
Alex membuka matanya pelan, ia tersenyum kecil saat matanya langsung bersirobok dengan dua benda kembar kesayangannya yang sudah jarang ia nikmati belakangan ini. mengecupnya sekilas kemudian ia mendongak dan mendapati wajah sang istri tengah tertidur pulas sambil merengkuh tubuhnya dalam pelukan hangat wanitanya itu
Alex perlahan melepas pelukan Maura kala ia merasa otot-ototnya butuh perenggangan, membuat Maura bergerak dan merubah posisi tidurnya membelakangi Alex. senyuman kembali terbit di bibir Alex melihat selimut yang membalut tubuh mungil itu melorot, memperlihatkan punggung halus Maura yang tak tertutup apapun.
Alex menjatuhkan pandangannya pada beberapa bekas keganasannya pada punggung penuh bercak keunguan itu, itu adalah bukti bagaimana ia lupa diri tadi malam. bagaimana tidak ganas kalau kesempatan itu sudah sangat jarang ia dapatkan.
ia mendekat kepada Maura, mendaratkan beberapa kecupan lembut pada punggung Maura "terimakasih sayang" gumamnya pelan di sela-sela kecupannya
Alex kemudian meraih tubuh mungil sang istri ke dalam pelukannya, memeluknya dari belakang, membuat Maura melenguh karna terusik akan pergerakan Alex, namun perempuan itu malah kembali terpulas membuat Alex terkekeh. wanitanya ini pasti kelelahan. pikir Alex. Maura salah satu orang yang mudah terbangun jika ada gangguan, tapi kali ini wanita itu tak membuka matanya sedikitpun
namun karna dirinya, ia membuat wanitanya itu kelelahan semalaman. Alex terkekeh kecil mengingat dirinya kembali menyiksa Maura dalam kenikmatan setelah dini hari tadi. dirinya merasa tak akan pernah puas jika dengan Maura. Alex menggeleng kecil tak habis pikir dengan dirinya sendiri, Maura benar-benar berhasil membuatnya mabuk hingga candu
"cinta kamu istriku" bisiknya seolah Maura bisa mendengarnya. ia mengecup pipi dan punggung tel*njang itu bergantian
Alex alihkan pandangannya ke arah penunjuk mesin waktu yang tergantung di dinding kamar mereka, sudah menunjukan pukul 06.20 pagi
Alex kemudian beranjak dari baringnya, ia menaikan selimut agar menutupi seluruh badan Maura, kemudian meraih remot AC di atas nakas dan menaikan suhunya agar tidak terlalu dingin. setelah itu ia memakai pakaiannya, turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi untuk menggosok gigi dan mencuci mukanya.
selesai dengan ritualnya di kamar Mandi, Alex keluar dan berjalan menuju pintu penghubung yang ada di kamarnya dan membukanya perlahan.
Alex melangkah ke dalam kamar yang bernuansa pink itu, senyuman lebar langsung tercetak dibibirnya melihat sosok mungil hasil fotocopyan dirinya dan sang istri versi gadis cilik tengah telentang dengan mata bulatnya yang langsung berbinar melihat kehadirannya. si harta berharga yang membuat Alex harus rela membagi sang pujaan hatinya untuk makhluk kecil ini.
bayi itu terpekik senang melihat Alex mendekat memperlihatkan gusinya yang bersih tanpa gigi.
"aaaa bababa" celotehnya membuat Alex terkekeh kecil melihat betapa lucunya sang buah hati
Alex meraih tubuh kecil itu kedalam gendongannya membuat bayi perempuan itu kegirangan.
"selamat pagi princes papa" ucapnya sambil mengecup berulang pipi gembul putrinya dengan gemas membuat si bayi terkikik geli.
"bababa" celoteh si bayi sambil menunjuk ke arah pintu penghubung kamar mereka
"mama masih tidur, Charlotte sama papa dulu, oke?" ujar Alex menatap sang anak.
seolah mengerti perkataan ayahnya, bayi 4 bulan itu mengerjabkan matanya berulang ke arah papannya membuat Alex mengecupi kening sang anak dengan lembut
"gemas banget sih anak papa ini" ujar Alex sambil mendaratkan beberapa kecupan gemas di pipi gembul Charlotte
"sekarang kita mandi, Charlotte mau mandi bareng papa?" tanya Alex yang lagi-lagi hanya di balas kerjapan mata bulat Charlotte sambil tangan bayi itu memegang hidung mancung sang ayah. jelas anak itu merespon seadanya sebab ia belum mengerti banyak ucapan orang dewasa
"oke kita mandi. supaya kalau mama udah bangun Charlotte sama papa udah wangi, mama pasti menghadiahi kita kecupan" putus Alex sepihak sambil membawa Charlotte masuk ke dalam kamarnya dan Maura
"bababa" tunjuk tangan kecil Charlotte ke arah Maura yang masih pulas di atas ranjang
Selain suami siaga, Alex juga sangat siaga terhadap buah hatinya, lihat saja sekarang, lelaki itu dengan telaten memandikan bayinya tanpa kesusahan.
"selesai" ucap Alex mengangkat bayinya ke dalam gendongannya yang sudah terbungkus selimut bayi, Alex kemudian membawa anaknya kembali memasuki kamar bayi dan memakaian serentetan perawatan bayi dan terakhir memakaikan Charlotte pakaian
"cantik banget putri papa" Alex kembali mendaratkan kecupan gemas pada kedua pipi gembul anaknya. sambil Charlotte dalam gendongannya, Alex menormalkan suhu botol susu yang berisikan Asi Maura yang ia ambil dari tempat penyimpanan kedap udara di samping box bayi Charlotte
"uh pelan-pelan minumnya sayang, lapar banget yah" tanya Alex yang tak terjawab oleh sang anak, anak itu menyedot sumber nutrisinya dengan rakus.
tidak lama isi botol itu habis, Charlotte mulai merengek. anak itu memang kadang lepas kontrol, tak akan puas jika perutnya hanya terisi sedikit, lihat saja badannya yang gembul walau usianya baru 4 bulan
"masih lapar yah sayang, yaudah jangan nangis, kita samperin mama yah" meski tak enak menganggu tidur istrinya tapi Alex lebih tak tega melihat anaknya menangis karna kelaparan
"sayang, bangun. Charlotte lapar" Alex duduk di tepi ranjang sambil menepuk lembut lengan Maura, sedang Baby Charlotte sudah mulai mengeluarkan suara tangisnya
Maura langsung tersentak kala tangisan bayinya langsung menembus kesadarannya, mama muda itu spontan duduk dan mengadahkan kedua tangannya meminta Charlotte. kemudian kembali ia berbaring dengan Carlotte berada di atasnya sambil menyusu. pelan nan lembut Maura tepuk pantat sang anak, Alex menggeleng geli melihat kelakuan Maura yang sepertinya setengah sadar itu. terbukti mata wanita itu perlahan kembali terpejam. Bahkan Maura menghiraukan tubuh bagian atasnya terpampang jelas karna selimutnya sudah merosot hingga pinggang wanita itu.
Alex mengelus lembut kepala sang anak yang menggerakan bibirnya seolah ingin menguras habis air dari benda kembar kesukaannya itu yang 4 bulan ini sudah bukan miliknya seorang.
"pelan-pelan Carlotte, mama nggak akan kemana" ucapnya takut jika saja anaknya keselek, apalagi posisi anak itu yang tengkurap di atas perut Maura
Drt Drt Drt
bunyi ponsel Maura mengalihkan atensi Alex, ia meraih dan mengangkat panggilan
"....."
"hm" jawab Alex dengan bergumam, panggilan kemudian terputus
"siapa mas?" tanya Maura dengan suara seraknya khas orang baru bangun tidur
"Aunty-nya Carlotte masuk rumah sakit"
#######
Haloooo, setelah hilang hampir 2 bulan nih aku kasih versi end aslinya... puas kan? puas dong
aku ada rencana buat epilog gitu... tapi nggak tau kapan rampung tulisannya...
ada yang tungguin gak nih