
"APA?!" teriakan melengking di sebuah kamar yang luas nan elegan
"nggak becus kalian semua!" makinya dan memutuskan panggilan telpon, napasnya memburu menandakan emosinya memuncak. Ia marah
"sial4n!!" ponsel mahalnya jadi sasaran, ia membantingnya ke dinding dan berakhir menggenaskan di lantai, kemudian ia mengacak semua barang yang bernilai fantastis di atas nakas dalam kamarnya
"tidak tidak, ini tidak boleh dibiarin, Aku harus menyingkirkannya segera" kilat amarah di wajah cantiknya membuatnya terlihat bak wanita iblis. menyeramkan
"dia hanya penggantiku" monolognya dengan mata memerah dan tangan terkepal
"Daniel hanya milikku!" geram wanita itu yang tak lain adalah Maureen
Ya, Maureen marah sebab rencananya lagi lagi gagal, padahal ia sudah menyusunnya dengan apik
Kenapa sekarang untuk mengerjai Alicia sangat sulit untuknya?
Sudah seminggu ia menunggu ini, entah kemana saja adik tirinya yang tak lain adalah Alicia menghilang seminggu yang lalu, padahal Maureen telah menyuruh para premannya untuk mencari keberadaan Alicia, bahkan ada yang sampai memantau mansion Daniel namun Alicia tak juga pernah terlihat
Maureen sempat berpikiran Alicia menderita di sana, sebab tak pernah keluar-keluar, ia mengira Alicia menjadi budak dan tahanan Daniel hingga Alicia tak pernah menampakan batang hidungnya belakangan ini, namun seminggu kemudian, Premannya mengabarkan jika wanita yang Maureen cari telah di temukan, dan wanita itu sepertinya terlihat bahagia, lapor para preman Maureen.
Ya iyalah bahagia, orang seminggu yang lalu sedang asik berduaan menikmati bulan madu
Dan Maureen kembali harus kecewa, karna para preman Maureen tak bisa menyentuh Alicia sedikitpun, bahkan ke 5 preman terbengis yang Maureen sewa harus mengalami patah tulang bahkan sebelum menyentuh Alicia
Maureen tak percaya dengan semuanya, lebih tepatnya menolak percaya jika Alicia memiliki ajudan yang disediakan Daniel. Menolak percaya jika Daniel kini menjaga Alicia bak nyonya muda.
Maureen takut Daniel kini melupakan Maureen demi seorang Alicia sampai Daniel menyewakan ajudan khusus untuk menjaga Alicia, Maureen menggelengkan kepalanya menjauhkan pikirannya.
Ia menutup mata dan telinga untuk itu. Karna Daniel hanya miliknya, Daniel hanya mencintainya, Daniel tidak mungkin tertarik dengan seorang gadis kecil yang sama sekali jauh dari idaman seorang Daniel Prasetio, apalagi Alicia dengan segala luka tubuhnya yang membuat tubuhnya tak mulus semulus Maureen, toh tipe Daniel adalah wanita dewasa cantik, putih, bersih, mulus dan sekelas Maureen, ya Maureen tahu itu.
Makanya ia dulu merasa lega saat ayahnya menawari Alicia untuk mengantikan dirinya sementara.
Tapi kenapa sekarang Alicia jadi tak bisa Maureen sentuh? Tidak!! Maureen harus segera bertindak sebelum semuanya lebih sulit, ya ia harus kembali turun tangan langsung mengatasi semuanya.
Melawan sedikit harga dirinya untuk menjadi wanita lintah pada Daniel, toh dulu memang Maureenlah yang terus menempel pada Daniel saat awal awal mereka tunangan hingga Daniel mencintainya tanpa syarat.
Maureen tak boleh kalah, ia akan melakukan segala cara untuk menyingkirkan Alicia segera
Apapun itu!!!
