TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 9


Drt drt drt (bunyi getar ponsel)


"Ya"


"ada dua orang yang mau bertemu dengan nyonya muda"


"jangan biarkan mereka masuk"


"merek__"


"patuhi perintah tuan muda" tegasnya dengan berbisik


"baik tuan"


Sekertaris Ali kembali menyimpan ponselnya di saku celana bahannya setelah panggilan terputus, ia berdiri agak jauh di samping belakang Daniel, Ali melirik ke arah tuan Daniel yang sedang rapat dengan serius.


sekertaris Ali menghela napas


*sepertinya nyonya muda berniat kabur* batinnya


Brak


Daniel mengebrak keras meja rapat, semua orang dalam ruangan rapat terjingkat kaget tak terkecuali sang pemapar agenda yang memang sudah keringat dingin sedari tadi. sedangkan sekertaris Ali di belakang hanya menggeleng gelengkan kepala pelan merutuki kecerobohan para peserta rapat sampai membuat emosi tuannya naik


Daniel tidak puas dengan presentasi yang di paparkan Direktur pemasaran


"Perbaiki semuanya" tegasnya dan melangkah keluar dari ruangan rapat para Direktur


para direktur sontak berdiri membungkuk meski Daniel tidak melihat kearah mereka


Ali melihat satu persatu para Direktur (peserta rapat) dengan tatapan tajamnya seolah mengatakan kalian mati saja sana


para direktur menelan ludah kasar dan hanya bisa menunduk takut


"saya tidak menerima kesalahan setitikpun setelah ini" titahnya dan melangkah keluar mengikuti Daniel dari belakang


para direktur langsung terduduk lemas di kursi, dadanya berdetak tak beraturan seperti habis di kejar anjing gila.


Ali melangkah lebar mengitu langkah Daniel.


"tuan hari ini ada meeting dengan perusahaan Xyt jam 9 pagi ini dan Presdir mereka sudah tiba setengah jam yang lalu di ruangan meeting VIP 2" ucap Ali saat hendak membukakan pintu presdir untuk Daniel


Daniel menghentikan langkah, menatap Ali sebentar kemudian mengangkat pergelangan tangannya melihat jam tangannya


08.59


kembali menatap Ali dengan tatapan jengkel kemudian langsung berbalik melangkah ke ruangan meeting yang dimaksud sekertaris Ali tanpa repot repot mengeluarkan suaranya


Ali menghembuskan napas pelan melihat tuannya sudah melangkah menjauh


*saya yang salah tuan, karna saya sudah mengingatkan jadwal tuan hari ini sejak di mobil waktu berangkat kekantor tadi* batin Ali pasrah akan posisinya yang selalu salah jika berhadapan dengan tuan Daniel


Tasya yang melihat sekertaris Ali mematung di depan pintu presdir memiringkan kepala bertanya tanya, ada apa dan kenapa dengan tangan kanan presdirnya. hanya berdiam diri disitu bukannya mengikuti Daniel ke ruangan meeting?


"khem, tuan kenap___"


Ali meliriknya tajam hingga ucapan Tasya terpotong, susah payah Tasya menelan ludahnya


*matilah aku* batin Tasya seketika teringat peringatan sekertaris Ali bahwa banyak tanya dapat menyebabkan serangan jantung, naik darah dan dapat membunuhmu secara perlahan.


Tasya Adalah sekertaris Daniel juga, namun perannya tidak sepenting Ali.


Ali melangkah lebar menyusul tuan mudanya meninggalkan Tasya dengan ketakutannya


"Huft, benar benar bisa di buat mati serangan jantung kerja dengan mereka, untung gaji gue gede" Tasya mengibas gibaskan tangan di lehernya merasakan hawa yang mencekam tadi, kemudian kembali fokus mengerjakan pekerjaannya.


