
sang fajar kembali menyapa pagi, begitu juga dengan para manusia, kembali menyapa aktifitas yang sama setiap harinya.
bangun, bersiap, dan berangkat kerja jika keadaan tubuh siap untuk menjalankan tugas yang semestinya
begitu juga dengan sepasang suami istri yang tengah siap siap menuju perusahaan terbesar di ibu kota.
"kamu yakin nggak mau ikut saya?" entah sudah yang keberapa kali pertanyaan si suami itu pada si istri
"Tidak tuan"
*huhh, aku tau diri dimana posisiku tuan!* jerit Alicia dalam hati kesal dengan Daniel yang sok baik itu
ya, mereka adalah pasangan Daniel Prasetio dan Alicia Adara Prasetio
"huh! keras kepala" gumam Daniel kesal dan melangkah keluar kamar meninggalkan Alicia
selesai sarapan mereka berangkat ke kantor dengan Alicia dijemput Filda
"apa Dara berkata jujur" tanya Daniel pada Ali yang telah menancap gas mobil meninggalkan mansion
"ya tuan, nyonya tidak bisa mengendarai mobil maupun sepeda motor sebab sedari kecil dia hanya sibuk bekerja dan tak ada waktu untuk... "
"carikan dia pelatih terbaik, saya tidak mau istriku kampungan seperti itu" titah Daniel memotong penjelasan Ali
"baik tuan"
ya, setelah Daniel menawarkan Alicia agar berangkat bersamanya namun Alicia menolak, Daniel kemudian menawarkan agar Alicia memilih mobil sendiri di garasi mobil mansion yang penuh dengan koleksi koleksi mobil mewah seluas 1 hektar itu
namun lagi lagi Alicia beralasan tidak bisa mengendarai mobil sampai membuat Daniel kesal karna mengira Alicia sangat keras kepala.
Daniel tentu memaksa agar Alicia memilih, akan tetapi Daniel kalah saat melihat Alicia gemetaran karna ketakutan. kemudian Daniel menyuruh sopir mansion mengantarnya karna Alicia tak mau ikut bersamanya, namun Alicia segera berlari keluar sebab Filda sudah menunggunya di gerbang, tanpa peduli lagi dengan kemarahan dan teriakan Daniel
"nanti kalau aku membutuhkannya kapan saja ini bisa berguna" gumam Daniel yang masih bisa didengar oleh sekertaris Ali
"mm, sopir mansion ada beberapa tuan" peringat Ali dengan suara pelan pada Daniel bahwa banyak sopir di mansion prasetio yang siap kapan pun jika dibutuhkan
"oh iya yah" Daniel tampak berfikir
"tapi kalau Dara bisa mengendarai mobil, dia bisa kemanapun tanpa harus merepotkan 2 bocah tengil itu, juga bisa menyusulku kapanpun dia mau" ucap Daniel selanjutnya dengan senyum mengembang memikirkan Alicia akan mengunjunginya ke kantor kapanpun Alicia ingin, jika waktu magangnya berakhir beberapa bulan lagi
"tapi,, tapi bisa juga nyonya muda pergi jauh jika nyonya muda bisa mengendarai mob..."
"buat dia melakukan kesalahan hingga Dara hanya boleh pergi dengan sopir keluarga dan lacak kemanapun Dara pergi" seru Daniel dengan napas memburu mendengar ucapan Ali yang sengaja Daniel potong. Geram. bukan pada Ali tapi dengan Alicia
membayangkan Alicia kabur darinya membuat moodnya tiba tiba kacau
"baik tuan" ucap Ali mantap
\=\=\=\=\=\=
Korea
tuan Prasetio berdiri mematung di depan ruang rawat VIP rumah sakit terkenal di negara ginseng itu.
