TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 142


Semenjak kepulangan Alicia sebulan yang lalu membuat dunia seorang Daniel benar-benar berubah, dalam artian ia sepenuhnya kehilangan harga diri jika berhadapan dengan istrinya. Ia bak kucing peliharaan yang patuh oleh sang majikan.


Pemimpin Prasetio Corp itu bahkan pernah berfikir bahwa kepulangan Alicia dari Taiwan hanya mau memanfaatkannya untuk memenuhi semua ngidam mainstream di kehamilan yang kian menua, atau bahkan ada beberapa hal yang membuat Daniel berfikir bahwa kemauan istrinya bukan hanya ngidam semata tapi sekaligus ajang balas dendam untuknya atas perbuatan kejamnya di masalalu. apalagi sifat istrinya kini makin manja. tinggal selama 3 bulan di Taiwan yang dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya membuat Alicia menjadi sosok wanita manja karna semua maunya selalu di turuti oleh kakek, nenek, papa dan mamanya.


Tapi terlepas dari itu, meski kadang membuatnya mengeram dan muak ia tetap menuruti mau istrinya, bukan hanya persoalan permintaan aneh-aneh yang membuatnya ingin menghilang ditelan bumi saja, namun ada juga kebiasaan menggelikan yang membuat bulu kuduk Daniel merinding atas perbuatan ibu hamil 8 bulan itu


Seperti saat ini, ia harus menahan risih akibat kegelian kala ketiaknya menjadi mainan istrinya. sebulan terakhir ini Alicia hanya akan tidur nyenyak di malam hari dan bangun pagi setelah membaui ketiaknya bahkan sesekali mencabuti bulunya, kan kasihan tuh ketek. Ingin melarang tapi merasa tak enak, sebab alasan istrinya selalu mengatasnamakan si bayi yang menginginkannya. Daniel kan tak bisa berbuat apa-apa, mengingat jika Alicia hamil karna ulahnya. Kegeliannya tak sebanding dengan pengorbanan sang istri, meski dirinya ikut andil tersiksa atas kehamilan calon anak pertamanya, tapi pengorbanan Alicia jauh lebih diatas segalanya, rela mengandung dan membiarkan perutnya melar, belum lagi nanti saat melahirkan. Ugh Daniel tak bisa membayangkan semua itu, rasanya tulang-tulangnya melemah. Jadilah ia hanya bisa berusaha membuat istrinya itu sebahagia mungkin.


"sudah?" tanya Daniel melihat istrinya menjauhkan wajah dari ketiaknya


"hu'um" Alicia beranjak dan turun dari pembaringan


"mas mandi sana, aku akan menyiapkan pakaiannya" perintah Alicia yang kini berjalan menuju Walk in closet dengan gaun tidur malam berwarna hitam yang transparan memperlihatkan lekuk tubuh putih nan seksinya membuat Daniel kembali mendamba namun ia tahu jika ia tak bisa mendapatkan surga untuk peliharaanya pagi ini karna kasihan pada sang istri.


"sabar boy, pagi ini aku hanya bisa memberimu air dingin" monolog Daniel dan setelahnya ia berlari menuju kamar mandi.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Jika Alicia sudah menjadi pusat hidup seorang Daniel berbeda dengan wanita dewasa yang kini terduduk diam menatap keluar jendela dengan tatapan kosongnya, kedua tangannya terikat, pakaian acak-acakan dengan perut buncit menambah kesan menyedihkan pada sosok yang dulunya sangat mempesona itu.


Terhitung memasuki bulan kelima sudah usia kandungannya, tapi ia harus terjebak di balik bilik sempit 3x3 meter persegi yang berjeruji.


Ini sudah lebih baik, sebulan lalu, ia bahkan hanya bisa terbaring dengan tangan dan kaki terikat di tepi brangkar yang sempit.


"menyedihkan sekali, bahkan sejak pertama kali masuk kesini 4 bulan lalu tak ada satu orang pun yang mengunjunginya" ucap salah satu suster yang baru saja menyuntikan vitamin penguat kandungan pada wanita hamil itu


"ho'oh, padahal dia berasal dari keluarga berada" suster satunya membenarkan


"itu dulu, sejak tuan Dinata meninggal perusahaannya serta semua aset-asetnya juga ikut menghilang, bahkan nona tertua mereka malah berakhir menyedihkan di tempat ini" suster yang bernama Ani itu menatap kasihan pada pasiennya yang tak lain adalah Maureen


"ya, namanya juga hamil diluar nikah, mana bapaknya banyak, siapa yang tidak setres coba. Hahahahh" timpal si suster yang bername tag Dila mengejek, pasalnya ia punya sedikit dendam pada Maureen. Mereka teman kuliah dan dulu Maureen sangat sok pada kaum di bawahnya, Dila salah satunya. Meski beda jurusan tapi mereka beberapa kali bertemu.


Roda pasti berputar bukan? Dan ya, semua orang akan mengalami perputaran itu, termasuk Maureen yang dulunya hidup bergelimang harta dan membuatnya sombong nan angkuh kini berakhir menyedihkan di rumah sakit jiwa.


Kasusnya bahkan sudah sangat berat, ia beberapa kali pernah bunuh diri dengan menabrakan dirinya di jalan raya, beberapa kali mencoba terjun bebas dari atap rumah sakit jiwa, juga dengan sengaja menusuk perutnya guna membunuh anak dan dirinya sendiri, beruntung keduanya bisa diselamatkan karna memang tusukannya tak terlalu dalam.


"eh, ups. Keceplosan. soalnya Gue tuh nggak bisa move on saat dimana ia dengan songongnya menabrak motor gue hingga terlindas dengan mobil mewahnya sampai motor gue hancur tak bisa terpakai lagi" Dila menutup mulut hanya sepersekian detik, selanjutnya ia mengutarakan kenangan menyedihkan itu, menyedihkan baginya tapi tidak dengan Maureen.


"wah parah, dia pelakunya?" tunjuk Ani tak percaya pada Maureen


"ho'oh, dan lo mau tau apa alasannya?"


Ani mengangguk sementara ia memperbaiki peralatannya setelah memberikan beberapa perawatan pada Maureen


"motor guekan dulunya jadul tuh, nah katanya dia motor gue mengganggu penglihatannya. Sombong banget bukan?" adu Dila, teman sekampus Maureen yang kini sudah menjadi perawat di sebuah rumah sakit jiwa


"wah keterlaluan sih emang dia" timpal Ani ikut menatap kesal pada pasiennya yang terduduk membelakangi mereka.


"mau balas dendam?" tawar si Ani lagi. Yang entah sadar atau tidak, Maureen berbalik dan menatap datar pada keduanya


"wah sepertinya dia paham maksud kita nih" timpal si Ani lagi, bukannya merasa tak enak, ia malah ikut menatap mengejek pada Maureen


"tidak usah mengotori tangan hanya untuk wanita tak berperasaan sepertinya, biarlah tangan Tuhan yang bekerja" kemudian mereka memilih pergi mengabaikan teriakan histeris Maureen yang terus memanggil nama Ayah dan Ibunya bergantian


Bersambungggg....


#######


Tabe, saran dan kritik di persilahkan. sekaligus membantu autor buat lebih baik lagi. makasih semua


Nih yang minta THR dari autor, cuman bisa kasih tulisan gaje ini, maapin yak, apa adanya aja dulu


Pikiran autor pengen liburan ini, tapi tamu masih berdatangan, jadi hari kedua masih dirumah dengan disibukan cuci piring sementara otak udah me-list beberapa tempat wisata... bercabang pikiran.


jadi gini jadinya, asal ngetik. Hahahah


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu