
"tumben banget ngajak ketemuan malam gini?" ucap Darius sambil menikmati makan malamnya yang baru saja terhidangkan
"loh bukannya kalian yang ngajak?" tanya Alicia mentap kedua sahabatnya sambil mengunyah makannya, sangat lahap
"mana berani kita ngajak lo keluar malam El, makan siang di kantor aja kita nggak berani, gimana ini malam, kita masih sayang sama nyawa kita" timpal Filda, mengingat Alicia ini adalah nyonya muda keluarga Prasetio lebih tepatnya tahanan si tuan muda Daniel
Alicia menaikan alisnya mendengar penuturan sahabatnya, ia merasa aneh dengan semuanya, ada apa ini? apalagi belakangan sifat Daniel yang sedikit aneh juga ke Alicia, sedikit anehnya itu, Daniel tidak lagi main tangan padanya meski masih sering berkata kasar padanya, seperti, bodoh, jelek, lalot, bau dan sebagainya juga dengan sifat Daniel yang terus mengintimidasi Alicia
karna mengingat ini kesempatan langkah menurutnya, Alicia menepis keanehan itu, sekarang ia ingin menikmati waktu bersama kedua sahabatnya dan bercerita panjang lebar pada keduanya,
sementara tak jauh dari mareka...
2 pria dewasa berpakaian casual dengan topi dan masker yang menutupi sebagian wajahnya, duduk di sebuah restoran bintang 3 di sudut ruangan, 2 pasang mata tajam kedua pria dewasa itu yang tetutupi kaca mata hitam terfokus pada satu titik yaitu meja bagian tengah, dimana seorang pemuda dan 2 gadis yang sedang menikmati makan malam penuh canda tawa. ada 3 meja perantara di antara meja mereka saat ini.
"sial" umpat salah satu pria itu
bagaimana tidak seorang gadis yang sebenarnya menjadi titik utama fokusnya itu sedang tertawa bahagia disana
"ia bahkan tak pernah senyum padaku" lanjut pria yang mengumpat tadi
"manis" gumam pria satunya tak sadar, maniknya juga tak lepas dari gadis yang terlihat sangat sederhana namun aura cantiknya tetap terlihat
"ya, dia memang manis" ucap pria yang mengumpat tadi menyetujui
sepersekian detik selanjutnya, pria yang mengumpat mengalihkan atensinya ke pria yang memuji wanitanya
pria yang memuji itupun sadar jika baru saja ia keceplosan dan perlahan dengan perasaan awas, ia menoleh ke arah tuannya
"ma..maaf tuan, maksud saya,, nyonya muda..." Ali menelan ludah kasar, lidahnya tiba tiba kelu tak bisa mengucapkan pembelaan, otaknya juga tiba tiba kosong melihat reaksi tuan mudanya, meski memakai masker dan kaca mata, namun dapat Ali lihat kening tuan mudanya menekuk dalam. tanda mode macan on
seandainya tidak tertutup kaca mata hitam, sekertaris Ali bisa m4ti saat ini juga akibat tatapan mematikan milik Daniel yang Ali yakini saat ini mata tuan mudanya sedang mengulitinya
ya, pria dewasa itu adalah si sekertaris Ali dan si tuan muda Ptasetio
mereka sedang mengawasi Alicia, nyonya muda Prasetio, lebih tepatnya mereka seperti penguntit saat ini, ya, beberapa kali ponsel Daniel memotret wajah cantik istrinya yang sedang tertawa bahagia
"jadi mau pesan apa tuan!" sahut pelayan mulai kesal yang sedari tadi menunggu 2 pria dewasa yang bergelagat aneh itu, bagaimana tidak, mereka memakai kaca mata hitam di malam hari dan di dalam ruangan,, siapa yang tidak berfikir aneh aneh akan tingkah 2 pria dewasa itu
mana sedari tadi meminta daftar menu makan, namun alih alih memesan, keduanya malah menjadikan daftar menu itu untuk melindungi aksinya,
daftat menu itu diangkat setinggi wajah mereka, sesekali sedikit bergeser kekiri, kekanan, kebawah untuk melihat suasana meja targetnya
"saya pesan restoran ini" seloroh Daniel tanpa peduli reaksi si pelayan, sebab manik hitamnya sudah kembali fokus ke target, urusannya dengan sekertaris Ali yang berani menatap dan memuji wanitanya akan Daniel urus nanti.
sementara Ali sudah terduduk lemas dan menunduk memikirkan nasibnya yang entah hukuman semengerikan apa yang akan diterimanya
"air putih" lirih Ali, tenggorokannya saat ini butuh air yang tiba tiba terasa kering
"cih, bisa pesan air putih doang, belagu mau beli restoran ini" umpat si pelayan meninggalkan meja mereka
ucapan pelayan itu tentu tak lepas dari pendengaran Ali maupun Daniel
"Ali" panggil Daniel tanpa menoleh ke Ali, tangannya sibuk memotret, angelnya sangat bagus, dimana sang target sedang tertawa sedikit mengarah kepada mereka namun tak sampai melihat mereka
"baik tuan" jawab Ali tegas
cekrek
"pas!!" seru Daniel bangga dengan hasil jepretannya yang sangat sempurna
"eh, kenapa seperti melihat ke arah sini?" tanya Daniel pada dirinya setelah melihat hasil jepretannya
untuk memastikan, apakah aksinya ketahuan, Daniel sedikit menggeser ke bawah daftar menu itu, dan benar saja mata Alicia memicing ke arah mereka
"tuan!"
Daniel mendesah kasar setelah memasuki mobil, bagiamana tidak, ini adalah pekerjaan konyol yang pertama kali Daniel lakukan seumur hidup, demi mengawasi istri kecilnya Daniel rela menyia-nyiakan waktunya dan berbuat hal diluar nalarnya, mamasuki restoran bintang 3, menyamar, memotret diam diam di tambah di umpati sorang pelayan tadi
mengingat itu, Daniel memejamkan matanya dan menarik napas panjang, seandainya tak takut ketahuan oleh Alicia, sudah Daniel cincang tubuh pelayan tadi
tak lama setelahnya Ali datang
"gimana?"
"restoran sudah pindah nama, dan pelayan itu sudah mendapat hukumannya" jelas Ali menduduki kursi kemudi
"bagus"
"hubungi pak gun" lanjut Daniel memerintah
Ali segera meraih ponselnya dan melakukan panggilan
"antar nyonya muda pulang sekarang" ucap Ali setelah panggilan terhubung
tidak lama setelahnya Alicia, Filda dan Darius serta di belakangnya ada pak Gun dan 2 bodyguard keluar dari restoran
"sampai ketemu besok" pamit Alicia memeluk sahabatnya Filda, waktu sesingkat itu belum cukup untunya melepas rindu pada sahabatnya, namun Alicia tak punya pilihan untuk menawar, baginya dengan keanehan sikap tuan Daniel yang tiba tiba mengijinkannya keluar makan malam bersama sahabatnya adalah keajaiban untuk Alicia,
Alicia melepas pelukannya dan beralih ke Darius, namun saat Alicia ingin melakukan hal yang sama pada Darius kedua bodyguard itu segera menarik jauh tubuh Darius
Alicia mendengus dengan sikap bodyaguar yang entah sejak kapan ada, sebab waktu pergi tadi Alicia hanya di temani pak Gun sementara kedua sahabatnya menyusul menggunakan sepeda motor
setelah Alicia memasuki mobil yang di sopiri pak Gun, barulah Ali menancap gas juga, agar bisa sampai lebih dulu ke Mansion agar Alicia tak curiga
di perjalanan, Daniel dan Ali sedikit berbincang masalah pekerjaan, karna seharusnya mereka saat ini memeriksa beberapa pekerjaan yang ada di ruang kerja Daniel di Mansion namun karna Daniel khawatir pada Alicia Daniel nekad menyusul Alicia dan mengabaikan pekerjaannya.
ya, bisa dibilang Alicia adalah pengaruh buruk untuk Daniel, bagaimana tidak, beberapa kali Daniel meninggalkan pekerjaannya demi Alicia, namun Daniel melakukan itu semua demi orang yang dicintainya, lagiankan kerjaan kalau mau dituruti tidak akan ada ujungnya, jadi tak apalah Daniel mengikuti kata hati untuk menjaga pujaan hati.
"jadi?"
"besok adalah penandatanganan pengalihan nama, hanya saja,, saya mendapat fakta bahwa ada saham yang tidak terdaftar dan dijaga mati-matian oleh tuan Dinata" jelas Ali
"huh! ayah brengksek, ingin menyelamatkan diri sendiri rupanya" umpat Daniel ditujukan untuk Dinata
ya, pasti Dinata menyembunyikan saham itu untuk jaga jaga jika terjadi hal semancam ini, dan benar saja, Dinata masih bisa bernapas meski 65% sahamnya yang terdaftar di ambil alih, nyatanya, Dinata bermain pintar
namun, jangan merasa pintar jika berhadapan denga Daniel maupun Ali yang cerdas.
"ungkap semuanya, dan saya mau tidak ada sepersenpun yang akan menjadi miliknya"
"bulan depan adalah ulang tahun pernikahan tuan Dinata, bagaimana jika kita memberi hadiah di hari bahagia mereka tuan" ucap Ali penuh makna
"huh, lama sekali, tapi.. saya rasa bagus juga, beri mereka sedikit waktu untuk menikmati detik detik pembalasan istriku" Daniel tersenyum miring
"siap tuan"
bersambunggg...
######
selamat menunggu lagiiii. ha ha ha (ketawa jahat)
tetap semangat dan selalu sehat readers ku 😚
salam mickey mouse 24
dari Dunia Halu