
Daniel mengelus perlahan pipi mulus wanitanya yang tertidur sangat pulas, mengecup sayang keningnya kemudian ikut berbaring di samping dan memeluk pinggang istrinya
"jangan nakal baby, kita harus bekerja sama menjaga mommy" guman Daniel mengelus sayang buah hatinya yang masih berproses di dalam perut sang istri
Dengan gerakan pelan, ia miringkan tubuh Alicia dan membawanya kedalam pelukan, mencium pucuk kepala sang istri penuh sayang yang terbenam di dadanya dengan berbantalkan lengan berototnya.
"maaf pernah menjadikanmu objek pelampisanku, maaf pernah membuatmu menangis, maaf pernah menyakitimu, maaf pernah menorehkan luka, maafkan aku, sayang" gumam Daniel merasakan matanya memanas, sekelebat bayangan akan sikap kasar dan kejamnya pada sang istri nyatanya terus menghantuinya dan membuatnya semakin menyesal setiap harinya, setelah ia menyadari arti Alicia dalam hidupnya.
Meski tak dapat ia tampik dibalik rasa menyesalnya, Daniel bangga bisa mencintai gadis kuat dan tegar seperti istrinya ini, walau wanitanya ternyata memiliki hati yang cukup keras, terbukti setelah mengetahui semua kebenaran yang tersimpan rapi oleh sang ayah yang telah tiada, sang istri tak berespon apa-apa, malah lebih menunjukan sikap acuh dan tak peduli karna rasa sakit tak dianggap yang diterimanya selama ini nyatanya begitu membekas begitu kuat nan dalam di jiwa sang istri
Daniel paham bagaimana gejolak batin wanitanya yang sedang melawan ego untuk mencerna dan menerima semua kenyataan, terbukti sejak kepulangan mereka dari Surabaya istrinya itu hanya terdiam dan hanya merespon seadanya jika ia mengajaknya bicara, bahkan kadang hanya deheman yang ia terima. bahkan Alicia langsung tertidur lelap setelah mereka tiba di mansion, Ia tahu istrinya butuh waktu. Meski Alicia tak pernah menitikan air mata atas kepergian Dinata tapi tentu Alicia merasakan kehilangan mendalam. Kehilangan orang tua satu-satunya yang ia tahu selama ini, meski selama hidup Dinata hanya menorehkan luka atas ketidakpeduliannya, tapi nyatanya lelaki itu memiliki alasan tersendiri yang memang jelas keliru.
Daniel menghela napas panjang mengingat cerita Alba, ya, Daniel mendengar semuanya karna saat ia merasakan pergerakan Alicia turun dari ranjang Daniel ikut beranjak, namun ia tak bersuara saat melihat ada Alba yang mengikuti istrinya dari belakang, karna memang penasaran, Daniel memilih diam di ambang pintu yang tak tertutup rapat dan mendengar kejadian demi kejadian masalalu mertua dan istrinya.
Jujur ada resah dan kekhawatiran yang kian bermunculan dalam benaknya, ia pernah beberapa kali membuat istrinya hampir kehabisan napas, mencekik, menjambak dan menenggelamkannya pada kolam renang di dini hari hingga Alicia tak sadarkan diri. apa istrinya bisa memaafkan kekejamannya pada saat itu? Apa istrinya akan menerima dirinya yang nyatanya lebih kejam dari Dinata? Karna ia telah berhasil memberi luka fisik dan batin secara bersamaan, Siapalah dia di banding Dinata di hidup Alicia, sifat pengecut Dinata saja tak mudah bagi Alicia maafkan sedangkn dirinya yang jelas-jelas tak pernah berjasa dalam hidup seorang Alicia melakukan hal sekejam itu, ia bisa dikatakan sefrekuensi dengan Maria yang psikopat. Sungguh baru kali ini ia merasakan penyesalan, dan penyesalan itu menganggunya setiap saat atas kelakuan kasarnya pada istrinya dulu.
Tapi tak apa, bagi Daniel yang penting alicia ada di sampingnya, Alicia ada menemani hari-harinya, ia tak masalah jika cintaya pun harus bertepuk sebelah tangan, yang penting Alicia adalah istrinya dan selamanya akan selalu seperti itu.
Jika demikian apa bedanya ia dengan Dinata? Arghh,, kenapa ia jadi membandingkan perlakuan Dinata dan dirinya yang memang sama-sama egois pada sosok gadis rapuh ini
Dan yang Daniel tahu, memang benar jika Dinata menyeleksi ketat pria untuk putrinya, termasuk dirinya yang kala itu memang bagian dari rencana Dinata mengambil kesempatan saat Maureen menyia-nyiakannya, Dinata mendorong Alicia maju karna dalam keluarga Prasetio melarang keras yang namanya perceraian dalam silsilah keterunan mereka, dan dengan begitu Alicia akan selalu menjadi bagian keluarga Parasetio dan tak ada yg bisa menyentuhnya, Namun Dinata mendapat laporan bahwa Alicia beberapa kali terlihat ada beberapa luka di tubuhnya pada awal awal pernikahan, dan itu membuat Dinata kalang kabut, ia kembali mencarikan pria yang akan menyanyagi Alicia dengan tulus, beberapa kali pencariannya namun tak juga menemukan seseorang yang berani merebut istri dari tuan Daniel itu, hingga ia menemukan Arham, pebisnis taiwan yang terkenal dermawan namun kuat dan siap membawa Alicia ke negaranya. Yang belakangan diketahui ternyata Arham hanya memanfaatkan Dinata untuk menemui keponakannya secara langsung dan memang arham siap membawa Alicia pergi, jika memang terbukti Daniel berbuat kejam padanya.
Daniel mengehela napas panjang, mengucap terimakasih pada Dinata karna telah melindungi Alicia hingga ia menemukannya, menemukan belahan jiwanya, tulang rusuknya.
"maafkan aku, aku mencintaimu" sekali lagi Daniel mengecup lama pucuk kepala sang istri yang tak terusik dengan pelukan erat Daniel
Alba terduduk diam dalam ruangan itu sejak beberapa jam lalu. Terhitung sudah 6 jam berlalu ia masih tak beranjak dari sana, penjelasannya belum selesai namun nona mudanya menolak tahu,
"cukup! Saya tidak butuh apapun karna semua itu tak penting buat saya! "
"nona saya mohon,tolong dengar... "
"khem!" suara deheman disusul tubuh tegap melangkah masuk
"kamu pikir kamu siapa berani meminta waktu pada istriku?" ucapnya datar nan tajam, sebenarnya iapun masih penasaran, namun ia tak mau jika istrinya tertekan jika Alba melanjutkan ceritanya
"bawa saya pulang, tuan" lirih Alicia
"saya tahu jika ini tak dapat membayar waktu, luka dan kekecewaan anda, tapi saya mohon maafkan tuan, nona" mohon Alba menatap figura Alicia yang menempel di dinding seolah foto itu adalah Alicia yang diajaknya bicara secara langsung
\=\=\=\=\=\=\=\=
Pagi hari di negeri sakura, seorang wanita paru baya sedang menguping pembicaraan suaminya yang sedang tersambung melalui telpon, ia yang hendak mengantarkan kopi di ruangan kerja suaminya terdiam di ambang pintu
"bagaimana keadaannya?"
'.......'
"dia memang gadis kuat. Tolong jaga baik baik menantu dan cucuku"
Cucu?
'.....'
"ya saya tahu, anak itu pasti memberi pengamanan ketat untuk istri dan calon anaknya, meski begitu kamu tetap harus memantaunya" titah pria paru baya itu yang tak lain adalah tuan besar Prasetio
Calon anaknya?
Ia tidak salah dengarkan? Tidak, jelas-jelas prndengarannya baik-baik saja. Jadi, Apa itu artinya wanita itu sedang...?
Memejamkan mata, Maya mengepalkan tangan kuat hingga nampan yang ada di tangannya terjatuh
"bu!" Prasetio terkejut setelah melihat Maya di ambang pintu
Bersambunggg....
######
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia Halu