TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 29


waktu sudah menunjukan pukul 5 sore, saatnya semua karyawan maupun peserta magang perusahaan Atmajaya pulang kerumah


"see you" seru para karyawan maupun peserta magang kemudian meninggalkan kantor


"lo pulang sama siapa El" tanya Ardi


"biasa. sama tukang ojek setia gue" tunjuk Alicia pada Filda dengan dagunya


Filda mendengus mendengar ucapan Alicia mengenai dirinya


"oh" Ardi mengangguk kikuk, sebenarnya Ardi ingin menawarkan diri untuk mengantar Alicia namun Ardi tidak enak jika Alicia akan menolaknya, lagi.


"yaudah gue duluan ya" pamit Alicia pada Ardi dan Darius yang juga sudah bersiap siap pulang untuk mengistirahatkan tubuh lelahnya yang seharian ini terkuras


"oke hati hati" ucap Darius dan Ardi barengan


Filda mengemudikan motor maticnya membelah macetnya ibu kota mengingat waktu memang jam pulang kantor bagi mereka yang tidak lembur


"ngebut beb, jangan sampai si tuan macan lebih dulu tiba di mansion" seru Alicia dari belakang


Filda dengan lihat menyalip kendaraan demi kendaraan agar bisa cepat sampai mansion Prasetio. Filda tak mau jika sahabatnya akan mendapat masalah dengan suaminya apalagi tenaga Alicia seharian terkuras pasti Alicia butuh istirahat pikiran maupun tubuhnya. pikir Filda


tidak memakan waktu lama, Filda dan Alicia tiba di gerbang Mansion


Alicia melihat jam di pergelangan tangannya


pukul 17,15


Alicia mendesah, semoga saja tuan suaminya kejebak macet di jalan


"beb gue langsung masuk yah"


"iya, masuk gih" ucap Filda


"tengkyu dan hati hati dijalan"


Filda mengangguk kemudian menacap gas pulang kerumahnya


Alicia berlari menuju rumah utama


Alicia susah payah mengatur napas saat sudah di depan pintu kamar


Alicia menetralakn degub jantungnya. Ia akan siap menghadapi kemarahan Daniel, lagi.


Pak Wis dan sekertaris Ali tadi sudah mengingatkannya jika Daniel berada di mode macan lapar sekarang karna sudah 2 jam lebih kembali dari kantor dan tidak disambut olehnya dan itu berhasil membuat Alicia hampir kehilangan kesadaran akibat berlari cukup jauh dan ditambah berita mengerikan dari 2 lelaki berbeda usia dibawa tadi.


Jika Alicia punya riwayat sakit jantung sudah tinggal nama dia sekarang


Setelah menetralkan degub jantungnya Alicia memegang knop pintu, meski tak dapat Alicia pungkiri jika di dalam hatinya ketakutan akan kemarahan Daniel membayangi pikirannya, sehingga membuatnya gemetar


"Sampai kapan mau berdiri sisitu! " Seru Daniel dari dalam


Refleks Alicia terlonjak dan berhasil membuka pintu


Alicia menelan ludah kasar saat netra coklatnya langsung bersirobok dengan netra hitam milik Daniel, tatapan Daniel begitu tajam hingga rasanya Alicia ingin lari kocar kacir sejauh jauhnya.


Daniel meraih cangkir teh di depannya kemudian menyesapnya, matanya tetap menatap lekat Alicia yang masih berdiri mematung di ambang pintu.


Sepersekian detik selanjutnya


Shyut


Cangkir melayang kearah Alicia, beruntung Alicia sigap menghindar di tengah tengah ketakutannya dan akhirnya cangkir nahas itu bertubrukan dengan dinding dan berakhir menjadi puing puing beling tak berguna berserakan di lantai


Prangg


Pyaarr


Alicia makin gemetar, tulang tulang kakinya melemah, seandainya tak ada knop pintu yang menjadi pegangannya mungkin tubuh Alicia sudah meluruh kelantai bersama dengan puing puing beling cangkir tadi


Sementara di lantai bawah, sekertaris Ali yang hendak mengambil air di dapur dan pak Wis yang baru saja mengatur para Chef keluarga Prasetio untuk menyiapkan makan malam dan keluar dari dapur seketika menghentikan langkahnya saat mendengar suara nyaring yang terdengar jelas dari kamar utama


Sebenarnya kamar utama kedap suara, namun karna pintu terbuka jadi suara cangkir pecah itu terdengar hingga di bawah


Ali menggeleng sudah tau apa yang terjadi di atas sedangkan pak Wis menghembuskan napas panjang kasihan dengan nyonya mudanya yang polos bisa terlibat dengan tuan muda pemarah


Kembali pada kamar utama, Daniel menatap penuh amarah pada Alicia, rahangnya mengeras


"kamu tahu apa kesala___"


Dugh


dengan sigap Daniel berlari kearah Alicia dan menggendong tubuh Alicia yang ternyata sudah pingsan itu kemudian membawanya ke ranjangnya


Daniel meraih telponnya dan menghubungi Ali


"panggilakan Rahmat sekarang!" seru Daniel saat Ali mengangkat telponnya


Daniel menepuk nepuk pipi Alicia


"Dara, Dara, hei" Daniel terus berusaha menyadarkan Alicia


bukan ini yang Daniel mau. memang Daniel tadi berencana memberi hukuman pada istri kecilnya itu karna pagi tadi tidak menemaninya sarapan, tidak mengantarnya hingga depan rumah, tidak menyambutnya saat pulang kantor, dan membuat Daniel menunggu Alicia selama 2 jam di rumah.


ya, Daniel pulang lebih cepat hari ini karna pikirannya selalu ingin pulang dan bertemu dengan istri bodohnya. entah kenapa Alicia selalu berputar putar dalam pikiran Daniel hari ini


Daniel sangat khawatir melihat Alicia terbaring tak sadarkan diri seperti saat ini


"maaf" lirih Daniel mengusap lembut rambut Alicia


saking khawatirnya pada Alicia, Daniel yang memang hanya mengenakan celana pendek itu, tak menyadari jika lututnya berdarah akibat terkena pecahan beling karna lututnya bertumpu pada lantai dimana beling beling kaca berhamburan saat meraih tubuh pingsan Alicia yang tergelatak di lantai tadi.


Rahmat masuk di kamar utama, di belakangnya sekertaris Ali juga pak Wis menampilkan raut wajah khawatir


"Nona Elis kenapa? " tanya Rahmat segera setelah melihat situasi


Belum sempat Daniel menjawab, Rahmat sudah mengambil alih pergelangan tangan Alicia, memeriksa nadinya.


Rahmat memiringkan kepalanya berfikir


*normal* batin Rahmat


mata Rahmat melirik Alicia yang terbaring di ranjang, namun kembali Rahmat memicingkan matanya melihat mata Alicia yang tertutup rapat, namun tampak berkedut kedut samar


*pura pura! that's good nona* batin Rahmat berusaha mengulum senyum geli


"tuan muda, lutut anda" seru Ali melihat darah mengalir dari lutut Daniel, ke betis, dan menetes ke lantai


Rahmat menoleh pada Daniel dan melihat lutut sahabatnya yang menggenaskan itu


Daniel menundukan kepala melihat lututnya yang berdarah


"kenapa kau malah diam bodoh! beri Dara obat cepat" semprot Daniel pada Rahmat yang tak melakukan apa apa pada Alicia, Daniel bahkan mengabaikan kekhawatiran Ali dan rasa sakit pada lututnya.


Yang Daniel mau, Alicia segera sadar.


Rahmat segera membuang muka ke arah lain, Rahmat menggigit bibir dalamnya kuat berusaha menahan gelak tawanya. sungguh ini adalah penghiburan tak ternilai bagi Rahmat


bagaimana tidak? seorang pria arogan dan dingin bahkan terkenal pintar dan jenius dalam urusan bisnis namun karna seorang gadis yang berstatuskan istrinya dengan muda membodohi Daniel


*apa nona mau aku ikut bermain dengan mu?* tanya Rahmat melihat mata terpejam Alicia makin kegelisahan gerak sana sini


"nona Elis kecapean, dia butuh banyak istirahat" putus Rahmat dengan suara normal berusaha ikut bermain dengan drama nyonya muda Prasetio


"Brengsek! beraninya Atmajaya itu membuat Dara kecapean" umpat Daniel pada perusahaan Atmajaya, tempat magang Alicia


Daniel pikir Alicia diperlakukan bagaimana layaknya peserta magang pada umumnya, tangan kanan bagi semua karyawan.


dan Daniel tidak terima, sebab hanya Daniel yang bisa membuat Alicia kesusahan. tidak dengan seorang pun, bahkan Dinata sekalipun tidak Daniel izinkan!


"akuisisi secep__"


"Nona Elis akan baik baik saja setelah istirahat, tapi lututmu akan infeksi jika kau terus marah marah dan tak segera diobati" sela Rahmat memotong titah Daniel untuk Ali tadi


"kau sudah bosan kerja yah! " Seru Daniel tak terima kalimat terakhir Rahmat yang menyatakan kalau dia marah marah


lah emang marah marah kan


####


Happy Reading readers


mon maap banyak typo


map juga kalau gaje


aku ini hanya penulis abal abal


salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia halu