TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK S2 48


Daniel menatap datar kedua wanita yang tengah asik bermain dengan putra kesayangannya itu. Bedecak malas ketika kehadirannya terabaikan oleh istri tercinta sebab Alicia lebih banyak menghabiskan waktu bareng Maura dan baby Gael


Sejak kejadian di taman 4 hari yang lalu, Maura setiap hari mengunjungi mansion Daniel, sebenarnya Alicia meminta Maura untuk tinggal bersamanya tapi Maura menolak, selain tak mau merepotkan, Maura juga tak enak dengan oma sang keponakan alias nyonya besar Prasetio yang memang sejak kelahiran baby Gael, Maya tak pernah lagi keluar negeri demi menemani Alicia menjaga baby El. Walau wanita paru baya itu terlihat biasa aja dengan kehadirannya tapi Maura bisa menangkap sikap Maya yang kadang sinis. Maya masih menaruh benci pada orang-orang yang pernah membuat Alicia kesulitan di masalalu dan orang-orang itu termasuk dirinya.


"eh, sudah pulang kamu, Niel" sahut Maya dari arah tangga. Wanita itu menuruni tangga dengan beberapa mainan di tangannya


Suara Maya membuat Alicia dan Maura menoleh dan mendapati si tuan muda yang tengah berdiri di ambang pembatas ruang tamu dan ruang keluarga dimana Alicia dan Maura tengah asik menemani baby Gael


"Mas?" panggil Alicia, kepalanya ia tolehkan ke arah jam berdiri di sudut ruangan


"astaga udah jam 4 aja, nggak kerasa loh" pekik tertahan Alicia sebab kasihan jika baby El ketakutan mendengar suara cemprengnya


Kemudian mama muda itu meraih baby El ke dalam gendongannya dan menghampiri suaminya yang tampak berwajah jengkel


"maaf, kami keasikan bermain sampai tidak menyadari kehadiranmu" tutur Alicia setelah berada di dekat Daniel. Mommy El itu menampilakan raut bersalahnya sebab lagi-lagi ia tak bisa menyambut kedatangan suaminya yang sejak kelahiran baby El selalu pulang lebih awal dari jam kerja biasanya


Daniel memang kini mengatur jam kerjanya, jika dulunya ia kerja diperusahaan selama 10 jam kini waktunya di kantor hanya 7 jam, dari jam 9 hingga jam 4 sore. Katanya sih agar memiliki banyak waktu bareng istri dan anaknya, bahkan pria yang berusia 29 tahun itu kadang tidak masuk kantor dan hanya bekerja di rumah jika pekerjaannya bisa diwakilkan oleh sekeratris Ali


"mas cuci tangan dulu ih" Alicia menepis tangan Daniel saat lelaki itu hendak meraih baby El


"udah sayang udah. Tangan aku udah disemprot hand sanitizer sama maid, sedari tadi" tekan Daniel menunjuk maid dengan dagunya yang berdiri tak jauh darinya


"oh, hehehe maaf. Nih" dengan senyuman bersalahnya Alicia menyerahkan pelan baby El pada Daniel


Daniel menyambut penuh cinta sang jagoan kecil.


"selamat sore jagoannya daddy" sapa Daniel yang di tanggapi kerjapan mata oleh bayi 2 bulan itu dengan tangan asik bergerak kesana kemari.


"soye daddy, El meyindukan daddy" balas Alicia dengan menirukan suara anak kecil


"El doang, mommy-nya tidak nih?" tanya Daniel menggoda


"dih, apaansih" sahut Alicia merona yang di tanggapi Daniel dengan sebuah kecupan di pipi merah Alicia


"gemes banget deh sama kalian berdua" ujar Daniel kemudian berganti mencium pipi gembul baby El


"Ehm" deheman Maura mengalihkan atensi Daniel dan Alicia. bener-bener pasangan itu, Maura yang sudah berada dekat tak dihiraukan seandainya ia tak mengeluarkan suara


"udah sore, aku balik dulu" ujar Maura berpamitan


"bentar aja pulangnya, tinggal makan malam, yah?" tawar Alicia sambil memagang tangan Maura, ia sangat berharap Maura menerima ajakannya. sedang Daniel berjalan ke arah sofa dan mendudukan dirinya disana


"maaf Al, lain kali aja, kakak ada urusan diluar" tolak Maura dengan alasan yang sama seperti kemarin-kemarin.


Bukannya tak mau, Maura tau diri jika nyonya besar akan tak berselera makan jika Maura ikut nimbrung di meja makan mereka. saat makan siang aja, saat Alicia mengajaknya makan, Maya tidak pernah sudi bergabung bersama dengan alasan ingin menemani baby El selagi Alicia makan siang, dan Maura menangkap itu adalah sebuah ketidak-sudian Maya berada disatu meja makan dengannya


"lain kali deh, kakak janji" janji Maura karna tak tega melihat wajah kecewa Alicia


"kakak pulang dulu yah" pamit Maura memeluk adiknya. kakak Alicia itu tersenyum haru melihat Daniel dan Maya tengah asik mengajak baby El bicara walau balita 2 bulan itu tak paham akan gurauan sang ayah dan neneknya


"hati-hati, besok kesini lagi kan?" balas Alicia dengan bertanya setelah mengurai pelukan


"iya" Maura mengangguk dengan senyuman, tapi terlihat jika senyumannya di paksa. Maura sedikit menggelengkan kepala seperti orang linglung


"kamu kenapa? Pucat gitu" tanya Alicia panik dan sepersekian detik selanjutnya tubuh Maura meluruh, beruntung Alicia sigap menahan tubuhnya hingga tubuh Maura tak harus berbenturan dengan lantai marmer


"kak Maura!" pekik Alicia membuat atensi Daniel dan Maya teralihkan dari kegemasan baby El


\=\=\=\=\=\=


"pak Alex?"


