
selang beberapa menit, setelah menyelesaikan rapat singkat dengan para manajer, Daniel kembali ke ruangannya dan memasuki kamar mengecek keadaan Alicia
tadi, Ali mengabarinya bahwa operasi pendonoran ginjal Alicia akan siap 3 hari lagi, Daniel sangat bahagia atas itu. meski pekerjaannya akan terbengkalai karna operasi Alicia akan dilakukan di luar negeri dan Daniel tentu akan ikut menemani istrinya, mengorbankan waktu untuk menemani istrinya dalam keadaan sulit, ia akan berusaha melakukan apapun untuk membuat istrinya kembali memiliki apa yang pernah dicuri oleh orang yang sialnya adalah adik Alicia sendiri, namun Daniel tak akan meminta kembali karna hukuman untuk mereka sekeluarga perlahan namun pasti akan menghancurkan tak bersisa keluarga itu.
Daniel tersenyum melihat keadaan ranjang yang kusut dan berantakan, bukan, bukan itu yang membuatnya tersenyum, namun sosok mungil di atas ranjang yang sepertinya kedatangan Daniel mengusik tidurnya padahal Daniel sudah berusaha mengendap endap agar tak menimbulkan suara, sosok mungil itu mengeliat geliat dengan mata terpejam layaknya sesorang yang baru bangun dari tidur panjangnya di pagi hari, rasanya tubuh pegal karna kelamaan berada diposisi yang sama
"ngh" leguhan lolos dari bibir Alicia, ia meregangkan tangannya dengan mata yang belum terbuka juga, masih berusaha mengumpulkan kesadarannya
Daniel gemas sendiri melihat tingkah istrinya
"sudah bangun?" tanyanya yang berhasil membuat Alicia terlonjak dan membuka matanya paksa
"tu..tuan!" pekik Alicia segera beranjak duduk tak menyadari keadaannya
"kau mau lagi?" tanya Daniel menyerigai nakal pada Alicia
Alicia yang nyawa dan tenaganya belum sepenuhnya terkumpul melongo bingung dengan pertanyaan Daniel
Daniel yang mengerti kebingunan Alicia mengendikan dagunya ke arah tubuh Alicia
"kau menggodaku dengan memperlihatkan tubuh telanj4ngmu itu" ucap Daniel tanpa filter
sontak Alicia mengikuti arah pandang Daniel, matanya seketika membola sempurna dan dengan gerakan secepat kilat, ia tarik selimut kurang ajar yang beraninya meninggalkan bagian dada polosnya dan hanya menutupi bagian pinggangnya ke bawah, Alicia memegang erat erat selimut itu di depan dadanya
Daniel susah payah mengulum senyum melihat wajah alicia yang sudah memerah bak kepiting rebus
"jangan lupa setelah ini minum obat mu yah" ucap Daniel setelah bisa menetralkan ekspresinya
*agar aku bisa segera menjadi papa muda* Batin Daniel tersenyum bahagia
namun Alicia mengartikan senyuman Daniel setelah memperingatinya meminum obat kontrasepsi, bahwa Daniel hanya menginginkan menikmati tubuh Alicia sementara waktu, sampai perjanjian itu selesai, tanpa mau terlibat lebih jauh dengan Alicia dengan kehadiran seorang anak, sama seperti dirinya sendiri yang tak mau terbebani jika sampai ia mengandung benih Daniel yang notabenenya akan menjadi kakak iparnya itu
"tanpa tuan ingatkan saya tetap meminumnya" ucap Alicia malas
"ya, minum yang rajin setiap pagi dan malam"
*jika kau mengira dengan meminum obat itu kau bisa bebas dariku maka bermimpi saja sayang* sorak batin Daniel
Alicia mendengus mendengar peringat Daniel
"sekarang mandilah, kita ada jadwal ke istana kepresidenan" suruh Daniel pada Alcia
Alicia memutar kepala kesana kemari mencari sesuatu
"pakaianmu ada di lemari" ucap Daniel mengerti apa yang kini dicari Alicia
kini dengan berani Alicia menatap Daniel mengisyaratkan agar Daniel keluar sekarang
"kenapa?" tanya Daniel dengan menaikan alisnya sebelah, namun tatapan Alicia tak juga terputus
"kau malu aku melihatmu berjalan telanj4ng ke kamar mandi?" tanya Daniel mengerti ekspresi Alicia
"aku bahkan sudah hapal letak tai lalat yang ada di tubuh kecilmu itu" lanjut Daniel yang untuk kesekian kalinya membuat pipi Alicia memanas menahan marah sekaligus malu
"apa kau butuh aku un.."
"MESUM!!" teriak Alicia memotong ucapan Daniel dan berlari dengan sedikit kesusahan akibat selimut yang Alicia gunakan untuk menutupi tubuh telanj4ngnya
"hahahah" kini Daniel tak bisa lagi menahan gelak tawanya melihat tingkah istrinya yang begitu lucu nan menggemaskan itu
30 menit kemudian
sebelum keluar kamar minimalis itu, Alicia sempat menoleh pada ranjang yang baru saja menjadi saksi bisu terenggutnya kesucian seorang istri oleh suaminya, Alicia mengerutkan kening karna tak melihat ada bercak merah yang menandakan keperawannya hilang
Alicia ingin menanyakan keganjalan itu pada Daniel namun karna rasa malu yang luar biasa yang kini ia rasakan, Alicia mengurungkan niatnya, Alicia tak ingin mengungkit lagi hal tak senonoh yang diam diam membawanya menanjaki indahnya pelepasan beberapa kali tadi
sungguh perlakuan Daniel membuatnya terlena dan terbuai hingga ia menikmati permainan Daniel beberapa ronde tadi, rasa sakit yang dikatakan banyak orang saat melakukan pertama kali tak Alicia rasakan, yang ada hanya ada kenikmatan dan kepuasan tak tergambarkan yang Alicia dapatkan dari permainan ranjang panas mereka, Apa mungkin karna tadi Daniel memperlakukannya dengan lembut atau...
pipi Alicia kembali memanas dan memerah menahan malu memikirkan hal itu
Daniel yang menyadari kecurigaan Alicia segera menarik Alicia keluar dari sana dengan alasan terlambat melakukan pertemuan dengan kedutaan jepang, yang mana jepang kini sudah menjadi tempat tinggal kedua orang tua Daniel dan menjalankan bisnis besar mereka di negara sakura itu
Daniel dan Alicia keluar ruangan yang dimana di sambut sapaan oleh sekertaris Tasya
Sekertaris Tasya menundukan kepala sebagai tanda menghormati atasan, namun hanya sekilas, sebab buru buru ia angkat kembali kepalanya menatap bergantian dengan heran tuan presdir dan asisten magangnya itu
beruntung keduanya tidak ada yang memedulikan tatapan menelisik sekertaris Tasya karna diburu oleh waktu, Daniel dan Alicia melangkah lebar menuju lift
"pakain ganti, rambut basah, wajah berbinar" gumam Tasya mengingat pada keganjalan yang tadi ia ragukan saat pertama kali Daniel keluar ruangan seorang diri untuk melakukan rapat singkat
mata Tasya kini berpindah melihat asisten Alicia yang mengikuti Daniel dari belakang
"pakaian ganti, rambut basah, wajah malu... ASTAGFIRULLAH" gumaman Tasya berubah jadi teriakan histeris yang membuat Daniel maupun Alicia sontak menengok saat sudah di depan lift
"ada apa sekertaris Tasya?" tanya Alicia
"ti..tidak" jawabnya gugup, sungguh Tasya merutuki pemikirannya yang negatif itu
"baiklah" ucap Alicia menyusul Daniel memasuki lift
"ya, mereka tidak mungkin! mereka harus membersihkan diri karna kejadian tak terduga di gudang. iya pasti itu, pakaian mereka kotor, berdebu, rambut mereka juga pasti kena kotoran hingga harus dibersihkan" Tasya terus bermonolog untuk menepis pikiran negatifnya meski Tasya tau jika gudang Prasetio itu bebas dari kotoran dan debu, toh ia juga sering meninjau kesana, namun kasus kali ini Tasya berusaha memikirkan hal itu, apalagii tadi ia tahu jika Daniel dan Alicia sempat mengalami kecelakaan kecil.
\=\=\=\=\=\=
"Sialan!!" umpat seorang wanita melihat sepasang suami istri keluar dari lobi perusahaan yang tadi ia datangi namun pengusiran dan sikap dinginlah yang ia terima dari lelaki yang sedang bersama istri penggantinya itu
sejak kapan Alicia datang ke perusahaan? pikirnya
"aku akan menghancurkanmu Alicia!" geramnya dengan kilat amarah yang nyata, sungguh kebenciannya pada adik tirinya itu semakin besar, ya, wanita tak punya kerjaan itu adalah Maureen yang rela menunggu di seberang cafe untuk menunggu Daniel keluar dan malah yang Maureen lihat adalah pemandangan yang berhasil membakar seluruh hatinya
dasar anak sama emak sama aja. ingatkan Maria juga pernah melakukan hal yang sama, mengintai Alicia di cafe yang sama yang berujung berhasil menculik Alicia dan dijualnya pada 2 pria hidung belang sekaligus, namun Daniel lah yang menjadi korban pemerk0saan Alicia kala itu.
bersambungg...
#######
mampet ni kehaluan,,
aku butuh hidayah kehaluan nih yang bisa aku tuangkan ke story ini
tetap semangat kalian readers kuh 💓
semangat menunggu bagi yang suka 😉
sehat selalu
salam Mickey Mouse 24
dari Dunia Halu