
Dengan gagahnya Daniel menurunkan kakinya yang dibalut sepatu mahal kemudian disusul tubuh atletisnya yang dibaluti pakaian formal yang sangat pas ditubuhnya dan harganya tentulah selangit.
Ketiga ajudan wanita itu menunduk hormat, sedangkan Alicia masih dengan wajah bingungnya
Jangan tanya para mahasiswa yang melihat ke arah mereka, ada berbagai reaksi, ada yang matanya membola takjub dengan apa yang mereka lihat, menganga tak percaya siapa yang berada di kampus mereka, bahkan ada yang tak menyadari ilernya meleleh melihat langsung pria muda nan tampan pengusaha sukses pewaris tunggal perusahaan mendunia milik Prasetio Corp ada di kampus mereka
Daniel mengabaikan itu, mengabaikan akan cerita dan gosip yang akan keluar setelah ini, sebelum ada yang tersadar dari keterkejutan dan kekaguman mereka, Daniel segera menarik tangan alicia, memutari mobil dan membukakan pintu untuk Alicia dan kembali berlari menuju pintu mobil kemudi yang telah dibukakan oleh salah satu ajudan wanita Alicia
"hati hati tuan muda, nyonya muda" sahut mereka memberi hormat
Daniel segera memacu kendaraan roda empatnya meninggalkan suara histeris beberapa manusia lebay disana
"tuan!"
Daniel melirik sekilas dan kembali fokus ke jalan
"saya lapar" ucapnya datar
"huh?" Alicia melotot ke arah Daniel
"budek" gumam malas Daniel
"kan tinggal makan tuan, kenapa harus menjemput saya?"
"saya lapar makan kamu"
Alicia diam. Ia menelan ludah kasar, ia tahu maksud tuan suaminya yang memang sudah menjadi pria tua arogan yang mesum, untung ganteng dan kaya.
Tak ada lagi perbincangan setelahnya, Alicia diam dengan pikirannya yang kemana mana sedang Daniel diam lebih tepatnya mengulum senyum karna berhasil mengerjai istri kecilnya.
Beberapa saat kemudian, Daniel telah memarkirkan mobilnya di sebuah restoran mewah yang tak jauh dari kampus Alicia
Daniel melirik Alicia yang masih diam dengan lamunannya, tidak lama setelahnya ponselnya berbunyi, Daniel merogoh ponselnya
"sudah siap tuan" sahut diseberang telpon
"hm"
Daniel turun, kemudian memutari mobil menuju pintu penumpang depan.
Ceklek
Alicia mendongak bingung, belum sadar sepenuhnya
Klik
Daniel membukakan sealbelt milik Alicia dan menuntun Alicia keluar
Alicia mengeryit melihat bangunan yang ada di depannya, kenapa malah ia dibawah ke restoran, bukan di mansion, kantor, atau hotel. Bukannya mereka akan melakukan itu? Apa Daniel sudah gila mengajakanya ke restoran untuk menuntaskan hasrat gila Daniel yang ramai pengunjung, mengingat ini memang sudah masuk jam makan siang
Makan siang?
"kita butuh asupan agar kuat bermain nanti" bisik Daniel menyerigai tepat di telinga Alicia, membuat bulu kuduk Alicia merinding membayangkan ucapan Daniel
Ya, pikirannya jadi mesum juga jika berdekatan dengan tuan suami tampannya yang mesum
Belum sadar Alicia dari lamunannya, Daniel segera menarik Alicia ke arah pintu khusus VVIP yang sudah di sewanya hingga tak ada yang bisa menganggu mereka
Daniel telah menyewa lantai VVIP melalui ajudan wanita Alicia, agar tak ada yang melihat mereka. Lebih tepatnya menjaga privasi mereka
agar tak menjadi konsumsi publik seperti saat di kampus, Beruntung Daniel tadi segera bertindak cepat sehingga tak ada mahasiswa disana yang mengambil gambar
Setelah makan siang, Daniel membawa Alicia ke perusahaan, meski niat awalnya tadi hanya ingin makan siang bareng istrinya, namun rupanya Daniel tak bisa jauh jauh dari Alicia, rasanya ia hampa jika tak melihat Alicia berada di dekatnya. urusan kampus sudah ada para ajudan Alicia yang mengurus, Alicia mau tak mau harus menurut jika tak ingin mendapat amarah dari Daniel
