
Sang fajar kembali hadir menyapa bumi, menandakan hari baru telah tiba dan akan menemani manusia manusia untuk beraktifitas mencari sesuap nasi atau sekedar menambah pundi pundi rupiah, ada juga yang memperluas kekayaan agar kelak keturunannya tidak akan merasakan yang namanya kekurangan materi.
Pagi ini, di kamar utama mansion Prasetio sepasang suami istri yang memiliki usia cukup terpaut jauh, yakni lelaki arogan yang tampan yang berusia 28 tahun sedang menikmati perannya sebagai suami yang dilayani sedemikian rupa oleh istrinya, dari membangunkan tidur, menyiapkan air mandi, menyiapkan pakaian kantor, memakaikan dasi, memasangkan jas dan memakaikan kaus kaki serta sepatu pantofel mahalnya, sedang gadis polos berusia 20 tahun itu mengerjakan semuanya bukan karna ingin namun gadis itu tak memiliki pilihan selain melakukannya, karna dorongan keterpakasaan atas buku tebal berwarna hitam itu.
"selesai!"ucap gadis itu yang baru saja memasangkan sepatu pada kaki suaminya yang terduduk anteng di sofa, keadaan gadis itu masih acakan, rambut panjangnya yang digulung asal juga baju yang kusut akibat dipakai tidur semalaman, namun gadis itu yang tak lain adalah Alicia tetap terlihat cantik nan menggemaskan di mata suaminya, Daniel
"mandi sana" usir Daniel salah tingkah, sebenarnya matanya masih ingin berlama lama menikmati pemandangan alami itu, tapi Alicia cukup tanggap dan cepat mengurusnya hingga rapi. Mungkin karna Alicia sudah terbiasa akan tugasnya itu yang telah dilakukannya lima bulan belakangan ini
Alicia bangkit dari duduknya, menunduk hormat, kemudian beranjak mengambil serangam hitam putihnya ke kamar mandi untuk dipakainya hari ini
Daniel meraih ponselnya dan menelpon seseorang "bawa masuk" titahnya singkat pada seseorang diseberang telpon
5 menit kemudian, Alicia telah keluar dari kamar mandi dan sudah rapi dengan seragamnya.
5 menit? Yah. Bahkan Daniel mandi saja butuh waktu 30 menitan, namun tidak dengan Alicia karna Alicia tak ingin membuat tuan suaminya menunggu lama dan juga ia menghindari dari amukan si tuan suami apabila Alicia berlama lama dikamar mandi dan membuat Daniel membuang buag waktunya hanya untuk menunggunya turun ke bawah bersama.
Daniel memindai penampilan Alicia, sederhana!
Celana bahan hitam berpadu dengan kameja putih longgar dimasukan ujungnya sehingga menampilkan kesan rapi dengan wajah yang tanpa riasan apa apa. Beruntung wajah putih mulus yang menambah kesan imut pada Alicia tetap membuat wajahnya cantik dipandang meski tanpa riasan apa apa. juga rambut yang di ikat simple di belakang
"huh, kau tak keramas lagi?" tanya Daniel melihat rambut Alicia tak basah
Alicia yang akan memakai sepatunya itu menoleh pada Daniel
"tidak tuan" meski bingung dengan pertanyaan tiba tiba Daniel itu, tapi Alicia tetap menjawabnya
*tumbenan amat nanya aku keramas apa kagak* batin Alicia
"huh jorok" dengus Daniel
"saya kemarin sore keramas Tuan" bela Alicia
"kemarin yah kemarin" sela Daniel
*ada apa dengannya sih, perasaan rambutku masih wangi, baru kemarin sore belum ada sehari kan. aku pernah gak keramas selama tiga hari aja dia gak tegur tuh* batin Alicia
"ya!" teriak Daniel melihat Alicia berdiri mematung sedang melamun
Alicia terlonjak kaget
"diajak ngomong malah mgelamun" kesal Daniel
"ma.. Maaf tuan" ucap Alicia terbata dan melangkah meraih tas kerja Daniel untuk dibawahnya turun kebawa
"mau kemana kamu" tanya Daniel
Alicia menaikan alisnya bingung, mau kemana lagi kalau tidak turun sarapan, terus berangkat kerja. Pikir Alicia
"ini sudah hampir jam 7 tuan, kita akan terlambat ke kantor kalau tidak segera beranjak" jawab Alicia pelan melihat jam dinding yang sudah menunjukan jam 6,40 pagi
"yah, dan ini semua gara gara kamu" ucap Daniel sarkas melirik jam dinding di kamarnya
Alicia makin bingung dibuatnya
*kenapa lagi aku? Perasaan aku melakukan semuanya sesuai jadwal seharusnya kan?* tanya Alicia dalam hati
"maaf tuan" hanya kata itu yang akhirnya bisa terucap dari bibir Alicia
"yah sudah, buruan sana ganti baju" perintah Daniel
"gan.. Ganti baju?"
"nih" tunjuk Daniel dengan dagunya kearah puluhan paper bag yang ada di depannya
Alicia dengan bingung mendekat dan meraih salah satu paper bag itu kemudian mengeluarkan isinya
sepasang pakaian formal wanita, jas berwarna armi dan rok bahan di bawah lutut berwarna
jangan tanyakan merek dan harganya, seorang Daniel tidak mengenal pakaian yang bukan dari desainer ternama Dunia.
Alicia menatap Daniel karna kebingungan
"ganti pakaian mu, mataku sakit melihat bajumu yang setiap hari seperti *** cicak itu" ucap Daniel
"tapi hitam putih memang wajib untuk peserta mag.."
"saya presdirnya kalau kamu lupa" ucap Daniel telak kepada Alicia
" 40 detik dari sekarang" putus Daniel
"baiklah" Alicia segera memasuki walk in closet untuk mengganti pakainnya secepat kilat
Alicia keluar dengan seragam barunya yang tampak pas ditubuh mungilnya menambah kesan dewasa dan elegan pada dirinya
Daniel meliriknya dan tersenyum samar.
mereka akhirnya turun, di bawah sana sekertaris Ali sudah menunggu
"apa jadwalku?" tanya Daniel saat melangkah keluar setelah menyelesaikan ritual sarapan bersama istrinya.
disamping kiri Daniel ada Ali dan disamping kanan Ada Alicia berajalan bersisian mengikuti langkah Daniel
"ada pertemuan dengan para petinggi negara pada jam 7.20 di gedung MP|<, dan meninjau proyek baru di Makassar" jelas Ali
"hah..luar kota" desah Daniel
"apa kamu tidak bisa pergi mewakili saya atau Tasya?" tanya Daniel, bukannya Daniel malas keluar kota, ia sangat senang malah, apalagi jika menyangkut pembukaan cabang baru Daniel selalu bersemangat, itu adalah misi hidupnya untuk memperluas seluas-luasnya cabang Prasetio namun kali ini entah mengapa hatinya ragu untuk pergi
"sekeratris Tasya menghendel 5 meeting hari ini dengan beberapa klien tuan" jelas Ali
tidak ada lagi alasan untuk Daniel tidak pergi, sebab Ali juga tidak bisa hadir karna siang ini Ali akan melakukan penerbangan ke luar negeri memenuhi undangan dari pihak perusahan yang telah puluhan tahun menjalin kerja sama dengan Prasetio Corp.
ya, sesibuk itu mereka. hanya Alicia disini yang salah masuk kandang
"baiklah, siapkan penerbangannya" putus Daniel
"apa anda akan mengajak nyonya muda? " tanya Ali
"ya! asisten Alicia" sela Alicia sedikit berbisik namun masih sangat jelas didengar oleh telinga kedua lelaki dewasa itu
"ini masih mansion, bukan kantor kalau nyonya muda lupa" balas Ali datar namun dalam hatinya ia merasa menang melihat pelototan mata bulat milik Alicia
sememtara Daniel hanya tersenyum, menyetujui perkataan Ali
"tidak, nyonya mudamu ini kampungan saya tidak mau dia merepotkanku di kota orang" ucap Daniel tanpa menoleh
Alicia kesal dengan ucapan menohok Daniel, meski memang Alicia akui dirinya kampungan dan tak terlalu banyak membantu jika ia ikut namun tidak perlu Daniel perjelas juga kan, Alicia tau diri kok. namun Alicia hanya mengangguk angguk menyetujui, biarlah ia dikatakan kampungan, yang penting ia bisa bebas sebentar dari Daniel
*aku tidak mau dia kecapean, biarlah aku sendiri yang melakukannya sebab jika aku pulang dan melihatnya rasa lelahku akan hilang* batin Daniel sedikit melirik Alicia yang tampak malas
bersambungggg....
#######
hay hayy ketemu lagi
mon maap banyak typo..
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia halu