TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 42


"makan yang banyak nyah" goda Darius melihat Alicia menghabiskan makan siangnya dengan lahap


"pelan pelan nyonya, lo kek nggak pernah makan sebulan aja" tambah Filda dengan kekehan


Alicia meraih air minum yang diserahkan Darius, kemudian meneguknya, Filda meraih tisyu untuk Alicia


"tengkyu" ucap Alicia pada keduanya


"makan gue teratur beberapa bulan ini guys, hanya saja seenak apapun makanan yang gue makan, tapi jika tak sama kalian itu tidak menarik, apalagi jika sedang bersama dia (Daniel)" jelas Alicia jujur


"kita tuh rindu elo El,, kebersamaan kek gini tuh udah jarang banget" ucap Filda dengan tampang sedih


"dulu kita masih bisa bertemu 2 kali sehari, dan jika tuan Daniel ngijinin lo, kita bisa ketemu setidaknya 3 hari untuk makan siang, tapi.. belakangan ini lo selalu di antar jemput sopir pribadi" lanjut Filda mengutarakan isi hatinya


ya, beberapa hari yang lalu Ali berhasil dengan mudah membuat nyonya mudanya membuat masalah hingga diberi hukuman, kemana pun Alicia pergi harus dengan sopir pribadi milik keluarga Prasetio, dan itu membuat Alicia selalu datang dan pulang kantor tanpa bertemu sahabatnya yang biasanya mereka selalu berkumpul jika pagi dan sore saat pulang magang dan sesekali bertemu untuk makan siang jika Daniel berbaik hati memberinya izin makan siang untuk Alicia dengan sahabatnya


"lo, lo pada pikir gue kagak rindu gitu" sungut Alicia menatap Filda dan Darius bergantian


"sapa tau aja kan, karna kesibukan lo jadi asisten suami sendiri jadi lupa deh sama kita kita ini" seru Filda tanpa sensor


"ehh mulut" Alicia segera membekap mulut Filda, mata Alicia memutar kesana kemari memindai keadaan, beruntung semua karyawan tidak ada yang memerhatikan mereka karna sibuk dengan dunia masing masing


"gue jahit ni bibir pucatlo lama lama" ucap Alicia mencubit gemas bibir Filda


"enak aja lo, bibir merah muda alami gue tanpa polesan lo bilang pucat" ucap Filda tak terima


"tapi kering" itu suara Darius menimpali


buru buru Filda menjilat bibirnya


" Hahahahah" tawa Alicia dan Darius pecah melihatnya


"kalian 😤.. teman lakn4ttt. gue kutuk kalian jadi manusia paling bahagia baru tau rasa!" ucap Filda kesal, beruntung mereka adalah teman baiknya


"Aamiin!" seru Alicia dan Darius barengan


"Hahahah" ketiga sahabat itu kompak tertawa


sungguh sederhana bisa melihat tawa renyah itu..


siang itu mereka bertiga lewatkan dengan bercengkrama dan tentunya dengan canda tawa


Tak terasa waktu singkat makan siang hampir habis, Alicia mendesah panjang melihat jam di pergelangan tangannya, 5 menit lagi jam kerja dimulai


"oke saatnya kembali ke dunia orang dewasa" ucap Alicia tampak berat


semua itu tak lepas dari mata Filda dan Darius


"lo mau kabur aja? " tawar Darius serius


sedang Alicia hanya memutar bola malas, ini bukan pertama kalinya kedua sahabatnya menawarinya usulan untuk kabur, bahkan sejak pertama kali mengetahui bahwa Alicia telah dikorbankan untuk menjadi istri pengganti seorang penerus Prasetio yang terkenal kejam


"huh,, mau kabur kemana?" balas Alicia sekenanya "gue nggak pun..."


"enggak punya tujuan selain keluarga Dinata, sebab lo belum bisa menghidupi diri lo, dan pasti keluarga Dinata yang bi4dab itu akan menemukan lo dimanapun lo berada, terus akan menghukum lo dan mungkin akan membunuh lo detik itu juga" sela Darius memotong ucapan Alicia yang jawabannya selalu sama jika ditawari oleh kedua sahabatnya untuk melawan kekejaman keluarga Dinata


"mau sampai kapan El?!" tanya Darius kali ini serius, suaranya sedikit meninggi


"lo yakin, setelah mendapat pekerjaan lo bisa kabur semudah yang lo pikir?"


"bahkan setelah menikah pun mereka masih mengusik hidup lo" ucap Darius panjang lebar agak kesal dengan sikap terlalu baik sahabatnya atau mungkin sedikit bodoh


"karna memang status ini hanya pengganti dan orang yang memiliki status ini akan mengambil kembali posisinya kapan pun ia mau" balas Alicia sedikit bentakan, muak juga rasanya dengan hidupnya


"plis... gue juga ingin pergi jauh. gue muak dengan semuanya" lirih alicia, jujur ia ingin menghilang aja rasanya


namun lagi lagi Alicia tak punya tameng kuat untuk melakukan itu, mengingat yang mengikatnya sekarang adalah orang paling berkuasa se Asia, ditambah ayahnya yang juga akan melakukan apapun jika sampai Alicia mempermalukannya, Dinata tak akan tinggal diam. mudah saja bagi seorang Dinata dan Prasetio menemukannya dan menghancurkan seorang gadis biasa seperti Alicia


"ke planet mars aja yuk" sahut filda


"nah kalau ke planet Mars gue ikut, mereka tidak akan berani mengejar sampai kesana sebab disana tidak berlaku uang dan kekuasaan" tambah Alicia tersenyum miring


\=\=\=\=\=


Alicia menghela napas panjang saat tubuhnya sedang berada dalam lift menuju ruangan presdir setelah tadi diantar oleh Filda dan Darius hingga depan lift khusus presdir


"sabarr,, bertahan sebentar lagi" ucap Alicia menyemangati dirinya namun tetap saja raut wajah sedih tetap mendominasi


Tasya tersenyum hangat melihat Alicia keluar dari lift


"siang sekertaris Tasya" sapa Alicia


"hust kaku amat, udah dibilangin panggil nama aja" peringat Tasya


"nggak sopan dong, saya lebih muda dari pada anda" balas Alicia tak enak dengan cengiran


Tasya mendengus merasa Alicia menyindirnya tua, namun tak sampai memasukn dalam hati.


ya, hubungan keduanya perlahan membaik, yang awlanya Tasya tak menyukai Alicia karna menganggap Alicia hanya gadis remaja yang tak tahu apa apa sebagai asisten, Tasya pikir Alicia hanya akan merepotkan tuan Daniel dan tentu akan berakibat padanya atau sekertaris Ali, namun setelah melihat jika Alicia mampu mengimbangi perlakuan semena mena Daniel, Tasya bangga akan Alicia dan Tasya selalu menyemangati Alicia


dan mulai dari situ, Alicia banyak dibantu oleh Tasya, entah mengajarinya soal tata keasistenan dan juga cara bernapas saat berada di dekat Daniel, dan Alicia benar benar mengaplikasikan ilmu dari Tasya.


"iya iya bocah, masuk sana, si tua ini merasa tersinggung" ucap Tasya sok kesal mengusir Alicia


"baiklah, si anak kecil ini masuk dulu, kak Tasya" ucap Alicia


"oke good, sekarang kita adik kakak" seru Tasya setuju dengan sebutan kakak yang diberikan Alicia


mereka sama sama tertawa kemudian Alicia pamit masuk, sebab waktu jam kerja beberapa detik lagi dimulai, jika terlambat barang sedetik pun, Alicia pasti akan berakhir dengan hukuman


"semangat" bisik tasya mengangkat kepalan tangannya ke atas memberi semangat pada adik barunya itu


Alicia membalas dengan melakukan gerakan yang sama


#######


yuhuuu aku balikkk


ada yang nungguin gak sihh??


mon maap baru up,, tapi tenang hari ini aku double up kok


jadi happy Reading readers


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia halu