
Merasa tak ada hubungan dengan dirinya dengan kejadian yang menimpa mertua tiri dari tuan mudanya, Ali memilih abai, Ia yang memang tak memiliki rasa kemanusiaan selain pada keluarga majikannya tak berpikir untuk menolong, ia sibuk dan tak ada waktu untuk terlibat dengan orang asing. ia menghargai waktunya. Ia tak akan membuang-buang waktu pada orang yang banyak membuat masalah dalam hidup istri tuan mudanya bukan? Eh tapi....
Menghela napas, Ali melajukan mobilnya, ia kemudian melakukan panggilan melalui haedset bloethoot yan bertengger di telinganya
"warung makan Xcv, bubarkan massa" perintah Ali pada seseorang di seberang setelah panggilannya terhubung. Ya, Ali menyelamatkan nyawa Maria, belum saatnya wanita tua itu menyerah, masih banyak hal yang harus ia nikmati setelah ini, karna ini baru tahap awal. Permainan sesungguhnya belumlah ia mulai. Belasan tahun penderitaan nyonya mudanya akan ia balas lebih kejam dari itu dan lebih lama dari itu. Bahkan jika Maria memohon matipun, ia tak akan biarkan.
"....."
"tidak. Biarkan dia dulu. Biar dia merasakan hidup luntang lantung dijalan"
"....."
"ya, pantau hanya sesekali. Jika dia mulai menyerah akan hidupnya, selamatkan dan buat dia makin sekarat"
Bersambunggg....
######
Aku pengen buat Maria menderita banget tapi aku tak tahu penderitaan apa yang pantas untuknya
saran boleh?
bulan puasa aku kok halunya sadis-sadis yah. heheh
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia Halu