
Breaking News!
Turut berduka atas musibah yang sedang menimpa pebisnis dunia, tuan muda Daniel Prasetio.
Istri dari pewaris tunggal Prasetio Corp. dikabarkan sedang kritis melihat bagaimana tuan Daniel membopong tubuh istrinya keluar dari lobi hotel QWE dalam keadaan sekarat sore ini!
Berita duka juga datang dari...
Klik
Daniel mematikan tv yang mengantung di dinding dalam ruangan yang khas dengan bau farmasi itu, di ruang VIP rumah sakit itu seorang wanita muda sedang terbaring di ranjang pesakitan dengan selang infus darah di pungung tangan kirinya.
Daniel mendesah gusar melihat keadaan istrinya dan berita yang sudah tersebar itu. Memang seminggu belakangan ini berita mengenai dirinya dan sang istri menjadi tranding topik di dunia bisnis begitu juga dalam berita siaran tv nasional dan swasta bahkan dalam acara tayangan gosip-gosip pesohor Dunia tak pernah alpa memberitakan kehidupan tuan muda keturunan Prasetio itu.
"apa kamu pikir kamu itu kucing? Punya 9 nyawa?" cercah Daniel pada tubuh yang masih terbaring lemah di atas ranjang dengan mata tertutup
Alicia mendengus mendengarnya, ini sudah yang kesekian kalinya tuan suaminya menceramahinya, ya, sudah 30 menit berlalu Alicia sudah sadarkan diri, ia sempat membuka mata tadi, tapi karna yang ia peroleh hanya berbagai omelan dari tuan suaminya, Alicia memilih tidur saja, matanya terpejam namun ia tak bisa bergabung dengan dunia mimpi sebab telinganya selalu saja direcoki dengan berbagai ocehan dari tuan suaminya yang tak kenal lelah mengomel. Sudah 30 menit berlalu. Alicia yakin kini bibir tuan suaminya pasti sudah berbusa. Alicia memang sempat pingsan saat di jalan tadi tapi setelah ditangani oleh dokter, Alicia sudah sadar tidak lama setelah selang infus darah mengalir kedalam tubuhnya.
Ya, ia memang wanita yang terlahir untuk selalu kuat. Kuat batin dan fisik.
"sudah berapa kali ku bilang kalau tubuhmu itu adalah milikku dan dengan kurang ajarnya kau melukainya?! Bodoh!" Daniel menendang kaki meja melampiaskan kekesalnnya
*tubuhku yah tubuhku, tuan yang bodoh!* ingin sekali Alicia berteriak namun ia tak memiliki nyali alhasil ia hanya bisa membalas dalam hati
Daniel yang mulai bosan mengoceh baranjak mendekat ke ranjang Alicia, melihat istrinya memejamkan matanya dengan napas teratur. Ah sia sia saja ia mengeluarkan suaranya. Pikir Daniel
Merapikan selimut di tubuh istrinya agar tak kedinginan dengan suhu ac, Daniel kemudian beranjak menuju kamar mandi dalam ruangan Alicia, mencuci mukanya yang kusut akibat kejadian beberapa saat lalu.
Alicia yang mendengar suara pintu kamar mandi tertutup sontak membuka mata, ia menghela napas panjang, mengangkat tangan kirinya yang telah berbalut perban, kemudian tangan kanannya yang juga menancap selang infus darah, kepalanya menoleh ke arah kantong darah, sisa beberapa ml saja, itu berarti sudah banyak donor darah yang masuk ke dalam tubuhnya.
Tangan kananya perlahan meraba perutnya, mencebikan bibir, Alicia merasa lapar.
Meminta tolong pada tuan suaminya adalah hal mustahil untuk Alicia lakukan sekarang, mengingat bagaimana kesalnya Daniel akan tindakannya.
Tapi perutnya benar-benar meronta ingin diisi.
"kamu yah, udah numpang dalam perutku tanpa permisi, malah ngerepotin, kamu pikir aku nggak capek apa ngunya makanan terus, mana nggak tau situasi banget lagi" gumam Alicia mengomeli makhluk mini yang bersemayam dalam perutnya
Tujuannya menemui dokter kandungan harus pupus gara-gara Dinata, ah, sia-sia sudah dirinya menyamar sebagai ibu hamil besar tadi meski nyatanya memang ia sedang hamil sih.
Eh tapi...
"dan anda tuan Orlando, bukankah istri anda baru saja melahirkan anak kedua kalian? Lalu sekarang anda membuang anak istri dan dengan lancangnya anda ingin mengambil istri tercinta saya yang sedang mengandung anak kami?"
Sekelebat ucapan Daniel terlintas dalam pikirnya. Alicia tiba-tiba gusar. Apa tuan suaminya tahu akan kehamilannya? Tidak-tidak. Alicia segera menggelengkan kepala. Tuan suaminya tidak tahu, Alicia aja tahunya baru tadi pagi dan itu saat Daniel sudah tak ada di rumah. pasti Daniel mengatakan demikian hanya untuk membuat Dinata dan Arham tak berminat lagi padanya. Pikir Alicia
Melirik sekilas ke pintu toilet, sepertinya tuan suaminya betah berlama-lama berkutat dengan benda-benda di dalam sana. Menghembuskan napas kasar, perutnya tak lagi bisa diajak kompromi, ia menginginkan makan mie siram yang tentu sangat tidak di anjurkan oleh rumah sakit pada pasien, dan juga pasti tak di izinkan oleh Daniel, maka dari itu Alicia memilih melepas infus dan keluar mencari jajan mie siram di kantin rumah sakit.
Meringis saat pergelangan tangannya yang berbalut perban tak sengaja terbentur di pinggir ranjang saat dirinya beranjak turun.
Sedikit pusing, tapi Alicia yang sudah tergiur akan bayangan mie siram membuatnya semangat melangkah keluar ruangan
Saat dirinya baru saja berada dalam lift suara teriakan dari lorong menggema memanggil namanya. Beruntung Daniel tak melihatnya memasuki lift. jika saja Daniel tak menyewa satu lantai untuknya dirawat, Alicia yakin, Daniel sudah diseret paksa keluar dari rumah sakit ini karna teriakannya itu. Menghela napas lega saat lift sudah berjalan turun dari lantai teratas gedung bertingkat 7 ini.
Sedang Daniel menelpon beberapa pengawal untuk mencari istrinya karna mengira Alicia kembali di culik oleh suruhan Dinata
"argh! Dasar tua b4ngka!!" umpat Daniel
Alicia yang baru saja keluar lift menelan ludah kasar kala melihat puluhan ajudan tuan suaminya berlari memasuki lobi rumah sakit.
Alicia segera menunduk dan berlindung, kalau gini ceritanya belum juga makan mie siram udah ketangkap, kesal Alicia dalam hati.
Alicia melupakan mie siramnya, ia dilanda rasa takut sekarang. Tuan suaminya tak akan mengampuninya jika ketangkap karna ia kabur tanpa pamit tadi. Ahh bisa di cincang dia, mana tadi tuan suaminya terus mengomelinya.
Jadilah niat makan mie siram jadi ajang kabur beneran. Alicia belum siap menghadapi kemarahan tuan suaminya yang dominan itu
bersembunyi di balik punggung OB, Alicia keluar lewat pintu belakang
Alicia berlari kecil saat berhasil sampai taman rumah sakit, dirinya sesekali menengok kebelakang, jaga jaga jika para pengawal menemukannya. Tak ingin berlama lama, Alicia beranjak hendak ke jalan umum untuk menjauh dari rumah sakit, namun langkahnya tiba-tiba terhenti kala mendengar deheman keras seseorang di belakang tubuhnya
Alicia menegang, suara itu sudah pasti milik tuan suaminya, Daniel
"tidak bisakah kamu diam dan tak berulah!"
Alicia mematung, bukan karna bentakan tuan suaminya tapi karna perlakuan Daniel yang langsung merengkuh dirinya dalam pelukan hangat Daniel setelah berucap dengan nada tinggi
Daniel bersyukur istrinya tak kenapa napa.
Bersambung...
########
Segini dulu yak
Cuman mau bilang aku juga pengen up setiap hari bahkan setiap jam malah tapi gimana kalau duniaku bukan hanya untuk ngetik dan berhalu.
Apalagi game sangat menggoda iman, sampai2 di buat menagis karna ada tugas yang nggak kelar padahal udah mau di persentasikan tadi siang.
Sumpah game bener2 jahat, aku udah hapus tadi pagi. tapi sekarang kek pengen download lagi. candu sih. Heheheh
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia Halu