TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 92


Daniel menuruni tangga yang di susul oleh Alicia, langkahnya terhenti di anak tangga terakhir hingga membuat Alicia yang berjalan menunduk di belakangnya juga terhenti, perlahan kepala Alicia terangkat melihat tuan suaminya yang tiba tiba berhenti, kepala Alicia menoleh mengikuti arah pandang Daniel


Bola matanya membola melihat Maureen tengah terlelap di sofa ruang keluarga dengan posisi duduk, sungguh pemandangan menakjubkan bagi Alicia, apa kabar punggung Maureen setelah sadar nanti? Apa yang sudah dilakukannya sehingga membuatnya begitu lelap tertidur dengan posisi duduk begitu juga pakaiannya yang sedikit.. Kucel.


"ck" berdecak kesal Daniel melanjutkan langkahnya, suasana hatinya menjadi buruk melihat Maureen


"ganti sofanya!" titahnya saat pak Wis menarikan kursi meja makan untuknya


"baik tuan muda"


"silahkan nyonya muda" pak Wis juga menarikan kursi untuk Alicia


Alicia melirik kursi yang ditarikan untuknya, dulu tugas menarikan kursi untuk Daniel adalah tugasnya tapi kini , entah sejak kapan bermula Alicia bahkan tak perlu repot repot menarik kursi untuknya sendiri, jika di pikir-pikir, ia seperti nyonya muda terhormat di mansion ini, tapiii.. Alicia segera menggeleng mengenyahkan pemikirannya,, sekarang ia hanya akan menikmati segala sesuatu yang disediakan dan disiapkan untuknya, memanfaatkan waktu sebaik mungkin sebelum dirinya pergi jauh dari kehidupan tuan suaminya.


"khem" dehemen Daniel membuyarkan lamunan Alicia dan segera mengalihkan lirikannya dari kursi, kemudian duduk dan mengisikan nasi serta lauk di piring untuk suaminya


Untuk tugas yang satu itu tak pernah berubah dari sejak ia menyandang status seorang istri tuan Daniel.


"tuan sofanya baru ganti minggu lalu, kenapa harus ganti?" tanya Alicia mengingat titah Daniel tadi


"sudah tidak layak pakai" jawab Daniel enteng sambil menunggu Alicia selesai mengaturkan makanan di piringnya


Alicia menelan ludah, *orang kaya yang berlebihan* batin Alicia


"emm..tuan?" panggil Alicia setelah meletakan piring di depan Daniel


"apa?" Daniel hendak menyuap makanannya


"kak Maureen"


"kau mau makan malam sama dia?" Daniel kembali menyimpan sendok yang berisikan nasi yang hampir disuapnya tadi, netranya kini menetap datar Alicia


"emm.." Alicia tampak berpikir kemudian menggeleng


"makanlah, jangan buat selera makanku jelek" final Daniel dan melanjutkan memakan makan malamnya bersama Alicia


Jawaban Daniel membuat Alicia mengulum senyumnya, ia senang Daniel tak membiarkan Maureen makan malam bareng mereka


*tidur yang nyenyak kak* batin Alicia mengingat Maureen tertidur pulas di sofa.


"naiklah dulu, aku akan mengambil beberapa berkas di ruang kerja" ucap Daniel setelah mereka menyelesaikan makan malam


Alicia hanya mengangguk mengiyakan


Namun saat Alicia menginjakan kakinya di anak tangga, ia berhenti karna mendengar pekikan Maureen


"Sayang!" Maureen yang masih berantakan habis bangun tidur menghampiri Daniel, entah sejak kapan ia terbangun


"pulang lah, saya sibuk" ucap Daniel datar


Sedang Maureen yang hendak meraih lengan Daniel seketika berhenti, kaget dengan perubahan tiba-tiba Daniel yang kembali menggunakan bahasa formal padahal tadi sore saat menyuruhnya membersihkan kolam Daniel bahkan terdengar manja meminta tolong padanya.


"sayang, aku lapar" Maureen yang memang tak peduli rasa malu mengabaikan sikap dingin Daniel itu, urat malunya kalah dengan ambisinya


Maureen harus jadi istri satu satunya Daniel.


"ini bukan restoran" ucap Daniel santai dan kembali melanjutkan langkahnya


Alicia yang diam diam menyaksikan percakapan keduanya melongo tak percaya dengan sikap dingin Daniel yang terang terangan pada Maureen


*ternyata sifat arogannya tak mengenal siapa* Alicia menggeleng geleng dengan kenyataan itu, karna yang Alicia pikir Daniel akan memperlakukan Maureen dengan lembut dan penuh perhatian, nyatanya tuan suaminya memang terlahir jadi pria dingin tak berperasaan.


Memilih abai akan perdebatan sepasang mantan tunangan itu, Alicia memilih melanjutkan langkahnya namun lagi lagi harus terhenti saat mendengar kalimat yang membuatnya membatu


Begitu juga dengan Daniel yang hampir meraih pintu ruang kerjanya


Daniel membalikan tubuhnya dengan menaikan sebelah Alisnya, menatap Maureen masih dengan tatapan datar


"anak kamu Niel" ucap Maureen mengelus perut ratanya dengan raut wajah dibuat sedih


Daniel masih tak bereaksi apa apa, masih dengan tatapan datarnya tapi di balik itu ada aura hitam yang sedang ia sembunyikan


Sedang Alicia menganga lebar mendengar pengakuan Maureen.


*hamil? Berarti mereka melakukan hubungan itu bukan yang pertama kali di mansion ini seminggu lalu* batin Alicia bertanya, perasaannya campur aduk. tapi perasaan masa bodohnya lebih mendominasi, toh Maureen dan Daniel akan menikah juga kelak, tapi yang membuatnya sedikit terusik, kenyataan bahwa jika Maureen hamil Daniel akan segera menikahinya dan melempar Alicia keluar.


"kamu ingatkan seminggu yang lalu kita melakukan itu?" Maureen berjalan mendekat ke arah Daniel


"itu yang pertama kali buatku Niel, anak ini anak kamu" Maureen menjelaskan dengan raut wajah berubah bahagia


*pertama kali? Baru seminggu? Hamil? Cepat amat prosesnya* tanya Alicia sedikit tak masuk akal dengan ucapan Maureen


*wanita jahat yang tak berotak* olok batin Daniel, kemudian netranya melirik istrinya yang masih berada di tengah-tengah tangga


Daniel tahu betul bagaimana proses pembuahan, memangnya Alicia, wanita polos yang sangat Daniel cintai itu tak peka pada perubahan tubuhnya sendiri. Daniel tahu bagaimana proses siklus pertumbuhan janin sejak ia menjadi ayah rahasia dari janin yang ada di perut Alicia. sebab ia sudah konsultasi langsung dan mendapat pengetahuan secara mendetail, mulai dari pembuahan sampai bayi siap lahir dari dokter kandungan, Daniel bahkan membeli buku seputaran kehamilan demi menjadi suami dan ayah yang baik buat istri dan calon anaknya


"kamu akan jadi papa sayang" ucap Maureen dengan binar bahagia


*ada apa dengan raut wajahnya itu, datar amat, nggak ada tanda tanda sedihnya apalagi cemburu* batin Daniel kesal melihat reaksi perempuan kesayangannya malah menampilkan raut wajah sedang berfikir keras di tangga


"aku bahagia dia hadir disini" Maureen tak henti hentinya berceloteh mengutarakan rasa bahagianya


*jangan berdiri bingung di situ sayang, bahaya* batin Daniel


"kamu senang kan sayang?" Maureen meraih tangan Daniel yang membuat Daniel terkejut sampai menghentak kasar tangan Maureen hingga terlepas, bagaimana tidak terkejut, orang fokusnya hanya pada istrinya tiba tiba ada sentuhan makhluk tak kasat mata yang mengganggunya


"AWW!" pekik Maureen


Alicia yang sedang berusaha berpikir rasional akan pengakuan Maureen ikut tersentak dari lamunan saat mendengar pekikan, ia menoleh ke arah bawah dimana tuan suami dan kakaknya berada


"aku bahagia.." ucapan Daniel menggantung, membuat Maureen berbinar bahagia dan membuat Alicia mendengus malas, memang seharusnya demikian kan, Daniel pasti bahagia akan memiliki anak dari wanita yang dicintainya, Maureen. pikir Alicia


"...jika kamu pulang sekarang, AKU SIBUK" ucap Daniel menekan kata terakhirnya dan membalikan tubuhnya memasuki ruang kerjanya, meninggalkan Maureen yang menganga tak percaya dengan pengusiran terang terang Daniel tanpa peduli dengan Maureen yang mengaku hamil anaknya


Sedang Alicia mengerjab berulang kali, wah luar biasa tuan suaminya ini. Andaikan ada penghargaan untuk lelaki tak berperasaan, tolong berikan satu pada Daniel.


Maureen hamil anaknya malah disuruh pulang seorang diri dan tak menyambut baik kabar bahagia itu, malah memilih kerjaannya yang tak ada habisnya itu. Apa Daniel tak kasihan dengan Maureen juga dengan calon darah dagingnya? Apa Daniel tak sayang pada anaknya? tapiii apa benar itu anak Daniel? Alicia menggelengkan kepalanya menjauhkan pemikirannya, masa bodoh dengan hubungan Daniel dan Maureen.


Memilih tak peduli, Alicia yang memang sudah tak memiliki respek pada keluarga yang tak pernah menganggapnya ada bahkan selalu menorehkan luka batin maupun fisik memilih mengabaikan keberadaan Maureen, ia melanjutkan langkahnya menaiki tangga dan memasuki kamarnya, memilih berkutat dengan tugas akhirnya, skripsi.


Kembali ke lantai bawah,


Maureen menatap nyalang pintu ruang kerja Daniel, apa maksud Daniel dengan semua ini? Apa Daniel menolak dirinya dan menolak anaknya? Ehh maksudnya menolak anak halu-nya


Ya, soal kehamilan Maureen hanya bohong belaka, ia belum tahu hasilnya bagiamana, apakah benih yang di tanam Daniel yang begitu banyak seminggu lalu akan tumbuh atau tidak, tapi Maureen dengan kepercayaan dirinya yang tinggi yakin jika benih itu akan tumbuh di perutnya sebentar lagi.


Makanya saat tadi dirinya merasa di abaikan oleh Daniel, ia memilih berbohong dengan kehamilannya agar Daniel respek padanya, namun hanya pengusiran lah yang lagi-lagi Maureen terima.


Tidak, ia tidak akan berhenti, besok ia akan balik lagi, sampai Daniel bisa di raihnya kembali dan menjadi nyonya muda di Mansion ini


Untuk saat ini Maureen memilih pulang, karna ia tahu jika Daniel sudah berkata demikian, itu harus terlaksana, sebab jika tidak hanya kemarahan lah yang akan diperolehnya.


Bersambungggg...


######


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu