TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK S2 41


Maura terduduk diam memandang keluar kaca mobil, ini kali ke empatnya ia melihat dunia luar setelah terjebak dengan pernikahan siri dengan Alex selama 7 bulan ini. Yang pertama saat kabur dengan tangan kosong saat mendengar kabar ayahnya meninggal, yang kedua saat ia dilarikan kerumah sakit akibat pendarahan karna Alex yang memaksanya berhubungan, yang ketiga dilarikan ke puskesmas terdekat saat insiden jatuh di tangga bersama Elana dan yang terakhir hari ini.


Tetapi ini kali pertamanya ia keluar dengan rapi dengan keadaan baik-baik saja, bahkan dengan pakaian yang lumayan mahal. Kulitnya yang telah lama tak tersentuh barang-barang mahal seolah bersorak bisa kembali merasakan bahan nyaman dan kualitas bagus. Walau tak menutup kemungkinan ia masih bingung apa yang Alex rencanakan di balik ini semua.


Dan yah, semua sudah terjawab saat ini, setelah menempuh perjalanan beberapa puluh menit, ia kini berada di perusahaan Alex, dan sekarang tengah berdiri mematung di depan meja kerja pria. matang itu. pria yang meninggalkannya di ranjang hanya dengan sebuah pesan secarik note dengan seenak perintah menyuruhnya menjadi sekertaris pribadinya


"kamu dengar apa yang saya katakan bukan?" tanya Alex memastikan, sebab Maura hanya terdiam


Mendapati calon sekretaris barunya tak berespon, Alex berdiri dari kursinya menghampiri wanita yang terlihat sangat dewasa dengan tampilan blazer nudenya itu


"tidur kamu nyenyak kan?" bisik Alex tepat di telinga Maura yang Maura tanggapi dengan memutar bola mata


"aku pintar bermain kan, lukisan bibirku tak nampak di permukaan" kembali Alex berucap pelan setelah menyingkap rambut panjang Maura guna memeriksa leher wanita itu


Alasan Maura kekurangan tidur semalam karna ulah sang bibir binal pria berjambang tipis di hadapannya ini, yang sialnya malah Maura nikmati. Memang semalam Alex hanya bermain hanya 2 ronde, tapi lidahnya dan tangannya yang tak pernah puas meraba dan mencumbu gemas tubuh berisi istrinya hingga subuh menjelang. tubuh seksi Maura terlalu sayang dianggurin. pikir Alex


*si pria tua gila* teriak batin Maura


"berapa gaji saya jika saya menerima pekerjaan ini?" tanya Maura akhirnya


"oho. Kamu tidak memiliki pilihan untuk menolak, sayang. Karna ini sebuah keharusan" balas Alex sombong yang berhasil memancing Maura tersenyum miris


"ya, saya ta.."


"soal gaji, 10juta perbulan, gimana?" potong Alex menawarkan besaran gaji sebagai sekertarisnya


"10 juta?" beo Maura


"kenapa kurang?" tanya Alex ringan


"tidak tuan. baiklah semoga kinerja saya tidak akan membuat tuan salah pilih. Terimakasih sudah mempercayai saya yang hanya wanita peneb...hmmmpptt"


"diamlah. Jangan banyak bicara jika itu tidak penting" tekan Alex setelah melepas lumatannya di bibir Maura


*karna aku tidak suka siapapun merendahkan dirimu, termasuk kamu sekalipun* lanjut Alex dalam hati, ibu jarinya dengan pelan melap sisa liurnya di bibir bengkak Maura


"duduklah, tunggu sebentar aku menyelesaikan pekerjaan ku" Alex mendudukan Maura di sofa


"loh, bukannya saya harus bekerja tuan?"


"meja itu baru bisa di pakai jam 1 nanti, ini baru jam 11 jadi nikmati waktumu 2 jam ini" jawab Alex.


*terus kenapa malah menyuruhku datang cepat?* batin Maura tak habis pikir


"saya tidak suka menunggu jadi lebih baik kamu yang datang lebih awal" ujar Alex seolah mengerti protesan sang istri


"baiklah, tuan. Saya akan duduk diam menunggu anda, jadi silahkan selesaikan pekerjaannya tuan" ucap Maura tenang lebih tepatnya pura-pura tenang, telinganya sudah panas mendengar segala ocehan pria yang telah merubah warna hampir seluruh permukaan dada hingga pahanya yang putih menjadi kemerahan


Maura bahkan merasa jijik melihat badannya yang sudah di nodai Alex sedemikian rupa


*ternyata semenyenangkan ini bekerja di temani istri di kantor* batin Alex mengulum senyum bahagia


*mari bertahan sebentar, lumayan juga uang 10 juta, setidaknya 1 bulan cukup untuk kita bisa kabur dari hubungan tak sehat ini* batin Maura


"cantik dan muda, semoga sesuai dengan hatinya"


"beruntung sekali, dia bisa berdekatan terus dengan bos tampan kita"


"dia kan Maura adik Maureen yang pernah viral itu"


"wah takutnya ia membawa pengaruh buruk pada bos kita lagi"


"dia itu dulu satu fakultas sama gue, uh orangnya sombong banget"


"lihat saja senyumnya, penuh kepalsuan"


Maura tidak tuli, berbagai bisikan dari para karyawan ia bisa dengar, tapi sekali lagi ia masa bodoh, toh ia disini hanya sebentar. Meski mendapat respon kurang baik, Maura tetap melanjutkan memperkenalkan dirinya. Sedang Alex, lelaki itu menepi dari perkumpulan, tampaknya ia mendapat panggilan penting.


"sekian dari saya. Semoga kita bisa berkomunikasi baik ke depannya" akhir kata dari Maura menutup sesi perkenalannya dengan sopan


"sudah?" tanya Alex yang tiba-tiba muncul


"sudah tuan"


"oh iya satu lagi yang kelupaan, dia ini sekertaris sekaligus istri saya" jujur Alex tenang yang berhasil membuat seisi ruangan mengaga tak percaya.


Termasuk Maura yang mematung di samping Alex


"apa yang tuan lakukan?" bisik Maura emosi yang ditanggapi kedikan bahu acuh oleh Alex


"tuan, pikirkan harga diri nyonya Ela.."


"diamlah kalau kamu tidak ingin mempertontonkan bagaimana buasnya suami mu ini di hadapan karyawannya" potong Alex dengan berbisik


"lagian mereka tidak pernah mengetahui statusku selama ini. Ini aku lakukan agar mereka tak lagi bermimpi bisa berdampingan denganku" lanjut Alex pongah, suaranya masih pelan agar hanya Maura yang bisa mendengar ucapannya


*tapi kenapa tuan malah mengakuiku, tidak kah tuan malu?* batin Maura melirik Alex


Bersambunggg...


######


halo aku balik nih. alhamdulillah badan udah mulai ringan, semoga berangsur baik seterusnya agar akunya bisa nulis dan lanjutin kerja proposal aku yang nggak kelar-kelar.


seperti biasa, yuk perbanyak komen.


kan udah ada 1,6k, aku target 2k boleh dong.


nggak papa deh mau spam


eh tapi like dan votenya jangan lupa juga heheh.. nggak maksa yah, yang mau aja. udah


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu