
"kalau kamu hamil anak mas Alex, saya..saya rela berbagi. Tapi hanya sampai anak itu lahir, setelahnya kamu boleh pergi dan bawa anak kamu pergi jauh bersamamu"
"berbagi? Tapi saya tak suka berbagi dengan anda" desis Maura membuat Elana meradang
"jangan serakah kamu. Ingat posisimu"
"karna saya tahu dimana posisi saya, makanya saya tak sudi berbagi, apalagi dengan anda" Maura berucap sambil mengangkat tangan kanannya yang tadinya mengelus perutnya ke atas meja
Memamerkan sebuah cincin di jari manisnya. Cincin berlian berkilauan.
Elana kena mental!
Maura menyunggingkan senyum tipis kala mata Elana mengikuti arah gerak tangannya, Maura mengetukan jari-jari tangan kanannya disana. Berniat memancing dan pancingannya berhasil. Elana mengepalkan tangannya, sekaligus menyembunyikan cincin pernikahannya dengan Alex yang belum ia lepas. Cincin maura jauh lebih indah dan mahal dari milik istri pertama Alex eh salah, mantan istri Alex itu
"Dasar pelak*r!! Bangga kamu jadi wanita pelak*r hah?! anak kamu akan malu lahir dari rahim seorang wanita yang merebut kebahagiaan orang lain" desis Elana nyalang
"setidaknya anak saya lahir dari hubungan sah. Tidak seperti seseorang yang teriak pelak*r tapi dia sendiri tidak sadar jika dia teriak di depan wajahnya sendiri..." balas Maura santai menantang tatapan tajam Elana "...Lebih memalukan siapa, istri kedua yang dihamili suami sirinya dari pada istri pertama yang hamil dari lelaki lain alias tanpa ikatan apapun, eh punya ikatan deh. lelaki suami ibunya alias hamil dengan ayah sambungnya" lanjut Maura telak dengan kalimat di sengaja ribet tapi maknanya pas
Brakk
"jaga ya ucapan kamu?!" bentak Elana setelah menggebrak meja, Maura yang tak siap akan suara keras itu terjengkit kaget
"astaga! Gue kaget. Apa anak gue kaget juga yah?" tanya Maura sambil mengelus perutnya berharap anaknya tak terganggu dari tidurnya
"saya bisa saja membawa ini ke pihak berwajib atas nama fitnah dan pencemaran nama baik. Saya tidak segan-segan memenjarakan kamu" ancam Elana
"loh? Kok bawa-bawa hukum segala? Siapa yang saya fitnah? Emang ada saya sebut nama?" tanya Maura dengan wajah dibuat-buat kebingungan
"jangan bilang anda merasa tersindir akan ucapan saya? Biasanya orang merasa itu adalah pelaku yang sebenarnya" telak Maura berhasil membuat Elana merasa bodoh sendiri
Maura menikmati ekpresi Elana. Itu membuat moodnya baik. Sebenarnya ia masih belum puas namun matanya tak sengaja menangkap siluet sang suami yang berjalan hendak memasuki restoran membuatnya harus berhenti sampai disini
"satu alasan yang harus anda ingat apapun yang terjadi, bahkan saat anda kembali ke tempat harusnya anda berkeliaran, sampai anda sekarat-pun, ingat ini, y**ang menjadi alasan anda dicerai dan menjadi janda menyedihkan seperti saat ini adalah kelakuan anda yang menghianati dua orang penting dalam hidup anda selama belasan tahun, tapi puncaknya adalah saat di kamar utama, anda mendesah mesra tengah di gagahi oleh suami ibu kandung anda, Alias bercinta dengan bapak tiri anda, nyonya Elana**" setelah berucap, Maura segera beranjak dari tempatnya sebelum suaminya sampai. Ia tak mau mood Alex jadi jelek melihat wanita ular. meninggalkan Elana yang terhenyak akan ucapan Maura yang pernah ia alami beberapa bulan lalu.
mereka tahu? batin Elana gamang
"sama siapa, sayang?" tanya Alex menoleh ke meja dimana Maura duduk tadi, disana ia melihat seorang perempuan bertopi hampir menutupi wajahnya
"orang minta sumbangan"jawab Maura asal memancing kerutan dahi Alex, lelaki itu mana percaya ada orang semacam yang disebut istrinya di hotel bintang 5 ini.
"ih beneran, tadi dia masuk mengelabuhi satpam. Katanya orang ada, nyatanya pengemis " *mengemis suami orang* lanjut Maura dalam hati
Tak ingin mendebat istrinya, Alex mengangguk percaya saja. Toh tidak penting juga, yang penting istri cantiknya itu tak apa-apa. Alex kemudian menggandeng tangan istrinya untuk dibawa pergi dari sana
"Mas?" Maura menahan lengan suaminya dan sukses membuat langkah keduanya terhenti
"hm?"
"anak kita mau dicium papanya" bisik Maura malu-malu
"ha?" beo Alex. Bukannya tak mendengar hanya saja ucapan istrinya sungguh ambigu
"anak kamu sepertinya kangen, mau dicium dia sama kamu" ucap Maura memperjelas
"yaudah. Yuk balik ke kamar" raut wajah Alex tentu berbinar
"ck. Maunya sekarang"
"Ra?" binarnya berubah jadi ekpresi awas. Istrinya selalu memiliki permintaan yang mengatas namakan bayi mereka tanpa tahu tempat
"sekarang" rengek Maura
"jadi kamu malu mengakuiku di hadapan orang sebagai istri dan anak ini sebagai anak kamu?" potong Maura dengan mata yang sudah berkaca kaca
Kan, ngambek! wanita hamil dengan segala moodnya
Melihat perubahan riak wajah istrinya, Alex langsung berjongkok depan Maura, menuruti kemauan bayi atau mungkin si istri hanya mengfitnah sang bayi. Alex mengecup lembut perut buncit istrinya yang terhalang baju overzise
"jangan aneh-aneh nak. Mintanya di kamar aja boleh? Papa pasti sangat senang kalau kamu minta lebih dari ini, tapi pas mama dan papa di kamar yah. Bahkan kalau kamu minta dijengukin semalam penuh, papa dengan segala kekuatan papa siap bertahan" bisik Alex pada anaknya yang masih bisa didengar Maura, sontak wajah Maura memerah bak kepiting rebus akan ucapan suaminya yang penuh makna tersembunyi itu
"dih, apa-apaan sih mas" ucap Maura malu. Bukan hanya perkataan Alex yang membuatnya malu tapi juga kegiatan mereka yang kini menjadi pusat perhatian, ada yang kagum tapi ada juga yang iri, termasuk wanita yang menyembunyikan wajahnya di balik topi hitam setelah melihat kedatangan Alex di restoran
Maura melirik ke arah Elana dengan tatapan mengejeknya, sudut bibirnya terangkat sebelah memperjelas kemenangannya.
Kena mental lagi nih
Eh tapi emang mental tuh perempuan udah tak bersisa yah
"mas udah, kita pergi sekarang" ujar Maura menarik Alex berdiri dan pergi dari sana.
Sebenarnya jika dirinya tidak dipancing, Mana mau Maura bersikap kekanakan dan menjadi pusat perhatian kayak gitu. Ia kasihan akan mental Elana yang akan down tapi karna emosinya memang labil yaudah ikuti aja permainan. Dia bukan tipe wanita yang sabar dan tenang. Dia wanita sombong yang haus akan kemenangan
"si*lan kau Maura!" umpat Elana dengan mata memerah menahan amarah
"andai saja ibu jal*ngmu tak kabur dariku sudah aku permalukan kamu di hadapan Alex saat ini juga"
"aku harus mencari wanita tua itu, dia satu-satunya senjataku untuk menyingkirkan Maura dari Alex"
Meninggalkan Elana di restoran yang tampak kesusahan berdiri dengan bantuan penyangga tubuhnya, beralih pada sebuah hotel bintang 3, seorang wanita paru baya tengah berlutut di hadapan pria tua yang tengah memamerkan dada dan perut buncitnya duduk santai di sebuah sofa dalam kamar hotel menatap datar wanita sewaannya
"apa yang aku dapat setelah membantumu?" tanya lelaki tua kepala plontos itu
"saya tidak bisa menjanjikan apa-apa selain tubuh saya, tuan" jawab si perempuan enteng
"cih, dasar wanita jal*ng" olok lelaki itu
"baiklah, kalau begitu puaskan aku sekali lagi. Aku akan mempertimbangkannya saat kau berhasil membuat ku melayang" titah Pria tua itu
Maria, wanita itu tak memiliki pilihan lain, sedari awal ia melakukan pekerjaan hina itu, ia sudah membuang jauh jauh harga diri dan martabatnya demi beratahan hidup
Tapi kali ini ia melakukannya dengan tujuan berbeda. Jika kemarin ia rela mengeluti pekerjaan menjijikan itu untuk menyambung hidupnya, kali ini ia melakukannya demi lari dari wanita gila yang kemarin menyekapanya
Seorang wanita cacat mengacamnya akan membunuh putri bungsunya yang Maria sendiri tak tahu dimana keberadaan putrinya itu
Maria bukan tipe manusia yang tenang jika dilawan. Apapun akan wanita paru baya itu lakukan untuk membalas orang-orang yang menganggu ketenangannya. Jangankan orang jahat, orang baik saja ia tak segan-segan menghilangkan nyawa jika itu akan menjadi ancaman baginya.
Maria rela diperbudak, diperlakukan layaknya binatang oleh pria beristri 5 saat ini. ia rela rela saja, sebab ia dapat bayaran sesuai.
Pinjaman kekusaan dan uang untuk memberi pelajaran pada wanita cacat yang mengatainya jal*ng menjijikan kemarin di gudang saat ia disekap
Cacat saja belagu! Umpat Maria dalam hati
Ia akan membalas wanita cacat itu, memberitahukan bahwa lawan yang Elana pilih lebih gila dari Elana. Tekad Maria dalam hati sementara tubuhnya tengah di siksa kenikmatan oleh pria yang menjanjikannya uang banyak
Bersambunggg...
######
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia Halu