TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 90


"widih.. Nyonya muda makin subur nih" goda Darius melihat Alicia yang berjalan menghampiri dirinya dan Filda yang sedang menunggu dosen pembimbingnya.


"paan sih, emang taneman subur" balas Alicia dengan raut muka dibuat cemberut


"eh jangan buat gue khilaf yah narik tuh bibir bebek" goda Filda


Alicia menedengus kemudian menghempaskan bokongnya di kursi yang sama dengan Filda dan Darius


Baru beberapa detik Alicia duduk, dosen sudah memanggil mereka masuk


"ini nih yang gue suka nunggu lo kalau mau konsul, nggak pake waktu lama" bisik Filda yang membuat Alicia geleng geleng kepala sambil tersenyum... Miris


Ya, sekarang entah bagaiamana segala urusannya di kampus bisa teratasi dengan cepat dan lancar, meski dosennya memiliki jadwal sibuk namun Alicia selalu menjadi prioritas para dosennya, semacam pelayanan VIP. Padahal dulu, Ia hanya dianggap sebelah mata oleh dosennya, apalagi Alicia hanya mahasiswa penerima beasiswa, beruntung Alicia memiliki semangat sukses hingga ia bisa menyelesaikan setiap semesternya tanpa nilai jelek


Apa ini ada hubungannya dengan tuan suaminya yang berkuasa itu? Sepertinya. Pikir Alicia


Beberapa menit setelah konsul ketiga insan bersahabat itu memilih cofee shop untuk melepas rindu mereka. Bercerita adalah yang sangat ingin mereka lakukan setelah seminggu tak bertemu.


Setelah memesan pesanan masing masing mereka memilih duduk di kursi pojok dekat jendela


"jadi rindu kerja" gumam Alicia memindai seisi cofee shop yang lumayan ramai pengunjung


"yeee.. enakan juga jadi nyonya rumah" celutuk Filda


"tekanan batin beb" balas Alicia malas


"tekanan batin tapi kok makin berisi gini, jadi gemesh" Darius menarik gemas pipi tembem Alicia


3 pasang mata yang melihat itu membulat sempurna. Mereka yang tak lain adalah para ajudan Alicia mengepalkan tangan melihat sentuhan kurang ajar Darius pada milik tuan mudanya, segala sesuatu pada diri Alicia adalah milik tuan mudanya, bahkan tai kuku Alicia pun milik Daniel. Huh lebay!


"hust, mau tau satu rahasia gue nggak?" Alicia mencondongkan kepala kedepan meja, telunjuknya di bibir mengisyaratkan bahwa ini suatu rahasia yang tidak boleh bocor, Filda dan Darius ikut mencondongkan kepalanya menanti ucapan Alicia


"gue sering maling makanan tengah malam di Mansion" bisik Alicia cekikikan


"Hah?!" kepala Darius dan Filda sontak menegak, menatap Alicia tak percaya


"emang lo nggak dikasih makan sama suami lo beb?" tanya Filda prihatin dengan rahasia Alicia itu


"dikasih" jawab Alicia cepat dengan raut wajah santai


"terus kenapa lo.. Eh tunggu lo nggak lagi ngidam kan?" Kali ini Darius bersuara


"hahahah pala lo ngidam" bukan suara Alicia melainkan Filda


Lucu aja mendengar Alicia ngidam, kenapa lucu? Lucunya karna Alicia seorang istri yang hanya seorang pengganti yang tak diharapkan. Pikir Filda


Alicia juga menggeleng gelengkan kepala dengan pemikiran Darius yang sangat jauh itu. Mana mungkin ia ngidam, meski hampir setiap malam tuan suaminya meminta jatah tapi Alicia selalu mengonsumsi pil, bahkan sudah seminggu tak melakukan hubungan badan lagi dengan Daniel tapi Daniel tak pernah absen menyuruhnya mengonsumsi obat itu 3 kali sehari, sebegitu tidak sudinya Daniel membiarkan benihnya tumbuh di rahimnya. Pikir Alicia


"tapi lo sama tuan Daniel sudah..?" tanya Filda sambil berbisik menatap penuh intimidasi


"enggak lah" balas Alicia cepat sambil menoyor kepala Filda sekaligus menghindari ekspresinya agar tak bisa dibaca oleh Filda


Filda dan Darius menghela napas lega, bukannya apa, hidup sahabatnya ini sangat menyedihkan, jangan sampai kehormatannya juga direnggut oleh suaminya yang kejam itu. Pikir mereka.


Ya, Alicia menyembunyikan fakta satu itu pada sahabatnya, selain malu Alicia juga tak mau sahabatnya memandangnya miris. Cukup Alicia sendiri yang menganggap dirinya menyedihkan dan kotor.


"silahkan" ucap pelayan sopan setelah menyajikan beberapa pesanan di meja Alicia dan sahabat. Membuat Alicia tersadar dari lamunannya


"selamat makan dan min.. Pfuurt" ucap Darius terpotong karna semburan air dari mulutnya sendiri


"pedesh!" secepat kilat meraih minuman Filda untuk di teguknya agar rasa pedis yang menyerang indra pengecapnya hilang


Sementara ketiga ajudan Alicia bertos ria melihat itu, huh rasain! Batin mereka melihat puas ke arah Darius


Sedikit hukuman untuk yang berani menyentuh nyonya mudanya.


"cobain aja"


Alicia memutar mata, dan tak sengaja melihat wanita wanita yang berhati sama dengan tuan suaminya, lebih tepatnya tak berhati


"udah udah, pesan lagi aja" ucap Alicia agar masalahnya cepat selesai.


*dasar wanita wanita jahat, apa salah Darius coba* batin Alicia kesal


\=\=\=\=\=\=


Seorang wanita cantik nan seksi memasuki mansion Prasetio dengan kepala terangkat, senyuman terus menghiasi bibirnya, tubuhnya yang seminggu ini serasa lumpuh kini sudah kembali segar.


Saatnya ia menjemput tahtanya


Maureen sangat senang sebab dirinya bebas keluar masuk Mansion atas izin Maya, restunya sudah ia dapat, dan Daniel kini selangkah lagi akan ia miliki, mengingat itu hati Maureen makin bersorak.


Kaki jenjangnya memasuki rumah utama, tak ada yang menyambutnya, bahkan ia sendiri yang membuka pintu rumah karna tak seorangpun yang membukakannya, beruntung pintu utama tak pernah terkunci sebab mereka percaya dengan puluhan pengawal yang mereka sewa untuk menjaga keamanan Mansion


Sunyi, keadaan itu yang menyambutnya saat melangkahkan kakinya ke dalam rumah, kemana para maid atau pak Wis yang selalu stay di rumah utama? Tanya batin Maureen heran


Memilih abai akan hal itu, tak masalah hari ini ia tidak disambut, tapi Maureen pastikan lain kali semua harus tunduk padanya, karna ia akan menjadi pemilik mansion ini segera.


Maureen melangkahkan kakinya menuju kamarnya yang menjadi saksi atas percintaan panas antara dirinya dan sang kekasih hati


Matanya mengerjab berkali kali saat tak menemukan kamar mewah yang seminggu lalu ditempatinya, dulu dinding yang menjadi sekat kamar dengan ruang keluarga kini jadi rata, ruangan keluarga jadi makin luas.


Apa maksud semua ini? Apa Daniel mengubah semua ini agar bisa melupakan kejadian malam panas itu? Maureen segera menggelengkan kepalanya menjauhkan pikiran buruknya


Daniel mengubahnya karna kamar Maureen tidak lagi di situ, melainkan di kamar yang sama dengan Daniel, kamar utama. Pikir Maureen percaya diri


Ya pasti itu, setelah mereka menikah kamar ini tak lagi ada artinya karna Daniel dan Maureen akan menghabiskan waktu di kamar utama. Maureen tersenyum lebar memikirkan itu.


Menatap jam, waktu sudah beranjak sore, Maureen akan menunggu Daniel pulang, menyambutnya bak istri sayang suami


Menelisik pakaiannya, Maureen yakin Daniel pasti menyukainya. Tak sia sia ia menghabiskan waktu hampir seharian berbelanja dan mempercantik dirinya di salon terkenal setelah seminggu tubuhnya tak tersentuh benda benda parawatan kulit itu.


Menyalakan tv sambil tiduran, Maureen bak wanita kurang kerjaan, juga... Tak tahu malu melakukan hal demikian di rumah orang.


Sejam kemudian, para maid sudah muncul begitu juga pak Wis, mereka tergopoh gopoh menuju pintu utama, Maureen yang melihatnya beranjak, ia tahu bahwa Daniel sudah pulang


"selamat datang tuan muda!" sapa mereka serempak dengan menundukan kepala


"selamat datang sayang" Maureen muncul dengan menampilkan senyuman bahagianya


Daniel tidak terkejut, menatap datar wanita seksi di depannya, bahkan ia ingin mencekik leher jenjang itu agar segera musnah


*selamat datang di nerakamu* Batin Daniel mengulum serigainya


Ya, Daniel tahu jika Maureen sedang berada di mansion, berkat laporan penjaga, namun Daniel membiarkan karna dirinya masih belum puas memberi pelajaran pada wanita mun4fik itu.


Tapi ada wanita lain yang akan mendengus tak suka dengan keberadaan dua insan mantan tunangan itu di satu atap yang sama


Bersambunggg...


#######


Hanya bisa berucap makasih sebanyak banyaknya yang masih setia sama tulisan abal abal dari ku ini 💖


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu