
Alex sekali lagi mengecek berkas dan menelitinya dengan baik. Setelah dirasa semua sudah sesuai dengan keadaan yang seharusnya, ia menutup berkas itu dan menyerahkannya pada Wahyu.
"semuanya sudah beres. pastikan si penghianat itu menerima konsekuensinya" desis Alex dengan binar nyalang, setelahnya lelaki tampan itu beranjak keluar dari ruangan
"pasukann sudah stay dan tinggal menunggu sampai target lengah" beritahu Wahyu yang mengikuti langkah bosnya dari belakang
"istrinya tengah hamil bukan?" tanya Alex. Ia ingat si penghianat sering sekali meminta upah lebih awal dengan alasan ingin memenuhi kebutuhan istrinya yang tengah mengandung
"benar pak, istri pertamanya tengah hamil 7 bulan, anak ke tiga"
"istri pertama?" tanya Alex menghentikan langkahnya yang spontan diikuti wahyu
"benar bos. lelaki tua itu memiliki 3 istri. si istri sah tengah hamil besar yang akan melahirkan keturunannya beberapa bulan lagi untuk ke tiga kalinya, dan 2 istri sirinya yang sama sama hamil muda, masing-masing anak pertama dari Tomi, tapi si Tomi saat ini tengah menikmati liburan dengan pacar barunya yang masih berseragam SMA" jelas sekertaris Alex yang berkacamata itu
"Wah,, selain jago memanipulasi uang ratusan jutaku, dia juga pandai memanipulasi kaum hawa yang lemah akan dunia" ujar Alex tak habis pikir akan kelakuan lelaki berumur 47 tahun yang dipercayainya beberapa bulan lalu untuk menghendel proyeknya. Alex berucap sambil melanjutkan langkahnya menuju lift yang akan membawanya keluar dari gedung itu
"jangan beri ampun padanya. jika bisa bertanya pada sekertaris Ali bagaimana hukuman yang pantas untuk pria penghianat sepertinya" titah Alex mengeram kesal "berani sekali membuat kekacauan sampai aku harus mengorbankan waktuku dengan istriku, dan dia malah asik menipu anak gadis belia" gumam Alex mengeratkan rahanganya.
Ya, harusnya ia pulang sabtu kemarin untuk bertemu sang istri dan menghabisakan weekend dengan menemani istri dan calon anak pertamanya, namun karna ulah bawahannya, ia harus rela menetap di Semarang dan menahan rindu hampir 2 minggu ini pada sang pujaan hati.
"saat ini target tengah berlibur di sebuah pulau terpencil. Bagaimana jika kita ledakan bom saja disana, bos?" usul Wahyu yang spontan membuat Alex menoleh tak percaya akan ucapan sekertarisnya itu
"sejak kapan kamu memiliki otak pembunuh sadis begitu?" tanya Alex mengintimidasi
"bukannya pak bos baru saja ingin menanyakan pada sekertaris Ali bagaimana caranya mengatasi seorang penghianat?" bukannya menjawab Wahyu malah melemparkan pertanyaan balik
"bos tak mungkin tidak tahu bukan cara orang-orang Prasetio mengahancurkan penghianat dan penghalangnya" lanjut Wahyu membuat Alex sadar akan fakta itu
"be.. Benar juga sih" ujar Alex membenarkan "Tapi apapun itu jangan libatkan istri dan anak-anaknya.." Alex menggantungkan ucapannya, pria itu tampak berpikir sejenak "Istri pertamanya,, saya tebak wanita menyedihkan itu pasti tak tahu kelakuan suaminya di belakang dia" lanjut Alex menebak dengan nalurinya
Entah mengapa Alex kasihan saja sama si istri sah dari Tomi ini. Mungkin karna ia pernah merasakan yang namanya dikhianati oleh seseorang yang dipercayainya. Ia memposisikan dirinya bagaimana kecewanya ditipu oleh pasangan hidup yang telah menemaninya menghabiskan belasan tahun dalam sebuah ikatan suci namun malah dinodai sedemikian kotor oleh pasangan sendiri.
"benar tuan, bahkan si istri pertama hanya didatangi jika pria itu menginginkan meniduri wanita itu, istri pertama dengan anak-anaknya hanya hidup sederhana di sebuah desa, sedang dua istri sirinya dibelikan apartemen mewah di kota" jelas Wahyu membuat Alex tersenyum miris
"tidak beda jauh dari kata dimanfaatkan. Dan yah, aku pernah berada diposisi bodoh itu selama belasan tahun" gumam Alex lirih
*pantas saja Elana menyambut bahagia usulan paman Feri saat membawa Maura dulu* batin Alex mengingat bagaimana Elana sama sekali tak keberatan saat Alex menikah lagi, bahkan Elana-lah yang mendorongnya untuk memantapkan niatnya untuk menjadikan Maura sebagai madunya untuk memperoleh keturunan, rupanya Elana melakukan itu untuk mempermudah aksinya berselingkuh saat Alex sibuk dengan Maura
"saya tidak peduli kamu mau apakan si Tomi dan para selirnya. Yang jelas buat dia merasakan kesakitan lebih berat dari kelakuannya. Setelahnya, untuk keluarga kecilnya di desa, beri mereka bantuan, tunjangan hamil, melahirkan dan lainnya, jika perlu beri wanita itu pekerjaan di perusahaan agar bisa menghidupi anak-anaknya" titah Alex sebelum keluar dari lift itu.
Lelaki itu kejam, tapi untuk masalah ini sepertinya ia merasa harus peduli akan nasib wanita yang hampir sama dengannya. Dikhianati oleh orang yang sangat dipercayainya dengan bermain Zina dibelakang.
Beruntungnya, ia memiliki Maura, si istri muda yang kini telah mencuri seluruh hatinya. Jadi saat mengetahui penghianatan Elana, Alex tak terlalu terpuruk akan kekecewaan. Ia memiliki penawarnya, Maura.
Ah mengingat wanita itu, Alex jadi gelisah sendiri. Ia rindu, merindu setengah mati. Bahkan sering ia merasakan pedih dalam dadanya saking rindunya
Tubuhnya lelah, pikirannya lelah dan jiwanya tersiksa. Seharian ini tidak ada sesuap nasi yang memasuki tubuhnya, rontaan lambungnya mengalahkan pikirannya yang selalu tertuju pada sang istri dan calon anak mereka.
Sang istri seharian ini tidak bisa dihubungi, papa, mama, Alexa bahkan Bagas pun semuanya malah mengatakan sibuk dan tak memiliki waktu untuk berbicara, membuat Alex kalang kabut sampai ia berkeinginan langsung bisa terbang ke Sumbawa menemui istrinya. Namun mengingat ada ratusan karyawannya yang akan kena imbas akan tindakannya membuat Alex mengurungkan niatnya, alhasil ia ********* dirinya agar semua masalah itu harus bisa terselesaikan hari ini, mengabaikan keadaannya yang butuh asupan istirahat dan makanan.
Dan berkat kegigihannya selama 5 hari menulusuri semua akar permasalahan yang terjadi di proyek barunya, hari ini bisa terselesaikan. Alex akhirnya bisa bertemu sang istri
"antar saya langsung ke bandara" titah Alex setelah mereka memasuki mobil
"baik, tuan" Wahyu mengangguk mengerti. bosnya pasti tak sabar untuk bertemu istrinya yang tengah dikawal dalam keluarga besar bosnya itu
"setelah ini kamu cari jet pribadi, sepertinya akan sangat membantu pada keadaanku saat ini" Alex berucap dengan mata terpejam sambil sanderan di sandaran jok kursi penumpang belakang
"cari? Tuan mau beli?" tanya Wahyu melirik bosnya dari spion
"tidak. Mau pinjam. Yaiyalah beli Wahyu!" jawab Alex kesal namun posisinya tak berubah sama sekali
"tapi tuan, keuangan perusahaan masih belum stabil, harga jet pribadi butuh dana ba..."
"emang saya bilang mau beli sekarang?" potong Alex yang kini sudah membuka matanya, menatap tajam sekertaris lewat spion "cari saja dulu, siapa tahu sebulan atau 2 bulan lagi ada dana kan bisa langsung beli" lanjutnya masih kesal
"tapi tuan, barangkali..."
"banyak omong kamu sekarang yah?" Alex lagi-lagi memotong ucapan sekertarisnya itu, bahkan ia sedikit menegakan tubuhnya mengeluarkan aura mengintimidasi pada sekertarisnya
"maaf tuan" dan Wahyu hanya bisa meminta maaf kemudian bungkam.
Alex mendengus kesal dan kembali pada posisinya, ia ingin beritirahat sejenak selagi perjalanan menuju bandara lumayan macet.
"maksud saya, barangkali aja nona Maura udah mau ikut pulang kali ini, jadi tak usahlah buang-buang uang untuk beli jet segala, apalagi dengan keadaan perusahaan, mending fokus mengembangkan cabang agar anak-anak tuan nanti dapat warisan banyak dan nggak saling berebutan" monolong Wahyu saat melihat dari spion tuannya sepertinya sudah berada di alam mimpi
"benar juga katamu yah" sahut Alex yang berhasil membuat Wahyu terjengkit
"tu..tuan bos nggak tidur?" tanya Wahyu terbata
"ah iya. Aku harus berhasil membawa Maura pulang bersamaku ke Semarang kali ini. Hingga aku tak lagi merasakan rasa menyesakan ini" ujar Alex setelah menegakan tubuhnya, raga lelahnya tiba-tiba mendapat suntikan semangat saat mendengar celotehan sekertarisnya. Alex mengabaikan keterkejutan Wahyu ia malah asik menghayalkan berbagai cara agar hubungan rumah tangganya dengan Maura tak lagi terjalin jarak jauh. meski masih dalam negeri, tapi Alex sungguh tersiksa akan jarak ini
Bersambunggg...
######
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia Halu