lelaki paru baya itu menatap seorang pasien wanita yang tengah terbaring koma di atas ranjang rumah sakit
"Sejak kejadian itu dia tidak pernah sadar sebab kehilangan banyak darah" ucap perawat di samping tuan Prasetio
"abang mengenal dia" tanya lelaki yang lebih muda dari Prasetio
"kehilangan banyak darah?" tanya Prasetio mengabaikan pertanyaan adik lelakinya
Prasetio terheran, sebab dilihat dari tubuh wanita yang terbujur koma itu tampak baik baik saja tanpa ada luka bahkan memar sekalipun di tubuhnya hanya saja memang terlihat pucat dan lebih kurus dari terakhir Prasetio melihatnya beberapa bulan yang lalu
"nona ini 5 bulan yang lalu melakukan aborsi dan mengakibatkan dia harus berakhir koma karna ada komplikasi dengan penyakit bawaan dari nona waktu itu" jelas perawat, sebenarnya tak etis membeberkan kondisi pasien kepada orang lain yang tak memiliki hubungan apa apa dengan pasien, namun karna rumah sakit ini adalah milik dari adik Prasetio dan Prasetio adalah penyumbang dana terbesar di rumah sakit ini
raut wajah Prasetio berubah, yang tadinya datar kini terlihat marah, rahangnya mengeras, tangannya mengepal erat hingga buku buku tangannya memutih
namun menit selanjutnya sudut bibir tuan Prasetio terangkat, tersenyum miring
*5 bulan lalu? bertepatan dengan pernikahan Daniel* batin Prasetio
"siapa?" tanya Denis, adik Prasetio, sebab menurutnya pasti orang pentinglah yang bisa melakukan tindakan ilegal itu
"tuan Marlo anak dari tuan Anderson"
Denis menaikan sebelah alisnya
"bukannya anak dari Anderson belum menikah" suara Prasetio bertanya
"ya, setahuku begitu. tidak mungkin kan mereka tidak mengundang kita di hari bahagia anak tunggalnya itu" ucap Denis membenarkan
lengkungan di bibir Prasetio makin tinggi
"murahan"
menatap sekilas wajah pucat wanita itu dan melangkah pergi dari sana setelah mengetahui berita yang sangat luar biasa itu.
Prasetio pulang dengan bahagia sampai Maya bertanya tanya ada apa gerangan dengan suaminya, namun Prasetio tak mau memberitahu dengan buru buru istrinya itu, sebab Prasetio takut jika istrinya syok mendapat kabar itu, toh sampai saat ini Maya masih mengiming imingi wanita itu untuk jadi menantunya, ya wanita yang terbujur koma di rumah sakit yang Prasetio lihat tadi adalah Maureen Angela Dinata, calon menantu kesayangan istrinya.
\=\=\=\=\=\=\=
Indonesia
Daniel terlihat mondar mandir di ruangannya
"tuan, waktu kita hanya 5 menit lagi" ucap Ali memberitahu
"apa sebaiknya aku mengajak Dara?" tanya Daniel menatap penuh harap
"tuan ini pertemuan penting dan singkat, saya khawatir nyonya muda akan kelelahan jika ikut dengan kita mengingat tampaknya nyonya muda kewalahan mengikuti jadwal tuan dari tadi pagi,meeting kesana kemari" ucap Ali memberi pengertian
"baiklah, kita berangkat sekarang"
"silahkan tuan"
tok tok tok
saat Daniel bersiap melangkah keluar, suara ketukan pintu menghentikan gerakannya
ceklek
pintu terbuka dan disana, seorang gadis cantik dengan stelan celana bahan panjang warna hitam dan kemeja putih lengan panjang berdiri menunduk
"ma.. maaf telat" cicitnya
"tak apa, bagaimana makan siangnya?" tanya Daniel
"oh, eh" Alicia bingung harus jawab apa. sebab aneh saja tiba tiba tuan suami kejamnya bertanya hal demikian
"saya ada urusan diluar kota, pulanglah. istirahat. pak Gun akan menjemputmu sebentar lagi" ucap Daniel mengerti ke bingungan Alicia
"Tapi tuan, ini belum jam pulang kant.."
"saya presdir, perintahku wajib dilaksanakan" seru Daniel memotong sanggahan Alicia yang keras kepalnya tak pernah melembek
Daniel melangkah keluar, melirik sekilas saat tubuhnya melewati Alicia
"menurutlah, sebab jika tidak hukuman telah menantimu" bisiknya dengan seringai yang berhasil membuat Alicia merinding ngeri
bersambungggggg....
#######
tugas kuliah numpuk tapiii lebih suka nulis cerita gaje ini. hahahah
mon maap banyak tylo soalnya pikiran Mickey terbagi di dunia nyata dan di dunia halu
Salam Mickey Mouse 24
dari Dunia Halu