
Daniel memasuki lobi perusahaan dengan langkah lebar penuh kekuasaan, senyuman samar tercetak dibibirnya, sadar akan pandangan heran para karyawan yang dilaluinya Daniel susah payah mengulum senyumnya, Daniel tak mau di anggap gila oleh karyawannya karna senyum senyum terus, tampaknya moodnya lagi baik, terlihat raut wajahnya yang berseri seri, dengan sesekali matanya melirik gadis cantik di belakangnya yang sedang mengikuti langkahnya dengan susah payah, di tangan gadis itu membawa sebuah dokumen
Brukk
tiba tiba Daniel berhenti dan berhasil membuat dahi Alicia membentur punggung kokohnya
"Ma.. maaf tuan" cicit Alicia menunduk takut karna menabrak tubuh jangkung milik Daniel, sebenarnya bukan salahnya namun apapun itu Alicia sadar selalu ia yang salah di mata tuan suami kejamnya ini
Daniel mendengus, kemudian melanjutkan langkahnya menuju lift khusus presdir, senyum senang kembali terbit dibibirnya
*ahh gadis kecil ini, kenapa aku suka kalau dia menyentuhku* batin Daniel
Daniel kembali mengingat kejadian beberapa menit yang lalu saat Daniel sedang meeting di restoran bintang 5 tadi
flashback on
Dengan tak sengaja kliennya menyenggol meja saat pelayan sedang menyajikan beberapa makan dan minuman mereka, karna tiba tiba dan tidak siap, pelayan itu tak bisa mengimbangi baki yang ada di tangganya yang berisi minuman dan alhasil membuat minuman itu tumpah dan sedikit,, sedikit mengenai pakaian Daniel
Raut muka Daniel seketika berubah seram, matanya melotot tajam dan wajahnya yang putih mulus tanpa noda maupun bulu, berubah merah
kliennya sudah gemetar takut karna tau akan sikap dan sifat Daniel yang tak bisa mentolerir sedikit saja kesalahan apalagi ini karna kecerobohannya, selain takut akan mendapat bogeman dan kehancuran keluarganya, perusahaannya pasti akan terancam gulung tikar detik ini juga
begitu juga dengan pelayan itu, keringat dingin bercucuran dari dahinya, hanya bisa menunduk dan berucap maaf beberapa kali dengan suara gemetarnya
Alicia yang melihat keduanya merasa kasihan, dan entah keberanian dari mana Alicia memberanikan diri memegang lengan kiri Daniel yang berada di sampingnya, entah apa yang dipikirkan Alicia, karna saat Daniel marahpun, Alicia juga tak tahu harus berbuat apa untuk menghindar, namun kali ini sedikit keberanian mencoba untuk mengendalikan, meski Alicia sendiri tak yakin atau bahkan Alicia juga akan berakhir mendapat hukuman namun Alicia mengesampingkan itu karna perasaan iba pada dua orang di depannya
"tuan,," lirih Alicia
Daniel menoleh dengan masih muka dan mata merahnya, Daniel menatap tajam Alicia
Alicia menelan ludah kasar, ah si4l maksud hati ingin menyelamatkan 2 orang ini namun aku ikut kena getahnya, pikir Alicia
"tuan,," kembali Alicia berucap pelan bahkan terdengar seperti bisikan, sebenarnya Alicia juga takut.
Daniel mengendikan dagunya seolah berkata, 'apa?' kemudian daniel mengangkat lengan kanannya di depan wajah Alicia, memperlihatkan lengan jasnya yang terkena sedikit cipratan jus, hanya sedikit.
"kotor" balas Daniel berbisik memberi tahu Alicia keadaan jasnya
Alicia spontan melepas lengan kiri Daniel dan meraih lengan kanan Daniel kemudian tangan satunya mengambil tisyu untuk mengelap sisa cipratan jus yang bahkan tak meresap di jas mahal Daniel,
jus itu bahkan tau diri bahwa jas Daniel bukanlah tempanya menyerap, maka dari itu cipratan jus itu hanya membentuk sebuah bulir bulir kecil
"sudah bersih tuan" ucap Alicia
Mata Daniel tak putus sedari tadi saat Alicia membersihkan lengan jasnya, sesuatu di dalam dadanya terasa ruam, namun ruam kali ini tidak seperti biasanya namun ruamnya lebih seperti berdenyut cepat namun Daniel menyukai situasi ini tidak ingin menghindar dari rasa denyutan itu
*ada apa denganku, kenapa seperti nyaman berada dalam situasi ini?* tanya Daniel dalam hati
dan begitulah yang terjadi hingga amarah Daniel reda dan melupakan kesalahan 2 orang tadi, bahkan Daniel tetap melanjutkan melakukan investasi pada perusahaan kliennya itu
sujud syukurlah klien Daniel atas putusan Daniel yang bagaikan rejeki nomplok itu. karna bagi klien itu, tuan Daniel tak menghancurkan keluarganya saja sudah sangat ia syukuri, meski ia harus mendapat pukulan dan perusahaannya bangkrut tapi diluar dugaan, tuan Daniel tak melakukan apa yang dikhawatirkannya
sungguh kejadian langkah yang pernah terjadi di hidup Daniel bisa luluh pada orang lain selain kedua orang tuanya, bahkan pada Maureen sekalipun Daniel tak pernah mengubah prinsip kejamnya itu, bahwa yang mengganggu dan mengusiknya barang sedikitpun tak akan lepas jika Daniel belum meluluhlantahkan sampai ke akar akarnya.