\=\=\=\=


klik


ceklek


Pak Wisnu masuk membawa nampan yang berisikan makan siang untuk Alicia


"Nyonya waktunya makan siang" ucapnya sopan


Alicia yang sedang belajar melalui rekaman yang di kirimkan Filda hanya melirik sekilas ke arah pak Wisnu tanpa menjawab. ia masih jengkel dengan lelaki paru baya itu


Pak Wisnu meletakan makanan itu di meja Alicia dan kembali berdiri tegak


Alicia melirik lagi pak Wisnu yang masih berdiri diam di depannya


Alicia langsung mendongak


"saya bukan anak kecil yang harus di awasi ketika makan pak Wis" geram Alicia


"silahkan makan nyonya" Pak Wis menunduk hormat


Alicia menghembuskan napas kasar


"saya akan makan setelah menyelesaikan pelajaran saya"


"silahkan lanjutkan belajarnya nyonya muda"


"ya udah keluar sana" usir Alicia


Pak Wis bergeming, ia hanya menunduk


Alicia memilih mengabaikan, pelajarannya lebih penting


2 jam kemudian Alicia masih berkutat dengan buku buku di depannya, sesekali melirik ke arah pak Wis yang masih setia berdiri di tempatnya


*kakinya terbuat dari apa sih, nggak keram gitu* batin Alicia melirik kaki pak Wisnu


Alicia yang mulai kasihan dengan pak Wis akhirnya menyudahi belajarnya, ia tahu betul bagaimana hukuman berdiri berjam jam lamanya, ia sering mengalaminya saat dihukum di rumah ayahnya, apalagi pak Wis sudah tua pasti ia kesakitan berdiri lama.


saat Alicia membereskan buku bukunya pak Wis meraih ponselnya menelpon seseorang dengan suara berbisik hingga Alicia tak menyadari


tidak lama setelahnya, seseorang mengetuk pintu


tok


tok


tok


"Masuk" itu suara pak Wis yang berhasil mengalihkan perhatian Alicia saat menyusun buku bukunya di tempatnya.


*wah pak Wis bahkan tidak menghargai ku sebagai istri pemilik kamar ini* batin Alicia menatap pak Wis jengah


seorang mide masuk membawa nampan lagi.


dan isinya!


Alicia menaikan sebelah alisnya melihat mide membawa nampan lagi yang berisikan makanan sama seperti yang di bawa pak Wis tadi


"makanan yang saya bawa sudah dingin dan ini sudah di panaskan" ucap pak Wis mengerti kebingungan Alicia


"Wah" Alicia menggeleng geleng takjub dengan perlakuan pak Wis


Alicia sungguh risi di perlakukan demikian, ia yang terbiasa makan sekali sehari itu kadang juga makan sembunyi sembunyi jika ia dihukum di mansion ayahnya tak enak jika ia di perlakukan sedemikian rupa oleh pak Wis


tak punya pilihan lain, Alicia memakan makannya lahap, ia merasa seperti tahanan di awasi oleh pak Wis menghabiskan makanannya


namun didalam hatinya ia bersyukur karna bisa makan tanpa sembunyi sembunyi lagi dan di perlakukan sedemikian buruk oleh ibu dan kakak kakak tirinya seperti saat di rumah ayahnya. meski harus menghadapi Daniel yang sama kejamnya tapi dia merasa harga dirinya sedikit tertolong sebab penyiksaanya tidak di depan mata kepala ayah kandungnya sendiri


sungguh! selama ini harga dirinya sebagai seorang anak sudah terenggut paksa, bagaimana tidak? ibu tiri dan kakak kakaknya nya menyiksanya di depan ayah kandungnya namun sang ayah malah menikmati penderitaannya, seolah ia tak bernilai dan tak berharga di mata ayahnya sendiri.


\=\=\=\=\=


nyonya muda Prasetio



lagi fokus belajar nih supaya bisa cepat lulus kuliah dan bisa dapat pekerjaan agar nanti jika sudah di cerai tuan suami kejam tidak bergantung lagi sama ayah Dinata, ayah kandung rasa ayah tiri yak.


#####


Double up dong


balik lagi aku di story ini, lagi senang aja sih lanjut story ku yang satu ini, yang lain terbengkalai. ha ha ha ha


okey happy Reading readers


mon maap banyak typo


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia halu