\=\=\=\=\=\=\=\=
Daniel tengah berkacak pinggang di ruangannya setelah mendapat laporan dari Diana, salah satu ajudan Alicia
Daniel menghela napas panjang
"hanya aku yang bisa bermain main dengan istri kecilku, tak seorangpun yang bisa! termasuk wanita sialan itu juga dengan keluarga kacungnya" ucapnya menatap pemandangan dari jendela kaca ruangan kerjanya dengan seringai
Tok
Tok
Tok
Ceklek
Daniel mendengus tanpa berbalik, ia tahu betul siapa manusia berani yang masuk ke ruangannya sebelum Daniel mempersilahkan
"tuan, nyonya besar ada di Bali saat ini, beliau sedang menghadiri acara lelang perhiasan alm. Nyonya Brenda" ucap sekertaris Ali menyampaikan informasi keberadaan ibu Daniel
"hm"
"beliau akan terbang kembali ke jepang sore nanti setelah acara lelang selesai" lanjut Ali memberitahu
"hm"
"tidak. Saya hari ini sibuk" potong Daniel
"baiklah tuan. 10 menit lagi rapat dimulai" Ali kemudian pamit undur diri
Setelah pintu ruangannya tertutup menandakan Ali telah keluar, Daniel baru menoleh menatap pintu
"ibu tidak menyukai Dara" monolog Daniel mengutarakan apa yang menjadi alasannya enggan mengunjungi ibunya
setidaknnya sampai ibunya menerima Alicia sebagai menantunya.
Daniel hanya ingin Alicia hidup bahagia dan tanpa tekanan lagi, Daniel akan menjauhkan Alicia dari orang orang yang berpotensi membuat Alicia terluka, baik jiwa maupun raga Alicia.
Memikirkan itu Daniel teringat dengan istri kecilnya, ia merindukan wanita muda yang tengah mengandung benih unggul rahasia dari Daniel. Daniel menoleh ke arah meja kerjanya dimana disana masih terdapat setumpuk berkas berkas, namun fokusnya pada sebuah benda pipih berwarna hitam, ponsel.
"ambil alih rapat!" titahnya setelah panggilan di seberang tersambung
'baik tuan' balas seseorang diseberang dengan datar yang tak lain adalah sekertaris Ali
Daniel langsung menutup panggilan setelah terdengar jawaban dari sekertaris Ali, ia masa bodoh dengan jadwal Ali yang mungkin padat hari ini. Daniel percaya Ali bisa mengatasi semuanya.
Daniel menyunginggkan senyum menatap ponselnya, ia mengecup sebentar benda pipih itu kemudian mematikan layar ponselnya yang membuat gambar seorang gadis cantik disana juga menghilang
"aku merindukanmu sayang" monolognya terdengar bucin, orang mereka baru berpisah beberapa jam yang lalu, udah rindu aja.
Daniel merapikan jasnya, kemudian melangkah keluar ruangannya.
Ia mengemudikan sendiri mobil mewahnya menjauh dari perusahaan besar Prasetio Corp.
Beberapa saat kemudian, ia telah sampai di sebuah bangunan besar yang banyak manusia berlalu lalang memegang buku. Mahasiswa
Di sana, seorang wanita muda beserta ketiga ajudannya yang mengekor di belakanganya lengkap dengan pakaian bak mahasiswa kutu buku sedang berjalan ke arah mobil mewah yang di kemudikan Daniel
Ya, tadi Daniel sudah memberitahu pada ajudan Alicia bahwa Daniel akan ke kampus.
Daniel menurunkan sedikit kaca mobilnya
"Masuk!" seru Daniel dingin
Alicia menatap tuan suaminya dengan datar. Ia mengabaikan wajah dingin itu, yang terpikirkan olehnya kenapa lagi sih si pria arogan ini sampai menemui Alicia siang siang begini? Apa Alicia melakukan kesalahan? Alicia memutar bola mata berusaha mengingat kesalahan apa yang dilakukannya tapi Alicia tak menemukan apa apa. Ia sudah menjalankan semua peraturan Daniel.
Daniel yang melihat kebingungan Alicia jadi gemas, ingin sekali dirinya turun menuntun istri kecilnya itu masuk ke mobil, memeluk, mencium dan memakannya saat ini juga
Ya, dengan Alicia, Daniel kehilangan kendali dirinya, jadi jangan salahkan jika dirinya belakangan ini menjadi pria yang tingkat kemesumanya sudah berada di atas rata rata, Alicia berhasil membuat Daniel menjadi gila
Mengabaikan orang orang dan popularitasnya, Daniel turun dari mobil mewahnya
bersambunggg...
######
Alhamdulillah aku masih hidup yah
puji syukur kepada Allah SWT.
Syukur Alhamdulillah ya Allah
Salam Mickey Mouse 24
dari Dunia Halu