Alicia juga tak lupa mengabari kedua sahabatnya jika ia harus segara pulang dan kedua sahabatnya mmemahami kradaan Alicia meski kecewa karna kebersamaan mereka untuk berjuang memperoleh gelar saarjana tidak seperti dulu
Wanita yang sudah menjadi butiran debu bagi Daniel ada disana sedang marah-marah tak jelas pada recepsionis
Dasar Maureen tak tahu malu aja. Ini sudah yang kesekian kalinya ia berteriak teriak bak orang gila di perusahaan orang, mendapat perlakuan tak baik oleh karyawan perusahaan, mendapat penolakan dari pemilik perusahaan namun ia terus saja datang dengan sombong menghilangkan urat malunya
Daniel melanjutkan langkahnya mengabaikan keadaan memalukan mantan tunangannya itu, namun langkahnya terhenti saat Maureen menyadari kehadirannya dan Maureen langsung menghambur merangkul manja lengan Daniel
Daniel mengeram, didorongnya dengan kasar tubuh Maureen yang menempel pada tubuhnya, Daniel sedikit melirik kebelakang, ia melihat istrinya itu tertunduk
Maureen mengikutibarah pandang Daniel, dan raut wajahnya yang baru saja berbinar berubah merah padam
"lo!" tunjuk Maureen pada Alicia
Daniel menatap kesal tangan Maureen yang beraninya menunjuk istrinya
Ingin sekali Daniel merengkuh tubuh kecil istrinya yang masih setia menunduk di belakangnya, namun suasana tidak mendukung, sebab banyak karyawan yang sedang melihat mereka saat ini.
Bukan, bukan Daniel tak mau mengakui dan memperkenalkan siapa Alicia yang sebenarnya, namun Daniel tak mau bertindak gegabah dan membuat istrinya kembali tertekan saat ini, sebab Daniel tahu bahwa Aliciapun tak nyaman dengan status istri yang di sandangnya dari seorang Daniel Prasetio.
Daniel hanya berusaha memahami perasaan istri kecilnya
"saya benci dengan penganggu" desis Daniel penuh makna yang berhasil membuat Maureen susah payah menelan ludahnya
"saya sibuk" ucap Daniel melirik Alicia berharap Alicia segera mengikuti langkahnya, Daniel mengabaikan perasaan kesal dan amarah Maureen dan memilih melanjutkan langkahnya karna tak sabar untuk sampai di ruangannya, lebih tepatnya kamar minimalis mereka
Dengan menunduk Alicia mengikuti langkah Daniel tanpa menoleh ke arah kakaknya, Maureen
Maureen mengayunkan tangannya untuk mencegah Alicia, ingin sekali Maureen memberi pelajaran pada Alicia yang berani mendekati Daniel, bahkan Alicia leluasa keluar masuk perusahaan tak seperti dirinya dulu.
Hei, sadar dong Maureen, orang Daniel adalah suami Alicia, jadi wajar dong Alicia berada didekat Daniel
Namun belum sempat ia menggapai tubun Alicia yang telah membelakanginya, tangan Maureen dicegat oleh seseorang, kemudian dihempaskannya kasar
"Jika anda masih ingin hidup tenang, jagalah sikap anda nona, jangan masuk keluar perusahaan ini tanpa tujuan" ucap sekertaris Ali dengan ekspresi datar, namun jujur Ali merasa jijik telah menyentuh tangan wanita ini
"kau!"
"tunggu saja pembalasanku"
"kamu adalah orang pertama yang akan menerima akibatnya telah memperlakukan calon nyonya prasetio seperti ini"
Setelah mengucap berbagai sumpah, Maureen dengan perasaan marah bercampur malu meninggalkan lobi perusahaan
"tunggu saja kau Alicia" geram Maureen memasuki mobilnya
Sementara Ali, ia berjalan menuju meja recepcionis dan meminta hand sanitizer, Ali menyemprotkan anti bakteri iti ke tangannya sebanyak mungkin
"tisyu" pinta Ali
Sukma segera menyodorkan tisyu pada Ali
"Pekerjaan bagus" puji Ali pada kedua recepcionistnya, bukan karna hand sanitizer atau tisyu namun karna telah mematuhi aturan tak mengijinkan siapapun bertamu dengan Daniel tanpa janji temu
Kedua recepsionist itu senyum senyum bahagia telah mendapat pujian dari sekertaris Ali yang terkenal dingin itu
bersambungggg...
#####
Salam Mickey Mouse 24
dari Dunia Halu