TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK S2 57


Suasana ruang tamu menegang, 4 orang dewasa itu terlihat menatap datar seorang pria yang terduduk menunduk di hadapan mereka.


pria yang tadinya ngotot ingin berbicara tiba-tiba lidahnya kelu saat menghadapi 4 orang pemilik rumah yang tengah ia kunjungi saat ini, rumah yang dulunya menjadi tempatnya tumbuh.


Keberaniannya tiba-tiba menciut. Entah hilang kemana sifat arogan dan percaya dirinya, saat menyadari tatapan kecewa dari mereka membuat Alex ingin memutar waktu dan memperbaiki semua kesalahannya hingga ia tak perlu berada pada fase ini.


"jadi ada perlu apa suami SAH ELANA ini menyudihkan diri berkunjung di gubuk kita, pa, Xa?" tanya Anjani pada Bimo dan Alexa. Pertanyaannya jelas mengadung cabe sekilo berhadiah merica. Pedash sampai menjadi taik!


Alex mendongak menatap ibunya yang memalingkan wajah, ia menggeleng atas ucapan ibunya. kenapa rasanya ia ingin menangis diperlakukan demikian?


"mah?" panggil Alex dengan suara tercekat, mati-matian ia berusaha terlihat tegar dan kuat agar air matanya tak keluar.


"Alex... Alex datang untuk meminta mengampunan dari mama, papa dan Alexa, atas keputusan Alex 12 tahun lalu" lanjut suami siri Maura itu


Anjani hanya melirik malas Alex, wanita paru baya itu jelas menunjukan sikap tak tertariknya atas perkataan buah hati pertamanya itu.


"Alex telah banyak menyakiti hati kalian dengan tindakanku dulu, Alex sadar..." ucapan Alex terpotong kala suara Anjani mengitrupsi dengan nada dingin


"perjodohan yang merenggut masa remaja saya, berusaha saya terima karna kehadiran sebuah janin yang terjadi karana hubungan paksaan. 9 bulan saya mengandung anda, dari janin sebiji wijen, saya menaruh harapan banyak, bahkan segala hal yang menjadi kebiasaan buruk pada masa remaja mati-matian saya jauhi demi membuat janin itu sehat hingga bisa hadir ke dunia, saya sampai rela cuti sekolah satu tahun karna hamil saat masih berseragam SMA. Kehilangan beberapa teman. Saya rela berkorban demi melahirkan anda. dari bayi merah saya rawat penuh cinta karna saya ingin anak saya tumbuh tak kekurangan cinta---" Anjani mengambil napas, Bimo terus mengelus pundak sang istri untuk menguatkan wanita pemilik hatinya yang tengah mengeluarkan unek-uneknya yang telah lama terpendam


"---Memang benar jika kehadiran bayi itu (Alex) mampu membuka mata hati saya untuk menerima Mas Bimo yang begitu tulus pada saya. yang awalnya terpaksa kemudian menjadi kebiasaan. saya terpaksa bertahan demi keutuhan keluarga untuk anak saya. saya akui kehadiran bayi pertama kami adalah pembawa berkah bagi hubungan pernikahan perjodohan saya dan mas Bimo, karna akhirnya kami saling jatuh cinta. Hingga kami menurunkan cinta melimpah pada buah hati pertama kami. Memberikan semua apa yang ia mau, selama itu aman dan baik untuknya kami tidak pernah berkata tidak agar anak kami tidak kecewa---" Anjani yang sedari tadi menatap datar Alex tak peduli jika sulungnya itu sudah banjir air mata, kini beralih menatap si bungsu, Alexa


"---Hingga kami memliki anak kedua, cinta dan sayang kami tak pernah berubah pada anak pertama kami. sampai beranjak dewasa perlakuan kami pada anda tak pernah berubah, apapun yang anda mau kami berikan dalam hal itu memang baik untuk anda. Tapi apa hadiah dari perjuangan dan pengorbanan saya? Ditinggal pergi oleh anda yang saya lahirkan dengan mempertaruhkan nyawa, bahkan saya sampai harus koma 2 minggu. Gadis seusiaku yang harusnya mempersiapkan diri untuk ujian akhir di sekolah malah harus mempersiapkan diri untuk pergi dari dunia ini---" Anjani kembali mengambil napas, tatapannya menyoroti Alex penuh kecewa


"---Anda tidak peduli pada saya makanya semua cinta dan kasih sayang yang saya curahkan untuk anda kalah oleh seorang wanita asing yang tak lebih dari seorang ******!" tak tahan lagi Alex beranjak dan bersujud dikaki sang ibu


"Alex salah, Alex anak durhaka, Alex anak tak tahu diri, tolong maafkan anakmu ini mah" racau Alex memeluk erat kaki Anjani. Sungguh sakit rasanya mendengar penuturan wanita yang telah melahirkannya itu. Ini adalah kesakitan terdahsyatnya. Alex tahu Anjani tidak berniat mengungkit perjuangan melahirkan dirinya agar Alex merasa berhutang. tidak, Anjani melakukan itu untuk membuat Alex buka mata dan buka hati bahwa orang tua selalu ingin yang terbaik untuk anak-anaknya


