TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 22


kepalan tangan Daniel mendarat keras di pahanya sendiri. Darah dalam tubuhnya mendidih, dadanya kembang kempis mendengar perlakuan Dinata pada darah dagingnya sendiri.


Daniel yang sadar dengan sifatnya yang sedikit kejam namun ternyata Dinata jauh lebih kejam bahkan tak punya hati memperlakukan darah dagingnya begitu keji


Bahkan binatang pun menyayangi anaknya. Lantas kenapa Dinata tidak, tidak punya hatikah dia. Tapi dengan kedua putri lainnya ia sayang. Kenapa membeda bedakannya dengan Alicia. Toh Alicia ada karna Dinata sendiri yang membuatnya. Ck


Lain halnya dengan Rahmat, bulir bening mengalir di pipi tampannya. dokter yang terkenal sering gonta ganti pacar itu mengeluarkan air matanya untuk sebuah kisah pilu tentang Alicia kecil.


"apa bayaran memberikan apapun untuk donor ginjal Maura tak berlaku pada nona Alicia? " tanya Rahmat tepat sasaran


"ya" Ali membenarkan "saya tak tahu apa alasannya namun mungkin karna nyonya Alicia yang tak tau apa apa dan mereka memanfaatkan kepolosan dan kebaikan nyonya muda" lanjut Ali


Daniel mendengus kesal


"memanfaatkan kebodohannya lebih tepatnya" selanya. Daniel mengangkat tinjunya ke arah wajah pucat Alicia seolah ingin memukul karena kesal dan gemas dengan ketidak tahuan apa apa istri kecilnya itu dan berakhir dimanfaatkan oleh keluarganya sendiri


"ngh" leguhan kecil terdengar dari bibir pucat Alicia


Perlahan mata bulat bernetra coklat itu terbuka dan langsung di sambut dengan kepalan tangan Daniel yang masih mengantung di depan wajahnya


Kembali Alicia memejamkan mata dengan dahi mengkerut takut


Daniel segera menarik tangannya dan kelimpungan berdiri salah tingkah


" syukurlah nona Elis sudah siuman" sahut Rahmat setelah menghapus air matanya dan berhasil membuat Alicia kembali membuka matanya perlahan


Daniel mengetatkan rahangnya mendengar ucapan Rahmat begitu sok manis pada Alicia


Alicia melirikan netranya pada Rahmat, Alicia memicingkan matanya karna tak mengenal sosok lelaki dengan celana tidur panjangnya, kaus oblong hitam yang dibaluti jas kedokteran juga rambut blonde yang acakan namun lelaki itu tetap terlihat tampan


*aku dimana* gumam Alicia dalam hati


Kemudian netra coklatnya memutar kesegala sisi ruangan berusaha mengenali dimana ia berada sekarang


Bola mata Alicia membulat sempurna, sepersekian detik selanjutnya Alicia mendudukan dirinya dan hendak turun dari ranjang karna takut dengan si empunya ranjang


"tetap di tempatmu Dara" Daniel mendesis dengan gigi saling menempel karna kesal melihat kecorobohan Alicia


Tidakkah gadis itu merasa sakit kenapa dengan cerobohnya buru buru bangun dan tak memperdulikan keadaannya yang di tangannya masih menacap selang infus. Pikir Daniel


Mendengar suara Daniel yang begitu dingin membuat Alicia makin ketakutan, Alicia menunduk menyembunyikan wajahnya agar tak mudah dicengkram oleh Daniel


"Maafkan saya tuan, saya tidak sengaja berbaring di ranjang tuan" cicit Alicia dan dengan gemetar perlahan menurunkan kaki kanannya ke lantai


"kamu membantah e" geram Daniel


"saya bilang tetap di tempatmu dan jangan bergerak! Berbaringlah BODOH!!" bentak Daniel. Alicia berhasil memancing emosinya kembali


Alicia memejamkan mata dan menarik kembali kakinya kemudian berbaring, dengan segera meraih selimut menutupi seluruh tubuhnya


"Niiiel" panggil Rahmat berusaha tenang. Sungguh Rahmat ingin sekali memberi bogem pada wajah sahabatnya itu, Alicia adalah pasien kenapa malah Daniel dengan teganya membentaknya.


Tok tok tok (suara ketukan pintu kamar)


Ali segera beranjak dan membuka pintu


Seorang mide disana sedang melakukan percakapan dengan sekertaris Ali


Ali kembali menutup pintu setelah mide selesai menyampaikan informasi


"Tuan, teman nyonya muda menunggu di luar gerbang" ucap Ali memberitahu Daniel


Daniel mendengus


"si Darus Darus itu" ejek Daniel


"Darius tuan, tapi kali ini yang menjemput nyonya adalah sahabat wanitanya, Filda" ucap Ali membenarkan


Alicia menurunkan selimutnya perlahan saat mendengar nama kedua sahabatnya disebut


"Hari ini.. hari apa? " gumam Alicia pelan


"Hari senin" jawab Rahmat


Bola mata Alicia membulat, segera Alicia kembali duduk. Alicia melihat jam dinding pukul 07:32


"tu,, tuan, boleh,, kah sa,, saya ke kam,, pus" tanya Alicia terbata dengan suara lirih takut


"Tidak!" tekan Daniel


"Tapi tuan, hari ini saya ada ujian dan kalau saya tidak ikut saya akan mengulang" mohon Alicia dengan penuh harap


"Ali akan mengurus semuanya" ucap Daniel enteng dan melangkah menuju sofa


"Tidak!!" teriak Alicia dan berhasil membuat Daniel menghentikan langkahnya


Alicia melepas paksa selang infus dan segera berlutut di lantai dibelakang Daniel


Saking cepatnya gerakan Alicia, Rahmat yang berada di dekatnya tak bisa mencegah perbuatan Alicia yang melukai dirinya sendiri itu


"tuan saya mohon, izinkan saya untuk mengikuti ujian ini, saya hanya ingin lulus kuliah secepatnya dan mendapat pekerjaan tuan" mohon Alicia bersimpuh dengan kepala menunduk


Daniel membalikan badan menghadap Alicia. Daniel terkekeh melihat kelakuan Alicia kemudian netra hitamnya melihat punggung tangan Alicia mengeluarkan darah


"dasar bodoh!" geram Daniel


"saya sudah memintakan izin untuk nyonya muda pada dosen anda hari ini" ujar Ali


"saya tidak mau izin, saya mau ikut ujian" seru Alicia mulai jengkel


"tapi nyonya muda sedang tidak sehat" balas Ali


"saya sehat!" geram Alicia menatap tajam sekertaris Ali


Dokter Rahmat di belakang sana menelan ludah kasar dengan keukeuan Alicia. Gadis itu begitu ambisius ternyata


*saya tidak peduli dengan kesehatanku saat ini, aku hanya ingin lulus dan dapat pekerjaan agar nanti aku bisa terlepas dari semua permainan orang orang kaya seperti kalian ini* batin Alicia


*apa yang sebenarnya kau pikirkan Dara, kesuksesan? Agar bisa mandiri dan lari dari kenyataan hidupmu* batin Daniel menatap istri kecilnya yang bersimpuh di depannya


"Rahmat" panggil Daniel


*ada apa? Kenapa aku?* tanya rahmat dalam hati bingung


"nona Elis sudah baik baik saja, hanya saja jangan terlalu kecapean" jelas Rahmat berusaha memahami maksud Daniel


"sakit ya sakit" Bantah Daniel tak terima penuturan Rahmat


Namun Rahmat tak mau menyerah, ia kasihan dengan gadis itu


"biarkan dia mengikuti ujiannya Niel"


"hanya saja nona Elis jika ujian sudah selesai segera lah pulang beristirahat" lanjut Rahmat memperingati


"apa apaan sih, kenapa seoalah mereka peduli padaku padahalkan kalau aku menderita dan sakit mereka senang" guman Alicia tak sadar meski pelan namun jelas terdengar di telinga mereka


Ketiga laki laki itu mengerjap mendengar Alicia, Daniel dan Ali yang merasa tertohok sedang Rahmat merasa kasihan


"Ali tunggu di bawa, 15 menit lagi kita kekantor" titah Daniel


"dan kau dokter playboy beri dia obat agar imun tubuhnya kuat mengerjakan ujiannya" menatap Rahmat jengkel


"baiklah" jawab Rahmat tak peduli dengan sindiran Daniel, yang penting Rahmat bisa menolong Alicia untuk ikut ujiannya


*huh, peduli juga kau rupanya kawan* batin Rahmat senang


*sudah kuduga, bosan bekerja tuan hanya alasan untuk menjaga nyonya muda* Batin Ali keluar kamar utama


5 menit kemudian Daniel keluar dari kamar mandi


"mandi sana" seru Daniel melirik tak suka pada dua orang berbeda jenis kelamin di sofa


Rahmat sedang menempelkan hansaplash pada punggung tangan Alicia bekas selang infus tadi


"ya udah bersih bersih gih" ujar Rahmat pada Alicia


Alicia mengangguk dan beranjak ke kamar mandi


"pulang sana!" usir Daniel pada Rahmat yang masih duduk santai di sofa


"heheh mau numpang tidur boleh"


"Dih, dokter kurang kerjaan"


"eh tuan Daniel Prasetio yang terhormat, saya baru tiba di indo jam 4 dini hari dari korea, tiba di apartemen jam 04.38 selesai bersih bersih 04.57 baru tidur 10 menit ada panggilan dari tuanku yang terhormat karna istri cantiknya kecebur ke kolam gara gara ke___"


Dukh


Cerocos panjang lebar Rahmat terpotong karna sebuah handuk bekas pakai mendarat di wajahnya


Rahmat menelan ludah susah payah saat matanya bertemu dengan mata Daniel yang siap memangsanya itu


"iya iya saya pulang tuan" Rahmat segera bangkit "dasar lelaki arogan" umpat Rahmat keras dan berlari secepat kilat keluar kamar


"Rahmat si*lan!!" teriak Daniel


"Nama aja Rahmat kelakuan kek musibah" gumam Daniel jengkel


#####


Happy Reading readers


maap. banyak typo


Salam Mickey Mouse 24


dari Dunia Halu