"bapak baik-baik saja?"


*Maura* batin Alex teringat Maura, entah kenapa perasaanya tak enak dan ia langsung teringat wanita yang sudah 5 hari tidak di temuinya itu


"maaf, rapat saya tinggal. Wahyu tolong handel" ujar Alex kemudian melangkah pergi dari ruangan


"Maura apa kamu baik-baik saja?" tanya Alex pada angin, sungguh 5 hari ini ia lewati dengan rindu menggunung pada wanita muda itu. ia tersiksa dengan sebuah rasa yang ditutupi gengsi


"ada apa denganmu sayang? Kenapa perasaan ini menyiksa, aku merindukanmu, Maura" lirih Alex dengan langkah gontainya


Tlink


Alex meraih ponselnya kala sebuah suara notifikasi masuk


'nyonya Elana berteriak histeris tuan, sepertinya seisi kamar utama telah dihancurkannya' bunyi pesan dari Mang Asep membuat Alex menghela napas


'biarkan saja, pastikan saja ia tidak menghancurkan ruangan lainnya' ketik Alex membalas pesan dari penjaga rumahnya sekaligus mata-matanya untuk mendapat laporan terbaru mengenai kejiwaan Elana yang mulai tergoncang 5 hari belakangan ini


Ya, wanita lumpuh itu tengah mengalami goncangan jiwa. Miris. Setiap hari selalu mendapat teror mengenai perselingkuhannya dengan Roni. Sedang Roni, lelaki hidung belang itu terbilang 2 minggu lalu, lebih tepatnya saat pulang ke Sultra setelah menemani Elana hampir 1 bulan di semarang, ia mengalami kecelakaan, dan saat ini tengah terbaring koma di rumah sakit. Ibu Elana sendiri, Rini 3 hari lalu mendatangi Elana. Bukan untuk menjenguk melainkan mengharamkan Elana sebagai putri kandungnya.


Entah bagaimana dan siapa yang memberitahukan akan fakta menyakitkan itu pada Rini, Alex tak tahu. Sebab walau ia sangat membenci perbuatan Elana dan Roni tapi Alex menghargai perasaan Rini, membuat Alex tak bisa memberitahukan mertuanya itu akan kelakuan biadab Elana dan Roni dibelakang mereka.


Alasan lainnya kenapa Alex belum menceraikan Elana meski ia jijik akan keberadaan wanita itu adalah Alex terlalu malu akan keluarga besarnya jika ia melepas Elana dengan fakta perselingkuhan wanita itu. Ia tak mau dikasihani oleh keluarga yang telah ia tinggalkan demi seorang ****** seperti Elana.


Ya, Alex menyesal dan ia menanggung malu karna dulu mati-matian memperjuangkan Elana yang ternyata sedari awal telah menghianatinya.


Alex akui bahwa ia telah salah jalan karna tak mengindahkan ucapan keluarga besarnya akan jalan hidupnya 12 tahun lalu, tapi sekarang semua percuma, toh nyatanya ia telah mendapat karma atas semua sikap pembangkangnya dulu


Beralih dari penyesalan Alex, dikamar utama terlihat wanita yang tengah mengunyah kuku jari-jarinya dengan linangan air mata, rambut wanita itu acak-acakan, banyak luka cakaran yang ia buat sendiri pada tubuh putih mulusnya itu


"ma, maafin Elana ma"


"mas, maafin aku mas" racaunya dengan pandangan kosong


Hancur! Jiwa Elana telah hancur sepenuhnya. Perbuatannya selama 12 tahun terbayar sudah. Di buang oleh wanita yang telah melahirkannya, sedang suaminya sudah tak peduli lagi padanya, bahkan Alex dengan kejam pernah mengatainya ****** murahan beberapa hari lalu saat ia menawarkan hak Alex pada tubuhnya. Ia telah diharamkan oleh 2 orang yang begitu penting dalam hidupnya namun dengan tega ia khianati tanpa menyisahkan rasa malu


Elana menyesali perbuatannya, tapi semua sudah terlambat. Apalagi saat ini ia tengah mengandung hasil kebejatannya dengan ayah tirinya.


Bersambunggg...


#####


yang minta doble up, sebenarnya aku udah doubel up, cuman terbagi. 1 chap untuk TSYK, 1 chap untuk Buah Hatiku


yuk mampir di cerita autor Buah Hatiku (Zafier dan Zaafira).


habis ini yuk cek cerita autor yang sebelah, JANGAN KEMANA MANA DULU, CEK PROFIL AUTOR, FOLLOW TERUS BUKA CERITA BUAH HATIKU, OKE. menurut komenan readers sih katanya nggak kalah seru dari TSYK, kalau dari aku sendiri,, aku.. aku suka karna emang cerita aku sendiri. heheh siapa lagi coba mau muji kalau bukan diri sendiri. HAHAHAH


aku tungguin loh vote, komen dan like kalian di sebelah


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu