TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 119


Seorang gadis berpakaian lusuh tengah berlari tanpa memakai alas kaki menyusuri jalan lorong-lorong, sesekali ia menengok kebelakang dengan wajah ketakutan hingga ia beberapa kali menabrak pejalan kaki yang juga melewati lorong itu, Kakinya yang berdarah-darah tak ia pedulikan karna rasa takut ketahuan lebih mengancamnya.


Sesekali bibirnya menyebut nama 'ayah'dengan air mata yang terus meluruh.


Tubuh ringkihnya sedari pagi menyeberangi kota ke kota lain dengan hanya menumpang pada mobil pengangkut kambing kemudian berpindah ke mobil sayuran karna tak memiliki uang sewa mobil kini tak sanggup lagi melangkah hingga ia terhuyung dan jatuh, membuat lutut dan telapak tangannya berbenturan dengan tanah dan kembali menambah goresan beberapa luka di bagian tubuhnya. Perih namun tak seperih hatinya. Ia begitu rapuh. Dunianya memang sudah hancur beberapa minggu lalu, setiap hari hanya mendapat siksaan baik secara batin maupun fisik, tak ada lagi yang tersisa dalam dirinya, bahkan kehormatannya sudah terenggut secara paksa. Tak ada yang berharga dalam dirinya yang dulunya selalu makmur dan penuh dengan kasih sayang serta kebahagian. Kini dunianya berbalik 180 derajat. ia tak berharga.


kenapa penderitaan terus saja menghampirinya? Apa salahanya? Kenapa ia mengalami semua nasib buruk ini?


Memejamkan mata sejenak, ia menguatkan tekad untuk beranjak, mengabaikan fakta bahwa fisiknya sudah tak sanggup lagi, namun kegigihan untuk sampai ketempat tujuan sebelum terlambat membuatnya mengabaikan keadaannya. Ia harus bisa sampai disana sebelum ia tak bisa lagi melihat raga itu untuk selamanya.


Sementara dilain tempat


"CARI WANITA ITU SAMPAI KETEMU" teriakan menggema memenuhi rumah mewah itu


"bawa ke hadapanku segera, saya akan memotong kakinya hingga ia tak bisa lagi kabur" desis pria berusia 35 tahun itu dengan raut wajah seramnya


"baik pak!"


\=\=\=\=\=\=\=


Alicia menatap kosong gundukan tanah yang menjadi tempat peristirahatan terakhir sang ayah sejak beberapa detik lalu setelah raga tua itu tertanam di dalam sana.


Sore menjelang malam ini menjadi saksi jika dunianya ikut terkubur di dalam sana. Perasaannya campur aduk, ia merasa tak iklas akan kepergian pria yang banyak menimbulkan luka pada jiwanya, ia tak rela kehilangan meski dalam hatinya ia masih membenci sosok itu. Sekali lagi ia belum bisa memafkan pria tua kejam itu, ia juga acuh pada nenek,om juga sepupunya yang tiba tiba memperlakukannya 180 derajat dari biasanya.


karna Daniel bersamanya makanya mereka cari muka, huh tidak semudah itu bisa mengelabuhinya. Pikir keras perempuan hamil itu


Dan entah yang kesekian berapa kalinya sejak ia sampai di tempat sejuk nan asri ini, matanya terus melirik nisan di samping gundukan tanah basah milik Dinata


Adara Putri


(Permataku, bidadariku kau adalah wanitaku, jantungku dan hatiku)


"dia adalah ibu anda, nona" Alba berucap sambil menaburkan bunga di makan Dinata. Ia memang sedari tadi memperhatikan putri bungsu Dinata yang hanya berdiri dan enggan untuk menaburkan bunga atau menyiram air. Meski sedikit marah dan kesal, namun Alba tak bisa berbuat apa-apa. Ia sadar jika sikap acuh nona mudanya semata mata atas apa yang dirasakannya selama ini. Ia hanya tak menyangka jika nona muda yang dulunya selalu penurut memiliki hati yang keras dan pendendam. Mengabaikan sikap nona mudanya yang terkesan terpaksa datang namun Alba bersyukur setidaknya Alicia ikut hadir menyaksikan pemakaman majikannya.


Kemudian wanita hamil itu melangkah pelan, kemudian berjongkok di makam yang menanam tubuh ibu kandungnya 20 tahun silam itu. Tangannya perlahan menyentuh kepala nisan, mengelus nama yang bertuliskan Adara Putri juga sebuah tulisan kecil di bawah nama (Permataku, bidadariku kau adalah wanitaku, jantungku dan hatiku ttd Dinata)


"aku bahkan tak tahu rupanya seperti apa" gumamnya tersenyum miris


"beliau duplikat anda, nona" ucapan Alba membuat Alicia mendongak menatap Alba yang sudah berdiri di samping makam Dinata


"semuanya hampir sama, selain hidung karna hidung anda diturunkan dari tuan" lanjut Alba mengenang wajah cantik istri dari majikannya


Daniel yang semula berdiam kaku mendekat, ia ikut berjongkok dan mengelus pundak istrinya dengan sayang guna memberinya kekuatan.


"nona"


"saya mau pulang!" putus Alicia tak menghiraukan raut wajah Alba yang menahan kekecewaan atas sikapnya


"disini ada villa, istrihatlah sebentar sebelum kembali lagi ke ibu kota, ibu hamil bukannya harus menjaga kondisi tubuhnya?" ucap Alba berusaha menghentikan langkah nona mudanya dan Daniel, dan ia berhasil, terbukti saat suami dari nona mudanya menghentikan langkahnya


"jalan" titah Daniel datar


Ya, istrinya memang butuh istirahat karna sedari pagi hingga malam menjelang, istrinya tak pernah istirahat karna musibah yang sangat tiba tiba ini.


Alba mengulum senyum, kemudian ia segera mendahului keduanya untuk menunjukan jalan


*tuan, akhirnya nona muda berada disini, saya tahu tuan melihatnya, semoga tuan bisa tenang disana* batin Alba menghela napas menahan sesak di dadanya


"mau ku gendong?" tawar Daniel karna kasihan melihat Alicia berjalan beberapa puluh meter


"tidak, terimakasih" tolak Alicia, mata wanita hamil itu memindai pemandangan dengan terkagum kagum di tempat sunyi ini. Sedari awal menginjakan kakinya di tempat luas ini, dirasanya begitu nyaman dan menenangkan, hawa sejuk disertai beberapa pepohonan rindang yang tumbuh teratur di atas rerumputan sintesis dan juga ada beberapa kursi dan bunga-bunga bermekaran indah


"luasnya 20 hektare, sebelah barat ada danau juga beberapa villa, timur ada kebun teh juga beberapa villa, selatan ada perumahan dengan pemandangan gunung yang membentang di belakang bangunan, utara ada taman bunga juga makan tuan dan nyonya" jelas Alba.


"ya! Kenapa tidak bilang jika jarak perumahan jauh! Kalau istri saya kelelahan, saya kubur hidup hidup anda" protes Daniel, ia segera meraih tubuh istrinya dan di gendongnya ala bridal stile, Alicia yang hendak protes terdiam kala mendapati tatapan dingin tuan suaminya.


\=\=\=\=\=\=


di lain tempat, wanita muda yang berpakain lusuh, berkeringat, bau tak sedap, dan terdapat beberapa luka di tubuhnya juga kaki yang berdarah darah sampai di sebuah tempat yang siapapun jika kesini pasti akan meninggalkan luka mendalam


"AYAH!" teriaknya dan berlari ke arah kerumunan orang yang akan memasukan mayat ke dalam liang


"kamu siapa?"


Bersambunggg....


######


balik akuh,, semoga kita selalu dalam lindungan Allah dam selalu di beri kesehatan, kebahagian dan rejeki yang halal


makasih semua untuk doanya,, luv 💖


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia halu