namun dengan Alicia, Daranya, istri pengantinya itu Daniel bisa memecahkan rekor hari ini.
Flashback of
"El!! " teriak Filda yang melihat Alicia berjalan cepat menuju lift namun Filda tak menyadari kehadiran Presdirnya, Daniel Prasetio
sontak Alicia menoleh langkahnya melambat
Alicia melambai lambaikan tangan dengan senyum merekah pada Filda setelah melihat bebarapa meter dari tempatnya berjalan ternyata sahabatnya lah yang memanggilnya
Alicia menatap rindu sahabatnya, kemudian mulut Alicia komat kamit dengan tetap melanjutkan langkahnya pelan
"nanti aku hubungi" isyarat dari komat kamit bibirnya
Filda menghela napas panjang dan hanya bisa mengangguk mengerti bahwa sahabatnya berada dalam kekangan presdir mereka
"pergilah, makan siang dengan mereka" ucap Daniel datar kemudian merebut dokumen di tangan Alicia saat Alicia hendak memasuki lift
Alicia hanya melongo menatap bingung pada Daniel
"bodoh. pergilah sebelum saya menarik kembali ucapan ku" ucap Daniel melihat Alicia yang tak beraksi apa apa
"terimakasih tuan!" ucap Alicia dengan semangat dengan berbinar bahagia kemudian menunduk hormat tak lama setelahnya pintu lift tertutup
Alicia segera berhambur ke arah Filda, melepas rindu dan mengajak Filda dan Darius makan siang bareng
\=\=\=\=\=\=
di ruangan presdir
"tuan, Nona Maureen meminta anda agar membalas pesannya" ucap Ali setelah selesai melaporkan dan menyerahkan beberapa dokumen yang baru saja ditanganinya
"oh" ucap Daniel tak semangat
"baru saja dia menelpon katanya beberapa panggilan dan pesannya tidak anda balas"
"saya sibuk" Daniel fokus pada berkas berkas di atas meja kerjanya yang tak pernah habis itu
"baik tuan saya akan memberitahu nona Maureen"
"hmm" jawab Daniel acuh
"oh ya, belikan saya kartu baru" seru Daniel saat Ali hendak keluar
"baik tuan" Ali kembali melanjutkan langkahnya
"oh tunggu, beli 2 kartu, kartu pasangan, juga beli ponsel baru seperti milikku"
"terimakasih tuan, tapi ponsel saya masih bagus"
mata Daniel mendelik beberapa kali mendengar sanggahan Ali
Daniel mendongak menatap Ali
"memang apa hubungannya dengan ponselmu yang masih bagus itu?" tanya Daniel menatap sekertris Ali bingung
"bukannya ponselnya untuk sa.."
"jangan besar kepala makanya" sentak Daniel
"itu untuk Daraku" ucap Daniel lirih, terlihat raut wajahnya merona malu menyebut nama Daraku
Ali mengerjab melihat tingkah tuannya yang malu malu itu, pemecahan rekor!!.. baru kali ini Ali melihat raut wajah Daniel yang seperti itu, bak anak abg yang baru saja jatuh cinta.. malu malu kucing.. ini yang pertama kali sejak belasan tahun Ali mengenal Daniel. bahkan saat bersama Maureen, Daniel biasa biasa saja. tak ada yang menggebu.
kemana tuan muda arogannya selama ini? tidak salah lagi!. tuan mudanya ini mulai merasakan cinta. dan tidak salah lagi jika wanita beruntung itu adalah istri penggantinya yang sepertinya akan menjadi istri seterusnya. Alicia Adara Dinat,, ehh Prasetio
"oh baik tuan" ucap Ali akhirnya merasa tak enak juga takjub, kemudian pamit keluar
bersambunggg...
#######
Mon maap telat up, full kuliah dari pagi hingga sore,, mana ada deadline tugass 😤
mon maap juga kalau gajee,,
mon maap juga banyak typo..
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia halu