TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 118


Breaking News


Turut berduka cita atas meninggalnya tuan Dinata.


Beliau dinyatakan meninggal tadi subuh jam 4.27 wib


Satu minggu di rawat di rumah sakit akibat serangan jantung membuat Dinata berpulang ke pangkuan Ilahi.


Kabar dari keluarga, bahwa pagi tadi beliau sudah di pulangkan ke kediaman keluarga dan akan dimakamkan siang ini.


berita yang disiarkan melalui tv menggema dalam ruangan presdir Prasetio Corp membuat pria yang hendak menandatangani berkas di atas mejanya itu terdiam, kemudian melirik ke arah wanita di sofa yang sebelumnya sibuk dengan file ujian hasilnya di laptop ternyata juga terdiam mematung meski tatapannya masih fokus ke layar laptop.


Dapat Daniel lihat jika raut wajah itu berubah mendung, menutup berkas yang sementara diperiksanya, ia kemudian melangkah mendekat ke arah sang istri yang ternyata matanya sudah berembun dengan tatapan kosong


duduk dan ia meraih wanitanya kedalam pelukannya


"menangislah" Daniel mengecup kepala Alicia yang terbenam di dadanya


Wanita hamil itu sekuat tenaga menahan tangisnya agar tak pecah, ia sampai menggigit bibirnya menyalurkan rasa sesak di dadanya. Namun wanita tetaplah wanita, sesak itu tak bisa lagi ia bendung, terisak pelan, ia membalas pelukan tuan suaminya dan memeluknya erat. Usapan lembut di rambut dan punggungnya tak juga membuat rasa sesak itu hilang.


Pantas saja tadi pagi ia tak lagi melihat tangan kanan Dinata di depan gerbang. Setitik rasa bersalah hinggap di sanubari. Kenapa hatinya tak bisa melunak saat 3 hari ini, berturut-turut dari pagi hingga malamnya sekertaris Alba terus berlutut di depan gerbang hanya untuk meminta tolong agar ia berkunjung menemui sang ayah.


Ya, Alba masih bisa menghirup udara segar hingga kini meski seminggu lalu beberapa tulangnya sudah patah akibat serangan para pengawal Daniel. Namun karna kegigihannya untuk tetap setia hingga diakhir hayat sang majikan, Alba bangkit dan pantang menyerah untuk mempertemukan ayah pada anaknya yang akan mengungkapkan kebenaran yang di tutup rapat-rapat selama ini.


karna memang pertemuan antara dirinya dan pria tua itu belum ada kejelasan apa-apa karna memamg ia menolak untuk tahu.


Mengapa hatinya begitu keras dan pendendam. Menyesal karna terlahir dari darah seorang Dinata membuatnya tutup mata dan tutup telinga atas keadaan pria tua itu yang sudah kritis. Justru kenapa setelah melihat kabar jika pria yang membuatnya lahir sudah menyusul sang ibu membuat sebagian dirinya hilang entah kemana. Ia merasa dunianya hilang arah. Menyesalkah ia? Secepat itukah rasa penyesalan menghampirinya? tapi kenapa Dinata sampai berpuluh2 tahun bisa bertahan dengan sikap kepengecutannya? Kenapa ia tak mewarisi sifat kejam pria tua kejam itu?


"kamu mau berkunjung?" pertanyaan lembut dari sang suami menyadarkan Alicia dari lamunannya


Menimang sebentar, kemudian menghela napas panjang, ia menggeleng menjawab pertanyaan tuan suaminya.


"untuk yang terakhir kalinya,,, kamu yakin tidak mau melihatnya?"


"aku akan menemanimu" lanjut Daniel mengerti ketakutan sang istri


"tuan kan sedang banyak kerjaan" lirih Alicia masih sesegukan


"akukan dapat bayaran lebih enak nanti sehabis menemanimu" goda Daniel mencoba mencairkan kesedihan istrinya


"ish tuaaaannnn" jawabnya cemberut


\=\=\=\=\=\=


Pemandangan pertama yang netra bening itu tangkap adalah suasana yang sunyi. Memasuki mansion yang dulunya penuh dengan benda benda mahal dan kursi mewah kini tak ada satupun yang tersisa, semua bersih bak rumah baru di bangun, tak ada satupun perlengkapan yang ada di ruang tamu itu, melangkahkan kaki untuk masuk lebih dalam lagi yang di sampingnya selalu setia sang tuan suami menggenggam tangannya. Tersenyum miring, ia mendapati seorang terbujur kaku dengan kain putih menutupi seluruh tubuh dan hanya ada sekitaran 10an orang yang ada di dekat jenazah.


Kemana rekan kerja, kerabat dan..


Tunggu!


Alicia mengedarkan pandangan, Waw!! Bahkan istri dan kedua putri kesayangan tak terlihat mendampingi raga tua itu di detik-detik sebelum ia ditanam di dalam tanah.


Hanya ada 1 maid dari puluhan maid yang Alicia tahu dipekerjakan dimansion ini ikut hadir mendoakan jenazah tuannya. Juga perwakilan 1 pengawal dari puluhan pengawal, ibu dari sang jenazah, 2 adik dan 3 keponakan Dinata, imam, kepala rt, dan tentu sang tangan kanan, Alba yang terlihat sangat terpukul berada di samping kepala bagian kiri tuannya.


Kenapa justru melihat itu sudut hati Alicia makin perih. Alih alih ingin bersorak karna kekejaman Dinata atas dirinya terbayar kala orang-orang yang disayanginya tak menemani dan mengantarkannya ke tempat peristrirahatan terakhir, Alicia malah sakit melihat itu.


"nona" gumam Alba menyadari kedatangan nona mudanya yang tak disangka itu


Alba segera beranjak dan mendekati putri dan menantu sang majikan


"mari nona" ucap Alba menyadarkan Alicia dari kekalutan pikirannya, di temani Daniel, kaki wanita muda yang tengahbhamil itu melangkah pelan untuk mendekat.


tak ada yang bereaksi apapun saat Alicia datang tapi setidaknya mereka tak lagi menatap sinis kehadirannya. Bahkan sang nenek memberinya tempat di samping kanan kepala sang jenazah


"bukalah, lihat ayahmu untuk yang terakhir kalinya"


suara lirih nan serak milik wanita rentah namun masih terlihat segar itu membuat Alicia yang sedari tadi diam tak bereaksi akhirnya menjulurkan tangannya ke depan


Belum sempat ia raih kain yang menutupi wajah tak bernyawa Dinata, air matanya sudah meluruh, ia segera berbalik dan memeluk tuan suaminya, mencari kekuatan


"dia jahat" lirih Alicia dalam tangisnya yang semua orang masih bisa mendengarnya


Bahkan bukan cuman Alicia, nenek, om-tante juga sepupu Alicia dari pihak Dinata kembali meneteskan air mata kala melihat Alicia yang enggan menyentuh jenazah Dinata


Sang nenek yang tak tahan lagi menyentak tubuh Alicia dari belakang hingga pelukan sepasang suami istri itu terlepas


Daniel yang baru saja akan marah bungkam kala nenek itu langsung memeluk istrinya


"maafkan nenek nak, maafkan nenek" ucap Farah pada cucunya yang tak pernah di liriknya itu


Alicia yang tadinya menangis kini terdiam, ia tentu kaget dengan perlakuan sang nenek untuk pertama kalinya. Ya, ini adalah pertama kalinya Farah memeluknya dan berucap lembut padanya.


Kemudian di ikuti adik-adik dari Dinata ikut memeluk keponakan yang selama ini di pandangnya sebelah mata


"maafkan kami nak, maafkan kami yang tutup mata selama ini" ujar sang om, bahkan mereka daratkan sebuah kecupan di kepala putri bungsu saudaranya itu.


"khem, jangan terlalu erat, kasihan bayinya" ucap Daniel mengintruksi kegiatan haru itu


Bersambunggg....


######


Kaget dong pas buka komen ehh kok tumben banyak yang komen...


Loh loh.. Kok pada koment tamat.. Apanya yang tamat sih.


Aku yang jarang sekali baca cerita setelah up terpaksa scrool... Eeehh beneran tamat!


jariku typo buk-ibuk pak-bapak


Maapin yehh,, efek banyak pikiran jadi yah typonya parah


Hari ini sebenarnya mau fokus kerja tugas dan belajar untuk mid tapi yahh karna kasihan sama kesalahpahaman kalian aku up deh.. Tapi yah gini apa adanya.


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu