
"apa dia ngomong sesuatu?" tanya Daniel setelah memasuki mobil Ali yang baru saja tiba di perusahaan setelah mengantar Alicia ke Mansion, namun harus pergi lagi mengantar Daniel meeting di luar perusahaan
Ali kemudian memberitahu apa yang Alicia dumelkan tadi,,
"sial"
Daniel mengumpat
"batalkan jam kerja Dara, kembali ke jam kerja awal" titah Daniel
"saya mau besok pagi, kamar minimalis di ruangan saya sudah ada dan siap digunakan" perintah Daniel yang meminta Ali agar menambah kamar istirihat minimalis di ruangannya yang memang terbilang cukup luas
kamar minimalis untuk Alicia maupun Daniel bisa beristirahat jika mereka kelelahan, tak perlu repot untuk pulang,
atau mungkin bisa jadi tempat istirahat untuk memadu kasih disela sela kesibukan. pikir mesum Daniel
"baik tuan"
Ali menipiskan bibir, kemudian menarik napas panjang dan menghembuskannya pelan,,
*kamu tidak pantas Ali* peringatnya dalam hati, orang lawannya adalah tuan muda Prasetio.. Namun andai saja dirinya lebih dulu bertemu Alicia, mungkin lain lagi ceritanya
Daniel akan mengembalikan jam kerja Alicia dari pagi hingga sore, sama seperti jam kerja Daniel, mereka akan berangkat dan pulang kerja bareng, itu juga sesuatu yang membuat Daniel lega karna tidak akan merindukan istri kecilnya karna jarak.
Daniel juga tak mau, Alicia curiga padanya dengan Maureen
apalah arti Maureen dibanding Alicia yang sudah memberi pengalaman mengenal surga dunia untuk Daniel itu
Alicia tak akan tergantikan, camkan itu
Daniel milik Alicia dan Alicia milik Daniel, titik.
\=\=\=\=\=\=\=
Sementara di sebuah mansion Dinata
"ayah belum pulang bu?" tanya Maureen menghampiri ibunya yang sedang menikmati secangkir kopi di taman mansion
"belum"
"ayah yah, aku pulang bukannya disambut malah sibuk ngurus kerjaannya.. Dari dulunya,,yang no 1 itu kerjaannya" oceh Maureen
"biarlah dia kerja.. Kan uangnya juga untuk kamu sama Maura"
"iyasih"
"tapikan aku bentar lagi kan jadi nyonya muda Prasetio bu,, jadi aku tidak butuh lagi tuh uang ayah" sombong Maureen
"oh iya, gimana tadi" tanya Maria mengenai pertemuan Maureen dengan Daniel
"lancar dong,, besok aku di suruh lagi ke perusahaan" bangga Maureen berbohong,, malu dong jujur sama ibunya kalau Daniel juga lebih memilih kerja dari pada meluangkan waktu untuknya
"baguslah,, kenapa nggak malam ini kamu nggak ke mansionnya aja" ibunya memberi ide
"lagian kan sekarang tuan dan nyonya Prasetio tinggal di luar negeri, jadi bebas tuh kamu mengunjugi Daniel di mansionnya kan,, supaya lebih lengket gitu" lanjut Maria
"aku capek bu, besok aku akan mengunjungi Daniel" Maureen melangkah pergi, pusing juga dengan ucapan-ucapan ibunya
Maureen memang berencana berkunjung ke Mansion Daniel hanya saja waktunya bukan sekarang
Untuk saat ini fokus Maureen adalah membuat Daniel memiliki waktu untuknya dan Maureen akan meminta maaf karna telah menghilang beberapa bulan tanpa kabar,, namun tentu tidak akan membicarakan kejadian yang sebenarnya terjadi selama Maureen pergi..
Tentu saja tidak
Maureen yang mengalaminya saja jijik pada dirinya sendiri apalagi Daniel
\=\=\=\=\=\=
Sementara di sebuah ruangan kebesaran milik tuan Dinata
Pria paru baya dengan 3 orang putri itu mengurut keningnya karna rasa sakit yang tiba tiba menyeranganya
"tuan,, apa kita perlu ke dokter?" tanya Mail, asisten Dinata
Dinata menggeleng lemah
"lanjutkan!" titah Dinata
Mail kembali melanjutkan apa yang baru saja ia laporkan pada Dinata, yang berhasil membuat Dinata sakit kepala
" ..... dan yang terjadi adalah perusahaan Goldrose mengakuisisi saham milik perusahaan, tuan" lanjut Mail menjelaskan
"ya tuan, perusahaan yang berkembang pesat setahun terakhir ini setelah bekerja sama dengan perusahaan Prasetio Corp" Mail membantu menjawab kecurigaan Dinata
Dinata tersenyum miring
"Daniel" tebak Dinata
"berikan dia semua" putus Dinata
"tapi tuan,,"
"aku hanya perlu menjaga saham yang tak terdaftar itu" potong Dinata
"saham itu aman tuan" ucap Mail
"hanya saja saham yang terdaftar termasuk saham warisan untuk nona Maureen, nona Maura dan nyonya Maria, terakuisisi. jika di biarkan saja, itu akan beralih tangan dan mereka tidak akan mendapatkan apa apa" lanjut Mail memberitahu
"ya itulah masalahnya" Dinata mendesah
"tapi.. mereka tidak akan jatuh miskin" lanjut Dinata menyerigai
mengingat perilaku Maria selama ini juga Maureen yang masih mengandalkan Daniel,, hanya saja untuk Maura,, gadis itu sedikit memprihatinkan jika sampai tak memiliki warisan dari Dinata
Maura tak seapik Maria dan seberuntung Maureen dalam kehidupan, Maura hanyalah gadis manja yang tak terlalu tahu dunia luar, Maura hanya tahu dunia derita versi Alicia yang dimana kadang Maura menjadi sumber derita Alicia
Dinata kembali mendesah,, Dinata tahu betul bagaimana keluarganya.. apalagi Maria, Dinata selalu tahu apa yang Maria lakukan, karna Dinata menempatkan mata mata untuk keluarganya terutama Maria,, jadi apa yang Maria lakukan semua Dinata ketahui termasuk kegiatannya menjual Alicia ke beberapa pria lanjut usia
dan yang terakhir Dinata tahu, Maria berhasil menjalankan rencananya dengan menculik Alicia kesebuah hotel dan menjualnya dengan pria gempal
\=\=\=\=\=\=\=\=
Mansion Prasetio
Alicia mondar mandir di kamar, matanya tak lepas dari jam dinding
Waktu kini menunjukan jam 16.55 wib,, namun Alicia belum mengganti pakainnya sejak pulang kantor siang tadi,,
Meski gerah dengan pakaian yang masih lengkap, namun Alicia mengabaikan sebab Alicia lebih takut menyambut malam
rasa takutnya kali ini tidak tertandingi, lebih dari sewaktu kecil Alicia ditinggal di pinggir jalan tengah malam oleh Maria karna menghukum Alicia, menguncikan pintu Alicia di gudang yang bertikus, banyak serangga dan gelap gulita, bahkan Alicia merasa kali ini lebih menakutkan di bandingkan tidak di akui ayahnya..
bagaimana tidak,, ini adalah tentang kesuciannya, meski yang akan mengambilnya adalah suaminya sendiri
sebenarnya situasi ini sering Alicia alami, toh dirinya beberapa kali hampir dijual dan dinikahkan sama lelaki beristri banyak, namun dulu selalu ada saja halangan sehingga Alicia tidak jadi dinikahkan, namun kali ini berbeda.. Daniel adalah suaminya dan Alicia berada di kandang Daniel, tak ada celah untuk Alicia bisa berpikir kabur
ternyata, nasibnya tetap saja sama, Alicia akan di perawani oleh lelaki yang akan menikahi Maureen dan akan menceraikannya segera setelah Daniel mendapatkan harta berharga Alicia.. pikir Alicia
padahal mah udah diambil sama situan suami...
Alicia menggingit kuku-kuku jarinya, bulir keringat menetes dari dahinya, Alicia seperti baru saja berolahraga berat padahal ia hanya mondar-mandir saja sejak kurang lebih sejam yang lalu dengan ditemani perasaan takut
17.17
Alicia masih dengan kegiatannya,, matanya melihat jam di dinding namun pikirannya kosong
harusnya Alicia sudah turun ke bawah untuk menanti dan menyambut kedatangan Daniel hanya saja jiwanya benar benar tidak berada di raganya
badan Alicia berkeringat, namun suhu tubuhnya terasa dingin, karna saking lamanya mondar-mandir dan diserang rasa takut, tulang tulang Alicia terasa lembek bak jelli
Alicia melangkah dengan tertatih menuju sofa, kemudian tidak lama setelahnya pandangan Alicia menghitam,, bersamaan dengan pintu kamar yang terbuka
ceklek
"Dara!" pekik Daniel
bersambunggg...
#####
balik nih balik aku tuh
ini aku nulisnya langsung tancap keybord loh,,
jadi mohon maaf jika banyak typo dan gaje
see you next chap readers 💖
salam mickey mouse 24
dari Dunia halu