
"tuan,, apa sebaiknya tuan perik.."
"diamlah. Semua ini karnamu" potong Daniel tanpa mengalihkan pandangannya dari jendela mobil
Alicia menelan ludah kelu
"mm, tuan?" panggil Alicia setelah hanya keheningan yang ada
"hm" daniel hanya menanggapi dengan gumaman malas
Kembali hening, hanya ada suara deru napas di dalam mobil yang di huni 2 sepasang suami istri itu
Ya, setelah Alicia mengatakan yang sebenarnya, tentang dirinya yang mengaku pura pura hamil di depan Maureen juga botol pewarna kue yang tak sengah Alicia tumpahkan tepat di bawah tubuhnya karna serangan tiba tiba Maureen membuat Daniel menampilkan sikap kesalnya pada Alicia
Alicia tak sengaja, tapi situasi yang membuatnya tak bisa langsung berbicara jujur, sebab Alicia sungguh tak menyangka akan reaksi Daniel pada dirinya
Daniel yang tadinya sangat gesit membawa mobil dalam kepanikannya tiba tiba tak mampu mengendarai mobil, sakit kepalanya juga kembali ia rasakan, alhasil mereka menunggu di dalam mobil dan tak jadi memasuki rumah sakit. Ia menunggu sang sopir datang menjemput mereka.
Mereka bahkan sudah berpindah di kursi penumpang bekakang
Alicia yang melihat keadaan tuan suaminya yang bersikap acuh padanya jadi merasa bersalah. Ia menawarkan pada Daniel untuk memeriksakan kesehatannya mumpung mereka berada di area rumah sakit namun Daniel keukeuh tak mau.
Tak lama setelahnya, pak Gun datang
"maaf membuat tuan dan nyonya muda menunggu" ucap pak gun penuh sesal saat memasuki kursi kemudi depan yang sebelumnya ia ketuk untuk di persilahkan masuk.
Bukan apanya , kaca mobil mereka itu tak tembus pandang dari luar, pak Gun takutnya jika langsung nyosor masuk ke dalam mobil ia akan melihat adengan yang tak pantas dari tuan dan nyonya mudanya.
"hm. Jalan" balas Daniel cepat
Alicia melirik Daniel yabg masih tak berpaling dari jendela mobil
"tuan boleh saya bertanya?"
"hm"
"kenapa tuan sepanik tadi? Apa tuan peduli padaku?" tanya Alicia takut takut. Namun ia penasaran dengan alasan Daniel yang bertindak bak orang kesetananan hanya untuk menyelamatkan Alicia
Hanya dengusanlah yang Alicia dengar dari mulut tuan suaminya
"atau tuan percaya kalau saya beneran hamil?" tanya Alicia lagi, entah kenapa ia mengabaikan lirikan menghunus milik tuan suaminya itu
"saya nggak mungikn hamil tuan. Tuan sendirikan yang selalau memastikan setiap minggu saya di suntik obat pencegah kehamilan juga ditambah harus meminum beberapa pil setiap harinya" jelas Alicia pada tuan suaminya agar tak salah paham lagi
Kini kepala Daniel menoleh menatap Alicia, tatatapanya kini berubah melembut, mulutnya terbuka hendak mengatakan sesuatu tapi harus bungkam lagi karna Alicia kembali bersuara
"saya juga tidak ingin hamil anak tuan, jadi tuan tak perlu khawatir, bahkan saat haidpun saya tetap meminum pil itu, jadi tidak akan ada celah untuk kecolongan" jelas Alicia meyakinkan tuan suaminya agar tak perlu khawatir
"bagus!" jawab Daniel cepat kembali membuang muka akibat merasa kesal akan ucapan Alicia yang mematahakan harapan Daniel untuk berkata jujur
"oh iya tuan, apa kak Maureen benaran hamil anak tuan?" tanya Alicia kemudian
"uhuk uhuk" itu suara batuk si pak Gun yang tak bermaksud menguping tapi tetap saja ia dengar, orang mereka berada dalam mobil yang sama. Ia tersedak ludanya sendiri mendengar pertanyaan nyonya muda pada tuan mudanya
Tatapn Daniel beralih ke pak Gun, ia menatap tajam pak gun dari kaca spion mobil
*m4tilah aku* batin pak Gun merutuki dirinya yang tak bisa mengendalikan batuknya tadi
Sedang Alicia tak peduli pada batuk pak Gun, ia masih menanti jawaban dari tuan suaminya
"jadi benar?" tanya Alicia lagi melihat tuan suaminya malah mengeluarkan ponsel dan mengetikan sesuatu tanpa menjawab pertanyaan Alicia
Dan Alicia mengartikan keterdiaman tuan suaminya adalah jawaban, iya.
Daniel mengeluarkan ponselnya, mengetikan suatu perintah disana, setelah ia teringat nama Maureen
'usir Maureen dari rumah, jangan biarkan ia berani menginjakan kakinya lagi di Mansion' tulisnya dan mengirimkan pada pengawal mansion
Daniel yang hendak menyimpan kembali ponsel di sakunya terurung karna sebuah notif masuk membuat ia menarik lagi benda canggih itu
Sebelah alisnya tertarik ke atas melihat sebuah pesan video masuk disertai keterangan 'tersangka sudah di usir oleh pengawal kepercayaan nyonya besar, tuan'
Daniel memencet play untuk memutar video, tampak disana Maureen tengah kesakitan diseret keluar dengan paksa oleh pengawal yang di percayai Maya selama ini, Bahkan Maureen di dorong keluar gerbang hingga ia tersungkur di tanah oleh tubuh besar pengawal.
Seulas senyum terbit dibibirnya, daniel lega akan fakta itu. Ah akhirnya Maya tidak lagi berada di pihak wanita licik itu.
"jadi kapan tuan menceraikan saya?" pertanyaan Alicia membuat Daniel yang baru saja merasa lega akan fakta Maureen dan Ibunya sontak menoleh dengan tatapan menusuknya
"tuan Akan menikahi kak Maureen dan kak Maureen pasti bisa membuat tuan lebih bahagia.." balas Alicia mengantungkan ucapannya
"apa lagi yang tuan harapkan dariku?" lanjut Alicia dengan pertanyaan
Alih alih menjawab Daniel langsung merebahkan kepalanya di pangkuan Alicia.
"jangan banyak bicara, kepalaku sakit mendengar suaramu" ucap Daniel kesal
Dan tanpa disuruh, tangan Alicia terulur memijat kepala tuan suaminya, bola mata Alicia membola saat tangannya merasakan hangat di dahi Daniel, Alicia kemudian berpindah menyentuh leher tuan suaminya yang juga terasa hangat.
Alicia meringis menyadari bahwa pakaian tuan suaminya sangat lah berantakan, hanya memakai kameja kusut akibat dipakainya tadi tertidur tanpa dasi.
Apa tuan suaminya sadar akan penampilannya yang... Astagaaa kemana tuan suaminya yang selalu berpenampilan sempurna bagaimana pun situasinya, tapi sekarang? Apa semua ini karna dirinya?
"tuan?!"
"hm"
"pak putar arah, kembali ke rumah sakit!" titah Alicia khawatir
"ke Mansion" ralat Daniel
"badan tuan hangat, tuan lagi sakit, tuan harus di tangani oleh dok.."
"kamu!" potong Daniel pada serentetan ucapan Alicia
"tuan.. Tapi kondisi tuan akan semakin parah jika tak secepatnya di tangani oleh yang lebih profesional" bujuk Alicia
"mau liat aku cepat sembuh?" tanya Daniel masih memejamkan matanya di pangkuan Alicia
"caranya tuan?"
Daniel membuka mata dan langsung bersirobok dengan netra Alicia yang menanti jawaban Daniel
Seringai muncul di bibir Daniel, kemudian ia melirik ke bawah tubunya
"aku akan sembuh jika ia bisa melepas rindu pada milikmu"Daniel mengokode dengan matanya ke arah adik kecil di balik resleting celana bahannya, Daniel berucap dengan bisikan karna tak mau kedengaran oleh pak Gun
Sontak Alicia membola dan reflek memukul kepala tuan suaminya
Plak
"aww" ringis Daniel langsung bangkit dari pangkuan Alicia
"tu..tuan ma..maaf,, sa,, saya tidak sengaja" ucap Alicia ketakutan
"kamu berani memukulku? Memukul kepalaku?" tanya Daniel dengan mata melotot tajam
"tidak tuan!" balas Alicia cepat
"tangan nakal ini!" Alicia memukul tangannya sendiri merutuki kelancangannya
"ya! Tangan ini milikku" Daniel segera menarik tangan kanan Alicia yang jadi korban pukulan dari tangan kiri Alicia
Kemudian tangan kanan Alicia, Daniel bawah ke bibirnya untuk di kecupnya dengan sayang
Alicia mengerjab melihat reaksi Daniel
"ingat satu hal Dara, semua yang ada pada tubuhmu itu adalah milikku, jadi jangan sampai terluka sedikitpun. paham?" peringat Daniel menatap lekat mata Alicia
Alicia yang masih bingung akan sikap Daniel tetap mengangguk seolah mengerti akan ucapan Daniel
**aku tidak mengizinkamu terluka k*arna kamu adalah hatiku* batin Daniel kembali mengecup tangan kanan istrinya dan kembali berbaring di pangkuan Alicia namun kali ini wajahnya ia benamkan di perut bumil muda itu.
*tetap sehat nak, daddy mencintaimu* batin Daniel penuh harap
Bersambungggg...
######
yuhuuuu muncul lagi kan aku, jangan bosan yah
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia Halu