TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 52


Daniel menelusuri wajah polos nan cantik milik istrinya yang kini tertidur pulas di sampingnya


"terimakasih istriku" gumam Daniel pelan tak mau mengusik tidur nyenyak Alicia


"terimakasih sudah menjadikan ku yang pertama"


"terimakasih telah bertahan selama ini"


"terimakasih atas kebaikan hatimu menerimaku jadi suamimu yang harusnya jadi kakak iparmu" Daniel tersenyum pedih


tersenyum karna bisa memiliki Alicia sepenuhnya, namun Daniel sadar dibalik semua ini ada derita yang di tanggung Alicia yang begitu berat


"terimakasih" Daniel mencium kening Alicia penuh sayang


kemudian Daniel meraih ponselnya


"di restoran hotel" ucap Daniel setelah panggilan tersambung di sebarang


Daniel beranjak, bergegas mandi dan memakai pakaiannya kemudian keluar kamar menemui seseorang yang tak lain adalah sekertaris Ali


"siapa" tanya Daniel to the point setelah menduduki kursi yang disana telah ada Ali menunggunya dari tadi


"nyonya Maria" jelas Ali


Brakh


Daniel mengebrak meja


orang orang di sekitarnya menoleh namun Daniel tak peduli, orang orangpun tak berani kepo lebih lanjut


"Akuisisi semua perusahaan Dinata" geram Daniel


"jangan sisakan apapun, korbankan cabang perusahaan jika memang diperlukan, beli semua aset atas nama Dinata atau siapapun itu yang memiliki hubungan darah dengan Dinata" perintah Daniel tak bisa di ganggu gugat


"meski istriku adalah darah dagingnya tapi semua aset Dinata tidak ada atas nama Dara sekecil apapun itu, aku benarkan?" tanya Daniel


"ya tuan, aset aset tuan Dinata hanya mengatas namakan nama Tuan Dinata, nona Maureen dan Nona Maura" jelas Ali


ya, Ali tahu itu


"bagus, akuisisi semua dan alihkan atas nama Dara"


"sebaiknya kita jangan terang-terangan tuan, bukankah nona muda akan makin bahaya jika kita memakai namanya" usul Ali


"saya punya bodyguard untuk melindungi istriku" tolak Daniel


"tapi dari pribadi nona muda yang keras namun polos kita bisa saja keropotan" peringat Ali


Daniel terlihat berpikir, ya, istrinya itu memang sedikit merepotkan


"bagaimana kalau kita bermain-main dulu" tawar Ali


"serah. intinya setelah beres alihkan atas nama Dara" Daniel mengikut alur yang akan diperankan oleh tangan kanannya itu


"ya sudah, berangkatlah sekarang,, sepertinya masih ada waktu untuk jadi tamu terakhir di undangan pak Haedar" ucap Daniel mengingatkan Ali jadwalnya yang akan menghadiri rekan bisnis Prasetio Corp di luar negeri


Daniel beranjak, Daniel tak bisa lama lama sebab Daniel takut Alicia bangun saat dirinya tidak ada


"tuan, nona Maureen akan tiba 2 hari lagi di Indonesia" ucap Ali memberitahu kabar yang didapatnya tentang Maureen


Daniel berhenti, kemudian menoleh ke arah Ali, matanya memicing


"ke... kenapa tuan?" Ali terbata, gugup


"kamu.. tidak.." ahh bahkan Danial tak bisa menanyakan ini, dadanya berdenyut nyeri


"Kamu tidak ngapa-ngapain Daraku tadi kan!" semprot Daniel tak bisa membendung kecurigaannnya


Ali mematung,, Ali tau maksud pertanyaan tuan mudanya


"tidak tuan" jawab cepat Ali


"sini tanganmu" Daniel mengadahkan tangannya meminta tangan Ali


Ali menelan ludah kasar, dengan takut perlahan Ali menyerahkan tanganya


kretak


Daniel memacu jari jari tangan Ali dengan keras hingga menimbulkan bunyi


"Tangan ini yang sudah mengikat istriku" geram Daniel semakin menekan pacuan tangannya ke atas pada jari jari Ali


Ali menggigit bibir bawahnya menahan ringisannya


glek


Ali menelan ludah dengan susah payah


m4mpus


*pipiku,,, tubuhku..* jerit Ali dalam hati mengingat Alicia tadi sempat memeluknya dan bahkan sempat mencium pipinya


"ti.. tidak tuan. hanya saja ada lelaki jelek lainnya yang hampir mengambil hak tuan" ucap Ali, biarlah Ali melampiskan pada orang lain, toh memang 2 leleki hidung belang itu biang keroknya dan disini Ali hanya korban juga


"iris d4ging mereka setiap hari dan berikan pada ikan piranha, sedikit demi sedikit tapi jangan sampai m4ti sebelum tulang t3ngkoraknya terlihat" perintah Daniel dengan tersenyum keji kemudian menghempas pelan tangan Ali yang tak berdaya


"pergilah, jangan bahas apapun selain pekerjaan dan berita keluargaku! dan.. terimakasih untuk hari ini" ucap Daniel penuh peringatan akan berita nggak penting Ali tentang kabar Maureen, kemudian diakhiri dengan ucapan terimakasih tulus dari bibir tuan Daniel


"baik tuan" Ali menunduk hormat


Ali merogoh sesuatu di dalam saku jasnya


"ini untuk nona muda" ucap Ali menyerahkan botol kecil kepada Daniel


Daniel memiringkan kepala tidak tau benda apa itu


"ini untuk meredakan nyeri pada perempuan pada malam pertama tuan" jelas Ali berbisik


seketika wajah dingin Daniel berubah bersemu merah


Daniel paham 'malam pertama' meski Daniel melakukannya di siang hari


Daniel membuang muka ke samping dan bola matanya berputar seolah mencari sesuatu,, padahal Daniel hanya menghindar dari tatapan Ali, malu atas ucapan Ali yang begitu frontal menurutnya


Ali susah payah menahan gelak tawanya melihat raut wajah tuan mudanya yang sangat langkah itu


tak sia sia Ali menahan malu membeli sendiri obat itu di apotik terdekat dari hotel, bahkan Ali tadi sampai di bilang suami bringas sampai membuat istrinya kesakitan oleh penjaga apotik


"sebaiknya beri obat ini agar nona muda jika bangun tak merasa apa apa dan tuan akan aman"


pass!


masalah itu yang sedari tadi membuat Daniel galau, Daniel belum siap jika akhirnya nanti Alicia kecewa dan marah padanya, meski Daniel lakukan itu untuk Alicia namun Daniel belum berani mengahadapinya, Daniel akan jujur,, nanti saat keadaan memungkinkan


untuk saat ini biarkan tuan arogan itu bersifat pengecut.


Daniel segera merampas botol kecil itu, kemudian mentap Ali meminta penjelasan lebih


"olesi di bagian... i. itu.." Ali menggaruk tengkuknya tak enak


"pergilah" Daniel segera berlalu dengan langkah lebar, pembicaraan dengan asistenya kali ini sungguh memalukan


Daniel kembali kedalam kamar, Alicia masih tertidur pulas


kaki Daniel perlahan mendekat, kemudian berjongkok di pinggir ranjang, mengelus sayang rambut Alicia


Daniel mengecup dahi Alicia


"cantik" pujinya tersenyum, kemudian bangkit memakaikan salep anti nyeri itu


Daniel sekuat tenaga menahan godaan, beruntung Daniel bisa menguasai sebab Daniel tidak mungkin menerjang Alicia yang tertidur nyeyak itu.


setelah selesai memakaikan salep, Daniel kembali menaiki ranjang berbaring di samping Alicia, mendekap tubuh yang baru saja menjadi milik Daniel seutuhnya


"semoga apa yang kita kerjakan tadi berbuah hasil" Daniel mengelus perut Alicia, wajahnya merona mengingat kegiatan panas mereka yang berlangsung beberapa kali sampai berjam jam hingga Alicia benar benar hilang kesadaran. tertidur saat Daniel msih belum tuntas dalam permainan mereka yang ke 7 kalinya.


"aku siap jadi ayah asalkan ibu dari anakku itu adalah kamu" ucap Daniel tersenyum senang


bersambung...


######


balik aku...


aku curi curi waktu ngetik.. tapi gini yah sekalimat 2 kalimat sekali buka hp.


kalau suka dengan Daniel dan Alicia silahkan tunggu kalau tidak suka yaudah gak papa sih..


okedehh selamat beraktifitas semua..


salam Mickey Mouse 24


dari Dunian Halu