"tolong ampuni anak tak berguna ini mah" mohon Alex di sela-sela tangisannya. Ya pria matang berusia 35 tahun itu menangis pedih di kaki sang ibunda. ia benar-benar merasa bodoh. cinta buta mengalahakan kewarasannya. dari bayi hingga 23 tahun hidupnya yang tak pernah kekurangan cinta dari kakek, papa, mama dan adiknya ia lepas begitu saja demi cinta munafik dari seorang Elana. rasanya Alex ingin mencekik dirinya sendiri agar penyesalan itu tak lagi menggerogoti hatinya


"silahkan. kutuk. Alex. asalkan. mama mau. mengampuni. anak tak berhati ini" kembali Alex bersuara dengan suara putus-putus karna teredam tangis


Anjani memejamkan mata guna mengurai rasa sesak pada dadanya. Ia tahu putranya ini menyesal. saat Alex lebih memilih Elana, Alex masih sering menguntit keluarganya dari kejauhan. Sampai dimana Alex memilih merantau ke semarang karna tak ingin keluarganya mengetahui jika dirinya tengah kesusahan. tak memiliki pekerjaan dengan istri lumpuh. Anjani sebenarnya tahu maksud kepergian anaknya agar tak merepotkan keluarga, tapi terlepas dari itu Anjani tetap menaruh kecewa mendalam pada sulungnya karna lebih memprioritaskan Elana dari pada dirinya.


Merantau ke semarang tidak membuat Alex melupakan keluarganya, Anjani Maupun Bimo sering kali memergoki Alex tengah memantau kegiatan mereka, mereka sadar akan kehadiran Alex tapi mereka pura-pura. Mereka hanya ingin agar Alex berani muncul dihadapan mereka. Mereka juga tau jika saat kematian Ayah Bimo, kakek Maulana, Alex juga hadir di sana namun tak berani menampakan diri. Benar-benar laki-laki pengecut.


"hati mama sakit lex, sakit sekali sampai rasanya mama ingin mati saja saat anak kebanggaan mama rela membuang keluarganya demi seorang wanita cacat moral" lirih Anjani membuat Alex makin terisak mendengar kata 'mama' keluar dari mulut wanita hebat itu


Alex segera beranjak dan memeluk erat kedua orang tuanya, yang dibalas pelukan erat pula oleh Bimo dan Anjani


Dengan rasa haru yang membuncah, Alex membuka matanya, masih dalam dekapan kedua orang tuanya, sesosok wanita yang sering menghantui pikirannya terbingkai di netranya yang buram karna air mata, wanita itu tengah berdiri di dekat pembatas ruang tamu dan ruang keluarga


*Maura* batinnya memanggil


*kamu memang luar biasa, bahkan saat aku tengah berbahagia dengan keluargaku kamu masih datang dalam halusinasiku* batin Alex, ia menggigit bibir dalamnya untuk tak menangisi wanita itu sekarang. Bahkan dalam angannya, ia melihat tatapan mata itu bersedih saat netra keduanya bertemu pandang *bahkan dalam dunia khayalpun kamu sebenci itu saat melihatku* lanjutnya lagi kembali memejamkan mata, ia makin mengeratkan pelukan pada kedua orang tuaya untuk mengusir bayangan wanitanya


"kamu tidak ingin memeluk istriku? Ia juga merindukanmu dan sudah memafkaanmu jauh-jauh hari sebelumnya" sahut Bagas membuat pelukan Alex, Bimo dan Anjani terlepas.


Dengan rasa haru, Alex mendekat pada sang adik yang sesegukan dalam dekapan Bagas, suami Alexa


"aku juga merindukanmu sayang, my princes" ujar Alex dan menarik Alexa ke dalam pelukannya. Kedua adik kakak yang sempat terpisah belasan tahun saling mendekap erat melampiaskan rasa rindu keduanya


"Lexa kangen" lirih Lexa


"abang jauh lebih kangen, maafkan abang yah" Alex mengecup pucuk kepala Alexa dengan sayang


Sementara di balik dinding, Maura menangis menyaksikan itu, ia terharu tapi juga ketakutan. Alex telah kembali diterima di keluarga ini. Itu berarti ia sudah tak aman disana.


Alex telah membuangnya, itu berarti keberadaan Maura disini juga tak diinginkan oleh lelaki itu


"bokap lo udah balik sama keluarganya, itu berarti gue harus pergi dari sini, dan maaf karna harus bawa lo juga" monolog Maura, tangannya seperti biasa jika ia mengajak sang jabang bayi berbicara, mengelus lembut pada perutnya


Keluarga ini baik padanya, ia bahkan sudah nyaman berada disini saat hari pertamanya, namun ia sadar ia bukan siapa-siapa. Ia tahu diri jika tempatnya bukan disini. Ia seorang istri yang sudah dibuang oleh putra pertama dari pemilik rumah ini. Ia seorang istri yang tak diinginkan, jadi untuk apa bertahan?


"Maura---" saat kakinya hendak melangkah ia tetegun saat Alex menyebutkan namanya di tengah-tengah keluarganya


"----Alex memiliki istri lain yang bernama Maura" lanjut Alex membuat Maura terpaku


Bersambunggg....


#####


mau dobel up nggak? komen sampai 2000 komen deh


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu