TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK S2 37


Deg!


Tangannya berusaha mengapai lengan sofa guna menopang tubuhnya yang tiba-tiba bertulang selembek jeli. Ia berakhir terduduk lemas di lantai dekat kaki sofa. Bukan ini yang ia inginkan.


Ia tak mau merusak hubungan orang. Sekali lagi, ia yang ingin pergi dari posisinya yang menjadi kedua.


Maura menatap nanar ponsel mang Asep yang kembali menampilkan nama pemanggil yang sama beberapa kali lalu dengan suara melengking biduan dangdut yang terkenal dengan goyang ngebornya itu.


Bagaimana perasaan lelaki itu sekarang? Hancurkah? Kau sungguh gila Maura! Pasti Alex saat ini merasa dunianya hancur melihat fakta itu. Pikir Maura


Tapi bukan salahnya, video itu sendiri yang ngeyel pengen menampakan diri, toh Maura tak merasa memencet apapun selain mengusap layar beberapa kali karna sempat terhenti akibat lemot. Jadi bukan salahnya kan? Pikiran Maura kini berperang antara merasa bersalah dan masa bodoh


Diluar rumah, tepatnya di pos satpam, Asep yang memang sudah hapal mati deringan andalan ponselnya segera beranjak menuju rumah sang majikan kala pendengarannya menangkap samar bunyi itu. Dilanda panik membuat kaki panjang pria 7 tahun diatas Alex itu melewati jarak 30 meter hanya membutuhkan waktu beberapa detik hingga sampai di pintu utama


Tok tok tok


Suara ketukan tak wajar dari arah pintu berhasil menarik atensi Maura dari lamunannya. Segera ia menolak panggilan sebelum ia memasuki room chat dan mengahapus kiraman video yang sudah tercentang 2 biru itu. Setelahnya ia memasuki penyimpanan video untuk menghapus permanen dari ponsel mang Asep


Lempar batu sembunyi tangan. Itu yang akan Maura lakukan saat ini. Katakannlah ia lari tanggung jawab, toh memang sewaktu dimasa jayanya dulu itu sudah menjadi kebiasaannya lari dari permasalahan yang ia buat dan semua ia limpahkan pada Alicia yang tak tahu apa-apa.


Tapi sebenarnya alasannya kali ini, Maura hanya tak ingin melukai harga diri suami sirinya itu, jika Alex tahu jika ia yang menjadi dalang dibalik bukti rekaman itu, Alex akan merasa sangat malu padanya dan Maura tak ingin itu. Entah sadar atau tidak, Maura hanya ingin menjaga perasaan lelaki bastard itu agar Alex tetap merasa harganya tak jatuh di mata istri mudanya


"eh mang?" sahut Maura berusaha menampilkan senyuman


"maaf non, mmm saya dengar..."


"oh iya, tuan Alex tadi menelpon tapi ponselnya tiba-tiba mati" potong Maura mengembalikan ponsel mang Asep yang sengaja ia matikan daya


"waduh non. Ada apa dengan tuan yak?" tanya Asep menerima ponsel itu


"nggak tau mang. Mendingan carger dulu gih tuh ponsel" Maura mengendikan bahu pura-pura tak tahu


"yaudah saya kembali ke pos dulu carger ini non" jawab Asep menunjukan ponselnya, Sebelum beranjak ia melongokan kepala ke dalam rumah


*kemana ayah dan anak itu?* batin Asep mencari cari


"ada perlu di dalam mang?" tanya Maura lirih


"eh, oh tidak non, mamang kembali kerja dulu, permisi non" pamit Asep yang hanya di angguki oleh Maura


Langkah Asep terhenti kala menyadari satu keganjalan. Segera ia berbalik setelah berhasil mengurai kenganjalan itu


"non.. Nona?" Asep mengerjab pasalnya tubuh Maura sudah tidak di sana


"cepat amat gerakan nona Maura" gumamnya


"tapii bahaya nih.. Harusnya kan nona dikurung di kamar, takutnya si pac..eh si bapak kesayangan nyonya Elana itu melihat nona, waduhh bisa runyam nih kalau tuan tahu" monolog Asep


Beralih ke kamar lantai 2, Pasangan lucnak yang berpelukan dalam selimut itu tak terusik akan suara ribut-ribut dibawah karna kesadaran mereka sudah berada di alam mimpi setelah mendapat kepuasan di dunia nyata.


