
kedatangan Daniel yang tak terduga membuat Dinata terkejut, begitu juga dengan Arham yang langsung melerai pelukan rindunya dari sang keponakan. Alicia? Ia terdiam mematung
dengan langkah lebar Daniel menghampiri ketiganya dan langsung melayangkan tinjunya ke wajah Arham hingga terjungkal kelantai bersama kursi di belakangnya
Daniel berjongkok di atas tubuh Arham dan memberinya beberapa bogeman bak orang kesetanan, Arham tak melawan sedikitpun.
bahkan teriakan dari Alicia tak bisa menghentikan aksi gila Daniel yang siap melenyapkan nyawa Arham detik itu juga
Alicia yang lelah berteriak dan tak punya cara menghentikan Daniel melepas sandalnya dan
Dugh
Sandal mahalnya melayang tepat mengenai kepala Daniel
Daniel terkesiap, ia memegang kepala bagian belakangnya karna sedikit nyeri
Kemudian ia berbalik dan melihat ke arah Alicia dengan mata tajamnya yang memerah
"ku mohon hentikan tuan" lirih Alicia karna ia sudah lelah berteriak
Daniel beranjak, ia kemudian meraih Alicia kedalam pelukannya
"kamu baik baik sajakan? gak ada yang lukakan? apa ada yang sakit?" tanya Daniel beruntun. perkara sandal melayang tak dipikirkannya.
Alicia menggeleng dalam pelukan Daniel, membuat Daniel bernapas lega, mempererat pelukannya dan mengecup pucuk kepala istrinya
"jadi kau adalah suami dari nona cantik ini, tuan muda Daniel, pemilik perusahaan Prasetio Corp?" Arham bertanya setelah ia bangkit dari tergeletak tak berdayanya di lantai. Ia bahkan sudah berdiri tegak dan santai seolah ia tak pernah di amuk tadi padahal sudut bibir dan bawah matanya sudah robek
Daniel menggeser Alicia ke belakang tubuhnya kemudian berbalik menatap bergantian Arham dan Dinata penuh kebencian
"Dasar pria tua lakn4k!!" geram Daniel pada Dinata
"rupanya niat baik saya memberi kesempatan anda tetap hidup hanya sia-sia, ingat! Jika bukan karna istriku, Dara, anda sudah berada di neraka sejak seminggu lalu" lanjut Daniel penuh penekanan dan peringatan
*Dara?* batin Dinata dan Arham
Dara adalah nama panggilan bagi Adara Orlando, ibu kandung Alicia
"dan anda tuan Orlando, bukankah istri anda baru saja melahirkan anak kedua kalian? Lalu sekarang anda membuang anak istri dan dengan lancangnya anda ingin mengambil istri tercinta saya yang sedang mengandung anak kami?"
DUARRR!!
jika Daniel dikuasai emosi maka Dinata, Arham juga Alicia terkejut dengan apa yang telinga mereka dengar
hamil?
apa tuan suaminya tahu kehamilannya? atau hanya ingin menghancurkan rencana Dinata untuk menjual dirinya? pikir Alicia
Jangan heran kenapa Daniel langsung tahu pria yang memeluk Alicia tadi, mereka beberapa kali terlibat dalam acara urusan bisnis di negara Taiwan, karna perusahaan tuan Orlando adalah perusahaan yang cukup berpengaruh di Taiwan dan sekarangpun menjalani kerja sama dengan perusahaan Prasetio Corp.
"benarkah? Itu berarti saya akan mempunyai cucu?" tanya Antusias itu bukanlah berasal dari Dinata melainkan Arham yang senang akan kabar itu
Jika tiga pasang mata milik Dinata, Arham dan Alicia yang tadinya fokus ke arah Daniel, kini beralih menatap bingung Arham atas ucapanya barusan, tak terkecuali Daniel yang tadinya menatap jijik Arham kini berubah bingung meski raut wajahnya masih di dominasi amarah
Arham mengerjab, melirik Dinata yang ternyata menatapnya tajam, seulas seringai tercetak di bibirnya
"oh baiklah, saya akan memperkenalkan diri saya kembali pada...oke oke keintinya" ucap Arham paham akan tatapan mengghunus milik Daniel
"saya adalah cucu dari pasangan Ferdinan Orlando dan Zhou Xianmin, anak dari pasangan Satria Orlando dan Xian Linlin, nama saya Arham Putra Orlando anak bungsu dari 2 barsaudara, saya memiliki kakak perempuan bernama Adara Putri Orlando" Arham berucap dengan melirik tajam pada Dinata yang makin kebingungan
Daniel sendiri berusaha menekan sifat intimidasinya karna rasa penasaran akan penjelasan Arham
"kenapa anda tampak bingung tuan Dinata, tidak kah kau mengenali adik iparmu ini? " lanjut Arham tersenyum menyerigai ke arah Dinata yang kini mulai paham arah pembicaraan Arham
Adara Putri Orlando? Adara Putri? Mungkinkah? Perasaan kalut mulai menyapa Dinata. Ia Memang tak tahu nama belakang Adara karna ibu kandung dari Alicia itu memilih meninggalkan keluarga besarnya karna tetua para keluarga Adara dulunya akan menjodohkannya dengan keluarga pihak Nenek Zhou Xianmin tapi Adara malah milih kabur ke Indonesia meninggalkan keluarga termasuk meninggalkan nama besar Orlando, yang akhirnya bertemu dengan Dinata yang tak memandang dari mana asal Adara karna atas nama cinta.
"ya, saya adalah paman dari putri bungsumu yang selama hidupnya tak pernah kau anggap!" desis Arham menajam berhasil menjawab kekalutan Dinata
"pa. Paman?" beo Alicia lirih
Daniel menoleh begitu juga Dinata dan Arham
"ya sayang, aku pamanmu" Arham melangkah mendekat namun urung karna Daniel mengahalagi jalannya
"sekali lagi kamu memanggilnya sayang, ucapkan selamat tinggal pada lidahmu" desis Daniel menatap permusuhan Arham
*posesif* batin Arham mengulum bibirnya
"tapi kenapa anda mau menikahiku?" tanya Alicia polos
Arham mendesah panjang kemudian melirik Dinata yang menganga tak jelas mendengar fakta ini. Jujur Arham ingin sekali mengahajar wajah Dinata, ia butuh melampiaskan rasa sakit dari amukan Daniel tadi, tapi ia tahan sebab ia tak mau Alicia jadi takut padanya. karna sekali pukulan saja, Arham bisa membuat Dinata tinggal nama detik ini juga
"saya bukan manusia sebejat itu say.. Nak, saya lakukan ini hanya untuk memanfaatkan tuan Dinata untuk menemuimu yang baru 5 bulan ini ku ketahui keberadaanmu ada di dunia ini" jelas Arham memulai
Arham kemudian melanjutkan penjelasannya bahwa sejak mengetahui keberadaan Alicia, Arham rela bertandang di negara kelahiran Ferdinan Orlando, sang kakek, Indonesia, sejak 5 bulan yang lalu meninggalkan anak dan istrinya yang kala itu baru saja melahirkan hanya untuk menemui Alicia dan membawa keponakannya itu berkumpul dengan keluarga besarnya yang sudah menetap di Taiwan.
karna usahanya 5 bulan ini menguntit Alicia tak membuahkan hasil sebab penjagaan Daniel memang sulit mencari celah meski dengan menggerakan anak buahnya yang terlatih di dunia malam, tapi memang urusannya kali ini Arham tak mau melibatkan kekerasan karna takut target yang tak lain keponakannya itu terluka. ia sengaja mendekati Dinata dengan dalih ingin mencari pendamping hidup untuk dibawanya ke negara asal neneknya karna ia tahu jika Dinata sedang butuh uang dan Arham sudah menyelidiki jika Dinata dan Maria beberapa kali hampir menjual Alicia ke pria berduit. Dan pria berduit yang berhasil memenangkan penjualan Dinata atas Alicia adalah Daniel, pewaris tunggal perusahaan mendunia Prasetio Corp
"tidak! Semua tidak benar!" potong Dinata yang malah tak ada yang peduli
Arham tetap melanjutkan ceritanya.. Hingga kejadian pesta Dinata seminggu lalu dimana Daniel memamerkan Alicia sebagai pendampingnya membuat Arham sedikit lega. Ya, hanya sedikit karna sepengetahuan Arham, keturunan keluarga Prasetio itu tak pandang bulu jika ingin mengahancurkan seseorang begitu juga keraguan Arham pada Daniel. Ia belum bisa percaya jika Daniel benar-benar menganggap Alicia istri mengingat bagaimana dulu mereka menikah, hanya sebuah paksaan.
Maka Arham ingin memastikan langsung dari Alicia dengan menemui langsung keponakannya untuk menanyakan apakah Alicia bahagia dengan pernikahannya atau tidak, dan jika Alicia tak bahagia Arham akan melakukan apapun untuk membawa Alicia ikut bersamanya.
"ow jangan menatapku seperti itu nak, jangan sampai saya tak memberi restu untukmu memiliki keponakan cantikku" ucap Arham mendapati pelototan mematikan milik Daniel
"tanpa restu anda pun, saya tetap suami Dara!" tekan Daniel dengan sikap berkuasanya
Arham mendengus, memilih mengabaikan Daniel, arham berbalik menyerang Dinata
"dan Anda tuan Dinata yang terhormat, setelah melenyapkan kakaku, apa kamu tidak menaruh kasihan sedikitpun pada anaknya, yang di dalam dirinya mengalir darahmu? Huh? Bahkan kamu dengan kejamnya menjualnya ke pria tua yang beristri?" cercah Arham menohok jantung Dinata
Dinata hanya menggeleng dengan air mata yang sudah membasahi pipinya. Alicia yang baru pertama kali melihat ayahnya mengeluarkan air mata, bukannya kasihan ia malah menatap benci Dinata mendengar ucapan Arham jika Dinatalah yang membuat ibunya meninggal.
"tidak, itu tidaklah benar!" lirih Dinata
"tidak benar apanya maksud anda? Kejadian ini membuktikan bagaimana anda tak memiliki HATI!" bentak Arham
"semua saya lakukan untuk kebahagian Alicia, demi melihatnya bahagia dan jauh dari..."
"jauh dari pandangan anda?" potong Alicia
"bukankah selama 20 tahun hidupku, saya sudah diasingkan dari kehidupan anda TUAN, seorang anak yang tak pernah menerima haknya dari seorang ayah, yang selalu di kambing hitamkan jika ada masalah, bahkan jika tuan butuh jantung, tuan tidak perlu berpikir dua kali untuk mengambil jantungku kan?" ucap Alicia tersenyum miris
Dinata meremas kuat dadanya, rasanya begitu sesak mendengar ucapan putri bungsunya, ia menyayagi Alicia sungguh.
Daniel dan Arham juga merasa sesak melihat bagaimana tersiksanya Alicia selama ini
"jikapun boleh memilih, saya lebih baik dilahirkan jadi ANJING dari pada Manusia seperti Anda!!" sungguh Alicia tak lagi bisa membendung sakit hatinya selama ini. Bukankah anjing lebih baik, mereka menyayangi anak2 mereka tanpa membeda-bedakan.
DUARR
jantung Dinata serasa berhenti seketika
Alicia membanting gelas minuman di atas meja
Prangkkk
Dan sepersekian detik selanjutnya
Srekk
Darah mengalir dari pergelangan tangan Alicia
"DARA!!" teriak Arham dan Daniel
"darah ini sebagai bukti bahwa darah tuan tidak lagi mengalir di tubuhku" ucap Alicia dalam rengkuhan Daniel, matanya menatap datar Dinata
Brugh
Dinata jatuh pingsan di lantai dengan memegang dadanya yang serasa tertusuk ribuan belati, dan sepersekian detik selanjutnya Dinata tak sadarkan diri
Tak ada yang peduli, Arham dan Daniel malah sibuk dengan keadaan Alicia yang mulai melemah
Daniel segera membopong tubuh Alicia keluar yang di belakangnya di ikuti Arham.
"dasar bodoh!" kesal Daniel tapi matanya berkaca kaca melihat keadaan istrinya
"bertahanlah ku mohon" setetes air mata sudah membasahi pipinya
Arham segera mengemudikan mobilnya setelah Daniel masuk di kursi penumpang belakang memangku Alicia
Bersambung...
########
kalimatnya makin bribet... maap, game mengalihkan kehaluanku. heheheh
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia Halu