
sebelum baca part ini mungkin alangkah baiknya jika kembali membaca part 137. soalnya aku udah revisi berkat masukan kalian semua 👏👏👏
oke deh yuks kita lanjut
Wanita yang tengah hamil 5 bulan itu menatap sendu wajah lelap sang suami.
Meringis kala wajah tampan yang selalu berseri dan selalu beraura dingin kini terlihat gelap dan redup. Lingkaran hitam di bawah matanya kian hari makin terlihat jelas.
Tangan kanannya terangkat mengelus lembut kerutan yang tiba-tiba muncul di kening ayah dari anak yang dikandungnya. Sepertinya tuan suaminya mimpi buruk lagi. Sebulan ini ia memang beberapa kali mendapati suaminya mengalami hal serupa.
Dan mimpi buruk itu tak lain dan tak bukan ada dia, calon anaknya dan perusahaan di dalamnya.
"hei" Sapanya kala mata tajam itu perlahan membuka mata
"jam berapa?" tanya pria itu serak, ia kemudian meraih tangan sang istri, menggengam dan membawanya di bibir untuk dikecupnya
"masih jam 5" jawabnya membuat kepala si suami berpindah kepangkuan sang istri yang memang sudah terduduk bersandar di kepala ranjang.
"halo anak daddy, sehat sehat sayang, jangan menyusahkan mommy, okey!" ucapnya setelah mendaratkan kecupan di perut yang semakin menonjol keluar itu
Tersenyum hangat, wanita itu terangkat mengelus lembut kepala suaminya, membuat sang suami memejamkan mata menikmati usapan tangan lentik milik wanitanya. Ini sangat jarang ia dapatkan
"kapan tuan sampai?" tanya wanita itu yang tak lain adalah sibumil cantik Alicia
Seketika mata Daniel terbuka lebar, mendongak menatap langsung netra Alicia, keningnya berkerut tak suka
"kok tuan lagi sih sayang? Kemarinkan udah berubah" protesnya ia mengabaikan pertanyaan sang istri
"mmm, disinikan hanya kita berdua, opa dan oma tidak akan tahu" jawab Alicia berhasil membuat kesadaran Daniel sepenuhnya kembali, ia beranjak duduk, menggeser sedikit posisi sang istri agar berhadapan dengannya
"tak bisakah kamu belajar untuk menerimaku di hidupmu meski hanya sebagai ayah dari anak yang bertumbuh di perutmu?" tanya Daniel menatap frustasi wanita yang telah memporandak-porandakan hidupnya belakangan ini
Jujur ia mulai lelah dengan aktifitas sebulan terakhir ini. Istrinya memperlakukannya bak suami tercinta jika itu dihadapan oma Xiu Xianmin, opa Satria, Arham dan Fang Yin, dan kembali formal padanya jika mereka hanya berdua.
Tak bisakah istrinya ini merasakan bahwa cintanya sudah berakar kuat di dalam hati? Cinta yang Daniel tawarkan tak bisakah Alicia melihatnya.
"tuan, maksudku..." ucapan Alicia terpotong kala melihat telaga milik suaminya sudah memerah dan sedikit berembun, membuatnya mematung namun sepersekian detik selanjutnya ia meraih tubuh kekar namun terkulai lelah itu kedalam pelukannya
"maaf membuat tu,, mas menangis" ucap Alicia serak menahan tangisnya. Ia merasa tak tega melihat raut wajah menyedihkan tuan suaminya
Daniel membalas pelukan sang istri, ia menginginkan pelukan ini, ia merindukan istrinya setelah seminggu ini sempat terpisah
Ya, sudah sebulan lamanya Alicia memilih tinggal di Taiwan karna memang ia nyaman tinggal disana dan selama hampir 21 tahun hidupnya ia baru merasakan yang namanya kehangatan keluarga dari kakek nenek, paman dan bibinya yang menyanginya dengan tulus melibihi ekspektasinya selama ini.
Membuat Daniel mau tak mau harus bolak balik indo-taiwan karna memang ia tak bisa lepas tanggung jawab dengan perusahaan yang jutaan jiwa mengantungkan nasibnya disana.
Jadilah ia seminggu sekali mengunjungi istrinya, meluangkan waktu sabtu minggu untuk berada di taiwan, 5 harinya ia habiskan berada di indo, dan ia harus bekerja lebih extra dari sebelumnya, bahkan ia sering memilih tak tidur selama di indo hanya untuk menyelesaikan lebih cepat pekerjaannya yang memang tak pernah sedikit.
Ia lelah, tapi ia tak mau memaksakan kehendaknya agar Alicia segera pulang ke jakarta bersamanya. Sebab melihat bagaimana Alicia bisa tertawa lepas selama berada dekat dengan keluarganya yang bahkan Daniel belum pernah melihat tawa itu selama 10 bulan mereka hidup bersama, kini Daniel sadar bahwa selama ini, Alicia hidup dengannya memang tak memakai hati, semua Alicia jalani hanya semata-mata karna menjalankan kewajibannya sebagai istri tanpa mau menikmati statusnya itu, berbeda dengan sebulan belakangan ini, istrinya itu terlampau bahagia berada di sekeliling keluarga kandungnya. Daniel ikut senang melihat binar bahagia sang istri dan ia rela menyiksa diri demi tak menghancurkan kebahagiaan calon mommy muda itu.
Lagian ia sangat sadar ia belum berarti apa-apa bagi sang istri.
"aku merindukanmu" gumam Daniel mengeratkan pelukannya
"jadi, kapan pulangnya?" tanya Alicia, wajahnya terbenam di dada sang suami yang berdentum-dentum menghajar pendengarannya
"nggak gitu, maksud.."
"baru tiga jam aku tiba sayang, masa kamu langsung bertanya kepulanganku. Atau kehadiranku memang mengganggumu?" pelukan eratnya mulai mengendur
Alicia melepas diri, mendongak menatap wajah tuan suaminya yang tetap tampan meski sedikit terlihat tua karna tak tetawat
"aku ingin jalan-jalan sama kamu" ucap Alicia kini menunduk. Ia menipiskan bibirnya kala keinginannya sudah ia utarakan, seminggu ini ia juga merindukan sosok pria ini, entahlah ia merasakan ada sedikit ruang kosong dalam hatinya ketika pertemuannya dengan sang suami hanya melalui layar seminggu ini.
Daniel menaikan sebelah alisnya mendengar permintaan istrinya, seulas senyum tipis menghiasi bibirnya, bolehkah ia berharap sekarang?
"kamu merindukanku?" tanyanya membuat sang istri mendongak
Alicia mengehembuskan napas pelan, kemudian ia menggeleng
"entahlah, aku hanya sesekali merasa sedih ketika sambungan telpon terputus padahal banyak yang mau aku ceritakan" jelasnya membuat hati Daniel menghangat
Ia kembali merengkuh tubuh sang istri kedalam pelukannya
"maaf membuatmu bersedih" ucapnya setelah mendaratkan kecupan di dahi istrinya
"mm. Jadi apa tuan bersedia menemaniku jalan-jalan pagi ini?" tanya Alicia kemudian
"dengan senang hati ratuku" balas Daniel
Setelah beberapa saat bersiap, mereka keluar kamar, memang kamar Alicia dikhususkan berada di lantai bawah meningingat opa, oma, paman dan tantenya sangat protektif padanya yang tak membiarkan ia naik turun tangga.
"mau kemana cucu oma, pagi-pagi udah rapi, hm?" tanya oma Xia pada sang cucu, ia mengulurkan tangannya yang di sambut Alicia untuk memeluk omanya
"selamat pagi oma" Alicia berucap saat berada dalam dekapan Xia
"pagi cucu cantiknya, oma"
"mau kemana nih putri cantiknya, papa" Arham ikut bersuara ketika ia menuruni tangga dan melihat adengan di bawah sana, dalam gendongannya ada baby Alfred yang sedang berceloteh tak jelas
Alfred Junior Orlando, anak kedua Arham yang belum genap 1 tahun, anak tertuanya Ambrosius Putra Orlando berusia 18 tahun sedang berada di Amerika melanjutkan pendidikannya.
Arham menyebut dirinya papa karna memang ia sudah mengadopsi Alicia sebagai anak tertuanya. Lagian memang keponakan kandungnya kan, jadi semua wajar.
"kapan datang nak?" itu suara wanita cantik yang baru keluar dari ruang dapur, ia baru saja selesai memeriksa para maid yang bertugas menyiapkan sarapan untuk keluarga Orlando pagi ini, ia bertanya pada menatunya.
"jam 2 pagi, aunty"
"kok masih aunty sih" ucap Fang Yin mengerucutkan bibirnya
"eh, mama" ulang Daniel merasa tak enak dengan cengiran kudanya
"mau jalan-jalan pagi kan, sarapan dulu yuk" ajak Yin, ia mengambil alih baby Alfred ketika Arham sudah di dekatnya
Bersambunggg...
#######
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia Halu