TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
Extra Part 3


"mas, sakit" lirih Alicia yang sakitnya makin terasa


"kamu kuat sayang, kamu pasti bisa" entahlah, ia juga tak yakin dengan ucapannya, Daniel sungguh ketakutan melihat wajah pucat istrinya


"Aku lagi nggak bercanda, mas" lirih Alicia di sela-sela tarikan nafas beratnya yang tak beraturan


"aku tau sayang, aku tau"


Daniel bahkan tak tahu jika selama ini istrinya sering mengerjainya demi ambisi balas dendam dan malah mengatas namakan ngidamnya yang sedikit berlebihan, sama seperti yang terjadi beberapa jam lalu di dalam kamar mereka.


Daniel yang terus merengek minta di manja malah mendapat hukuman dari sang istri. dicabuki rambut ketiaknya hingga satu bagian ketiaknya sebelah kiri jadi bebas bulu namun harus menahan sakit yang menggelikan, ia hanya bisa telentang pasrah saat Alicia mengambil alih dirinya. saat Alicia berganti ke ketiak bagian kanan ia tiba-tiba merasa mulas luar biasa. saat Daniel membawanya ke kamar mandi ia malah. mendapati cairan keluar dari pangkal paha istrinya yang Daniel yakini adalah air ketuban istrinya telah pecah. kenapa ia sampai tahu akan hal itu, karna ia memang sudah belajar banyak hal mengenai proses melahirkan. anggaplah ia sudah mempersiapkan dirinya sebagai suami dan ayah siaga untuk istri dan calon anaknya.


"ini benaran sakit!!" krek, kuku tipis sang istri berhasil menacap pada daging lengan Daniel saat perut Alicia kembali bergejolak dan hendak mematahkan seluruh persendiriannya membuat Daniel ikut berteriak kesakitan dalam ruangan bersalin Alicia


"AAAWWWW!!!"


Membuat para dokter dan perawat yang menangani Alicia ikut terlonjak dan selama beberapa detik memokuskan atensi pada tuan presdir arogan yang kini terlihat menyedihkan


"kenapa kalian malah memerhatikanku!! Istriku kesakitan!" teriak Daniel emosi


Bugh


"semua karna suara jelek mu itu!" ujar Alicia ikutan kesal setelah mendaratkan sebuah pukulan kecil pada perut sang suami


"sakit sayang" aduh Daniel


"diamlah, tuan, kesakitanmu tak seberapa di banding adik ipar" suara seorang pria berjas di belakang Daniel mengintrupsi, membuat emosi Daniel makin naik kala dokter yang beberapa bulan belakangan ini berada di luar negeri melanjutkan ucapannya


"buatnya aja begitu menikmati, kini giliran mau jadi malah..."


"lo, ngapain disini?" tanya Daniel memotong ucapan dokter Rahmat, ia bertanya setelah menoleh kebelakang dan memberikan tatapan tajamnya


"eh, gue, gue.." Rahmat bingung menjawabnya


"keluarlah kau dokter si4lan! Kamu tidak di butuhkan disini!" sela Daniel penuh peringatan


"AWWWW" pekik Daniel merasakan sakit pada kulit kepalanya, luar biasa tangan lentik istrinya jika menjambak. Daniel bahkan tak tahu sejak kapan tangan Alicia terlepas dari gengaman tanganya


"jangan mengumpat!! Anakmu akan dengar, bodoh!" teriak Alicia kesal


*pasangan yang serasi, suami dilarang mengumpat si istri malah mengumpati suaminya* batin Dokter rahmat merasa geli, kemudian ia memperbaiki letak kamera ponselnya di dalam saku jas kedokterannya yang merekam aksi jambak-jambakan sepasang suami istri di hadapannya.


"dia belum lahir sayang" gumam Daniel membela dirinya


"dia akan lahir!" sepertinya pita suara Alicia akan ikut terkoyak meladeni sikap suaminya


"sebaiknya, turuti saja mau adik ipar, tuan, ia akan melahirkan keturunanmu sebentar lag.."


"berani sekali kau masih tinggal setelah ku usir!! Kau mau aku buat jadi penghuni kandang macan?!!" potong Daniel menahan tangannya untuk tidak melempari gunting operasi pada Rahmat


"kau mengusir seorang dokter dalam ruangan berpasien, dokter yang akan menyelamatkan istrimu? Apa kau mau..."


"dokter umum pada ruangan bersalin tak dibutuhkan, dok" Sela dokter Putri sebagai dokter kandungan yang cukup terganggu dengan perdebatan mereka


Membuat Rahmat menalan kata-katanya karna memang ia juga bingung kenapa ia bisa masuk padahal ia tak melakukan apa-apa selain merekam kejadian mengenaskan tuan mudanya sekaligus sahabatnya.


"oh iya ya" ucap Rahmat kemudian berlari keluar sebelum menjadi amukan


Sementara di Luar ruangan


Semua orang tampak gelisah


Ceklek


Rahmat menyengir kala semua mata tertuju padanya


"aku setampan itu memang" ucapnya percaya diri


"Dih si jomblo, gue bermuka lima begini banyak gandengannya loh" bela Rahmat


"jomblo ngatain jomblo"


"setidaknya aku dikelilingi banyak dokter, perawat dan pasien cantik yang aku temui setiap hari, anda? Di kantor berkas, di rumah berkas" olok dokter Rahmat


"si dokter yang bad boy vs si sekertaris dingin" suara seorang gadis mengintrupsi perdebatan tak berfaedah orang-orang kepercayaan dari suami sahabatnya itu


Bukannya takut, Filda malah membalas tatapan tajam kedua pria dewasa itu yang ditujukan pada keduanya secara bergantian


"bocah!" ucap Ali dan Rahmat bersamaan


"Kalian ini mau saya kurung di ruang mayat!" sela Maya yang sedari tadi geram akan perdebatan tak berfaedah Ali dan Rahmat


"sudah-sudah, bagaimana keadaan menantuku" ujar Pras mengintrupsi, ia tujukan pertanyaannya pada dokter Rahmat


"oh eh.." Rahmat tentu bingung menjawab apa, pasalnya ia tak terlibat dalam proses melahirkan Alicia, ia hanya berdiri cukup jauh dari samping brangkar tadi.


"maaf tuan, tapi sepertinya pertanyaan tuan tidak akan mendapat jawaban" Ali kembali bersuara memojokan Rahmat.


"nyonya muda baru pembukaan 5, tuan" jawab Rahmat cepat dengan lirikan tajam pada Ali, beruntung ia tadi sempat mendengar ucapan dokter Putri soal pembukaan


"pembukaan 5? Kamu? Kamu kenapa masih bisa keluar dalam keadaan hidup?" tanya Maya dengan raut wajah tak percaya


"eh,,nggak seperti yang nyonya besar pikir, saya tidak melihat apa-apa selain,,selain.." Rahmat menjawab sambil menggeleng dengan kedua tangan terangkat untuk menepis tuduhan Maya, mana berani sih dia melihat aset berharga milik tuan Daniel,


karna ia tak bisa menemukan jawaban, buru-buru Rahmat mengeluarkan ponselnya


Dengan sekali klik semua orang yang kini berkumpul dan memfokuskan mata mereka pada layar ponsel, selain sang pemilik ponsel semua orang melongo.


Rasa khawatir dan cemas menanti kelahiran keturunan keluarga Prasetio itu melebur dengan sebuah video yang memperlihatkan aksi wanita hamil itu yang nyatanya sungguh kuat menularkan rasa sakit pada suaminya di dalam ruangan


Sedikit lega, karna nyatanya nyonya muda yang tadinya lemas dan pucat pasi sebelum masuk dalam ruangan bersalin kini berubah kuat menjambak dan menggigit tangan suaminya, mereka berdoa semoga saja kekuatan Alicia tak memudar hingga pembukaan ke 10 dan melahirkan bayinya dengan selamat, tak apalah Daniel yang menjadi umpan di dalam sana


"kira-kira berapa lama lagi dari pembukaan 5 ke permbukaan 10?" tanya Maya, pasalnya waktu ia melahirkan Daniel, lebih memilih caesar.


"biasanya sekitar sejam sampai 2 jam, tergantung dari..."


"selama itu? Ya Allah kuatkan menantuku" sela Maya kembali khawatir, tapi sepersekian detik selanjutnya


Ceklek


Daniel keluar dengan penampilan acak, ia langsung memeluk ibunya, merpalkan permohonan maaf dan terimaksih


"cucu ibu sangat tampan bu" ucap Daniel di sela-sela rasa harunya


"alhamdulillah" kompak semua orang mengucap syukur


"bagaimana dengan istrimu?" tanya Pras


"ia baik-baik saja, ia hanya butuh istirahat untuk saat ini" jawab Daniel setelah melepas pelukan dari ibunya


Tak lama setelahnya, pintu kembali terbuka, beberapa suster dan dokter mendorong brangkar Alicia yang masih terbaring lemah diatas brangkar, wanita yang baru saja menjadi seorang ibu itu tersenyum haru melihat semua orang yang menamaninya berjuang melahirkan putranya di jam 3 subuh, waktu yang harusnya menjadi tidur lelap bagi manusia.


tak lama setelahnya sebuah boks bayi ikut keluar yang di dorong oleh suster


"welcome baby boy"


Bersambung...


######


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu