TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 40


Di mansion Dinata


"Dari mana?" sahut Dinata melihat Maria baru saja pulang dengan raut wajah kesal


"arisan" alasan Maria acuh


Maria melangkah melewati tubuh Dinata yang terduduk di sofa ruang tamu


"jangan mengambil tindakan yang akan membahayakan banyak orang" seru Dinata


Maria menghentikan langkahnya kemudian berbalik menatap nyalang Dinata


"kamu sekarang berada di pihak anak har4m mu itu?" Maria menanggapi dengan marah


"aku tidak ada dipihak siapa siapa! tapi ingat, dia (Alicia) punya tabeng sekarang" teriak Dinata memperingati


"huh, tabeng katamu? kau tidak tahu kan kalau anak si*lanmu itu hanya dianggap sampah oleh Daniel, dia tidak memiliki siapa siapa. kamu saja jijik sama dia apalagi seorang Daniel" desis Maria


Deg


Dinata mengepal erat tangannya, matanya sudah memerah akibat sindiran Maria yang tepat sasaran


"yah,, ibu,," panggil seorang gadis yang baru saja turun dari tangga dengan suara lirih


kedua pasangan paru baya itu menoleh


"kakak.. kakak baru saja mengirimiku pesan, minggu depan,, dia akan balik ke indonesia!" ucap Maura yang disengaja terbata namun melengking gembira di akhir kalimatnya


"what!" pekik Maria girang


Dinata juga menyunggingkan senyum mendengarnya


"syukurlah dia ada kabar" ucap Dinata kemudian beranjak menuju ruangan kerjanya


Maura menuruni tangga dengan berlari kemudian menubruk tubuh Maria, mereka berpelukan sambil melompat lompat kesenangan


"yeeyyy jadi besan Prasetio yang sesunghuhnya kita" pekik Maria


"akhirnya!!" seru Maura


"Tapi bu, kak Daniel belum menggeser posisi kak Maureen kan?" ucap Maura mengingat kejadian beberapa hari lalu saat perayaan ultah perusahaan Dinata


"huh, mana mungkin, Daniel tidak akan kepincut sama anak j4lang itu, kau tau sendirikan gimana tubuhnya yang penuh luka, pasti Daniel jijiklah" ucap Maria tersenyum licik


"ya ya, hanya om om hidung belang yang mau sama Alicia" tambah Maura


"hahahah" tawa keduanya mengelegar


Dinata hanya bisa geleng geleng kepala di dalam ruangannya mendengar tawa istri dan putri keduanya yang seolah baru saja mendapat hadiah lotere


*hari ini mungkin aku gagal tapi tunggu saja, aku akan menjualmu sebentar lagi dan aku bisa membeli tas Limited Edition keluaran baru merek H4rmes* batin Maria menampilkan senyum licik


ya, Maria harus menelan kekecewaan akibat gagal menjalankan aksinya, karna tiba tiba, istri pertama pria gempal itu memergoki mereka.


Maria langsung kabur setelah melimpahkan semua pada Alicia, Maria menuduh bahwa Alicia lah yang menggoda pria gempal itu, alhasil Alicia mendapat jambakan rambut dan makian dari istri pria gempal itu di muka umum.


jika Maria kecewa, berbeda dengan Alicia yang merasa senang, meski dianiaya dan dipermalukan di depan umum walau tak memiliki kesalahan, namun Alicia bersyukur karna dengan demikian Alicia tak jadi menikah dengan pria gempal yang memiliki banyak istri simpanan itu.


\=\=\=\=\=\=


sementara di Mansion Prasetio


"ada apa dengan tuan muda?" tanya Ali saat dokter Rahmat selesai memeriksa keseluruhan tubuh Daniel


ya, dokter Rahmat bukan hanya memeriksa dada tuan Daniel yang katanya kadang ruam (berdetak tak beraturan, cepat) kadang normal, namun dokter Rahmat malah memeriksa semua tubuh Daniel, dari kepala, fungsi otak, mata, pendengaran, hati, jantung, dan aliran darahnya


Dokter Rahmat menghela napas panjang, kemudian mengelengkan kepala kecil dengan raut muka sedih


"apa aku memiliki penyakit mematikan?" tebak Daniel takut takut


bukannya menjawab, dokter Rahmat malah menepuk nepuk pundak Daniel lembut


"yang sabar bro" ucap Rahmat masih dengan raut wajah sedihnya


"apa penyakit tuan separah itu?" tanya Ali dengan suara tercekat, sungguh Ali tak siap mendengar kabar penyakit parah tuannya itu


"ya, ia akan mati cepat" ucap Rahmat tak seperti ucapan formal ala kedokteran saat mendiagnosa penyakit pasien


2 bola mata Daniel seolah ingin melompat keluar saat mendengar ucapan dokter Rahmat, begitu juga dengan Ali.


"gue enggak mau mati, Ali siapkan penerbangan! gue akan berobat di Si.."


"HAHAHAH..." tawa mengelegar Rahmat memotong ucapan Daniel yang sudah gemetar takut


"aduh duh perutku, aduduhh pipiku" ucap Rahmat di sela-sela tawanya, tangannya bergantian memegang perut dan pipinya yang kebas saking kerasnya Rahmat tertawa


"lo akan cepat mati kalau lo tidak bisa mengontrol emosi lo dan tak jujur pada perasaan lo" sahut Rahmat setelah menetralkan tawanya


Takk!


Takk!


2 bantal bersarang di muka bahagia Rahmat yang memerah dan mata berair akibat tawanya


"Hahahah" bukannya marah, Rahmat malah melanjutkan tawanya


"si4lan lo" umpat Daniel


"Ali, bagaimana kabar suku pedalaman P4pua, apa mereka masih membutuhkan daging segar" ucap Daniel penuh isyarat


"mereka tak pernah puas dengan daging tuan, mereka pasti akan bersujud jika kita bisa membawakan daging segar seorang dokter ke hadapan mereka" jawab Ali tersenyum penuh arti


sementara Rahmat yang baru sadar sedang berhadapan dengan siapa, menelan ludah susah payah


"hei hei,, kenapa jadi tegang gini" sahut Rahmat


"heheheh" Rahmat hanya bisa nyengir melihat mata Daniel yang siap memangsanya


*gawat* batin Rahmat


" jadi bisa kita memulai pemeriksaan lanjutannya? " tawar Rahmat menghindar dari tatapan tajam Daniel


"pemeriksaan lanjutan? " tanya Daniel memastikan


"yah, melihat dari keseluruhan pemeriksaan tidak ada apa apa denganmu kecuali kecapean tentu saja, namun kenapa dadamu bisa mengalami perubahan detak meski kau tak habis berlari" jelas Rahmat


Beruntung, Daniel menganguk anggukan kepala membenarkan kata dokter Rahmat kali ini


"jadi....." Daniel menjelaskan apa yang di alaminya belakangan ini


bahwa belakangan ini, Daniel selalu gelisah dan itu membuat dadanya sering terasa ruam, namun tak tahu apa yang sedang menganggu pikirnya hingga ia merasakan kegelisahan terus menerus, apalagi kegelisahan itu tiba tiba akan terasa jika saat Alicia tak berada dalam jangkauannya, Daniel selalu ingin melihat Alicia.


lelah dan pusingnya akan hilang jika Alicia berada di dekatnya, juga karna mengerjai Alicia sudah menjadi hiburan paling menarik bagi Daniel. apalagi jika membuat istri kecilnya itu berada dalam pilihan iya atau tidak namun sebenarnya pilihan itu hanya ada iya dan oke. Daniel sangat menikmati peran arogannya jika sedang bersama Alicia


Rahmat menggeleng gelengkan kepala mendengar penuturan tuan sekaligus sahabatnya itu


"urusan klien sama menindas orang jago, giliran urusan diri sendiri kagak peka" guman Rahmat


"itu sebuah kenyamanan" sahut Ali spontan


"yah" ucap Rahmat membenarkan


sedangkan Daniel menaikan sebelah alisnya, bola matanya kesana kemari bergantian melihat Ali yang berada di depan ranjang dan Rahmat di samping ranjang


"mungkin... mungkin tuan sudah mencintai nyonya muda" ucap Ali pelan, agak takut dengan putusannya


"cih"


"mana mungkin saya mencintai gadis menyedihkan sepertinya"


"tidak!" Sanggah Daniel


"emang apa tanda tandanya jika sedang jatuh cinta?" tanya Daniel kemudian setelah beberapa saat terdiam


"selalu ingin berdekatan dengan seseorang itu dan bahkan mendengar namanya saja bisa membuat hati kita jadi bahagia" ucap Rahmat sekenanya


"oh kalau begitu aku sangat membencinya, sebab mendengar namanya itu, sudah membuatku marah, meski.. memang aku ingin melihat dia terus..." ucapan Daniel menggantung


"karna aku suka melihat wajah pucatnya itu ketakutan. hahahah" lanjut Daniel dengan suara tawa dibelakang kalimatnya


bersambunggg...


#######


waktu istirahatku di sela sela kukiah daring dan kerja tugas yah ngetikkk lanjutan cerita gaje ini..


kalau nulis lanjutan story ini tangan dan otak lancar banget.. giliran kerja tugas kuliah,, jari jari pada kaku otak pun mampet.. ampun dehhh otakkk


ehh kok jadi curhat yahh. hahahah


Salam Mickey Mouse 24


dari Dunia Halu