Sedang di kota lain, seorang pria berjalan santai keluar dari kamar hotel. Raut wajahnya datar nan dingin.


Tak ada yang bisa menebak raut wajahnya saat ini tapi yang jelas ada pancaran kekecewaan di netra tajam itu


Wanita yang mati-matian ia perjuangkan sampai mengorbankan kehidupan jayanya juga keluarganya kini dengan nyata menghiantinya tanpa menyisahkan harga dirinya sebagai seorang suami. Kepalanya rasanya dicabut paksa dari tubuhnya. Ia rasanya ingin hilang di telan bumi saking malunya


Ya, ia malu dan kecewa, bukan sakit hati.


"jadi kecurigaan Wahyu hari itu?" batin Alex menebak. ingatannya kembali pada saat wahyu mengabari ada gelagat aneh dari ruang rawat Elana yang terkunci setelah Alex pamit pulang ke rumah.


Wahyu yang kala itu dilimpahi oleh Alex untuk mengurus administrasi Elana karna Alex pulang menemui Maura dibuat heran pasalnya saat hendak memasuki ruangan, pintu ruang rawat Elana terkunci


"sial! Aku malah menghajarnya" umpat Alex menyesal. Ia sungguh malu pada sekertarisnya itu. Beruntung ia sampai tak memecatnya walau ia menghajarnya sampai babak belur karna telah mencurigai Elana saat itu


Tunggu!! Langkah Alex terhenti tepat di depan lift


Segala tebakan kejadian demi kejadian selama ini menari di otaknya. Waktu Elana yang katanya berobat keluar negeri tanpa dirinya dan hanya ditemani mertua tirinya itu, kunjungan Roni yang tak wajar ke rumahnya saat ia tengah sibuk di kantor atau sedang keluar kota seperti sekarang ini.


"bajing4n!!" Alex tak lagi bisa menahan amarahnya, dinding menjadi sasaran pelampiasan


Segera ia rogoh ponselnya


"cari tahu jejak pergerakan Elana 12 tahun ini! Saya tidak mau tahu, seminggu semuanya sudah ada hasil" titah Alex pada seseorang di seberang telpon setelahnya ia matikan ponselnya tanpa berniat mendengar jawaban lawan bicaranya.


"uang miliaranku harus ada pertanggung jawabannya" desis Alex yang kini sudah berada di balik kotak besi


Tabungan rekeningnya yang sangat empuk ia peroleh dari gajinya selama menjadi Ceo diperusahaan keluarganya 12 tahun lalu ia gunakan untuk biaya pengobatan Elana yang kini ia curigai malah dimanfaatkan yang bukan-bukan oleh sepasang ayah dan anak tiri itu, mengingat sepak terjang keduanya yang memang sedikit tak masuk akal jika Alex dalami


Jika berobat, Elana selalu di temani Roni dan malah meninggalkan Alex di rumah mereka, Rumah yang Alex peroleh dari hasil penjualan 1 unit apartemen mewah warisan kedua orang tuanya


"si4lan!" umpat Alex dengan gigi saling beradu


Sungguh ia merasa bodoh saat ini


Kesetiaannya berbalas dusta. Pengorbanannya berbalas kecewa, dan uangnya? Bisa sajakan dipakai berobat melepas dahaga birahi oleh keduanya di hotel saat mereka keluar negeri


"K3P4RAT" Alex menendang dinding kali ini


Bersambunggg...


#######


Maap kalau berantakan,,, segini doang otak ku bisa ngehalu dadakan


Sumpah nggak nyangka banget bisa kesampean padahal aku berani natantangin karna aku pikir tak akan bisa kesampean 1k komen


Kalian berhasil membuatku melongo sekaligus ngakak siang ini. Apalagi yang sampai spam komen, astajim! Hei kalian curang! tapi berahasil membuat pipiku olahraga sampai dikatai stres oleh mamaku saking lucunya baca komenan kalian


sekali lagi makasih untuk kalian semua pencinta TSYK 🤗🤗🤗


kalian candu sama story ini aku juga candu sama komenan 1k nya. lagi dong 🤣😂🤣😂


aku memang gitu, dikasih hati minta jantung


Okey aku mau bobo cantik dulu semoga nanti malam dapat hidayah ngehalu terus bisa upload besok pagi