
Daniel menatap sendu wanita di sampingnya yang masih terbujur lemah dengan mata tertutup
"maaf" Daniel menggenggam tangan mungil Alicia kemudian membawanya ke bibirnya untuk di kecupnya
"maaf, lagi-lagi karna aku, kamu mengalami ini" Daniel terduduk penuh penyesalan di bibir ranjang samping Alicia
ya, dokter Rahmat baru saja pulang setelah memeriksa keadaan Alicia, dan yang membuat Daniel terpukul adalah, Dokter rahmat mengatakan, Alicia bukannya sakit atau kelelahan namun karna tertekan sampai membuatnya pingsan
dan Daniel tahu Alicia pasti tertekan akibat memikirkan hukuman dari Daniel yaitu melakukan ritual malam pertama versi Alicia, bagi Daniel mah mengulang kembali.
"bangun yah, aku tidak akan memintanya jika kamu belum siap" Daniel mendaratkan sebuah kecupan di dahi Alicia
Karna tidak ada pergerakan dari Alicia, Daniel merangkak ke sisi ranjang sebelah Alicia dan membaringkan tubuhnya disana
Daniel menarik tubuh Alicia kedalam pelukannya
"yaudah yuk tidur aja" ajak Daniel pada Alicia yang belum juga membuka matanya sedari waktu pingsan tadi, padahal dokter Rahmat telah menyuntikannya vitamin anti tekanan
kata dokter rahmat, setelah menyuntikan obat, Alicia akan sadar dari pingsannya, namun kemungkinan Alicia beralih tidur karna efek obat itu.
"nyaman bangetsih meluk kamu kek gini" gemas Daniel mengeratkan pelukannya, ia hirup dalam dalam wangi rambut istrinya yang memabukkan itu, meski Alicia belum mandi dan keramas namun wangi rambut Alicia sangat memabukkan bagi Daniel
"nghh" Alicia meleguh, sepertinya pelukan erat Daniel mengusik tidurnya
mata bulat bernetra coklat itu perlahan terbuka, dan seketika membola saat menyadari jika dirinya sedang di peluk dalam keadaan berbaring
"AAAAA" teriaknya berusaha melepas diri
Daniel tersentak kaget dan langsung duduk
"hei? kenapa? apa ada yang sakit?!" Daniel memegang pundak Alicia membantunya bangun
Alicia menghempas tangan Daniel dan segera bangkit dari baringnya, kedua tangannya menyilang kedepan dadanya
"tuan,, tuan sudah.. Huaaa" Alicia yang tidak mampu meneruskan tuduhannya hanya bisa menangis karna mengira Daniel telah melakukan 'itu' padanya
Daniel tentu gelagapan melihat istrinya tiba tiba menangis kencang bak bocah yang kehilangan mainan kesayangannya
"hei,,heii,, Dara" Daniel menarik tubuh Alicia kepeluknya, diusapnya pungung dan kepala Alicia dengan lembut untuk menenangkan istri kecilnya itu
"sst sst sst,, udah udah,, aku nggak ngapa-ngapain kamu kok" ucap Daniel menenangkan
jika ada penghargaan untuk kategori pria arogan nan kejam namun bisa berahati hello kitty jika berhadapan dengan orang dicintainya, Daniel Prasetio adalah pemenangnya
ini pertama kalinya Daniel menenangkan seorang wanita yang menangis dengan perlakuan lembut penuh kasih sayang,, ingat, mantan sebelumnya jika marah atau bersedih, Daniel tak perlu membuang buang waktu memperlakukannya seperti Alicia, dulu Daniel tak punya waktu selain dengan urusan perusahaan, cukup di beri hadiah perhiasan atau sebuah tas limited edition mantanya sudah kembali senang
perlahan tangis Alicia mereda, menarik tubuhnya agar menjauh dari pelukan Daniel
mata Alicia menelisik pakaiannya, kemudian pakaian Daniel
pakaian mereka masih pakaian kantor, hanya saja jas keduanya sudah lepas, sisa celana bahan dan kemeja yang menempel di tubuh mereka
"te..terima ka.. kasih" ucap Alicia dengan sesegukan
Daniel menagacak rambut Alicia gemas
"yaudah yuk" ucap Daniel
"tuan..." otak Alicia langsung mengirimkan peringatan waspada, badan Alicia gemetar ketakutan, Alicia kembali menciut dan meleluk tubuhnya sendiri mendengar ajakan Daniel yang Alicia yakini Daniel akan meminta 'itu'
"bocah-bocah tengil itu akan meninggalkan mu kalau kamu belum siap siap juga" ucap Daniel berusaha menahan senyum gelinya
"bocah bocah tengil?" ulang Alicia bertanya
"mereka sudah di depan gerbang, katanya mereka mau ngajak kamu makan malam" jelas Daniel
mata bulat Alicia membola tak percaya
"Filda dan Darius?!" tanya Alicia memastikan
Daniel mengangguk mengiyakan
"mandi gih" suruh Daniel
Alicia langsung melompat turun dari ranjang
sebelum dirinya memasuki kamar mandi, alicia berbalik ke arah Daniel
"aku akan menyuruh satpam mengusir mereka" jawab daniel sekenanya
"TIDAK" teriak Alicia dengan mengangkat telapak tangannya ke depan
kemudian berbalik lagi memasuki kamar mandi
Daniel menghela napas panjang dan membuka dasi dan kancing kamejanya kasar
sebenarnya Daniel tak rela melakukan semuanya, membiarkan istrinya keluar malam tanpa dirinya, namun demi membuat Alicia keluar dari zona tekanannya, Daniel sampai repot repot menghubungi Filda dan Darius untuk mengajak Alicia keluar
tak butuh waktu lama, 5 menit untuk mandi dan 3 menit untuk berpakaian, kini Alicia dengan celana jeans dan baju kaos kebesaran warna pink dengan dandanan natural dan rambut digerai meski belum keramas terlihat bak gadis abg yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas
Daniel mendengus sebal melihat dandanan istri kecilnya itu yang sangat natural dan serba buru buru
sebenarnya Daniel tak suka dengan dandanan Alicia yang tak ada feminim feminimnya itu, namun karna mengingat Alicia keluar tidak bersamanya, Daniel tak berkomentar, malah Daniel setuju Alicia memilih outfit itu karna Daniel tentu tak mau ada yang memuji Alicia di luaran sana, meski sebenarnya dengan tampilan tomboy itupun kecantikan Alicia tetap terpancar
setelah dirasa selesai, Alicia melirik sebentar ke arah Daniel yang sibuk dengan ponselnya di sofa, karna merasa Daniel sibuk dan tak mau menganggu,
jangan sampai Daniel sedang asik chatingan sama Maureen kan. pikir Alicia
Alicia segera meraih tasnya dan segera beranjak keluar kamar tanpa repot repot pamitan dengan Daniel
"Khem!" suara deheman keras Daniel menghentikan langkah Alicia saat tangannya sudah meraih handel pintu
Alicia berbalik dan melihat ke arah Daniel
Daniel memanggil Alicia dengan kode jari telunjuknya
Alicia dengan malas mendekat
"kamu siapa sih?" cercah Daniel saat Alicia sudah berada di depannya dengan jarak 3 meter
"hah?"
"sini mendekat" Alicia menurut dan melangkahkan kakinya mendekat
"kamu seperti maling aja pergi nggak pamitan" omel Daniel
Alicia menelan ludah kasar, niat hati tak mau menganggu kesibukan Daniel malah di anggap maling..
"saya pamit dulu tuan" ucap Alicia akhirnya
Daniel menjulurkan tangannya kedepan dengan punggung tangan menghadap Alicia
Alicia memiringkan kepalanya bingung, kenapa seperti Daniel menyerahkan tangannya untuk Alicia salim,, nggak mungkinkan,, toh mereka hanya berdua didalam kamar, lagian juga status mereka yang...
"kalau mau pergi itu salim dulu sama suami, katanyasih, biasa istri akan kenapa-kenapa kalau pergi tak pamitan sama suami" ucap Daniel entah kerasukan dewi mana,, mana ngomongnya tho the point banget! benarkah dia Daniel? tuan muda arogan nan kejam yang terkenal dingin dan irit bicara itu?
Alicia mengerjap mendengar ucapan Daniel, dia tak salah dengar! ucapan tuan suaminya begitu jelas di pendengarannya, meski masih bingung apa yang terjadi, tak urung Alicia meraih tagan Daniel dan membawanya ke dahi Alicia
Daniel tersenyum, kemudian menahan kepala Alicia dan mendaratkan sebuah kecupan di pucuk kepala istrinya
"jangan nakal yah, aku menunggumu di rumah" ucap Daniel lembut
sumpah demi apa Alicia merasa ia tak mengenali dimana dan siapa ia saat ini
apa Alicia hanya mimpi?
bersambungggg...
#######
yuhuuuu balik nih
tengkyu untuk readers setia. luv
mon maap banyak typo yah
uhhh terharu dong masih di tunggu story abal abal ini meski pernah ngilang sepuluh hari... 💖💖💖
salam mickey mouse 24
dari Dunia Halu