
"tuan Daniel sudah tiba tuan" bisik asisten Dinata memberitahu
Dinata tersenyum girang mendapat kabar itu
Buru buru Dinata beranjak dari tempatnya menjamu tamu tamunya untuk menyambut sendiri secara pribadi Daniel, calon menantu ehh menatunya itu.
Dinata berada diatas awan sekarang, sebab Daniel pewaris tunggal Prasetio Corp yang kini jadi presdir perusahaan terbesar no 1 di Asia dan nomor 2 di Dunia yang disegani semua orang menghadiri undangannya
yah, karna selama Daniel menjadi tunangan Maureen dulu Daniel belum mendapatkan posisi presdir dan baru sekaranglah Daniel benar benar menjadi pria idaman sekaligus orang penting di dunia ekonomi mengantikan ayahnya, Prasetio
semua majalah bisnis maupun berita ekonomi selalu ada nama Daniel, nama Daniel selalu menjadi perbandingan dengan segala hal, bahkan bukan hanya kekayaan dan kekuasaan yang Daniel miliki tapi juga tubuh ideal dengan wajah yang tampan nan rupawan mengalahkan beberapa aktor aktor Asia meski Daniel tampak selalu dingin namun itu makin menambah karismanya sebagai pria idaman para wanita wanita
dengan wajah berbinar Dinata berjalan ke arah pintu utama dengan pongah, Maria yang melihat suaminya juga meninggalkan urusannya dan menyusul suaminya
"apa Daniel sudah tiba yah?" bisik Maria dan melingkarkan tangannya di lengan Dinata
"ya"
Dinata menghampiri Daniel yang baru saja keluar dari mobil yang dibukakan oleh Ali
"terimakasih sudah datang nak" ucap Dinata
"selamat datang di pesta sederhana ini nak Daniel" lanjut Dinata lembut dan rendah diri
"masuk nak" Maria mencoba meraih lengan Daniel. Maria sangat bahagia dengan kedatangan Daniel. Meski telat namun itu tak masalah karna orangnya lah yang penting. Asal tubuhnya datang sebab kehadiran pemilik Prasetio Corp dalam suatu pesta adalah suatu muka tersendiri bagi si empunya pesta
"Aduh nak, kamu makin gagah aja, Maureen pasti tambah cinta nih" goda Maria memegang lengan Daniel
Jangan tanyakan gimana reaksi Daniel, sebisa mungkin rasa jijik atas perlakuan kedua sepasang suami istri di depannya Daniel sembunyikkan di balik senyuman tipisnya
Daniel sangat membenci kedua orang paru baya di depannya ini, entah karena keduanya pandai menjilat atau karna cerita masalalu kelam tentang istri kecilnya akibat perbuatan kedua orang tua ini.
"ayok sayang" seru Daniel menekan kata sayang bahkan mengabaikan pujian pujian orangtua mantan tunangannya itu
Keduanya tampak syok mendengar ucapan Daniel
"Apa Maureen sudah di Indo? " tanya Maria tak tahu malu
Bagaimana tidak, ia menanyakan keberadaan putri sulungnya pada pria yang sudah beristri.
ya, hingga kini Maureen tak ada kabar, entah apa yang dilakukannya dan terjadi padanya. Dinata sendiripun membiarkan putri sulungnya itu, sebab Maureen sendirilah yang meminta agar liburannya tidak diganggu seberapa lama dia ingin liburan karna jika pulang Maureen siap akan membina rumah tangga bersama Daniel, makanya, Dinata maupun Maria membiarkan saja Maureen menikmati liburannya ini.
Maria kira Maureen sudah pulang dan akan memberi kejutan pada kedua orang tuanya makanya selama liburan Maureen tidak pernah mengabari mereka. Dan Maureen memilih muncul sekarang untuk memberi kejutan luar biasa di pesta ulang tahun perusahaan Dinata yang ke 20 tahun ini dengan membawa Daniel bersamanya dan tentunya akan mengumumkan secepatnya pernikahan mereka.
Seorang gadis muncul saat Ali membukakan pintu sukses membuat Dinata maupun Maria makin syok.
Maria maupun Dinata membulatkan mata sempurna tak percaya dengan apa yang matanya lihat
"apa kami tidak dipersilahkan masuk?" tanya Daniel meraih tangan Alicia lembut setelah melepas sedikit kasar tangan Maria dari lengannya
"oh, eh, si, silahkan n,, nak" ucap Dinata gagap
Daniel tersenyum miring melihat reaksi keduanya, begitu juga dengan Ali yang diam diam tersenyum senang melihat kedua si empunya pesta diam mematung tak percaya dengan apa yang dilihatnya, berbeda dengan Alicia yang masih menunduk takut bahkan tangannya dingin juga gemetaran.
"sepertinya ada yang nervous nih dipegang tangannya sama gue" bisik Daniel menggoda Alicia
Cup
"nikmati sandiwaranya dan jangan pernah menunduk, angkat kepalamu, kamu disini istriku, saya tidak bertanggung jawab jika kamu menabrak seseorang karna berjalan menunduk" bisik Daniel setelah mendaratkan kecupan pertamanya, tangannya makin erat menggenggam tangan Alicia namun tak sampai menyakiti
Bola mata alicia membola sempurna akibat kelakuan kekurangajaran Daniel, belum sempat Alicia melayangkan kembali protesnya, Daniel meraih tangan Alicia untuk dilingkarkannya di lengannya
"Ayo istriku" Daniel dan Alicia melangkah masuk meninggalkan tuan rumah yang masih berdiri syok dengan keadaan,
Ali melirik sekilas pada Dinata juga istrinya kemudian melangkah lebar menyusul tuan muda dan nyonya mudanya, tentunya dibibirnya tercetak senyuman puas
entah mengapa Ali juga tak menyukai kedua sepasang suami istri paru baya itu. alasannya sama dengan tuan mudanya tapi Alasan lain Ali juga adalah karna memang dari dulu Ali tak menyukai mereka yang memiliki tujuan lain dibalik pertunangan Daniel dan Maureen
Saat memasuki rumah semua orang memandang kearah pria tampan yang terkenal dengan kekayaan dan kekuasaan di bidang ekonomi dunia itu
mereka merasa beruntung bisa satu acara dengan Daniel Prasetio pengusaha muda dan sukses, meski perusahaannya hanya warisan papanya namun kerja keras Daniel belakangan ini mampu mendobrak lebih jauh kekuasan Prasetio Corp.
juga mata mereka tak lepas dari Alicia yang mengandeng tangan Daniel begitu mesra.
beberapa dari mereka senang karna bisa bertemu Daniel, juga ada yang kecewa karna tak punya lagi kesempatan menjodohkan putrinya dengan seorang pewaris tunggal Prasetio Corp karna sudah ada perempuan disisi Daniel, dan tentunya ada juga yang iri seperti gadis cantik dengan gaun mewah bak princess di atas tangga sana
Gadis itu mengepalkan erat tangannya, mukanya yang semula berbinar cantik kini berubah merah padam bak kebakaran jenggot, gadis itu adalah putri si empunya pesta, Maura Anice Dinata
Maura menatap Alicia seksama dengan raut wajah yang tak bisa dibaca, sedetik kemudian senyuman licik terpatri di wajah jahatnya
Maura tau apa yang akan mengembalikan moodnya.
Daniel disambut hangat oleh para tamu tamu undangan Dinata
saat Daniel sibuk dengan pembahasan bisnis dengan para pengusaha pengusaha itu, Daniel tak menyadari jika Alicia melepaskan gandengan tangannya dan beranjak mengambil minum
Daniel yang merasa lengannya ringan segera menyadari kepergian Alicia, Daniel mengedarkan pandangan dan melihat Alicia berjalan ke arah kursi dengan gelas ditangannya, Daniel menatap jengkel Alicia, Daniel tak suka dengan sikap Alicia yang seenaknya pergi tanpa pamit padanya. Alicia anggap apa dirinya? apalagi dalam keadaan dimana dia berada sekarang, kan bisa saja ada yang berbuat jahat padanya. pikir Daniel
namun Daniel sedikit bernapas lega saat melihat Ali menyusul Alicia dan itu di ambil kesempatan oleh Daniel memutus pandangannya dari Alicia untuk berpamitan pada pengusaha pengusaha di depannya agar Daniel bisa menyusul Alicia juga
"mohon maaf saya pam..."
Byurrr
"Aaauuu" pekik seseorang membuat ucapan Daniel terpotong karna Daniel segera menoleh
"DARA!" teriak Daniel berlari kearah Alicia
Sampai disini dulu yahh
#####
mon maap jika gaje maupun bangak typo yakk, maklumlah coretan coretan abal abal doang ini. hehehe
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia halu